Excel 2007 Calculation Glitch
Gyahahaha, Microsoft, we hate it but we just can’t stop using it. Coba buka deh Microsoft Excel 2007, terus coba kalikan;
111.111.111 x 111.111.111
Berapa hasilnya? Terus setelah menggunakan Excel, Goto Start –> All Programs –> Accessories –> Calculator. Kalikan angka diatas menggunakan calculator. Pasti hasilnya beda. Angka diatas seharusnya memiliki hasil yang unik, see below:
An Extremely Simple Home Networking

Biasanya nih sekarang selain punya PC Desktop kita juga punya PC Laptop. Laptop berguna banget untuk kita yang mobile. Misalnya mengerjakan skripsi, tugas, atau mungkin ada deadline artikel di majalah tertentu. Desktop berguna untuk pekerjaan yang lebih berat dan bisa dikerjakan di rumah. Nah, suatu saat kita pasti ingin mentransfer file baik dari laptop ke desktop atau sebaliknya.Emang sih, selalu ada solusi transfer mudah seperti menggunakan USB Flash Disk atau Thumb Drive. Tapi seberapa besar sih, kapasitas Flash Disk itu? 2 GB? Bagaimana kalau kamu ingin mentransfer file video/musik/multimedia lain yang super besar itu? Pastinya kan lebih dari sekedar 2 GB.
Caranya gampang, solusinya adalah menggunakan jaringan sederhana. Disebut jaringan karena PC laptop dan Desktop akan terkoneksi melalui sebuah media, dalam hal ini kabel. OK, here’s the checklist:
Cewek-cewek Dunia IT
Hmm dapet dari Email nih. Jenis-jenis cewek dibedakan via terminologi di IT ditambahkan sedikit dengan koleksi cewek-cewek saya.
HARD DISK GIRLS:
she remembers everything, FOREVER
RAM GIRLS:
she forgets about you, the moment you turn her off
WINDOW GIRLS:
everyone knows that she can’t do a thing right, but no one can live without her.
LINUX GIRLS:
let you use her without additional Fees.
Diaduk.. diaduk.. diaduk..
Waks.. pameran komputer jaman sekarang ramenya kayak cendol busuk diaduk pake telur setengah mateng. JHCC memang bukan tempat yang kecil, tapi penduduk Jakarta kan banyak banget. Kelihatannya dari pameran ke pameran, orang semakin mafhum dengan teknologi. Entah itu membeli sebuah komputer desktop/laptop atau hanya membeli flash disk 1 Giga. Pendeknya teknologi seakan menjadi bagian penting dari hidup kita… terutama saya sih kekeke.
Yang jadi perhatian saya sekarang ini adalah makin banyaknya produk laptop murah. Memang sih semakin kesini kalau diamat-amati gaya hidup jauh lebih penting daripada teknologi itu sendiri. Yaa hal-hal seperti itu emang nggak bisa disalahin. Tapi bagi saya pribadi yang sudah lama sekali mengenal komputer dan peripheralnya, seharusnya kebutuhan akan teknologi dan teknologi sebagai gaya hidup harus dipisahkan. Bukannya ngiri loh sama yang mampu beli laptop. Tapi coba pertimbangkan hal-hal kecil berikut ini dikala memutuskan untuk membeli laptop:
Read more
Winamp + Chipamp = Nostalgiaaa
Kita semua at one point or another pasti pernah main video game kan? Pernah nggak sih tiba-tiba kangen sama music score 8 bit milik Nintendo dulu? Saya sendiri sangat ngefans sama music scorenya Rockman II di Nintendo. Dari dulu rasanya pengen banget dengerin lagi, tapi ga tau harus cari dimana?
Nah Chipamp ini jadi solusinya. Klik disini untuk download Chipamp. Chipamp adalah sebuah plugin khusus Winamp supaya bisa memainkan file-file lagu yang telah diextract khusus dari kaset-kaset Nintendo, Super Nintendo, PlayStation 1, dan dalam waktu dekat ini banyak konsol game yang sudah bisa diextract dan bisa dimainkan oleh Chipamp.
