Weekly Photo Challenge: Hidden & Windows

December 7, 2011 by titiw  
Filed under Pictures

I’ve been pretending busy these past few weeks, so I can have an excuse to skip several challenges in “Weekly Photo Challenge” from WordPress. As for now, I’d give you the pictures from about 6 weeks ago, not just one, but two. Here you go:

Where's Oke?

Hidden
Where’s my friend Oke? That’s him on the other side of the rock! What? Rock? Yep, I took this picture in a place like a big garden called “Gua leang-Leang” in Makassar. So many rocks here like in Stonehenge, that I lost  sight of my friends as the rocks are so tall and tough. Will give you more comprehensive story about this site very very soon. ;)

Komplek Adat Kampung Pulo

Windows
Taken at an odd village named Komplek Adat Kampung Pulo, in  Garut West Java. Odd, because only 7 nuclear families can stay there. If they happen to have children and the children got married, the elders should get out of the village.

PS: Do you realize that I mostly use photos of my travels around Indonesia for this challenge? :)

Sisa-sisa Kejayaan Benteng Somba Opu

November 30, 2011 by titiw  
Filed under Traveling

Perjalanan ngukur Makassar saya nggak berhenti cuma di Taman Nasional Bantimurung. Sekarang saatnya jelajah sejarah Makassar! Dahulu, orang Makassar dikenal sebagai bangsa yang kuat dan gigih dalam mempertahankan kedaulatannya. Ini tampak dari benteng Somba Opu, benteng yang didirikan tahun 1525 oleh Sultan Gowa ke IX, Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi’ Kallonna. Meskipun sekarang bangunan ini bisa dibilang hanya tinggal sisa reruntuhan, siapa sangka benteng yang dulunya kokoh ini dibangun dari tanah liat? Semen untuk merekatkan batu-batu merah itu juga terbuat dari putih telur!

Bagian samping Benteng Somba Opu

Konon (saaah, konon..) daerah ini sempat menjadi pusat perdagangan yang ramai oleh pedagang dari dalam dan luar negeri. Namun di abad 16, Belanda menguasainya dan dihancurkanlah Benteng Somba Opu. Benteng yang terletak di Jl Daeng Tata (bukan yang jualan Konro lho..), Kelurahan Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa tersebut ditemukan kembali tahun 1980an, dan mulai direkonstruksi pada tahun 1990.

Makam Raja Gowa IX

Padang rumput di dekat sungai Jene'berang

Sekarang ini, kita hanya dapat melihat sedikit sisa reruntuhan benteng dan makam Raja Gowa ke IX di bagian atas. Dari atas, pengunjung bisa melihat padang rumput luas, yang terletak di sebelah sungai Jene’berang. Jadi, apa lagi yang bisa dilihat selain sisa-sia benteng? Jangan khawatir, kamera Anda akan puas merekam gambar rumah adat di sana.

Bola Soba dari Soppeng, salah satu contoh rumah di Somba Opu

Layaknya Taman Mini kecil, namun khusus rumah-rumah adat adat Sulawesi Selatan seperti Tongkonan dari Toraja atau Bola Soba dari Soppeng. Tak hanya itu, terdapat pula meriam Baluwara Aung (panjang 9 meter, berat 9.500 kg), dan museum Karaeng Pattingalloang berisi benda-benda peninggalan kesultanan Gowa. Meski benteng Somba Opu tinggal reruntuhan, namun dari reruntuhan itu lahir masyarakat-masyarakat baru yang berjalan ke depan mengikuti zaman.

Komunitas pesepeda di Somba Opu

Jingga di langit Somba Opu

Trivia

  1. Masyarakat sekitar terlihat sangat aktif beraktivitas. Dari latihan silat, lomba burung merpati, hingga komunitas pesepeda memenuhi komplek Somba Opu.
  2. Somba Opu merupakan alternatif tempat untuk mengejar matahari terbenam selain pantai Losari
  3. Kawasan Somba Opu juga sudah menjadi tempat untuk Outbond
  4. Menurut sopir becak motor yang kami tumpangi, akan dibuka Waterboom di bulan Desember ini, yang menimbulkan pro-kontra di beberapa kalangan

Papilio Nan Cantik Dari Bantimurung

November 17, 2011 by titiw  
Filed under Traveling

Hari pertama petualangan ACI saya dimulai di Makassar Sulawesi Selatan, tepatnya di bandara internasional Sultan Hasanuddin yang keren banget. Dari situ, kami bertemu dengan pendamping asli Makassar yang bernama Indra, dan langsung meluncur ke tempat yang terkenal dengan air terjun dan kupu-kupunya.

