Melanglang di Gua Leang Leang

January 18, 2012 by titiw  
Filed under Traveling

Masih di hari pertama tiba di Makassar (20 Oktober 2011), saya dan tim hura-hura ACI Sulawesi 2 melanglang ke Gua Leang-Leang yang terletak sekitar 30 menit perjalanan dari TN Bantimurung. Tidak jauh, namun kendaraan menuju ke sana agak sulit, maka daripada itu kami mencarter pete’-pete’ (angkot) seharga Rp 100.000 bolak-balik (dari Bantimurung ke Bantimurung lagi). Akses jalan ke sana memang sudah diaspal, namun masih ada perbaikan di sana-sini sehingga kita harus sabar untuk bergantian jalan dengan mobil lain. Ati-ati aja ditikung sama temen sendiri. Uhuk.

Jalan Menuju Gua Leang-Leang

Namun tiada kata lelah dan gulana, karena pemandangan menuju Leang-Leang sangatlah ciamik! Bukit-bukit batu karst (kapur) menghampar indah, dengan polesan biru cerah di langit luas. Leang sendiri berarti Gua/Goa (liang), jadi sebenarnya bila kita bilang Gua Leang-Leang, kita berarti menuju Gua Gua Gua, bukan Gua-Gua Elu-Elu. *krik* Sesampainya di Taman Prasejarah Leang-Leang, saya terkesima dengan banyaknya batu-batu besar yang terbentang. Bahkan bisa dibilang, ini seperti Stonehege yang ada di Inggris.

Keren banget ya ya ya?

Ketika kami datang ke sana, Taman yang biasa disebut Taman Batu ini sedang dipugar. Katanya sih akan menambah tempat parkir & mushalla. Dengan dibantu Pak Muslimin selaku guide-polsus pengamanan, perjalanan kita sore itu sangat informatif & menyenangkan. Menurutnya, di sini sebenarnya ada ratusan gua prasejarah, namun letaknya berjauhan. Gua pertama yang kami datangi adalah Leang Petta Kere, yang berarti bangsawan tukang jagal. Jadi ceritanya, dulu ada bangsawan yang memiliki banyak sekali harta. Ia menyuruh anak buahnya menggali tanah & membuat gua untuk menyembunyikan hartanya, dan setelah selesai, ia penggal semua kepala anak buahnya. Bukan main pemerintah.

Yang sebelah kanan bentuknya kayak apa..? x)

Leang Petta Kere ditemukan pada tahun 1956 oleh arkeolog Belanda bernama Van Heikeren, dan diresmikan Daud Yussuf (Menteri Pendidikan) pada tahun 1980. Leang ini memiliki 64 anak tangga, dan dilarang naik jika tidak ada penjaga, karena letaknya cukup curam. Ketika sampai ke atas & menengok dindingnya, ternyata ada cap tangan manusia berwarna merah, dan ada semacam gambar hewan seperti babi yang melekat di dinding gua! Cap tangan yang hanya bergambar 4 jari menunjukkan bahwa 1 jarinya telah dipotong tanda berduka, sedangkan gambar babi adalah simbol bahwa dahulu, mereka mencari makanan dengan cara berburu. Diperkirakan gambar-gambar tersebut dibuat sejak 5.000 tahun yang lalu, menggunakan racikan daun yang menjadi pewarna alami yang meresap kuat ke dalam batu, yang konon tintanya disemprot dengan mulut.

Gambar Prasejarah

Pak Muslimin guide kita menambahkan bahwa tempat ini dulunya dijadikan tempat orang melakukan ritual. Bahkan satu program TV bertajuk Jejak Misterius juga pernah melakukan syuting di sini. Leang ke-dua yang kami sambangi ialah Leang Pettae yang letaknya hanya kira-kira 300 m dari Leang Petta Kere, dan tidak terlalu sulit untuk dimasuki. Di dalam Gua, terlihat serpihan-serpihan kerang yang menempel erat di dinding dan tanah. Ini menunjukkan bahwa manusia yang pernah tinggal di sana memakan kerang-kerangan, dan menggunakan cangkangnya untuk memudahkan aktivitas sehari-hari.