The Partition… Sorry dear we have to part for our own good.
Seorang manajer dari bagian keuangan dengan tergopoh-gopoh datang ke ruangan IT. Seperti biasanya ruangan IT lainnya, disitu terhampar berbagai pernak-pernik komputer. Keyboard-keyboard berdebu, printer macet, floppy rusak, monitor-monitor tabung tua, mouse serial, kabel jaringan, tank, obeng dan segala jenis jeroan komputer lainnya.
Manager (laki-laki muda, 35 tahunan, rambut rapi, dasi garis-garis vertikal):
“Mas, tolongin saya dong, laptop saya kena ngehang, kena virus apa kenapa ya? Tolong ya, nanti habis makan siang saya balik lagi kesini. Makasih lo sebelumnya, Mas…”
Esia, Tarif Ilusi yang Menyesatkan
Esia benarkah lebih murah? Sebelum mulai menuduh macam-macam, sebaiknya lihat tabel tarif Esia dan Flexy di bawah ini. Semua tarif adalah per menit.
|
Menit |
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
10 |
20 |
30 |
40 |
50 |
60 |
|
Flexy |
49 |
98 |
147 |
196 |
245 |
490 |
980 |
1.470 |
1.960 |
2.450
|
2.950 |
|
Esia |
50 |
100 |
150 |
200 |
250 |
500 |
1000 |
1.500 |
2.000 |
2.500 |
1.000 |
Seperti yang bisa kita lihat, pada menit ke 30, 40, 50, Flexy lebih unggul atau lebih murah. Tapi perubahan besar terjadi pada menit ke 60. Esia langsung menurunkan tarifnya dari 2.500 ke Rp. 1.000. Murah memang, jauh dibandingkan Rp. 2.950 milik flexy pada saat menit ke 60. Tapi tunggu dulu kita lihat faktor-faktor berikut ini: Read more
Damn Girl! Your Spot is Hot!
Di sebuah restoran ternama di Setiabudi One, seorang wanita berpakaian formal, kelihatannya resepsionis, sekretaris, atau mungkin bagian marketing, sedang duduk sambil memencet-mencet keyboard di laptop kecilnya. Toshiba merknya. Jemarinya yang kecil terlihat sibuk menari diatas laptop yang dari jauh tampak seperti mainan. Tapi ada yang janggal, wajahnya terlihat bingung, sesekali dia menengok panik seakan mengharapkan bantuan seseorang.
Di saat yang sama, seorang pria bertampang lusuh dan juga berpakaian yang juga formal melintas di depan restoran tersebut. Restoran itu memang meletakkan sebagian meja-mejanya di luar lapaknya, mungkin untuk menarik perhatian juga. Mungkin karena wanita tadi cantik dan menarik, banyak pria yang lewat mau tidak mau melirik malu. Tapi uniknya pria lusuh tadi tidak tertarik meliriknya.
Tiba-tiba si wanita bangkit dan bertanya kepada si pria lusuh.
Wanita karir (umur 25 tahunan, rok pendek, blazer resmi kayak mba-mba kantoran, wangi menggoda):
(Hmm kebetulan, kayaknya cowok ini bukan model mata keranjang, sapa tau bisa dimintain tolong.. noone resist my beauty… ngihihihi).
“Mas mas bisa minta tolong nggak?”
Pria lusuh, kemungkinan staff IT (umur 27 tahunan, ceking, kemeja hijau muda, celana bahan hitam, kacamata, rambut agak berantakan, lusuh):
(Eh? Nggak salah nih cewek… aduh tapi gw laper banget nih, entar wartegnya keburu penuh, masa gw makan disini sih? Mahal Gilla…)
“Eh, kenapa mbak?”

