Microsoft Volunteering Day

May 24th, 2009 -- Posted in Events | 15 Comments »

Microsoft Indonesia yang berpartner dengan Yayasan Mitra Mandiri (YMM, kantor saya), mengadakan hari volunteers bagi para karyawannya, yang diimplementasikan dengan mengunjungi sebuah rumah singgah di bilangan Kemanggisan, Jakarta Barat. Acara yang diadakan pada Sabtu, 16 Mei 2009 di rumah singgah “Street Kids Ministry” yang dipimpin oleh Bapak Asmoro adalah lomba foto antar volunteers dan lomba lukis untuk anak-anak di sana. Btw tempatnya tuh kumuuuuuh bener dengan orang2 bermata pencaharian buruh, pengais sampah, dll.

Sekotor2nya kali yang pernah saya liat

Sekotor2nya kali yang pernah saya liat


Pekerjaan sehari-hari si Emak

Pekerjaan sehari-hari si Emak

Saya yang baru kali ini “kerja” di hari Sabtu, bangun pagi dan menempuh perjalanan tercepat rumah-kantor. Cuma 20 menit sodara! Kalo hari biasa mah sejam lebih deh (haha.. OOT bener guah). Nah, kali ini, saya diminta tolong untuk mencari juri lomba foto. Waduh.. Kesannya saya kenal gitu ama Darwis Triadi atau Nicoline Patricia? Oke, akhirnya saya ajak aja Mira, temen saya yang kalo minjem motornya harus beli bensin, dan biasanya minta saya jadi model foto dia biar gratisan. Selain Mira, yang jadi juri adalah Arbain Rambey dari Kompas, dan seseorang dari Media Indonesia, yang panas2 tetep pake syal dan ketika melihat dia, Gay-dar saya langsung berkedip2.

Street Kids Ministry

Street Kids Ministry

Acara dimulai jam 09.00 WIB pagi, dan sembari menunggu volunteers yang lain datang, beberapa kakak dari Microsoft dan YMM (iya, dipanggilnya “kakak” bo.. hihi, berasa muda dyeh eike..) mengajak anak-anak bernyanyi. Mana itu bocah2 kagak mau pula diajak nyanyi lagu anak2. Mau sih, abis itu tereak “KAK!! St.12 dong!!” What..? Saint twelve? Huh, akhirnya nyanyi si lagu “Ayam sori” itu deh.. Shit, gw rada apal men.. Setelah itu semua anak yang berjumlah 50 orang diberikan kaos dari Microsoft, ada yg muat, ada yg jadi kayak pake sarung karena kegedean. Kocak banget!

Baju kegedean, yang penting hati senang!

Baju kegedean, yang penting hati senang!

Acara diadakan di lantai dua, dimulai dengan kata sambutan oleh Bapak Drajat selaku Corporate Affairs Director. Lalu volunteers dari Microsoft dan YMM membagikan kertas dan alat-alat gambar untuk lomba lukis untuk anak-anak. Lomba gambar dimulai, volunteers dari Microsoft ikut membantu mereka menuliskan nama, dan tentu saja mengambil foto-foto yang nantinya akan diikutsertakan dalam lomba foto bagi para volunteers. FYI, anak2 di sini yg umurnya di bawah 4 tahun lucu2 banget! Ada Pipi, si anak yang Cina di antara teman2nya yg melayu, tapi kakaknya dia, si Ongky bukan Cina. Pas saya Tanya, “Ongky, ini si Pipi adek kamu?” Dia jawab “Iya..” Terus pergi, dua detik kemudian di balik lagi ke saya bilang “Tapi dia adek angkat”. Yeah right, you read my mind, young man…

Ayo lomba gambar!