Kapankah terakhir kamu melihat kupu-kupu dengan jumlah yang cukup banyak? Jika menjawab pertanyaan saya dengan jidat berkerut yang bisa diartikan “Wah, kapan ya.. Sepertinya sudah lama sekali..“, berarti kamu harus mengunjungi Taman Nasional (TN) Bantimurung!

Gerbang Masuk TN Bantimurung

Sudah lama Bantimurung Bulusaraung terkenal dengan banyaknya kupu-kupu yang menghiasi tempat wisata alam yang berlokasi di Maros, Pangkep, Sulawesi Selatan. Di sana, Anda akan disambut dengan patung kupu-kupu besar seakan menyambut tamu-tamu yang datang. Belum lagi berbagai souvenir seperti anting, bros, liontin, gantungan kunci, pigura, dan masih banyak lagi yang bertema ataupun berbentuk kupu-kupu.

Koleksi kupu-kupu yang sudah diawetkan

Tempat pertama yang menjadi tujuan kami sesampainya masuk ke Bantimurung adalah museum Kupu-kupu. Museum itu mungil, namun dapat mendokumentasikan banyak sekali jenis dan ragam kupu-kupu. Tidak hanya dari yang berasal dari Bantimurung saja, namun juga dari Timor, Pulau Seram, dan berbagai tempat yang menjadi habitat kupu-kupu.

Museum Kupu-Kupu di dalam TN Bantimurung

Setelah dari museum, kami pun beranjak menuju ke penangkaran kupu-kupu. Berdasarkan keterangan Bapak Rusman penjaga museum yang juga penangkar kupu-kupu, ada 2 cara mengawetkan kupu-kupu. Dengan formalin (warna kupu-kupu jadi pudar, namun cara ini relatif cepat dilakukan oleh orang-orang yang tidak care), dan dengan memberikan alkohol 100% dan dijemur 2-3 hari di bawah sinar matahari.

Kupu-kupu di Penangkaran

Saat saya ke sana, tidak terlalu banyak kupu-kupu yang terbang menari di hadapan saya. Menurut Pak Rusman lagi ketika saya tanya tentang hal tersebut, kupu-kupu tidak punah, namun ia hanya bertelur di saat-saat tertentu, sehingga keberadaanya akan lebih sering terlihat di bulan Januari, Mei, maupun Agustus. Menurut saya sih, kupu-kupu memang tidak berkurang hanya karena faktor manusia (yang mematikan kupu-kupu semata-mata untuk keuntungan pribadi), namun juga faktor-faktor alami seperti makin turunnya kualitas tempat kupu-kupu tinggal. Bagaimana menurut kamu, kamu, dan kamu? :)

Kupu-kupu juga cinta Indonesia. :)

Trivia:

  1. Rata-rata usia kupu-kupu adalah selama 3 bulan
  2. Tidak boleh menangkap kupu-kupu di cagar alam Bantimurung. Namun jika ada yang ketahuan, hukumannya “hanya” dikejar dan alat menangkap kupu-kupu tersebut disita.
  3. Kupu-kupu yang ditangkar hanyalah yang betina
  4. Tips agar kupu-kupu cepat bertelur: air yang diberikan dicampur dengan gula

Notes:

  • Harga Tiket Masuk Taman Nasional Bantimurung: Rp 10.000
  • Harga Masuk Museum Kupu-kupu & penangkaran: Rp 5.000

Sekilas Info Dari Sulawesi

November 2, 2011 by titiw  
Filed under Traveling

Hwaaa! Udah berminggu-minggu blog kuning ecek-ecek ini tidak saya tengok. Kenapa? Karena saya sedang berada nun jauh di pulau Sulawesi untuk menunaikan tugas sebagai salah seorang petualang ACI 2011.

