Air Terjun Bantimurung yang Tersohor
Jika kamu jomblo, seringnya di rumah sendiri aja sambil nonton acara jalan-jalan di televisi, pasti kamuh kamuh pernah mendengar nama Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung di daerah Maros, Sulawesi Selatan yang terkenal dengan kupu-kupu dan air terjunnya. Setelah saya membahas museum dan penangkaran kupu-kupu, saatnya bercerita tentang air terjunnya yang sohor!
Alkisah, di daerah tersebut ada manusia pertama yang datang dan bertapa selama 40 hari 40 malam. Namanya? Karaeng Bantimurung. Itulah asal-usul nama Taman Nasional yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari airport Sultan Hasanuddin ini. Iya segitu doang emang asal usulnya, gak usah minta nambah. Sekilas saya melempar pandangan, Bantimurung betul-betul cantik penataannya, namun kurang dipelihara kayak bini ke-2. Misalnya saja, kolam renang untuk anak-anak kurang bersih, belum lagi minimnya tempat sampah sehingga membuat pengunjung makin terjustifikasi untuk buang sampah sembarangan.
Dari bawah, kami menyusuri TN ke atas. Jadi kalau ke sini, bisa melihat-lihat museum kupu-kupu terlebih dahulu, ke arah kolam renang anak-anak, barulah sampai ke air terjun dengan tinggi 15 m dan lebar 20 m, yang bentuknya seperti seluncuran kolam renang yang besar. Terlihat banyak anak-anak sekolah yang main seluncuran dengan ban besar. Hati-hati saja, karena saya tidak melihat ada orang yang berjaga-jaga di sana.
Selepas dari air terjun, kita harus menaiki anak-anak tangga lagi, dan berjalan menelusuri pohon-pohon besar dan aliran air berwarna hijau gradasi biru yang indah. Menurut para penjual minuman di sana, jika sedang musim buah (seperti rambutan, mangga, sukun hutan), maka monyet-monyet sering muncul. Malah katanya waktu dulu ada monyet sebesar manusia!
Sampai di atas, kami akhirnya bertemu dengan danau Toakala (arti: tempat orang tua mandi), dan danau Kassi’kebo yang bagus banget, kayak segara anakan di Sempu, Malang! Jadi pengen mandi-mandi di situ deh.. Tapi tunggu dulu. Sejak tahun 2009, danau Kassi’kebo ditutup untuk umum karena.. Selalu makan korban! Ya, tiap tahun pasti ada 1 orang yang meninggal di sana. Kenapa? Karena danau ini terlihat tenang, namun ada bagian yang berbentuk palung dan pasir hisap yang membuat orang sulit keluar dari sana. Whoa!
Masih kurang cukup dengan kupu-kupu, air terjun, dan danau, naik sedikit lagi, dan kamu akan menemukan Gua Batu. Di mulut gua, banyak orang yang menawarkan penyewaan senter untuk masuk ke dalam gua yang dingin tersebut.
Total perjalanan dari bawah ke atas memakan waktu kurang lebih 30 menit ditemani angin semilir, kepakan kupu-kupu dan suara tonggeret. Oh ya, jika ingin bermalam di Bantimurung, bisa coba penginapan Bungawana dengan harga 100.000/malam. Sayang agak kotor padahal view-nya oke. That’s all for Bantimurung, nantikan tulisan selanjutnya, masih dari Makassar!
Notes:
- Dari bandara Sultan Hasanuddin, kami menyewa angkot seharga Rp 90.000 untuk ke sini. Bisa juga dari bandara sewa Avanza seharga Rp 150.000
- Lebih baik berkunjung ke sini di pagi hari agar tidak terlalu panas. Selalu pakai sunblock dan siapkan juga topi dan uang receh untuk jajan.
- Harga Tiket Masuk Taman Nasional Bantimurung: Rp 10.000
- Harga minuman rata-rata 1,5 kali lebih mahal dari harga normal
Sisa-sisa Kejayaan Benteng Somba Opu
Perjalanan ngukur Makassar saya nggak berhenti cuma di Taman Nasional Bantimurung. Sekarang saatnya jelajah sejarah Makassar! Dahulu, orang Makassar dikenal sebagai bangsa yang kuat dan gigih dalam mempertahankan kedaulatannya. Ini tampak dari benteng Somba Opu, benteng yang didirikan tahun 1525 oleh Sultan Gowa ke IX, Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi’ Kallonna. Meskipun sekarang bangunan ini bisa dibilang hanya tinggal sisa reruntuhan, siapa sangka benteng yang dulunya kokoh ini dibangun dari tanah liat? Semen untuk merekatkan batu-batu merah itu juga terbuat dari putih telur!