Kerang-kerang purba

Seperti biasa, masih saja ada yang tega mencoret-coret gua ataupun batu-batu yang berada di sana. Maka daripada itu petugas di sana lebih memperketat penjagaan. Salut. Saya pribadi sangat puas mengunjungi daerah ini, jadi jika kamu ke Makassar, khususnya Maros, jangan lupa melanglang ke Gua Leang-Leang ya!

Selamat Melanglang!

Notes:

  • Bebatuan karst di Maros Pangkep merupakan karst ke-2 yang paling indah di dunia setelah Cina.
  • Menurut beberapa arkeolog, gua-gua di sini telah didiami sejak 8.000 – 3.000 tahun SM.
  • HTM:
    - Turis Asing : Rp. 10.000/orang
    - Turis Lokal : Rp. 3.000/orang
    - Anak sekolah/rombongan : Rp.2.000/orang
  • Kalau mau kasih uang ke guide: 20.000 kalo puas, 10.000 kalo gak puas. Jangan bayar kalo kena gigi. Eaaa..

Air Terjun Bantimurung yang Tersohor

January 13, 2012 by titiw  
Filed under Traveling

Jika kamu jomblo, seringnya di rumah sendiri aja sambil nonton acara jalan-jalan di televisi, pasti kamuh kamuh pernah mendengar nama Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung di daerah Maros, Sulawesi Selatan yang terkenal dengan kupu-kupu dan air terjunnya. Setelah saya membahas museum dan penangkaran kupu-kupu, saatnya bercerita tentang air terjunnya yang sohor!

Air terjun Bantimurung Bulusaraung

Alkisah, di daerah tersebut ada manusia pertama yang datang dan bertapa selama 40 hari 40 malam. Namanya? Karaeng Bantimurung. Itulah asal-usul nama Taman Nasional yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari airport Sultan Hasanuddin ini. Iya segitu doang emang asal usulnya, gak usah minta nambah. Sekilas saya melempar pandangan, Bantimurung betul-betul cantik penataannya, namun kurang dipelihara kayak bini ke-2. Misalnya saja, kolam renang untuk anak-anak kurang bersih, belum lagi minimnya tempat sampah sehingga membuat pengunjung makin terjustifikasi untuk buang sampah sembarangan.

Kolam renang anak

Musholla Bantimurung yang desainnya unik

Dari bawah, kami menyusuri TN ke atas. Jadi kalau ke sini, bisa melihat-lihat museum kupu-kupu terlebih dahulu, ke arah kolam renang anak-anak, barulah sampai ke air terjun dengan tinggi 15 m dan lebar 20 m, yang bentuknya seperti seluncuran kolam renang yang besar. Terlihat banyak anak-anak sekolah yang main seluncuran dengan ban besar. Hati-hati saja, karena saya tidak melihat ada orang yang berjaga-jaga di sana.

Ini dia air terjunnya!

Selepas dari air terjun, kita harus menaiki anak-anak tangga lagi, dan berjalan menelusuri pohon-pohon besar dan aliran air berwarna hijau gradasi biru yang indah. Menurut para penjual minuman di sana, jika sedang musim buah (seperti rambutan, mangga, sukun hutan), maka monyet-monyet sering muncul. Malah katanya waktu dulu ada monyet sebesar manusia!

Jalan setapak Air Terjun - Gua Batu

Pemandangan beginian nih seiring kita ke atas. Keren!

Sampai di atas, kami akhirnya bertemu dengan danau Toakala (arti: tempat orang tua mandi), dan danau Kassi’kebo yang bagus banget, kayak segara anakan di Sempu, Malang! Jadi pengen mandi-mandi di situ deh.. Tapi tunggu dulu. Sejak tahun 2009, danau Kassi’kebo ditutup untuk umum karena.. Selalu makan korban! Ya, tiap tahun pasti ada 1 orang yang meninggal di sana. Kenapa? Karena danau ini terlihat tenang, namun ada bagian yang berbentuk palung dan pasir hisap yang membuat orang sulit keluar dari sana. Whoa!

Danau Kassi'kebo. Perhatikan kupu2 yang berkumpul

Masih kurang cukup dengan kupu-kupu, air terjun, dan danau, naik sedikit lagi, dan kamu akan menemukan Gua Batu. Di mulut gua, banyak orang yang menawarkan penyewaan senter untuk masuk ke dalam gua yang dingin tersebut.