Posisi saya saat ini ada di Sulawesi Tenggara, tepatnya Kendari, setelah belasan hari menempuh perjalanan darat laut dan udara. Sekilas info saja bahwa Sulawesi seringnya berlangit biru, berawan putih, dengan landscape pemandangan yang memukau.

Dari awal perjalanan tanggal 20 Oktober, saya insya Allah akan tiba kembali di Jakarta tanggal 6 November dengan kulit menghitam, senyum yang cerah, dan ribuan foto-foto perjalanan serta cerita-cerita yang menakjubkan tentang Indonesia. Sampai ketemu lagi semuanya! :)

Traveling mengajarkan kita untuk bertoleransi. Kepada teman seperjalanan, kepada orang lain di jalan, kepada alam, dan kepada diri sendiri.” ~ Rahmayanti Akmar, 1 November 2011, di atas kapal dari Wakatobi menuju Kendari.

Tim Sulawesi 2 di Kawasan Adat Ammatoa, Bulukumba

 

SMS Vote Komodo Indosat Hanya Rp 1?

October 18, 2011 by titiw  
Filed under Traveling

Heyhow guys! Di siang hari yang panasnya jumawa ini, saya mau update blog lagi nih dengan issue-issue traveling. Ciamik, bukan? Entah kenapa di bulan ini saya rasanya terdorong terus untuk explore dunia traveling Indonesia, apalagi sejak terpilih jadi salah satu finalis ACI. Nah, yang sekarang mau saya bahas sedikit adalah ini.

Slurp!

Ada yang tahu gambar apakah kiranya makhluk itu? Biawak? Bukan.. Terlalu besar untuk jadi Biawak. Duh, tahu aja deh kamu kalo saya emang abis ngetrip ke Pulau yang dipenuhi oleh Biawak itu.. *dorong manja* Jadi apa? Kadal? Bukan banget! *keplak yang jawab* Yang mau saya angkat adalah binatang yang selalu jadi kambing hitam ketika terjadi kemacetan, yaitu si Komo a.k.a KOMODO. Komodo yang terkenal sebagai binatang purba yang hampir punah itu bisa kita temui di pulau cantik nan eksotis yang terletak di Nusa Tenggara Timur, yaitu Pulau apa anak-anak? Yak betul! Pulau Komodo.

Mungkin temen-temen sendiri tahu kalo Pulau Komodo berhasil menjadi finalis 7 Keajaiban Dunia yang baru atau The New 7 Wonders. Saya sendiri pengen gosip tentang hal yang hot ini karena ngelihat sebuah status di timeline twitter ini:

Twit Vote Komodo

Tunggu. Benarkah kita bisa voting agar nama Komodo naik di posisi atas, hanya dengan 1 rupiah? 1 perak? 100 rupiah dibagi 100? Ih, dapet apa? Jaman dulu aja cepek cuman bisa dapet permen karet Yosan 3 biji! Apakah ini hanyalah trik untuk menyedot pulsa yang sekarang ini marak dibicarakan? Saya nanya deh di Twitter:

Saya Nanya Ini

Dijawabnya Ini

Namun sesuai value yang saya pegang, saya sulit percaya sesuatu jika belum betul-betul merasakannya sendiri. Iseng deh SMS ke ke 9818 dengan isi pesan KOMODO. Dari pulsa yang cuma Rp 83,  setelah sms pulsanya berkurang cuma Rp 1 menjadi Rp 82. Ternyata bener, sodara-sodara!

Jreng!

