Hello World!

November 16, 2011 by titiw  
Filed under Titiw Inside

Bukan berarti dengan judul postingan begitu, berarti ini adalah postingan pertama. Hal tersebut hanya menggambarkan betapa merindunya saya dengan nulis di blog yang banyak banget pembacanya ini. AMIN YA ALLAH. *nari lenso*

Pastinya saya akan mengebom blog ini dengan tulisan-tulisan yang dihasilkan dari jalan-jalan gratis dari ACI. Ada juga cerita-cerita seru Sea Games, kuliner khas Indonesia, weekly photo challenge, tulisan-tulisan traveling di luar ACI yang belum dishare juga, serta beberapa workshop di luar kota bertema lingkungan sehubungan kerjaan saya. Duh duh duh.. Gateeel banget buat cerita, tapi besok harus udah ke Jogja lagi urusan kantor.

Segini dulu update saya yang masih dikejar-kejar deadline nulis artikel ACI, report-report kantor, livetweet bulutangkis live dari Istora, dan juga dikejar kawin. Will get back to you guys ASAP dengan tulisan-tulisan ciamik. Adios amigos! :)

Yang bikin merindu dengan Sulawesi adalah langitnya yang selalu biru..

Rekening Bersama: Yay or Nay?

August 3, 2011 by titiw  
Filed under Titiw Inside

Beberapa hari lalu, pacar memberi saya kartu ATM bank dimana ia bekerja. Di tempat kerja itu kebetulan ia dikasih 2 buah ATM dan 1 dititipkan ke saya. Dia bilang sih, beberapa persen gajinya masuk ke ATM yang dititip ke saya, tapi jauh lebih kecil dibandingkan gaji yang masuk ke ATM yang ia pegang. Dia nitip ATM itu semata-mata karena dia males megang ATM, udah pernah ilang soalnya. Tapi..  Saya jadi mikir, lucu nggak ya kalo punya rekening bersama..?

Dari situ saya tanya ke audiens twitter yang ngejawabnya bisa lebih cepet daripada googling atau make otak sendiri: “Rekening bersama pasangan. Yay or Nay?” Dari 25 orang yang merespons pertanyaan saya, 20 orang menyatakan TIDAK SETUJU, 2 setuju, 1 tergantung, dan 2 lagi malah nanya balik kayak financial planner “Emang goal lo itu apa?“. Yang lucu-lucuan bilangnya “Duitku duitku, duitmu duitku“. Whoa? Segitu rendahnyakah kepercayaan seseorang terhadap seseorang yang dekat dengannya? Atau segitu tingginyakah kecintaan mereka terhadap uang sendiri sehingga tidak mau dishare kepada orang lain?

Joint Account. Whadduya think?

Kebanyakan sih beropini kalo uang itu adalah masalah sensitif. Kalo emang belum betul-betul sudah menikah, jangan deh itu yang namanya bikin rekening bersama. Jangankan belum nikah, udah nikah aja riskan kok punya rekening bersama. Saya pribadi sih beranggapan kalo rekening bareng pasangan (yang belum sah jadi suami/istri) boleh-boleh aja, apalagi kalo untuk semacam tabungan bareng buat biaya nikah. Tapi.. Selama di depannya udah ada perjanjian yang jelas. Lagipula kan gak sulit hitung-hitungannya, apalagi kalo masing-masing nabung dengan nominal yang sama. Salah satu temen saya aja si Vina sakses ngejalanin joint account ini. But hey.. People are different, rite? Belum tentu semua orang santai dengan masalah uang. Kamu sendiri, Yay or Nay untuk masalah rekening bersama ini?

PS: Kebanyakan yang bilang nggak setuju itu jomblo. Kthxbai. x)

(c) Image

Kangen

July 22, 2011 by titiw  
Filed under Blab

Kangen jaman-jaman dimana hal paling penting di dunia adalah beli komik serial cantik terbaru.

Kangen saat-saat dimana hal paling wajib kita tahu adalah nomor telpon rumah si gebetan.

Kangen waktu-waktu dimana hal paling keren di dunia adalah sepatu roda inline skate merk K2.

Kangen jaman-jaman dimana kita dan semua temen punya diary bergembok.