Volunteers membantu anak2 menulis nama

Volunteers membantu anak2 menulis nama

Selesai anak-anak mengumpulkan gambarnya untuk diperiksa, diadakan games yang hadiahnya itu berisi celengan dan kaos yang saya tawar mati2an di Jatinegara. Mereka terlihat antusias dan bersemangat dalam mengikuti arahan kakak-kakak dari Microsoft. Selain games, Ibu Tati selaku sekretaris Bapak Tommy, CEO Microsoft Indonesia menjelaskan arti Microsoft secara sederhana, “Jadi ya anak2 pada tau komputer kan..? Nahh.. Microsoft itu tuh otaknya komputer, jadi yang menjalankan komputer.” Oke, meskipun dijelaskan dengan bahasa mudah, kok saya rada mikir ya..? Hyahahah.. Dasar IQ tiarap. Pemenang lomba gambar diumumkan tepat pukul 11.30, dan mereka langsung turun dari lantai atas dan pulang. Gak terlalu lama acaranya karena sebagian dari mereka ada yang sekolah siang, Sebelum pulang, mereka diberikan goody bag, dan juga makan siang kentaki untuk dibawa pulang ke rumah.

The Phantom of the Opera dvdrip
Microsoft volunteers memperlihatkan foto pada anak2

Microsoft volunteers memperlihatkan foto pada anak2

Setelah anak-anak pulang, semua volunteers duduk berkumpul dengan mendengarkan sekelumit kisah mengenai rumah singgah “Street Kids Ministry” tersebut yang diceritakan oleh Pak Asmoro. Bapak Asmoro yang juga pendeta dan dosen teologi itu bercerita, ia membangun rumah singgah ini sebagai wadah bagi anak-anak usia sekolah di lingkungan itu agar mereka mendapat pendidikan yang lebih baik dan tidak berkeliaran untuk meminta-minta. Tenaga pengajar selain beliau adalah mahasiswa-mahasiswa, atau siapapun yang mau membantu di situ. Ia juga menegaskan bahwa lebih baik kalau kita tidak memberi uang kepada anak jalanan, karena hal itu hanya akan membuat mereka malas sekolah dan lebih suka berada di jalanan.

Berdasarkan survey kecil-kecilan yang pernah ia lakukan, Asmoro menemukan bahwa ada 1789 lampu merah di Jakarta. Dengan hitung-hitungannya, ditemukan kalau kita sedikitnya menyumbang Rp 1,5 milyar per bulan hanya untuk “membuang” uang receh pada anak-anak tersebut. Sedangkan sumbangan dari pemerintah saja untuk 5 lapas anak-anak “hanya” Rp 300 juta. Sehingga, Pak Asmoro menyarankan agar kita lebih baik memberikan mereka makanan, susu, ataupun buku, asal bukan uang. Dengan begitu, mereka akan lebih sehat dan tidak lagi mencari uang di jalanan.

Volunteers YMM & Bapak Asmoro

Volunteers YMM & Bapak Asmoro

Acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba foto yang dibacakan oleh Arbain Rambei. Ada dua nomimasi, yaitu potret yang menggambarkan sandal dan sepatu anak2 kecil dan orang2 Microsoft serta YMM yang berderet di lantai bawah. Kata mas Arbain Rambey, hal itu menyimbolkan kebersamaan. Ada sandal mahal, murah, jelek, bagus, besar, kecil, tapi tetep sejajar dan berdampingan. Sedangkan foto yang satu lagi adalah foto dari Ibu Sita Supomo dengan karyanya yang memperlihatkan kali kotor dan kawasan kumuh di balik gedung-gedung bertingkat di Jakarta, berjudul “Slumdog Millionare”. Yang menang fotonya Bu Sita, tapi.. secara pribadi, saya lebih suka foto sandal dan sepatu. Hadiahnya sendiri diserahkan lagi kepada Bapak Asmoro selaku pengurus rumah singgah. Selain itu, rumah singgah ini juga mendapatkan bantuan materi dari Microsoft.

