Rock N Roll River Tubing Sukabumi FTW!
Happy New Year folks! Tulisan lala lili tahun baru menyusul yaa.. Karena pasti pada penasaran kan dengan aktivitas Tubing yang sempat saya bicarakan di postingan blog tentang Tanakita – Sukabumi? Definisi Tubing kalo menurut wikipedia adalah:
“Tubing on water generally consists of two forms: towed and free-floating, also known as river tubing. According to Time Magazine, tubing was purportedly invented in Thailand by Princess Chumbhot of Nagar Svarga sometime in the middle of the 20th century”.
Intinya semacam rafting, tapi gak rame-rame, melainkan sendiri di atas ban besar. Di hari Sabtu tepatnya tanggal 17 Desember 2011, geng ACI 2011 siap-siap Tubing setelah sarapan dengan menu yang endang bambang. triatmodjo apa kabarnya ya sekarang?
Kalo kata Kang Isep (bacanya kayak ngomong Asep, bukan kayak ngomong isep pada umumnya ya), Tubing kita ini dinamakan Rock N Roll Tubing. Kenapa? Karena asoy, dan bakal banyak jatoh-jatoh yang seru, tapi tetep aman. Sekitar pukul 10, kami mulai siap-siap make peralatan lenong. Dari pake helm, pelindung tulang kering, sampe sarung tangan. Meski baru siap-siap, tetep dong harus foto-goto penuh cinta.
Selepas berdoa, kami menuju TKP yang jalannya menurun. Gak terlalu jauh, hanya sekitar 15-20 menit jalan kaki, tapi bisa jadi 30 menit kalo mampir-mampir untuk foto-foto. Malah bisa jadi 2 jam kalo di jalan main monopoli dulu. Wah, terlihat sungai yang tidak terlalu lebar dan beriak! Ini namanya Sungai Cigunung, ya anak-anak. Tips di sini: pilihlah ban yang terlihat bulat mulus, dengan ban kecil di bawahnya untuk melindungi pantat dari bebatuan sungai yang tajam.
Tubing dimulai! Bismillah! Dengan badan bergetar karena air yang dingin, perjalanan awal saya sudah dihiasi dengan kaki kepentok batu. Teriakan-teriakan temen-temen terdengar nyaring, entah karena jatoh, ataupun keseruan total yang ditimbulkan dari Tubing ini. Dalam pikiran saya yang ceteknya kayak sunga ini: “Gila gila gila, tubing ini seru to the max!” Saya sendiri sempet jatoh karena ketendang kaki Farchan, muka kelelep air sungai dan keseret arus karena temen-temen di belakang dateng bertubi-tubi. Serem sih, tapi insya Allah aman, karena kalo kata mas Ony tipe sungainya bukan yang bahaya kayak buat rafting. Belum lagi ada banyak tim dari Rakata yang nemenin kita sepanjang perlajanan.
Di tengah-tengah, kita semua berhenti untuk istirahat sebentar, dan minum teh jahe yang enak dan anget banget, sodara! Tapi karena badan udah sempet menghangat, pas ngelanjutin Tubing, jadi dingin lagi! Haks.. Dan sampailah kita di ujung sungai yang bearti berhenti pula tubingnya. Gak ujung sungai sih, tapi kalo ke sono dikit lagi airnya udah kepotong sama PDAM. Pas naik, kita disambut dengan tungku untuk menghangatkan badan, pisang goreng, dan minuman hangat. Ahoy!
Total-total perjalanan kita katanya kurang lebih 1 km, dengan jarak tempuh sekitar 1 jam. Untuk balik ke camp, disediakan angkot yang lengkap dengan lagu-lagu dangdut koplo. Seakan kurang puas dengan sekali tubing, tim Rakata ngasih lagi tubing di hari Minggu. Gokil, Rakata emang the best deh! Cuma ada 1 aja masukan, perlengkapan tubingnya ditambah kakak, yaitu pelindung siku. Jumlah kerusakan badan saya karena tubing: 2 buletan biru-biru di dengkul, dan baret-baret dikit di siku. Apakah ini bikin saya kapok? Tentu tidak, Tubing Rock N Roll, bring it on!
Tips:
- Pake wet suit karena airnya dingin banget. Sedingin suara kamu pas mutusin aku.
- Perut harus keisi biar gak mual dan laper. Kalo di tengah sungai, mau ngemil apa? Lumut?!
- Pake sepatu yang proper, ataupun sendal gunung.
Notes:
- Harga untuk bertubing ria di Situ Gunung ini: Rp 225.000 jika tidak menginap di camp Tanakita, Rp 150.000 kalau menginap.
- Detail info: 0812 1083 0483 (Kang Isep) atau 0813 1113 5064 (Kang Piping)
ACI 2011 Goes to Tanakita Sukabumi!
Huwoow! Saya semangat sekali nulis perjalanan yang super ini, saudara! Soalnya udah beberapa minggu terakhir saya gak jalan-jalan ke mana-mana, setelah hampir 2 bulan melanglang melulu keliling Indonesia karena mengemban tugas ACI serta tugas kantor yang Subhanallah banyaknya.