Berani juga ya Indosat memediasi event ini di tengah-tengah isu pencurian pulsa. Mudah-mudahan sih masyarakat gak langsung nuduh ini pencurian pulsa tanpa nyoba dulu ya. FYI, campaign via sms ini berlangsung singkat, yaitu dari 15 Oktober 2011 – 11 November 2011. Menurut hemat saya yang kadang kurang hemat ini, apa salahnya vote ke sini? Toch pulsa yang berkurang hanya beberapa rupiah. Jika Pulau Komodo menjadi salah satu 7 Wonders, kita juga yang bangga kan sebagai bagian dari Indonesia? ;)

Moga-moga makin banyak perusahaan yang care dengan dunia pariwisata Indonesia. Dan moga-moga saja dengan dimudahkannya kita vote Komodo tersebut, Komodo dapat menjadi 1 dari 7 Keajaiban Dunia. Dengan begitu, kita dapat melihat halaman buku RPUL dengan bangga, sambil menunjuk “Ini Pulau Komodo salah 1 dari Keajaiban Dunia lho. Letaknya di mana? Tentu saja di Indonesia, tanah air kita tercinta.” :)

“We live in a wonderful world that is full of beauty, charm and adventure. There is no end to the adventures we can have if only we seek them with our eyes open.” ~ Jawaharlal Nehru

(c) Image

Weekly Photo Challenge: Possibility

October 18, 2011 by titiw  
Filed under Pictures

This week’s photo challenge is possibility. This theme makes me wonder.. What kind of picture I’m gonna put. This challenge post says:

Whatever your doorway happens to be, travel gives each of us the opportunity to take advantage of possibility. What’s more, looking at the world through a traveler’s eyes gives us the ability to see our surroundings – wherever we are – in a new way, where possibility is everywhere.”

And somewhat, I’m truly agree with that statement. Traveling is making so many possibilities, hopefully the good ones. So here’s my possibility picture, taken from my Sempu journey in October 2010.

Hello, Possibilities. Hopefully I find the good ones. :)

We need the possibility of escape
as surely as we need hope

~ Edward Abbey

13 Tips Fotografi Landscape

October 17, 2011 by titiw  
Filed under Traveling

Setelah saya share mengenai Tips Dasar Travel Fotografi sekarang saya mau bagi-bagi tips Fotografi Landscape. Bukan karena saya pakar di bidangnya, tapi karena pas briefing ACI 2011 lalu, ada kelas foto yang sangat membuka mata dan pikiran saya mengenai fotografi. Cuss!

1. Gunakan RAW format
Saat moto (terutama untuk DSLR), usahakan format yang dipakai adalah RAW format. Dengan ini, kita bisa bebas manipulasi foto tanpa foto dipadatkan sendiri seperti memakai format JPEG. Bear in mind, kalo RAW format ini perlu untuk kamu yang emang mau utak atik foto dan punya storage besar untuk nyimpen foto, lebih-lebih kalo kamu yang punya tabungan besar. *eh*

2. Temukan lokasi baru
Seorang fotografer landscape harus pinter-pinter nyari lokasi yang baru, yang terkadang luput oleh sebagian besar orang. Misalnya, jika kita berkunjung ke Borobudur, jangan hanya memotret Stupa Borobudur, tapi coba lihat penjual-penjual souvenir aneka warna yang dapat membuat materi foto kamu lebih menarik dan mendorong.

3. Memotretlah di saat yang tepat
Saat yang paling pas untuk foto landscape adalah pagi dan sore. Istilahnya itu golden hour, yang mana waktu yang oke adalah pukul 6-10 pagi, dan pukul 3-6 sore. Kenapa? Waktu-waktu itu, matahari masih berada dekat cakrawala sehingga bisa memberi side light pada landscape. Apa gunanya? Ini mempermudah fotografer untuk memunculkan dimensi. Waktu siang kita ngapain dong? Gunakan waktu tersebut untuk hunting foto human interest.

4. Disiplin
Banyak fotografer yang membayar mahal sebuah perjalanan hunting foto hanya untuk tidur. Padahal seperti kita tahu, saat yang oke untuk memotret adalah pagi hari. Datanglah lebih awal ke spot pemotretan untuk mempersiapkan alat, nyari angle-angle lain dan juga gak kehilangan momen seperti sunrise. Oh ya, untuk menentukan spot foto, coba tanya-tanya temen yang sudah pernah ke sana atau googling. Persiapan total pastinya membuahkan hasil yang maksimal mal mal.