Gua Batu

Total perjalanan dari bawah ke atas memakan waktu kurang lebih 30 menit ditemani angin semilir, kepakan kupu-kupu dan suara tonggeret. Oh ya, jika ingin bermalam di Bantimurung, bisa coba penginapan Bungawana dengan harga 100.000/malam. Sayang agak kotor padahal view-nya oke. That’s all for Bantimurung, nantikan tulisan selanjutnya, masih dari Makassar!

Notes:

  1. Dari bandara Sultan Hasanuddin, kami menyewa angkot seharga Rp 90.000 untuk ke sini. Bisa juga dari bandara sewa Avanza seharga Rp 150.000
  2. Lebih baik berkunjung ke sini di pagi hari agar tidak terlalu panas. Selalu pakai sunblock dan siapkan juga topi dan uang receh untuk jajan.
  3. Harga Tiket Masuk Taman Nasional Bantimurung: Rp 10.000
  4. Harga minuman rata-rata 1,5 kali lebih mahal dari harga normal

Weekly Photo Challenge: Waiting, Celebration, Self Portrait

January 11, 2012 by titiw  
Filed under Pictures

Yayaya.. Let’s get to the point instead of blaming me for being Le Procrastinate. Bitch, please. Just look at my awesome pictures, will ya?

Waiting

Looking from the goodies near him, it’s very clear that he’s waiting for a girl. What do you think..?

Celebration

A very happy bride who just happened to give birth to a beautiful baby girl. :)

Self Portrait

Self portrait of me & someone very important in this Indonesia Postal Museum, Bandung.

Berkat Tahun Baru di Berkat Anugerah Resort

January 11, 2012 by titiw  
Filed under Traveling

Puncak mungkin merupakan daerah yang haram dikunjungi saat tahun baru karena macetnya bisa bikin pantat perih karena kebanyakan duduk dan kandung kemih sakit karena kudu nahan pipis. Tapi somehow saya dan 7 karib lain nekat ke sana tanggal 31 Desember 2011 lalu, tepatnya menuju sebuah tempat bernama Berkat Anugerah Resort. Iya sih, namanya kayak warteg langganan pas masih ngekos di Barel Depok. Tapi penampakannya.. Luar biasa, geng!

Berkat Anugerah Resort

Bersua di stasiun kereta Bogor, saya, Seno, Nikka, mas Uwie, Dave, Ricka, Ony, dan Kete langsung nyarter angkot untuk menuju Resort yang berada di daerah Gunung Geulis tersebut. Angkot menyusuri jalur alternatif yang mana pemandangan sepanjang perjalanan itu hijau dengan sawah, sungai, dan orang mandi pake sempak doang. Dan akhirnya sampailah kita keee.. Berkat Anugerah Resort! *gak enak gitu disebutnya*

Kamar kita tampak luar & dalam

Nggak sabar mau tuker kado!

Huwaw.. Tempat ini geda, bagus, dan gak mahal sodara! Untuk 1 kamar dengan 8 bed, hanya Rp 693.000 sahaja udah termasuk pajak. Belum lagi, nih penginapan juga punya fasilitas yang bikin jiwa2 resah dalam dada kita hilang begitu saja. Dari karaoke yang kita monopoli (maksudnya, DAVE monopoli dengan lagu-lagu MLTR), Bilyard (yang bolanya geser kalo ada angin), catur, congklak, gazebo di taman yang keren, api unggun, sampe pingpong (dimana saya jadi juara bertahan.. AHAY!).

Semua fasilitas resort dihajar!

Selepas beranjangsana dengan fasilitas2 tersebut, tibalah saatnya wece2 gosip, cowok2 karoke sepuasnya, makan malem, dan counting down tahun baru! Happy new year folks! Eits, jangan lupa kalau tahun baru kali ini gak nyampah kayak tahun lalu yang cuma di parkiran pasar festival. Tahun 2012 kita sambut dengan tuker kado. Yang bikin spesial malam pergantian tahun, kita juga curhat yang serius dan saling share apa-apa aja yang mau diperoleh selama tahun 2012. Sweet benjet gak sih..? :) )

Happy New Year 2012, guys!