Konon (saaah, konon..) daerah ini sempat menjadi pusat perdagangan yang ramai oleh pedagang dari dalam dan luar negeri. Namun di abad 16, Belanda menguasainya dan dihancurkanlah Benteng Somba Opu. Benteng yang terletak di Jl Daeng Tata (bukan yang jualan Konro lho..), Kelurahan Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa tersebut ditemukan kembali tahun 1980an, dan mulai direkonstruksi pada tahun 1990.
Sekarang ini, kita hanya dapat melihat sedikit sisa reruntuhan benteng dan makam Raja Gowa ke IX di bagian atas. Dari atas, pengunjung bisa melihat padang rumput luas, yang terletak di sebelah sungai Jene’berang. Jadi, apa lagi yang bisa dilihat selain sisa-sia benteng? Jangan khawatir, kamera Anda akan puas merekam gambar rumah adat di sana.
Layaknya Taman Mini kecil, namun khusus rumah-rumah adat adat Sulawesi Selatan seperti Tongkonan dari Toraja atau Bola Soba dari Soppeng. Tak hanya itu, terdapat pula meriam Baluwara Aung (panjang 9 meter, berat 9.500 kg), dan museum Karaeng Pattingalloang berisi benda-benda peninggalan kesultanan Gowa. Meski benteng Somba Opu tinggal reruntuhan, namun dari reruntuhan itu lahir masyarakat-masyarakat baru yang berjalan ke depan mengikuti zaman.
Trivia
- Masyarakat sekitar terlihat sangat aktif beraktivitas. Dari latihan silat, lomba burung merpati, hingga komunitas pesepeda memenuhi komplek Somba Opu.
- Somba Opu merupakan alternatif tempat untuk mengejar matahari terbenam selain pantai Losari
- Kawasan Somba Opu juga sudah menjadi tempat untuk Outbond
- Menurut sopir becak motor yang kami tumpangi, akan dibuka Waterboom di bulan Desember ini, yang menimbulkan pro-kontra di beberapa kalangan
Papilio Nan Cantik Dari Bantimurung
Hari pertama petualangan ACI saya dimulai di Makassar Sulawesi Selatan, tepatnya di bandara internasional Sultan Hasanuddin yang keren banget. Dari situ, kami bertemu dengan pendamping asli Makassar yang bernama Indra, dan langsung meluncur ke tempat yang terkenal dengan air terjun dan kupu-kupunya.
Kapankah terakhir kamu melihat kupu-kupu dengan jumlah yang cukup banyak? Jika menjawab pertanyaan saya dengan jidat berkerut yang bisa diartikan “Wah, kapan ya.. Sepertinya sudah lama sekali..“, berarti kamu harus mengunjungi Taman Nasional (TN) Bantimurung!
Sudah lama Bantimurung Bulusaraung terkenal dengan banyaknya kupu-kupu yang menghiasi tempat wisata alam yang berlokasi di Maros, Pangkep, Sulawesi Selatan. Di sana, Anda akan disambut dengan patung kupu-kupu besar seakan menyambut tamu-tamu yang datang. Belum lagi berbagai souvenir seperti anting, bros, liontin, gantungan kunci, pigura, dan masih banyak lagi yang bertema ataupun berbentuk kupu-kupu.
Tempat pertama yang menjadi tujuan kami sesampainya masuk ke Bantimurung adalah museum Kupu-kupu. Museum itu mungil, namun dapat mendokumentasikan banyak sekali jenis dan ragam kupu-kupu. Tidak hanya dari yang berasal dari Bantimurung saja, namun juga dari Timor, Pulau Seram, dan berbagai tempat yang menjadi habitat kupu-kupu.
Setelah dari museum, kami pun beranjak menuju ke penangkaran kupu-kupu. Berdasarkan keterangan Bapak Rusman penjaga museum yang juga penangkar kupu-kupu, ada 2 cara mengawetkan kupu-kupu. Dengan formalin (warna kupu-kupu jadi pudar, namun cara ini relatif cepat dilakukan oleh orang-orang yang tidak care), dan dengan memberikan alkohol 100% dan dijemur 2-3 hari di bawah sinar matahari.
