“TIK” Maka Waktupun Terhenti!
Tulisan di bawah ini adalah tulisan teman saya IQBAL AIDAL yang biasa dipanggil IBHE. Sedikit saya tambah atau kurangi tanpa menghilangkan makna yang dikandung (makna bisa hamil?!). Ditaro di sini, karena tulisannya menyegarkan bagaikan melihat tukang cingcau di kejauhan ketika jam 2 siang di bulan Romadon. Here you go!
“APA YANG AKAN KAMU LAKUKAN JIKA DAPAT MENGHENTIKAN WAKTU?
“
Suatu ketika, bulletin board di friendster –yang makin terpuruk- pernah menampilkan pertanyaan seperti diatas. Namun pilihan yang diberikan sangat-sangat terbatas! hanya tiga? Kurang banget kan? Apalagi untuk seorang penghayal seperti aku.
Ya sudah, akhirnya aku terpaksa membuat sendiri list-nya. Supaya aku tidak lupa, hey, siapa tahu teknologi masa depan -kalo ramalan kiamat 2012 tidak terjadi- dapat mengaplikasikan kemampuan yang MANTAB seperti ini di dalam kehidupan sehari-hari. Cukup dengan menjentikkan jari, “TIK” maka waktupun terhenti! Namun aku memberlakukan 2 aturan didalam kemampuan ini. Waktu hanya dapat berhenti atau melambat (ya, saya penggemar berat hi-speed camera). Tidak bisa diulang, tidak bisa fast forward apalagi lompat ke masa depan. Berhenti atau melambat. Itu aja.
Weleh, aku sendiri nggak tahu harus mulai dari mana. Susunan ini tidak harus berurutlah, sesuai kebutuhan aja. Yuk kita simak *dengan gaya Riyanni Djangkaru saat membawakan acara ‘Jejak Petualang’ yang fenomenal itu… i love u Riyanni.. cup! Loh?*
1. Time paused saat orang sedang bersin!
Haha.. ekspresi manusia saat bersin -for some reasons i can’t explain- menurutku “priceless”!!
Jarang ada fotografer yang professional atau yang kacangan-nan-minim-pengalaman-bisa menangkap momen ini. Saat mereka menunjukkan gelagat ingin bersin, waktu kuperlambat, lalu dengan menjentikkan jari, “TIK” maka waktupun terhenti! Nguknguk, sambil tertawa aku mengamati muka mereka yang mirip beruk. Setelah puas terpingkal aku akan abadikan dengan kamera dari Sony Erection, eh.. ericsson K550i milikku atau dengan kamera lomo immation-ku yang jadul. Setelah ter-capture, aku edit sesegera mungkin di sotosop lalu ku timbun di harddisk-ku untuk koleksi. Setelah kurasa koleksiku cukup, aku akan menggelar pameran fotografi/lomografi yang berjudul “plastic-face” atau “sneeze-pleeze “ atau “sneeze-breeze” , atau bahkan “face-book”.
4. Time paused saat Tempat Fitness lagi sepi.. aku ingin fitness tanpa dilihat orang. Ingin fitness tanpa membawa embel-embel-tetek-bengek fitness club-ku. Biasa sajalah, baju nggak mesti terlihat baru, celana nggak mesti terlihat baru, sepatu nggak mesti terlihat baru. Hehe “sehat itu mahal” memang betul, tapi tidak buatku. “TIK” maka waktupun terhenti! Senin pagi biasanya fitness club di dekat kantorku sepi, aku bebas memilih otot yang ingin ku latih. Aku bebas berlari sendiri. Dua bulan kemudian, badanku kekar terisi. Aku memandang cermin risih “mestinya aku nggak fitness tiap hari”. Sekarang aku terlihat seperti atlit angkat besi! Sama sekali tidak seksi. Hahaha
5. Time paused saat ditokil plokis! Ditilang Polisi adalah hal yang paling dongkolin. Saat mereka, para plokis mencari kesalahan lalu tersenyum licik kalu mendapatkannya. Saat aku kena tilang karena keadaan fisik motorku nggak lengkap, “damai aja deh pak” tawarku sambil menyisipkan cebanan ke tangan kirinya. Saat duitnya di pirit sambil nyengir se-emprit, “TIK” maka waktupun terhenti! Nggak usah yang jahat-jahat deh, Aku ambil kembali duitku. Nyalain motor, lalu kabur!