Besok paginya setelah sarapan, main pingpong, dan karoke seenak jidat lagi, kita foto-foto pake hammock Ricka yang warnanya sangat seronok. Tiba2 terlontar ide.. Gemana kalo kita ujan-ujanan? Be it, dan kita bener2 ujan-ujanan! Seruuuu!

Wece2 siap di segala tempat & cuaca dengan segala gaya!

Sesi pasangan beneran & boongan

Gak lupa sesi2 foto penuh cinta dan selama ada tante titiw, pastilah ada sesi pembuatan Video hooh! Ahahaha.. Pulang dari sana, sempet-sempetnya kita makan di Kedai Kita Bogor, dan dilanjut naik kereta menuju Jakarta. Thanks for the trip geng! You guys are the best thing to open the new page of 2012 book. :)

1..2..3..4! Huwa, pake timer tapi (lumayan) sakses! :D

Masukan untuk Berkat Anugerah Resort:

  • Ganti nama. Seriyes deh. Gemana kalo jadi Anugerah resort ajah? *salim* *Salim band Iklim*
  • Sediain mobil penjemput khusus, karena Resort ini terletak agak ke dalam dimana tidak ada angkot lewat.
  • Nyediain makanan hotel selain Indomie
  • Bikin website, jangan cuma di Blogspot.
  • Hubungi resort ini di: Jl. Raya Gunung Geulis No. 140 Bogor 16750
    Tlp. (0251) 954 3113 Hp. 0812 8070 3113

Budget:

  1. Kereta ekonomi AC: Rp 7.000
  2. Carter angkot: Rp 200.000/8 = RP 25.000
  3. Penginapan: 695.000/8 = Rp 87.500 (digenepin jadi Rp 700.000)
  4. Makan siang: Rp 15.000
  5. Makan malem: Rp 25.000
  6. Indomie + Teh di resort: Rp 15.000
  7. Carter angkot pulang: Rp 200.000/8 = RP 25.000 (udah termasuk tol)
  8. Makan siang di Kedai Kita Bogor: Rp 18.000
  9. Angkot ke stasiun kereta Bogor: Rp 2.000
  10. Kereta Ekonomi AC: Rp 7.000

Total pengeluaran untuk bertahun baru: Rp 226.500, Priceless untuk kebersamaannya. Happy New Year 2012, fellas! :)

PS: Foto-foto diambil dari milik pribadi, mas Seno, mas Uwie, & Ricka.

Rock N Roll River Tubing Sukabumi FTW!

January 3, 2012 by titiw  
Filed under Front, Traveling

Happy New Year folks! Tulisan lala lili tahun baru menyusul yaa.. Karena pasti pada penasaran kan dengan aktivitas Tubing yang sempat saya bicarakan di postingan blog tentang Tanakita – Sukabumi? Definisi Tubing kalo menurut wikipedia adalah:

Tubing on water generally consists of two forms: towed and free-floating, also known as river tubing. According to Time Magazine, tubing was purportedly invented in Thailand by Princess Chumbhot of Nagar Svarga sometime in the middle of the 20th century”.

Intinya semacam rafting, tapi gak rame-rame, melainkan sendiri di atas ban besar. Di hari Sabtu tepatnya tanggal 17 Desember 2011, geng ACI 2011 siap-siap Tubing setelah sarapan dengan menu yang endang bambang. triatmodjo apa kabarnya ya sekarang?

Kalo kata Kang Isep (bacanya kayak ngomong Asep, bukan kayak ngomong isep pada umumnya ya), Tubing kita ini dinamakan Rock N Roll Tubing. Kenapa? Karena asoy, dan bakal banyak jatoh-jatoh yang seru, tapi tetep aman. Sekitar pukul 10, kami mulai siap-siap make peralatan lenong. Dari pake helm, pelindung tulang kering, sampe sarung tangan. Meski baru siap-siap, tetep dong harus foto-goto penuh cinta.