Saat saya ke sana, tidak terlalu banyak kupu-kupu yang terbang menari di hadapan saya. Menurut Pak Rusman lagi ketika saya tanya tentang hal tersebut, kupu-kupu tidak punah, namun ia hanya bertelur di saat-saat tertentu, sehingga keberadaanya akan lebih sering terlihat di bulan Januari, Mei, maupun Agustus. Menurut saya sih, kupu-kupu memang tidak berkurang hanya karena faktor manusia (yang mematikan kupu-kupu semata-mata untuk keuntungan pribadi), namun juga faktor-faktor alami seperti makin turunnya kualitas tempat kupu-kupu tinggal. Bagaimana menurut kamu, kamu, dan kamu?
Trivia:
- Rata-rata usia kupu-kupu adalah selama 3 bulan
- Tidak boleh menangkap kupu-kupu di cagar alam Bantimurung. Namun jika ada yang ketahuan, hukumannya “hanya” dikejar dan alat menangkap kupu-kupu tersebut disita.
- Kupu-kupu yang ditangkar hanyalah yang betina
- Tips agar kupu-kupu cepat bertelur: air yang diberikan dicampur dengan gula
Notes:
- Harga Tiket Masuk Taman Nasional Bantimurung: Rp 10.000
- Harga Masuk Museum Kupu-kupu & penangkaran: Rp 5.000
Hello World!
November 16, 2011 by titiw
Filed under Titiw Inside
Bukan berarti dengan judul postingan begitu, berarti ini adalah postingan pertama. Hal tersebut hanya menggambarkan betapa merindunya saya dengan nulis di blog yang banyak banget pembacanya ini. AMIN YA ALLAH. *nari lenso*
Pastinya saya akan mengebom blog ini dengan tulisan-tulisan yang dihasilkan dari jalan-jalan gratis dari ACI. Ada juga cerita-cerita seru Sea Games, kuliner khas Indonesia, weekly photo challenge, tulisan-tulisan traveling di luar ACI yang belum dishare juga, serta beberapa workshop di luar kota bertema lingkungan sehubungan kerjaan saya. Duh duh duh.. Gateeel banget buat cerita, tapi besok harus udah ke Jogja lagi urusan kantor.
Segini dulu update saya yang masih dikejar-kejar deadline nulis artikel ACI, report-report kantor, livetweet bulutangkis live dari Istora, dan juga dikejar kawin. Will get back to you guys ASAP dengan tulisan-tulisan ciamik. Adios amigos!
Sekilas Info Dari Sulawesi
Hwaaa! Udah berminggu-minggu blog kuning ecek-ecek ini tidak saya tengok. Kenapa? Karena saya sedang berada nun jauh di pulau Sulawesi untuk menunaikan tugas sebagai salah seorang petualang ACI 2011.
Posisi saya saat ini ada di Sulawesi Tenggara, tepatnya Kendari, setelah belasan hari menempuh perjalanan darat laut dan udara. Sekilas info saja bahwa Sulawesi seringnya berlangit biru, berawan putih, dengan landscape pemandangan yang memukau.
Dari awal perjalanan tanggal 20 Oktober, saya insya Allah akan tiba kembali di Jakarta tanggal 6 November dengan kulit menghitam, senyum yang cerah, dan ribuan foto-foto perjalanan serta cerita-cerita yang menakjubkan tentang Indonesia. Sampai ketemu lagi semuanya!
“Traveling mengajarkan kita untuk bertoleransi. Kepada teman seperjalanan, kepada orang lain di jalan, kepada alam, dan kepada diri sendiri.” ~ Rahmayanti Akmar, 1 November 2011, di atas kapal dari Wakatobi menuju Kendari.
V for Vote ACI Sulawesi 2 Team! :)
Apa kabar dunia? Teteeeupp Aseeek! Disclaimer: Yang ngerti dengan sapaan ini, berarti umurnya gak beda jauh sama saya. Haha.. Jadi begini pirsawan yang terhormat. Deeeuh, pirsawan.. Bahasa eike Laporan Khusus style banget gak seeh? (Lagi-lagi kalimat yang menyingkap usia). Halah, jadi lost focus.. Iya, jadi begini.. Mungkin beberapa temen udah tahu kalo saya kepilih sebagai 1 dari 60 petualang yang tersaring dari 75.000 pendaftar ACI 2011.
Perjalanan ACI yang keliling Indonesia gratis ini terbagi atas beberapa kloter, yaitu kloter 1-4. Saya sendiri dan 2 teman lainnya merupakan bagian dari Kloter 3, tepatnya tim 14 (Sulawesi 2) yang akan berangkat akhir Oktober. Berikut beberapa pertanyaan yang akan saya jawab di sini:
1. Tim 14 alias Tim Sulawesi 2 ke mana aja Tiw?
Tim kami akan mengarungi samudera untuk bertualang di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.