Kangen masa-masa dimana hal paling bikin resah pikiran adalah ngapalin surat-surat pendek AlQuran yang ditugasin guru ngaji.

Kangen saat-saat dimana masih sering nonton bioskop dan makan KFC bareng orangtua.

Kangen masa-masa dimana kita sulit menentukan siapa sahabat terdekat saking banyaknya teman.

Kangen waktu-waktu dimana menangis hanyalah karena lutut berdarah saat jatuh dari sepeda.

KANGEN

(c) image

20 People I Want To Meet Before I Die

May 13, 2011 by titiw  
Filed under Titiw Inside

Di suatu siang kala adzan Dzuhur berkumandang, saya melihat timeline Twitter seperti biasa. Entah apa yang mendorong saya untuk membuka timeline @menghunjam, dan ia me-reply @faizakakak dengan tulisan “wow! makasih :) . Seperti layaknya perempuan kepo, saya buka deh tuh timeline @faizakakak. Ternyata, ia menulis #20PeopleIwannaMeetBeforeIDie 4. @menghunjam. Wow. Pantes aja @menghunjam membalasnya dengan kata Wow. Dia berada di urutan ke-4, dimana seseorang sangat ingin bertemu dengannya sebelum mati!

Hal tersebut membuat saya berkaca di depan hati sendiri. Seberapa pentingkah kita di mata orang lain? Seberapa keren kita bagi orang lain? Seberapa besar peran kita dalam pikiran orang lain? Tiba-tiba gigil menusuk tubuh saya. Selama puluhan tahun hidup, apakah saya sudah menjadi orang yang berguna bagi orang lain? Yang lebih sederhana lagi, apakah saya sudah menjadi insan yang berguna bagi diri sendiri?

Terkadang hal-hal kecil yang kita terapkan & praktekkan dalam kehidupan sehari-hari membawa efek besar bagi orang lain. Atau bisa jadi sebuah efek domino terjadi atas kelakuan kita. Pernah saya pernah menulis sebuah tulisan di blog mengenai tips-tips menggunakan twitter, lalu ada orang yang mengirimkan email atau komentar “Tulisan ini berguna banget buat saya, saya jadi tau tata krama menggunakan twitter. Thanks”. Wah.. Hal itu sudah menjadi kebahagiaan yang penuh untuk saya. Dan itu hanyalah sebuah tulisan di blog! Bagaimana jika saya, atau kamu membuat buku yang distribusinya hingga luar kota atau bahkan luar negeri? Bagaimana jika kamu membuat sebuah moda transportasi yang dapat menolong hidup orang banyak? Bagaimana jika kamu menjadi Presiden yang membuat kebijakan-kebijakan yang dapat membahagiakan rakyat?

Coba baca buku karangan Mitch Albom berjudul The Five People You Meet in Heaven. Bagaimana seorang yang merasa dirinya tidak berguna, namun ketika di alam baka, ia jadi tahu kalau dia berperan di dunia. Lakon yang ia pikir kecil, ternyata itu adalah hal besar bagi orang lain. Meskipun buku itu fiksi, saya betul-betul berpikiran yang sama sebangun dengan isi cerita. Apapun yang kita lakukan bisa jadi berdampak bagi orang lain. Besar ataupun kecil.

Ayo kita menjadi orang yang berguna. Apapun. Dengan menulis, dengan menggambar, dengan hanya memberi senyum. Karena sebaik-baiknya manusia adalah dia yang berguna bagi orang lain. Klise sih. Tapi kenapa sesuatu yang klise dapat bertahan hingga ratusan tahun jika ia tidak dibutuhkan? Pasti Tuhan punya tujuan untuk hal-hal yang klise. Jadi, selamat menjadi orang yang berguna & menginspirasi banyak orang. Minimal untuk diri sendiri. :)

Peranan Music Director

May 5, 2011 by titiw  
Filed under Titiw Inside

Music Director (MD) alias tukang puter lagu merupakan salah satu passion saya dalam hidup. Passion yang nggak terlalu dipaksain sih, karena tiap hari juga udah nyari playlist sendiri untuk main, untuk kerja, untuk di kendaraan, sampe untuk ngetrip. Kecuali di radio, MD sering dipandang sebelah mata, apalagi sama Stevie Wonder, pasti sama sekali gak dipandang!