Arbain Rambey & pemilik foto Slumdog Millionare :)

Arbain Rambey & pemilik foto Slumdog Millionare :)

Untuk merangkum semuanya, acara volunteering pertama yang diadakan Microsoft, dengan total volunteers Microsoft yang datang sebanyak kurang lebih 25 orang ini bisa dibilang berjalan lancar dan sukses. Sepulangnya dari sana, saya berasa kalo badan saya rada bau kali karena tadi abis dipeluk sana sini sama anak2 yang ingusnya meler2 dan kukunya kotor tersebut. Ah, sebodo amat, yang penting cantik entar bisa mandi lagi. Biarin bau badan, yang penting hati saya wangi *najis surajis*. Ealah.. Pas ketemu sahabat saya Jatu di Citos, dia rada mau muntah gitu nyium saya. Ahahaha.. Ah I do love kids so much.. Ada yang minat jadi volunteers untuk acara2 kantor saya? Diterima dengan dada yang lapang dan besar loh.. CUP.

Thanks for your great job, guys!

Thanks for your great job, guys!

Popularity: 11% [?]

Adopsi Pohon @ Taman Gunung Gede Pangrango

May 7th, 2009 -- Posted in Green Act, Traveling | 20 Comments »
.!.

Setelah keluyuran di pantai Pulau Peucang, Ujung Kulon, dan sudah akrab sama babi dan rusa di sana, sekarang saya beralih untuk melacur ke gunung. Pulang dari pantai tanggal 12 April dengan bodi luluh dan lantak, besoknya saya harus ke Gunung Gede Pangrango untuk survey tempat untuk sebuah program CSR. Huah.. Rada kurang menikmati karena badan lagi greges, tapi overall nice kok. Sebelumnya, karena ini tulisan laporan saya buat kantor, jadi mohon dimaklum kalo rada formil ya, hihi..

ExxonMobil, sebuah perusahaan minyak yang sudah seratus tahun lebih berada di Indonesia akan mengadakan program volunteering penanaman pohon untuk diadopsi bagi para karyawannya. Acara yang rencananya akan dilaksanakan bulan Mei 2009 ini bermitra dengan Yayasan Mitra Mandiri sebagai koordinator program, dan juga Green Radio sebagai media partner. Program pengadopsian pohon sendiri merupakan program dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Namun disosialisasikan kepada masyarakat untuk ikut membantu gerakan penghijauan ini.

Area penanaman terletak di Resort Sarongge Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Cianjur. Waktu tempuh ± 2,5 jam perjalanan dari Jakarta. Masuk lewat Desa Ciputri, ± 2 km akan sampai ke Wisma, tempat yang disediakan untuk memarkir mobil. Naik lagi keatas, ± 0,5 km sampai ke tempat yang ada plang ”Resort Sarongge”. Dari situ, perjalanan ditempuh dengan mobil ranger ± 0,5 jam sampai taman bunga. Jalan kaki ke tempat yang nantinya akan menjadi tempat seremonial ditempuh ± 0,5 jam. Dan untuk tempat penanaman pohonnya sendiri masih harus naik ± 15 menit lagi.

Di bayangan saya sih, yg namanya mobil ranger gak gini.. hee..

Di bayangan saya sih, yg namanya mobil ranger gak gini.. hee..

Naik naik ke puncak gunung

Naik naik ke puncak gunung

Jenis-jenis pohon yang akan ditanam nantinya adalah Puspa, Suren, Rasamala, Manglit dan Saninten, karena pohon-pohon itu merupakan vegetasi alami di sana. Untuk pengadopsian pohon saat ini dapat dilakukan oleh:
• Lembaga/ Korporasi (minimum 3 hektar untuk 3 tahun)
• Perorangan (minimum 1 pohon untuk 3 tahun)

Jika suatu perusahaan atau lembaga mau mengadopsi pohon, sebagai tanda nantinya akan dipasang plang nama perusahaan tersebutdi tempat mereka menanam sebanyak satu buah. Sedangkan perorangan, nantinya akan dihitung titik koordinatnya. Dari titik berapa sampai berapa atas nama siapa-siapa saja. Jadi, nama kita akan tertera bersama nama orang lain di wilayah tertentu.