Begini ceritanya.. Rakata (Outdoor Specialist) sebagai partner detik.com mengundang kami, geng ACI 2011 untuk bermalam di perkemahan mereka di Sukabumi, tepatnya di Tanakita, Situ Gunung. Tempatnya sendiri bisa dikunjungi dengan memakai angkot, ataupun nebeng temen yang punya kendaraan *ya iyalah*. Kalau mau agak-agak kena angin sepoy ataupun tipes di kemudian hari, boleh coba cara temen saya Dharma yang naik motor dari Taman Mini. Patokannya, kalau dari Polres Cisaat, belok kiri, truuus saja. Kira-kira 20-30 menit sampe deh ke Situgunung. Kalau dilihat dari blognya mas Harris , bisa juga make kereta api dari Stasiun Bogor setiap hari jam 17.00 dengan tarif Rp 8.000, turun di Stasiun Cisaat lalu dilanjut dengan menggunakan ojeg dengan tarif Rp 15.000.
Ngumpul di Pejaten Village Jumat malam, saya yang nebeng mobil Adra nyampe di Tanakita hari Sabtu pagi buta. Kesan pertama melihat tempat ini.. Luas. Sejuk. Nyaman. Hijau. Gak ribet. Ngomongnya sih kemping, tapi kemping ala hotel bintang 5! Tendanya segede dosa, WCnya wangi, kamar mandi ada air panas, dan makanan yang disajikan bener-bener enak! Belum lagi pelayanan orang-orang sana yang sigap dan keamanan yang juara.
Besoknya, kami semua nyobain Tubing, semacem Rafting tapi pake ban dalem. Selengkapnya, buka INI. Sedangkan pas sore beberapa temen jalan ke air terjun bernama Curug Sawer. Karena saya udah pernah ke sana dan kantuk menyerang dengan hebat, saya skip deh. Camkan ini: tidur siang hari di sana saat rintik melanda itu.. Betul2 Subhanallah! Haha.. Di malam hari, sambil makan skuteng, jagung bakar, dan pisang coklat keju yang yummy, kita ceritanya brainstorming nih, apa movement yang bakal dilakukin sesama anak-anak ACI 2011. Selain itu, juga adu bakat dan standup comedy share pengalaman perjalanan masing-masing tim. Foto-foto dan video yang dishare temen-temen bikin speechless & bikin makin setuju kalo Indonesia emang punya kekayaaan alam yang sangat indah.
Gak cukup tubing sekali, besoknya kita minta tubing lagi ke Baba, salah seorang pendiri Rakata. Eits, tapi sebelum tubing, kita flying fox dulu dong! Seakan klimaks yang bertubi-tubi, pulang tubing kita dijamu dengan makan bareng di atas daun pisang yang dijembreng dari ujung ke ujung. Ikan asin, empal, sayur asem, lalapan segar, masuk semua ke perut saya yang makin bulet adanya. Segitu aja nih? Beluum! Dessertnya, kita makan duren sampe mabok!
Wiih.. Pokoknya keriaan 2 malam ini bener-bener total. Buat temen-temen yang mau outing atau sekedar nginep2 seru di tempat yang gak terlalu jauh dari Jakarta, tempat ini sangat dirokemendasikan. Thank you Rakata, ACI Detik, dan Geng ACI 2011 yang bikin perjalanan hidup saya makin berwarna. Happy Traveling!
Notes:
- Foto-foto Selengkapnya bisa dilihat di Facebook Titiw.
- Harga menginap di Tanakita: Rp 450.000/malam/orang. Sudah termasuk 3 kali makan & flying fox gratis.
- Kalo mau nambah sirkuit lain selain flying fox, tambah Rp 35.000/orang
- Harga sekali river tubing: Rp 150.000 kalo nginep, kalo cuma Tubing tanpa inap: Rp 225.000/orang
- INfo selengkapnya hubungi: Kang Isep (0812 1083 0483) atau Kang Piping (0813 111 35064)
Weekly Photo Challenge: Sky
What is the big blue sea in the sky?
The one where all the many birds fly
The one where the kites soar so high
What is the big blue sea in the sky?
The one where the trees don’t reach
The one that’s longer than the longest beachWhat is the big blue sea in the sky?
The one where the clouds swirl ‘round
Higher than the howl of a hound
The one that nothing can it touch
Can the big blue sea do that much?Moving no further than a post to its stand
The big blue sea is destined to never touch land
There are ups-and-downs to being so huge
You can sort of guess why it’s so blue
Sometimes it can’t even see
Poor, poor big blue sea
The clouds that cover it make it half blind
It’s there and clouds cover it -but it’s behindThe big blue sea in the sky
It never did, ever, say hi
I see it most days but it never says a word
If I said hi would it even have heard
Well big blue sea in the sky
I guess today I’ll try my first hi
~ Big Blue Sea In The Sky by AJ Ettellig ~
Lazy Trip to Situ Gunung, Sukabumi
OST: Dragonfly Summer by Michael Franks
Bulan Desember yang banyak liburnya ini saya dan beberapa teman berkesempatan ke Sukabumi, Jawa Barat, seperti di awal tahun 2007 yang lalu bersama team 36. Oknumnya antara lain Mas Nugi, Rian, Nikka, Nina, Amel dan Saya. Saya yang kebetulan punya rumah (ditempati tante) di Sukabumi menawarkan tempat untuk menginap para dugong2 itu. Jadilah kita berenam berangkat di hari Jumat pagi jam 07:30. Sempet nyarep bubur ayam khas Sukabumi (yang selama ini saya gak ngerti “khas”nya di mana) karena perut kita2 udah dangdudan.