2. Kapan berangkat? Berapa lama?
Kloter 3 akan berangkat tanggal 20 Oktober, selama kurang lebih 2 minggu. Lama banget? Lama aja kali.. Secara 3 propinsi itu juga pastinya gak semua kita kunjungin, karena Sulawesi itu luas, mamen! Apalagi Indonesia! Hihi.. Rasanya pengen explore tiap centimeter dari tanah air ini deh kalo udah “kena”.
3. Udah tahu belum itinerarynya ke mana aja?
Secara singkat, hal ini sudah saya tulis di twitter. Tapi intinya sih saya bakal mengarungi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawei tenggara. Itinerary selengkapnya, bisa baca di SINI.
4. Satu tim kan 3 orang, berangkat sama siapa aja?
Tim saya terdiri dari 2 cowok2 keren dan sangat mumpuni di bidangnya, yaitu Kak Nunuk (51 th, Entertainer) dan Oke (29 th, Head Hunter). Tim ini kami namakan KETIK.com = oKE,TItiw,nunuk.compak. Hahahaha.. Nah, berikut bakal saya jabarkan siapa mereka sebenarnya!
Kak Nunuk
Pemuda, eh petua ini merupakan petualang ACI 2011 terMATANG di antara yang lainnya. But age is nothing but number. Dengan semangat yang menyala-nyala, kak Nunuk membuat Briefing ACI kemarin jadi rame dengan lucu-lucuannya yang klasik yet still making you laugh. Baca lagi kalimat pertama postingan.. Iyak, kalimat itu nancep banget di otak kita sebagai acara yang dipandu oleh Kak Nunuk dan kawan-kawan di tahun 90an. Betul, kak Nunuk merupakan musisi handal yang masih wara wiri di TV dan event-event lainnya.
Meskipun kadang-kadang kalimat di SMS dia suka bikin pushing karena make huruf gede kecil, ngeluarin bahasa-bahasa ajaib dan agak gaptek, kak Nunuk ini smart dan berwawasan luas, euy. Trus, kalo udah tua masih bisa ngebolang gak nih? Jangan salah. Kak Nunuk udah punya license diving dari tahun 90an awal. Bersama istrinya, kakak Jean, beliau selalu berusaha mengexplore dunia anak di tiap tempat yang ia kunjungi.
Oke Hastiawan
Ngeliat sekilas, cowok ini agak kaku kayak tiang listrik komplek. Tapi kalo udah diajak ngobrol, eh caur juga. Kebetulan Oke juga berdomisili di Jakarta, sehingga kami bertiga dapat dengan mudah bersua. Believe it or not, pemuda campuran Sunda-Medan ini keluar dari perusahaan head hunting besar demi ikut ACI 2011. Dia bilang kalo passion gak boleh ganggu pekerjaan.
Buktinya, dengan mudah dia udah dapet kerjaan baru aja tuh, yang ngizinin doi ciao sementara untuk ACI. Gak itu doang, tau komunitas Rotaract yang suka ngelakuin kegiatan sosial dan punya massa di beberapa lokasi di Indonesia? Oke ini President-nya! Bayangkan betapa powerfulnya dia dalam berorganisasi,yang mudah-mudahan dapat diimpelementasikan dengan baik dalam perannya sebagai tim 14 Sulawesi 2.
Sekilas dua kilas tentang 2 teman saya yang memiliki latar belakang yang super dahsyat. Kalo tentang saya sendiri, temen-temen di sini udah tau lah ya.. Atau bisa juga baca sedikit tentang saya di SINI. ![]()
Nah, terakhir.. Saya memohon kepada teman-teman untuk Vote tim 14 Sulawesi 2 kami di SINI. Caranya bisa via email, FB, ataupun Twitter. Untuk email, setelah input alamat email, coba cek email kamu dan klik untuk verifikasi deh. Gampang kan? Ngevote kita bisa tiap hari lho, Jadi diharapkan kesediaannya untuk rajin ngevote kita. Kalo kita jadi tim terfavorit, pada dijajanin bakso deh. Hehe.. Thanks for reading this post, and thanks for voting KETIK.com, guys!
PS: Kamu sendiri, pengen gak sih jalan-jalan gratis gini?

