Contoh Plang Perusahaan

Contoh Plang Perusahaan

Harga pengadopsian untuk satu pohon sebesar Rp 108.000 rupiah, yang sudah termasuk bibit pohon, dan juga untuk pemeliharaan pohon selama tiga tahun. Lamanya waktu pemeliharaan hingga tiga tahun, karena tiga tahun pertama adalah masa kritis pohon. Jika sebelum tiga tahun ada pohon yang mati, maka pohon tersebut akan diganti dengan yang baru, yang menurut masyarakat di sana istilahnya “disulam”. Biaya penyulaman pun sudah termasuk dalam biaya Rp 108.000 tersebut.

Menurut Bapak Hidayat, Kepala Bagian Resort, dari biaya Rp 108.000 tersebut juga disisihkan untuk biaya program kesejahteraan petani yang memelihara pohon-pohon yang diadopsi. Program kesejahteraan tersebut nantinya adalah pemberian ternak, dimana untuk waktu ke depannya, para petani ini tidak diijinkan lagi untuk bertani di lahan Taman Nasional tersebut. Pada intinya, selain untuk menjaga lingkungan, program ini juga baik untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

Data Program Adopsi Pohon

Data Program Adopsi Pohon

Luas seluruhnya dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango mencapai 7000 hektar. Sedangkan untuk satu blok untuk program adopsi pohon seluas 37 hektar, yang dikelola oleh 153 petani. Untuk pengunjung dalam sekali kunjungan penanaman pohon, dibatasi hingga 50 orang. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kerusakan ekosistem sekitar. Jarak tanam dari satu pohon ke pohon lain adalah 5 meter. Satu pohon dapat mensuplai kebutuhan oksigen untuk sekitar 2 orang, jadi menebang 1 pohon itu artinya membunuh 2 orang.

Pohon yang terbentuk dari berbagai quote dan ayat2 dari kitab mengenai pentingnya menjaga alam. Merinding disko bacanya

Pohon yang terbentuk dari berbagai quote dan ayat2 dari kitab mengenai pentingnya menjaga alam. Merinding disko bacanya.

Dulunya, Taman Nasional Gunung gede Pangrango dikelola oleh Perhutani, sehingga hutan di situ merupakan Hutan Produksi. Hutan yang bertujuan untuk memberikan benefit secara materi. Namun sejak tahun 2003, taman ini dihibahkan kepada Hutan Pangrango, di bawah Departemen Kehutanan. Sejak itu, fungsi hutan berubah menjadi hutan konservasi, hutan yang harus dilindungi. Sejatinya, hutan konservasi tidak boleh difungsikan untuk tempat tinggal. Namun, karena dulu Perhutani mempunyai program PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat), maka di sekitar taman tersebut masyarakat diijinkan untuk bercocok tanam.

Budidaya kembang merupakan salah satu mata pencaharian selain sayur mayur

Budidaya kembang merupakan salah satu mata pencaharian selain sayur mayur

Untuk lebih jelasnya mengenai program adopsi pohon, masyarakat dapat membacanya di sini. Atau dapat menghubungi:
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]
Jl. Raya Cibodas, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Indonesia 43253
Tel: +62-263-512776 Fax: +62-263-519415
Email: info@gedepangrango.org

Ngeceng dulu sama anak2 Green Radio

Ngeceng dulu sama anak2 Green Radio

Tertarik untuk mengadopsi pohon atau malah mau memulai menanam pohon di depan rumah? Yuk yuk yuk.. Karena kita harus ingat:

Menanam Berarti Menabung

Menanam Berarti Menabung

(c) Tree pic

Popularity: 10% [?]