Bubur Khas Sukabumi
Sesampenya di Sukabumi kota jam 11:00, sembari nunggu cowo2 yang inget Tuhan itu shalat Jumat, cewek2 (saya & Nina) belanja di Yogya dept.store *halah*. Belanja bahan makanan tepatnya, karena gak mau ngerepotin tante saya yang pasti udah repot karena kedatangan kita. Belanja kalap, abis 200 ribu lebih buat lala lili, nyahahaha. Anyway, patungan kita2 itu per orang Rp 80.000, 30.000 buat bensin, dan 50.000 untuk makan. Itu buat 3 hari lho, dr Jumat sampe Minggu udah sekalian sama duit nitip mobil sama ngasi duit sedikit buat belanja tante saya. Lumayan deh buat yang mau jalan2 tapi pengen ngirit, maklum sebagai yang punya rumah, saya gak ambil untung sama sekali. Hehe..

I Love The Blue of Indonesia
Sebelum nyampe rumah, niat ati mau yada yada di Selabintana. Tapi, Selabintana itu ternyata lebih ke tempat rekreasi macem Cibodas yang mana cuma rumput terhampar luas. Selabintana menjadi tempat yang kurang greget bagi orang2 dewasa macem kita, padahal pas kelas 1 SMA main ke sana, saya ngerasa Selabintana super enak buat lari2 menggila. Akhirnya kita gak jadi kongkow di sana dan nyari makan siang.

Sempet curi curi foto di Selabintana
Ketemulah warung makan H.Empud di deket pasar Sukaraja yang nampak sohor sangat. Makanannya rupa-rupa, dan yang makan di situ banyak banget! Pas bayar, untuk sepotong ati, tempe, nasi yang segambreng, ikan tongkol, dan sekalian minum, saya hanya perlu membayar Rp 4500 sahaja, saudara! Jadi teringat jaman ngekos dulu, hihi.. Harusnya si H.Empud ini buka cabang di mana2 biar makin banyak orang yang bisa makan enak dan kenyang tanpa harus bayar mahal. Eh iya, hampir lupa, di warung makan ini, saya bertemu lagi dengan sosok berwarna oren yang 2 tahun lalu pernah hinggap di betis saya, dan sekarang dia juga muncul. Entah ada apa dengan saya dan rama-rama ini.