6. Time paused saat kepingin barang tapi nggak punya duit. Tapi pasti sekali nyuri ketagihan deh. Buntut-buntutnya jadi tukang klepto yang mencuri bukan karena butuh, tapi habit.. biarpun nggak butuh-butuh amat, tapi karena bentuknya menarik, “TIK” maka waktupun terhenti! Sikat aja! Mumpung deket. Sekarang udah cukup puas, besok jadi tambah buas!. Hey, i got time! I’ll be the best thief in the world. Aku jadi penjahat. Karena kejahatan terjadi bukan karena ada niat dari sang pelaku, tapi karena adanya kesempatan. WASPADALAH.. WASPADALAH *bergaya seperti Bang Napi*
7. Time paused saat lewat didepan sebuah ruangan yang bertuliskan “Fitting Room”. Aku lihat dibawah gordyn yang tertutup ada sandal/sepatu wanita, “TIK” maka waktupun terhenti! *langsung ngintip, sambil ngeces, tiba-tiba mengidap voyeourism*
8. Time paused untuk nabokin Saepul Jamil, Indra Bekti, Ivan Gunawan, Ruben Onsu
dan Artis-artis cowok norak-katro-bego lainnya –you name ‘em, i’ll gladly do it- biar hilang dari peredaran. Biar kaumku –yang sudah semakin sedikit- ga ikutan terbawa arus gemulai. C’mon lah, cukup! Kenapa sih mereka masih aja dipake? “TIK” maka waktupun terhenti! Culik mereka, sekap di tempat yang pengap, bau tokai, banyak belatung, kelabang, lintah, tikus got, tarantula, monyet bau, kadal bintit, muka gepeng, kecoak bunting, babi ngepet, dinosaurus, brontosaurus, kirik!.. eh kok jadi cela’an Mas Kas ya? Yaaa pokoknya tempat-tempat yang kaya gitu deh. Tapi sebelumnya tempat itu udah dipasangin kamera video yang tersembunyi, direkam, trus upload ke youtube, di menit2 terakhir videonya aku sisipkan “tanya kenapa” *biar nggantung kaya iklan rokok itu*. Nah, mereka kan jadi ngetop tuh? Pasti asumsi mereka -yang nonton streaming-an videonya- berbeda satu sama lain. Biar kacau! Biar mereka meracau.
Ehhh.. tiba-tiba Roy Sukro, eh.. Suryo- muncul dengan analisanya “yang sangat tokai” tentang videoku! Dia bilang “kalo memperhatikan metadatanya, ini vidoe aseli! Dan dari ke-tidak jelas-an gambar, menunjukkan bahwa sang pelaku tidak paham penataan cahaya, jadi saya ndak bisa memastikan siapa saja yang ter-rekam” Hihi “TIK” maka waktupun terhenti! Roy suryo tiba-tiba nggak ada lagi di tivi
9. Time paused, menculik Dewi Persik, Julia Perek <-bukan mistype, emang sengaja, Ivan Gunawan (amphibi), Okky Lukman dan Artis-artis cewek norak-katro-bego lainnya –you name ‘em, i’ll gladly do it- biar hilang dari peredaran. Biar kaum wanita –yang seharusnya gemulai- ga ikutan terbawa arus ngejablay. C’mon lah, cukup! Kenapa sih mereka masih aja dipake? Lalu menelanjanginya didepan umum agar jadi pusat perhatian, daripada cuma buka2an nanggung di bioskop atau tipi. Hihi “TIK” maka waktupun terhenti! Saat mereka sedang asik ber-bacot didepan serendeng mic yang dicokot. SREEETTT! Buka bajunya! Hahahaha.. Pasti mereka panik, menutupi apa yang terlanjur terlirik. Di setiap kesempatan akan kulakukan. Execution yang win-win solution. Kalo Ivan Gunawan aku polorotin aja celananya, biar dia sadar kalo dia masih punya ular!
Ehhh.. tiba-tiba Mama Loren, muncul dengan analisanya “yang sangat mustajab” tentang ulahku! Hihi “TIK” maka waktupun terhenti! Mama Loren tiba-tiba nggak ada lagi di tivi
10. Time paused, waktu ketemu Mariana Renata di Mall Kalibata. Ahhh.. relaaa kehilangan waktu seminggu cuma buat merhatiin dia doang! Berdebar terpesona. Seperti tak bosan-bosannya. Hihi “TIK” maka waktupun terhenti!
Mariana Renataaaaaaaa.. poto bareng sebanyak2nya! bentar bentar pause, ganti gaya. Lagi dan lagi.
Jadilah aku Stalker-nya Mariana Renata.
Pengamat Mariana Renata,
Pecinta Mariana Renata,
Pemuja Mariana Renata.
Akan kulindungi dari berbagai bencana.
Jika ada yang berani mengganggunya, menyakiti perasaannya… “TIK” maka waktupun terhenti! Aku akan menjadi seperti vampire di twilights –tapi aku nggak vegan.
Pokoknya Mariana Renata forever!
Itu baru sepuluh, sebetulnya masih banyak janda-janda miskin.. eh.. masih banyak lagi deng.. tapi aku jadi terdiam. Terdiam cukup lama sambil mikir.
Saat aku mengetik kalimat ini aku tersenyum. Ternyata angan-anganku –yang-ingin-bisa-mencuri-waktu- telah mencuri waktuku sendiri. Akh sial! Waktuku sendiri tetap berjalan saat aku mencuri waktu orang lain. Waktu tetap berjalan saat aku memperlambat waktu orang lain. Aku akan cepat tua sementara yang lain tetap seperti sedia kala. Aku nggak ingin,deh, menghentikan waktu.