Getting ready for Tubing

Selepas berdoa, kami menuju TKP yang jalannya menurun. Gak terlalu jauh, hanya sekitar 15-20 menit jalan kaki, tapi bisa jadi 30 menit kalo mampir-mampir untuk foto-foto. Malah bisa jadi 2 jam kalo di jalan main monopoli dulu. Wah, terlihat sungai yang tidak terlalu lebar dan beriak! Ini namanya Sungai Cigunung, ya anak-anak. Tips di sini: pilihlah ban yang terlihat bulat mulus, dengan ban kecil di bawahnya untuk melindungi pantat dari bebatuan sungai yang tajam.

Sampe di Sungai Cigunung

Bentuk si ban yang akan grepe2 pantat kita

Tubing dimulai! Bismillah! Dengan badan bergetar karena air yang dingin, perjalanan awal saya sudah dihiasi dengan kaki kepentok batu. Teriakan-teriakan temen-temen terdengar nyaring, entah karena jatoh, ataupun keseruan total yang ditimbulkan dari Tubing ini. Dalam pikiran saya yang ceteknya kayak sunga ini: “Gila gila gila, tubing ini seru to the max!” Saya sendiri sempet jatoh karena ketendang kaki Farchan, muka kelelep air sungai dan keseret arus karena temen-temen di belakang dateng bertubi-tubi. Serem sih, tapi insya Allah aman, karena kalo kata mas Ony tipe sungainya bukan yang bahaya kayak buat rafting. Belum lagi ada banyak tim dari Rakata yang nemenin kita sepanjang perlajanan.

Seru combo!

I super love tubing with all my heart

Di tengah-tengah, kita semua berhenti untuk istirahat sebentar, dan minum teh jahe yang enak dan anget banget, sodara! Tapi karena badan udah sempet menghangat, pas ngelanjutin Tubing, jadi dingin lagi! Haks.. Dan sampailah kita di ujung sungai yang bearti berhenti pula tubingnya. Gak ujung sungai sih, tapi kalo ke sono dikit lagi airnya udah kepotong sama PDAM. Pas naik, kita disambut dengan tungku untuk menghangatkan badan, pisang goreng, dan minuman hangat. Ahoy!

Berhenti sejenak minum teh jahe

It's getting hot in here!

Total-total perjalanan kita katanya kurang lebih 1 km, dengan jarak tempuh sekitar 1 jam. Untuk balik ke camp, disediakan angkot yang lengkap dengan lagu-lagu dangdut koplo. Seakan kurang puas dengan sekali tubing, tim Rakata ngasih lagi tubing di hari Minggu. Gokil, Rakata emang the best deh! Cuma ada 1 aja masukan, perlengkapan tubingnya ditambah kakak, yaitu pelindung siku. Jumlah kerusakan badan saya karena tubing: 2 buletan biru-biru di dengkul, dan baret-baret dikit di siku. Apakah ini bikin saya kapok? Tentu tidak, Tubing Rock N Roll, bring it on!

Me want more!

Tips:

  • Pake wet suit karena airnya dingin banget. Sedingin suara kamu pas mutusin aku.
  • Perut harus keisi biar gak mual dan laper. Kalo di tengah sungai, mau ngemil apa? Lumut?!
  • Pake sepatu yang proper, ataupun sendal gunung.

Notes:

  • Harga untuk bertubing ria di Situ Gunung ini: Rp 225.000 jika tidak menginap di camp Tanakita, Rp 150.000 kalau menginap.
  • Detail info: 0812 1083 0483 (Kang Isep) atau 0813 1113 5064 (Kang Piping)

ACI 2011 Goes to Tanakita Sukabumi!

December 30, 2011 by titiw  
Filed under Traveling

Huwoow! Saya semangat sekali nulis perjalanan yang super ini, saudara! Soalnya udah beberapa minggu terakhir saya gak jalan-jalan ke mana-mana, setelah hampir 2 bulan melanglang melulu keliling Indonesia karena mengemban tugas ACI serta tugas kantor yang Subhanallah banyaknya.