Warung Makan H.Empud

ME: The Chosen One
Nyampe rumah yang saya yg gak gitu jauh dari pasar Sukaraja, kita langsung dihajar sama pisang goreng yang manis banget kayak senyum saya. Abis beres2, langsung jalan deh kita foto2 sawah dan gak lupa menuju pancuran jodoh yang tenar itu. Pada awalnya, 2 pancuran yang berasal dari mata air ini ditujukan untuk minuman kemasan gitu, tapi entah kenapa gak jadi. Ayo, setelah ke pancuran ini siapa tahu ada yang berjodoh, nyehehe.

Ki-Ka: Rian & pisang, Sosok si rumah, Pancuran jodoh, Telur Keong Mas
Balik lagi ke rumah, disambut sama Agus si soang, tapi ketika tahu dia betina, kita tetep panggil Agus, tapi nama lengkapnya jadi Agustina. Di rumah itu ada pula boneka beruang yang dikekep terus sama Nina yang kita panggil Neneng, 1 boneka beruang item yang dikasi nama Lukas soalnya mukanya kayak orang Kristen. Satu lagi boneka monyet yang dinamain Iwan, soalnya mukanya basic banget. Halah. (No offense untuk segala agama dan nama yang dimention di sini. Camkan bahwa ini bukan blognya Titiw, ya.. Sumpah).

Agus si Soang

Pemandangan dlm rumah
Anak tante saya, si Mario yang baru kelas 2 SD langsung cibang cibung di kolam samping rumah sama temen-temennya. Surprisingly, mereka itu ngambilin kerang-kerang yang berada di dasar kolam. Lihat kerang ini, besar2 bukan..? Mantabs! Oh iya, saya belum bilang ya kalo suhu di Sukabumi yang biasanya dingin banget, eh kemaren ini jadi gak terlalu dingin lagi..? Wah, perubahan iklim bener-bener mempengaruhi nih. Tsk. Malemnya, sambil main kartu dan main apa itu yang sok2 bahasa Inggris dari koran Jakarta Globe, kita disuguhi oleh kerang tumis menteganya Nikka dan Sup Royco dari saya. Dua-duanya delicioso. Abis itu tidur deh semuanya di depan tipi, ngampar di lantai berkayu yang di bawahnya langsung kolam ikan.

Kerang atau Tiram?

Macro Pics
Esoknya, Amel menjadi orang pertama yang bangun pagi. Setelah semuanya bangun, jalan-jalan ke rumah penduduk sambil dadah2 ala miss sukabumi. Secara berenam jalan berentet pastinya diliatin sama warga euy! Hihi, ngeliat aktivitas mereka, ada yang ngebajak sawah, nanem padi, dan lain-lain. langit pagi itu betul-betul brilian seperti kata Nikka.

As Nikka Said "Brilliant Sky"
Balik lagi ke rumah dan tiduuur. Haha, bener-bener lazy trip nih kita. Niatnya sih, hari itu Rikka, Maria sama Kete nyusul, tapi entah mengapa mereka batal. Klaar mandi dan makan siang, kita langsung ciao ke Situ Gunung setelah sebelumnya mampir dulu ke Danau Batu Cikarut yang gak terlalu jauh dari rumah. Lalu, di Situ Gunung sana ada apa sih..? Selain danau, ada juga air terjunnya! Sebelum nyampe Situ Gunung, kita ditarik Rp 5000 (bukan per-orang, udah sekalian semua) untuk “pungutan kawasan” katanya. Nah, pas udah di gerbang Situ Gunung, baru deh kita diminta duit masuk. Rp 8500 perorang, dan Rp 4000 untuk 1 mobil.

Danau Batu Cikarut

Situ Gunung
Perjalanan pertama siang itu, langsung menuju air terjun yang dinamakan Curug Sawer. Jaraknya sih 2,5 km, tapi turun naiknya itu loh cuuy, gak nahaaan! Banyak juga muda mudi pacaran yang menuju air terjun tersebut. Ini baru implementasi pacaran sehat, pacaran sambil naik turun gunung. Nyampe air terjun pastinya pota poto doong. Ternyata eh ternyata untuk ke situ atau balik lagi bisa naik ojek yang dipatok kurang lebih Rp 25 ribu. Tapi dengan kantung cekak dan betis coak, kami bersikukuh untuk jalan kaki balik ke mobil.