Padahal menurut hemat saya *buset, bahasa gue orde baru bener*, MD memiliki peran yang cukup penting dalam berbagai aspek kehidupan, ataupun aspek kematian. Kenapa kematian? Coba kalo dulu pas Lady Di meninggal, tapi yang diputer bukan lagunya Elton John – Candle In The Wind, melainkan Wake Me Up Before You Go Go dari Wham! Pasti Lady Di yang udah jadi ahli kubur jadi agak keder & bawaannya malah pengen senam SKJ. Coba saya bedah satu-satu tempat dimana MD itu sangat diperlukan, dan menjadi job desc khusus, bukan hanya sekedar disambi.

1. Radio.
MD adalah tombak dari radio ini sendiri. MD harus punya wawasan musik yang luas, harus tahu target pendengar radio sehingga lagu yang diputer sesuai, dan harus apal mati lagu apa yang udah diputer atau yang akan diputer hari itu. Salah 1 MD yang menurut saya nggak ada matinya ialah Prita, yang udah bertahun-tahun dipercayain sama HardRock FM Jkt untuk jadi MD-nya. Btw, prita masih jadi MD di sana kan ya? :)

2. Restoran
Nah, terkadang beberapa restoran yang saya datengin kurang gemanaa gitu sama lagu yang diputer. Resto mahal, berkelas, dan makanannya enak, kok nyetel lagu yang super duper kenceng dengan lagu-lagu rock melayu dari band yang lagi hits ditanggep di Dahsyat atau Inbox. Beuh, langsung jatoh nilai resto itu ciyn! Kalo tempatnya adalah tempat hang out anak muda, bolehlah lagu-lagu top 40 bule yang sering dicover sama GLEE diputer di sana.

3. Salon/tempat relaksasi.
Harus diingat, salon atau tempat massage atau tempat lulur merupakan tempat dimana orang ingin memanjakan tubuh dan bikin badan rileks, bukan malah bikin capek hati denger lagu-lagu yang gak beres! Pernah saya ke salon, eh yang diputer lagunya Didi Kempot aje dulu! Lah, rasanya kan malah pengin goyang, nanti mbak-mbak yang mijet jadi susah dong ngejar-ngejar saya yang lagi asyik masyuk. Nah, ada 1 tempat di Pondok Kelapa bernama Sehat Rileks, yaitu salon langganan saya pijet yang pinter dalam memilih lagu. Lagu yang diputer adalah lagu evergreen tanpa vokal, dengan volume yang lamat-lamat. Bikin merem melek enak karena pijetannya yang hooh & lagunya yang cuco.

4. Toko Buku
Bayangkan lagi di toko buku yang adem, dikelilingi buku favorit, dan ada tempat duduk untuk baca buku-buku tanpa beli (a.k.a pelit). Surga kecil pastinya untuk kamu yang suka baca.. Tapi kalo keadaan di atas ditemenin sama info lalu lintas yang nggak berenti-berentinya diputer dari speaker toko gimana?! Gengges banget kan?! Nah itulah yang dilakukan oleh TB Gramedia Matraman! MD atau siapanya itulah, selalu dan selalu nyetel RADIO, dan radio yang dipilih itu kayaknya Sonora atau El Shinta, yang kerap nyiarin betapa macetnya Mampang, betapa lancarnya jalan kalo lagi lebaran, dan alasan Casablanca ditutup! Gila, males banget sih toko buku paling gede se-Indonesia buat sekedar hire MD beneran. Kalopun emang mau nyetel radio, yang dipilih tuh yang isinya lagu-lagu, broder! Cocoknya sih yang disetel KIS FM, Lite FM, ataupun Brava Radio.

5. TV
Nah, MD-MD yang dipake di TV ini nih yang sering banget blunder dalam masukin lagu ke footage-footage sebuah tayangan. Mbok ya pas Jepang lagi berduka kemaren ketika gempa, yang disetel lagu apa gitu kek ya.. Ini yang diputer lagu soundtrack dari anime Inuyasha.. -_-” mendingan kan disetel shalawat nabi atau lagunya Maher Zein biar orang-orang lebih inget Tuhan! *eh*. Masih banyak contoh blunder dari MD TV ini, tapi saya udah nggak tega ngejembrenginnya.