Begini ceritanya.. Rakata (Outdoor Specialist) sebagai partner detik.com mengundang kami, geng ACI 2011 untuk bermalam di perkemahan mereka di Sukabumi, tepatnya di Tanakita, Situ Gunung. Tempatnya sendiri bisa dikunjungi dengan memakai angkot, ataupun nebeng temen yang punya kendaraan *ya iyalah*. Kalau mau agak-agak kena angin sepoy ataupun tipes di kemudian hari, boleh coba cara temen saya Dharma yang naik motor dari Taman Mini. Patokannya, kalau dari Polres Cisaat, belok kiri, truuus saja. Kira-kira 20-30 menit sampe deh ke Situgunung. Kalau dilihat dari blognya mas Harris , bisa juga make kereta api dari Stasiun Bogor setiap hari jam 17.00 dengan tarif Rp 8.000, turun di Stasiun Cisaat lalu dilanjut dengan menggunakan ojeg dengan tarif Rp 15.000.

Denah Tanakita

Ngumpul di Pejaten Village Jumat malam, saya yang nebeng mobil Adra nyampe di Tanakita hari Sabtu pagi buta. Kesan pertama melihat tempat ini.. Luas. Sejuk. Nyaman. Hijau. Gak ribet. Ngomongnya sih kemping, tapi kemping ala hotel bintang 5! Tendanya segede dosa, WCnya wangi, kamar mandi ada air panas, dan makanan yang disajikan bener-bener enak! Belum lagi pelayanan orang-orang sana yang sigap dan keamanan yang juara.

Green is all around you

Ke WC gak pake ribet!

Besoknya, kami semua nyobain Tubing, semacem Rafting tapi pake ban dalem. Selengkapnya, buka INI. Sedangkan pas sore beberapa temen jalan ke air terjun bernama Curug Sawer. Karena saya udah pernah ke sana dan kantuk menyerang dengan hebat, saya skip deh. Camkan ini: tidur siang hari di sana saat  rintik melanda itu.. Betul2 Subhanallah! Haha.. Di malam hari, sambil makan skuteng, jagung bakar, dan pisang coklat keju yang yummy, kita ceritanya brainstorming nih, apa movement yang bakal dilakukin sesama anak-anak ACI 2011. Selain itu, juga adu bakat dan standup comedy share pengalaman perjalanan masing-masing tim. Foto-foto dan video yang dishare temen-temen bikin speechless & bikin makin setuju kalo Indonesia emang punya kekayaaan alam yang sangat indah.

Malam di Tanakita, dan menu makanan yang juara kelas.

Siap-siap Tubing!

Gak cukup tubing sekali, besoknya kita minta tubing lagi ke Baba, salah seorang pendiri Rakata. Eits, tapi sebelum tubing, kita flying fox dulu dong! Seakan klimaks yang bertubi-tubi, pulang tubing kita dijamu dengan makan bareng di atas daun pisang yang dijembreng dari ujung ke ujung. Ikan asin, empal, sayur asem, lalapan segar, masuk semua ke perut saya yang makin bulet adanya. Segitu aja nih? Beluum! Dessertnya, kita makan duren sampe mabok!

Flying Fox FTW

Makan bancakan nan cihuy!

Wiih.. Pokoknya keriaan 2 malam ini bener-bener total. Buat temen-temen yang mau outing atau sekedar nginep2 seru di tempat yang gak terlalu jauh dari Jakarta, tempat ini sangat dirokemendasikan. Thank you Rakata, ACI Detik, dan Geng ACI 2011 yang bikin perjalanan hidup saya makin berwarna. Happy Traveling!

Thanks All! I have a blast! :)

(c) Image denah

Notes:

  1. Foto-foto Selengkapnya bisa dilihat di Facebook Titiw.
  2. Harga menginap di Tanakita: Rp 450.000/malam/orang. Sudah termasuk 3 kali makan & flying fox gratis.
  3. Kalo mau nambah sirkuit lain selain flying fox, tambah Rp 35.000/orang
  4. Harga sekali river tubing: Rp 150.000 kalo nginep, kalo cuma Tubing tanpa inap: Rp 225.000/orang
  5. INfo selengkapnya hubungi: Kang Isep (0812 1083 0483) atau Kang Piping (0813 111 35064)

Bandara: Kesan Pertama Sebuah Kota

December 27, 2011 by titiw  
Filed under Traveling

Ada yang mengatakan, jika mau menilai sebuah kota, tengok dulu kualitas bandaranya. Menurut saya, Makassar menerapkannya dengan baik dengan Bandara Sultan Hasanuddin yang terletak sekitar 17 km dari kota Makassar. Lihat saja bandar udara bertaraf internasionalnya yang dibuka pada tahun 2008 itu. Tidak ada kesan kumuh, riuh, kotor. Desain arsitekturnya pun sangat elok dipandang mata.