Curug Sawer

View Curug Sawer, Situ Gunung
Dari mobil, kita jalan kaki lagi nih ke danau Situ Gunungnya. Kurang lebih 1,5 km deh, tapi jalannya gak parah, rada aspal gitu. Sampe danau, petang udah menyambut. Danaunya baguuuus! Tenang dan nampak damai. Cuco buat kamu-kamu yang mau kemping terus malemnya mau godain anak kepala desa (Dono banget lo Tiw..).

The Real "Situ Gunung"
Pulang ke rumah saya lagi di Sukaraja, harus mampir makan bakso. Karena apa..? Karena eh karena, di Sukabumi ini tiap 10 m sekali ada tukang basho. Sungguh mati kita jadi penasaran makanya, ahirnya makan basholah kita sepulang dari Situ Gunung. Tapi rasanya gak terlalu enak.. Agak asem, basho apa keringet polisi lalu lintas nih..?! Nyampe rumah anak-anak dah pada capek kali ya, langsung pada taidur jam 10! Jam 10 tidur..? Istilahnya mah kalo di Taman Lawang, jam 10 bencong baru dandan, kalee!! Besok pagi, jam 6 teng pulang supaya gak kena macet, dan jam 09:30 pas udah nyampe rumah saya lagi di Jakarta. Thx for the lazy trip, guys! Thx juga buat Tante Upi yang udah mau kita repotin! So long Agus soang, Neneng & Lukas si boneka beruang, serta Iwan si boneka monyet!!

So Long Guys! Ki-Ka: Luka, Nina, Tiw, Amel, Neneng
Breath The Fresh Air of Sukabumi
Perjalanan di bulan Januari tahun 2007 yang kelabu bersama anak2 Komas 2005 The Grudge 3 trailer Talk to Me the movie . Setelah saya inget, belum pernah diposting nih. So, here you go..
Sukabumi Uhuy.. alam yg bersih.. adem.. refresh you lung kawan, bawaannya tedooorrr mulu. Namanya juga rumah peristirahatan. Actually.. rumah om dan tante saya. Ke sana hari jumat malam dengan 9 temanku yg lain. Temi, Nduty, Abim, Mirc, Udin, Andin, Gaga, Agil, n Juju. Rumahnya tepat berada di tengah2 sawah sehingga teman2 saya tak biasa dengan hal itu, maka terpelesetlah mereka di tanah becek antara ilalang dan tokek sawah. Makanan selama di sana? Tentu saja ikan goreng gede2 yg segar plus sambel yg maknyuss..

Little House on a Prairie

Mmh.. Food..

Agil, Gaga & Nduty di antara sawah
Yang perlu dihighlight dalam liburan kali ini adalah sesi foto2 bersama! Semua orang urat senyumnya naik kalo ada kamera sedikit mengarah ke arah mereka. Kita juga ke pancoran jodoh, yang kata orang2 setempat, jodohnya cepet kalo mandi2 disana.. Saya bilang sama Temi “Temi, minum airnya, ntar jodohnya oke..” Dan minumlah ia -tanpa tendensi apa2- air nan bersih yg berasal dari mata air babakan pari sukabumi itu..

Camera Face, literally

Foto, kotak dan jendela

Pancuran Jodoh
Tidur terusss selama dua hari yang melenakan. Cucok lah emang buat mengistirahatkan diri dari riuh rendah ibukota dan debu2 yang sangat karib. Dalam perjalanan pulang (dari rumah ke mobil yg dititip di rumah penduduk), ada semacam kupu2 (kata si Ibhe sih ini jenis Moth) yang gak mau lepas dari kaki. Tapi anehnya, pas pintu mobil dibuka, dia pergi begitu aja. Sempet makan di jalan karena macet, denger2 sih macet karena ada kawinannya peggy melati sukma di Rancamaya (ih.. rumpi dehh..) Nice trip anyway guys.. Setelah ke pantai A Plumm Summer psp beberapa kali, Bandung, dan melacur di kota Jakarta, ke mana nih destinasi kita selanjutnya…??!

The Chosen One

Bye, Like Earth!
Photos courtesy:
punya rame2


