Yah, sekian tempat-tempat yang sekiranya butuh MD beneran. Kalo ada yang punya ide, di  mana tempat yang butuh MD dan tipe lagu yang harusnya diputer, silakan berkomen dan komen kamu akan saya selipin di atas. Selamat mendengarkan lagu yang ciamik di hari yang rintik ini! :)

Wejangan Tengah Malam

March 2, 2011 by titiw  
Filed under Titiw Inside

Dalam berkarya, berjalanlah di “depan uang”, jangan di belakangnya . Terus berkarya, itu membangun portfolio. Percayalah, kalau sudah rejeki kita, dia akan datang. Titiw, kamu itu KEREN sekali.

- Direct Message dari bos di tengah malam, ketika saya meracau mengenai hasil keringat di Twitter. Dan kata KEREN itu memang dicapslock oleh beliau. Terima kasih banyak Pak :) -

Kartun Menghukum Koruptor Versi G30S/PKI

September 30, 2010 by titiw  
Filed under Pictures, Titiw Inside

Masih ingat postingan saya di SINI mengenai komik “Cara Menghukum Koruptor”? Di tanggal 30 September ini, ide saya ternyata telah dikomikkan oleh dik Eko Bimantara.

Gak ada stuntman? Nyawanya banyak ya..

Sekedar share sedikit mengenai sejarah korupsi di jaman itu yang diambil dari Wikipedia:

Nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda dan asing di Indonesia tahun 1958 dipandang sebagai titik awal berkembangnya korupsi di Indonesia. Upaya Jenderal AH Nasution mencegah kekacauan dengan menempatkan perusahaan-perusahaan hasil nasionalisasi di bawah Penguasa Darurat Militer justru melahirkan korupsi di tubuh TNI.

Kolonel Soeharto, panglima Diponegoro saat itu, yang diduga terlibat dalam kasus korupsi gula, diperiksa oleh Mayjen Suprapto, S Parman, MT Haryono, dan Sutoyo dari Markas Besar Angkatan Darat. Sebagai hasilnya, jabatan panglima Diponegoro diganti oleh Letkol Pranoto, Kepala Staffnya. Proses hukum Suharto saat itu dihentikan oleh Mayjen Gatot Subroto, yang kemudian mengirim Suharto ke Seskoad di Bandung. Kasus ini membuat DI Panjaitan menolak pencalonan Suharto menjadi ketua Senat Seskoad.

Gemana? Punya ide sendiri untuk menghukum koruptor? Buruan kirim ide kamu di SINI dan nantikan buku kumpulan “Cara Menghukum Koruptor” di toko buku kesayangan Anda. Ganyang koruptor!

Menyebarkan Semangat Aku Cinta Indonesia

September 8, 2010 by titiw  
Filed under Titiw Inside, Traveling

Anjing. Itu jawaban saya ketika para interviewer bertanya “Apa yang membuat kamu berhenti dalam melakukan perjalanan ini?“. Ya, dengan bodohnya saya menjawab anjing. Padahal saya seharusnya tahu kalau yang dimaksud adalah “Dalam keadaan apa kira-kira kamu memutuskan untuk tidak melakukan perjalanan dan pulang ke tempat asal?” dan menjawabnya dengan “Jika ada sesuatu terjadi di rumah atas keluarga saya, saya akan berhenti”. Oke. Titiw, sebenarnya apa yang kamu lagi omongin ya? ACI. Aku Cinta Indonesia, ajang jalan-jalan ke 33 provinsi di Indonesia yang diselenggarakan oleh Detik.com yang diikuti buanyak sekali peserta.