It's about moment

5. Exposures bracketing
Apa maksudnya? Ini berarti, mainkan exposure kamera supaya foto tidak terlalu gelap ataupun terlalu terang. Kata kakak2 ayofoto, untuk moto landscape diafragma yang dipake bisa 16 – 22, dan ISO untuk di tempat gelap maksimal 800 biar gak terlalu banyak noise. Ini udah era digital, sehingga gak ada alasan untuk menyerah begitu saja dengan keadaan. Tsaaah.. Mainkan!

6. Pakai tripod jika dibutuhkan
Untuk moto landscape, pastinya foto dituntut untuk terlihat tajam dari ujung ke ujung, sehingga harus make DOF yang lebar. Makin lebar DOF berarti makin lama exposure, sehingga butuh tripod untuk long eksposure.

7. The Rule of Third
Ada yang namanya komposisi the rule of third atau aturan sepertiga yang menampilkan persepsi dinamis pada foto landscape. Kalo langitnya oke, kasih porsi lebih banyak. Tapi aturan ini nggak baku juga selama ide foto yang ingin kita tampilkan menarik. Be creative!

8. Selayang Pandang
Terkadang kita hanya fokus pada obyek utama tanpa mengindahkan sisi-sisi lain. Tengok kanan kiri atas depan belakang supaya gak kehilangan kesempatan mendapatkan foto yang ciamik, siapa tau di belakang kraton sono ada putri kraton yang hooh untuk difoto.

Memotret mercusuar dari dalam, ke arah atas

9. Bidikkan kamera sesering mungkin
Tetap memotret meskipun cuaca kurang baik. Kadang scene terbaik bukan didapatkan saat hujan atau setelah hujan, dimana landscape akan terlihat sangat dramatis. Supaya nggak males motret (apalagi kalo pake kamera yang berat banget kayak hidup), letakkan kamera di tempat yang mudah terjangkau, misalnya gantungin di leher. Sukur2 kalo orang lain mau minjemin lehernya, biar kita gak pegel.

10. Buat catatan detail
Mengenai apa? Lokasi foto, kondisi cuaca saat itu, bagaimana mengakses lokasi, dan info penting lainnya. Bawa notes kecil dan bolpen untuk mencatat daripada memakai notes di HP karena sayang batrenya akan cepet abis.

11. Anggap semuanya pengalaman
Kenapa? Karena terkadang meskipun kita udah niat banget, hal-hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi. Sunset yang tidak keluar, tempat yang kita tuju tidak dapat dikunjungi karena berbagai alasan, dll. Anggep aja semuanya pengalaman. :)

12. Fotografer harus bisa semua
Yak, sayang banget kalo foto kita udah canggih, tapi gak bisa make software olah foto. *berkaca pada cermin* Karena, idealnya seorang fotografer itu melakukan semua proses. Dari ngatur komposisi, motret, sampe ngedit. Inget, gak ada waktu terlambat untuk belajar lho.. :)

13. Safety First
Research itu penting supaya tahu medan. Kalo ternyata harus treking jauh, jangan lupa olahraga rutin sebelum perjalanan. Tahu lingkungan dan adat juga ngebantu banget. Tapi inget, keselamatan kita adalah segalanya, mending kamera/foto-foto yang kenapa-kenapa daripada kitanya kan?

That’s a wrap. Fyuh banyak juga ya.. Semoga membantu teman-teman yang ingin belajar foto, ataupun mau jadi fotografer landscape. Happy traveling! :)

Point Penting Sebelum Traveling

October 11, 2011 by titiw  
Filed under Traveling

Kamu mau traveling yang cukup lama? Hingga berminggu-minggu? Tentunya butuh persiapan lebih dibanding jalan-jalan yang hanya 2-3 hari. Persiapan di sini bukan apa yang harus dibawa, karena masing-masing orang kan bawaannya dan keimanannya juga berbeda. Yang mau saya share lebih ke apa yang perlu dipertimbangkan sebelum traveling cukup lama.

1. Olahraga
Traveling dengan hitungan berminggu-minggu tentunya butuh fisik yang prima. Maka kira-kira sebulan sebelum jalan, rutinlah berolahraga. Bisa dengan jogging atau bersepeda sekitar 4x seminggu, bisa juga lompat-lompat bukit kayak Chinmi di Kuil Dairin agar fisik lebih tertempa dengan baik.

