Ketika Lift Itu Berhenti

July 28, 2010 by titiw  
Filed under Titiw Inside

Sabtu pagi, dengan riang saya melangkahkan kaki menuju Blok M Square untuk menonton premiere film Shanghai. Setibanya di sana, lift barang menjadi tujuan karena lift utama belum menyala. Seingat saya ada 6 orang berada di lift yang lembap, dengan lantai tujuan berbeda-beda. Sekitar 3 detik kemudian.. Blep. Lampu mati. Lalu lift berhenti diikuti suara BRAK! yang kencang. Semua panik, semua berteriak. Read more

Sisi Sentimental yang Dijual Oleh Toy Story 3

June 21, 2010 by titiw  
Filed under Movies, Titiw Inside, Video

Toy Story 3 sudah dibahas oleh beberapa teman di sana dan di sini. Namun saya yang emang hatinya sudah jatuh dan mencinta oleh Toy Story sepertinya harus memberi sedikit sentuhan pena dalam film ini. Halah. Review dari saya bukan dari sudut pandang filmnya, melainkan dari sudut pandang perasaan si penonton. Kalau kita lihat, review orang-orang yang sudah menonton film ini kebanyakan bernada positif. Kenapa demikian? Ya kalau diliat dari kualitas film, apalagi sih yang kurang dari film-filmnya Pixar? Tapi satu yang bikin film ini sukses adalah: sisi sentimentil yang dijual dalam film, apalagi bagi mereka yang “besar” dengan film ini.

Toy Story 3

Saya ingat ketika Toy Story 1 tayang waktu saya SD dengan sebuah produk makanan fastfood mengeluarkan pasukan mainan tersebut untuk mainan Happy Mealnya. Saya iri sekali ketika teman sepermainan saya dibelikan paket itu dengan Bo, si gadis gembala sebagai hadiahnya. Apa daya, orang tua saya bukan tipe orangtua yang dengan mudah membelikan makanan cepat saji bagi anak-anaknya, apalagi dengan alasan mau dapat hadiah. Untuk Toy Story 2, lagu “When Somebody Loved Me” dari Sarah Mchlachlan yang menjadi original soundtracknya menjadi favorit ketika saya dan teman-teman SMA ngumpul ngerjain PR sepulang sekolah. See? Ada satu perasaan sentimentil yang dijual di sini. Perasaan tumbuh bersama. Sama seperti ketika kamu sedih film seri F.R.I.E.N.D.S berakhir di season ke-10. Sama ketika kamu mengingat film seri Cosby Show, Mcgyver, The Simpsons, dll.

Bukannya sok kritikus film, tapi sejauh pengetahuan saya yang kurang jauh, belum ada film Indonesia yang bisa menyentil sisi sentimentil tersebut jika membuat film. Faktor laris/tidaknya sebuah film bukan saja dilihat dari canggihnya pembuatan film, atau jeniusnya naskah film tersebut. Terkadang, ego dan nostalgi penonton harus sedikit dielus sehingga membuat mereka setia dan akan membela film tersebut, meskipun dari sisi-sisi teknis film, si film tidak canggih2 amat. Sampai sini, saya belum bisa menemukan film layar lebar yang membuat rasa sentimentil itu muncul. Film apa ya yang membuat kita kangen akan masa kecil, karena kita besar dengan film itu..? Ada yang bisa share di sini..? ;)

Biar puas, sila liat video dari Toy Story 1, 2 & 3!

Toy Story 1

order i am number four film

Toy Story 2

Toy Story 3