Dari 59.253 pendaftar, disaring lagi menjadi 1000 finalis, dan 1000 finalis itu harus menulis essay 200 kata untuk tersaring menjadi 500 finalis. Dari 500 orang finalis yang tersebar di seluruh Indonesia itu, kami harus mengikuti wawancara yang diadakan di kantor Detik. Sedangkan peserta dari luar kota mengirim video wawancara ke sana. Nantinya, akan diambil 66 orang yang akan bertualang ke 33 propinsi di Indonesia selama 14 – 21 hari. Jadi tiap propinsi akan kedatangan 2 orang yang terpilih. Kronologis wawancaranya sendiri :

  • Mengisi form seperti CV yang buanyak banget. Ada 1 tabel yang harus mengisi daerah-daerah di Indonesia dengan kekhasan masing-masing tempat itu. Saya selaku orang yang “buta geografi” agak kesulitan di sini. Saya tau Madiun itu makanan khasnya pecel. Tapi Madiun itu di Jawa apaa..? (Ya ya.. mari ramai2 tertawakan saya..)
  • Foto bersama dengan cowok yang make baju putih dan cewek2 yang berbaju merah.
  • Pembagian tim yang terdiri dari 2 orang. Saya bareng sama mbak Indri Seska yang ternyata orang2 yang aktif di social media juga.
  • Wawancara via video. 1 menit, tidak ada take ulang. Isi ucapan kita perkenalan singkat, motivasi mengikuti ACI & mengapa saya pantas untuk dipilih. DAMN. Sedikit grogi di depan kamera nih. Saya salut sama orang-orang yang bisa lancar bicara di depan kamera dan menjual dirinya secara mantap.
  • Wawancara tatap muka oleh 3 orang interviewer. Di sini saya diwawancara berdua mbak Indri yang ternyata sama2 punya daerah tujuan ke Sulawesi Selatan juga. Di sinilah dimana kata “ANJING” terlontar. Fobia yang satu itu sepertinya membuat saya tampak konyol di hadapan para interviewer, haha.

Toraja. Tunggu saya suatu hari nanti! ;)

Begitulah. Dan ketika kemarin pengumuman ACI kemarin, tidak ada nama saya. Kecewa sih sudah pasti. Tapi kekecewaan saya bukan pada hasil akhir ini. Tapi lebih kepada “Mengapa saya kurang jual diri ketika interview“. Ya. Kenapa ketika interview saya tidak mengatakan dengan detail mengapa saya ingin sekali lolos. Saya merasa kurang ngotot. Haha.. Meskipun tidak terpilih, saya sedikit bangga sih karena dari puluhan ribu orang itu, saya terpilih menjadi 1 dari 500 finalis. Pasti Tuhan punya jalan lain agar saya dapat bertualang keliling Indonesia, entah bagaimana caranya. Dan saya sangat mengamini hal itu. Oh ya, sayang kalau essay yang meloloskan saya menjadi finalis tidak dipajang di sini. Jadi.. Sila membaca essay 200 kata “Bagaimana Cara Saya Menyebarkan Semangat Aku Cinta Indonesia“.

Cara menyebarkan semangat AKU CINTA INDONESIA adalah dengan mendokumentasikannya dalam bentuk tulisan maupun foto. Pendokumentasian secara tulisan tentu saja dengan menuliskan pengalaman yang telah didapat dari ACI dengan menceritakannya di blog pribadi atau wadah yang disediakan dari detik.com. Sedangkan dokumentasi dalam bentuk foto dapat diletakkan di blog pribadi, album foto di Facebook, ataupun account khusus foto seperti Flickr. Selain itu, ketika melaksanakan perjalanan, live tweet dari Twitter akan sangat membantu menyebarkan virus ACI.

Dengan begitu, masyarakat Indonesia dapat lebih melihat Indonesia yang sesungguhnya. Indonesia yang kaya, Indonesia yang penuh warna, Indonesia yang beraneka. Mengapa dokumentasi foto? Karena kita tahu “a picture tells a thousand words”. Lalu mengapa saya memilih menyebarkan semangat ACI dalam dokumentasi berbentuk tulisan? Seperti kata pengarang terkenal yang sudah almarhum, Pramoedya Ananta Toer,

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.”

Saya ingin suara cinta Indonesia yang diteriakkan dalam tulisan saya terdengar hingga jauh, sampai anak cucu kita mengenal bagaimana Indonesia yang sesungguhnya. Abadi. Selamanya.

(c) Foto