2. Cuti jauh-jauh hari
Beruntunglah kalian yang bisa cuti seenak jidat, atau kalo kamu adalah salah satu anggota keluarga Bakrie. Jangan sampe besok udah mau berangkat, baru minta cuti sama HRD, buat ngetrip 4 minggu. Yang ada mah, si HRD bakal nyuruh kamu push up 4 minggu berturut-turut dengan kesongongan tingkat dewa tersebut.

3. Selesaikan/Hand over kerjaan
Cuti udah diapprove? Izin gak kuliah udah di tangan? Tetep aja yang namanya kerjaan/tugas akan selalu ada. Cari kolega/teman yang bisa diminta tolong untuk ngerjain kerjaan kamu untuk sementara. Iming-imingi mereka dengan oleh-oleh dari tempat kamu traveling, atau kalo kamu gak punya duit, ancem aja kalo kamu pernah liat mereka eek di celana.

4. Barang-barang pribadi
Gak semua barang bisa kamu dapetin atau pinjam di tempat yang nantinya kamu tuju. Sehingga persiapkanlah apa yang perlu dibawa, seperti obat bisul favorit kamu, kawat gigi yang harus dipake sebelum bobok, ataupun bantal gombal yang lebih gombal daripada pacar sendiri.

5. Liat sikon
Emang sikon macem apa yang perlu dilihat? Misalnya aja kamu mau ke desa yang gada listrik, atau pedaleman banget.. Siapin barang2 yang sekiranya mendesak, seperti softex, batre cadangan, ataupun teh kotak kesayangan kamu. Kalo udah gini, baru berasa kangen banget sama Alfamart kan..?

Check check!

6. Handphone
Oke, segala handphone udah dibawa, tapi pastikan pulsa banyak, kalo bisa banyak banget sampe-sampe bisa nelpon Nabi Adam yang udah tenang di alam sana. Selain pulsa, nomor teman-teman yang berangkat bareng atau nomor telpon penting kasih ke orang rumah. Jangan lupa catet nomor telpon yang urgent di notes, karea gadget kadang-kadang kayak mantan pacar jaman SMA dulu, alias gak bisa diandelin.

7. Minum obat malaria
Udah beberapa kali ini saya minum obat anti malaria sebelum ngetrip. Browsing dulu, apakah tempat yang kamu tuju itu merupakan salah 1 daerah endemik malaria. Tapi kalo kata dokter kenalan saya, Bogor juga pernah disinyalir menyebarkan malaria, jadi sebisa mungkin minum tuh obat yang paitnya kayak kehidupan, dengan takaran yang sesuai.

8. Tipe & jumlah outfit yang dibawa
Camkan nak.. Ketika kamu mau ke daerah Dieng yang super dingin, gausah bawa bikini aneka warna layaknya ayam warna-warni di pasar gembrong. Sebaliknya, kalo kamu mau ke pantai yang panasnya hooh banget, jangan ampe itu jaket bulu-bulu ala Yuyun Sukowati dipacking. Emangnya kamu mau ke Gunung Jayawijaya? Kalo ngomongin jumlah, ini tergantung niat kamu. Mau nyuci apa nggak? Kalo iya, bawa baju lebih dikit dibandinkan kalo kamu di sana gak mau nyuci.

9. Berdoa & minta ijin orangtua
Pastinya ini penting sangat, ki sanak. Apalah artinya perjalanan yang menyenangkan tanpa adanya restu yang iklas dari orangtua untuk melepas anaknya. Inget, jangan sampe pake boong-boong deh kalo mau pergi-pergi. Mending kalo boong trus idung kamu tambah mancung kayak pinokio, kalo nggak? ihh.. Rugi bandar!

Begitulah sekilas dua kilas sampe 9 kilas apa-apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum jalan-jalan dengan tempo yang tidak singkat. Temen-temen ACI 2011 yang belum berangkat kayaknya bisa nih menerapkan point-point di atas. Hehe.. Kalo ada temen-temen yang mau nambahin, silakan taro di komentar di bawah yes. Be safe always, happy traveling! :)

(c) Image