Selamat datang di Makassar! :)

Selayang pandang Bandar Udara Hasanuddin

Secara ya, pintu pertama yang dilihat oleh wisatawan yang datang menggunakan pesawat pastilah adalah airportnya. Secara subjektif, bandar udara Soekarno Hatta memang tidaklah semodern bandara ini. Wajar, karena tempat ini juga baru saja dibangun. Tapi meskipun modern, ia tidak meninggalkan budayanya begitu saja. Terlihat dari replika kapal Pinisi yang menjadi tempat berfoto bagi pengunjung yang datang. Jika Makassar bisa, mengapa yang lain tidak?

Kapal Pinisi mini tempat pengunjung berfoto

Makassar, apa kareba?!

Notes:

  1. Jika mau beli oleh-oleh khas Makassar, bandara ini bisa jadi pilihan. Barang-barang cukup lengkap, dengan harga relatif normal.
  2. Di luar bandara, ada juga bus Damri seharga Rp 15.000 dengan rute Bandara hingga lapangan Karebosi. Ada pula shuttle bus gratis untuk bandara dan sekitarnya.

Pengumuman ACI 2011 di Dekade Trans

December 23, 2011 by titiw  
Filed under Events

Akhirnyaaa.. Voting dan segala macem tetek bengkak ACI 2011 selesai juga. Kamis 15 Desember 2011 lalu, geng ACI yang berlokasi di Jakarta, Bandung, dan sekitarnya dapet undangan ke ulang tahunnya Trans Corp yang ke-10 di JCC Senayan. Berhubung sekarang detik.com udah gabung sama Trans, digabunglah acara pengumuman pemenang ACI 2011 di acara ini.

Kece2 banget ya pada pake blazer.

Dateng dari sebelum Magrib, ternyata eh ternyata si pengumuman baru dikumandangkan jam 12 malem ceu! Bareng sama Cinderella yang lagi galau nyariin sepatunya jam segitu. Untung aja kita duduk bareng2 dan dihibur oleh artis-artis ibukotah seperti Agnes Monica, Iwan Fals, Kotak, Nidji, dll yg biasa di acara Inbox, jadinya gak terlalu cranky.

Agmon.. Bisa ya badan jadi otot semua..

Mulai foto2 biar lebih gembira loka

Tribute to Iwan Fals

Hanya satu yang saya sesalkan, karena seremoni pengumuman pemenang ACI diadakan di panggung, maka teman-teman yang menang udah dikasih tau sebelumnya. Jadi kurang surprise gimanaaa gitu.. Tapi ngerti juga sih, kalo detikcom mungkin emang gak bisa terlalu berbuat lebih jauh #eh, karena hal-hal ini emang keputusannya ada di Trans.

Congratz guys! :)

Intinya, selamat untuk Agung, Satu, dan Fanny dari tim Maluku Utara yang terpilih jadi tim terbaik ACI 2011. Selamat juga untuk Laras, Ijef, Alfin dari Kaltim 1 sebagai tim terfavorit (berdasarkan jumlah vote). Gak sia2 Ijef bekoar tentang ACI mulu di timeline & radionya! :D Dan terakhir, congratz untuk Sangaji dari tim Sulawesi 1 yang foto-fotonya terpilih jadi Esai foto terbaik. You guys rock!

Foto keluarga

Foto Hoax nan ngarep! Gyahaha! x)

Oh ya, gak lupa juga makasih yang udah support dan voting saya selama ini. Super bangga jadi bagian dari ACI 2011 deh. Semoga kita semua gak berhenti di sini ya. Wajib ada kumpul bareng, ngetrip bareng, dan berbuat sesuatu yang lebih berguna buat Indonesia tercinta.

Thx traktiran Mc.Do-nya, yg menang 100 juta! ;)

PS: Beberapa foto diambil dr fotonya kakak Sangaji sang pemenang Esai foto.