Sisa-sisa Kejayaan Benteng Somba Opu

November 30, 2011 by titiw  
Filed under Traveling

Perjalanan ngukur Makassar saya nggak berhenti cuma di Taman Nasional Bantimurung. Sekarang saatnya jelajah sejarah Makassar! Dahulu, orang Makassar dikenal sebagai bangsa yang kuat dan gigih dalam mempertahankan kedaulatannya. Ini tampak dari benteng Somba Opu, benteng yang didirikan tahun 1525 oleh Sultan Gowa ke IX, Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi’ Kallonna. Meskipun sekarang bangunan ini bisa dibilang hanya tinggal sisa reruntuhan, siapa sangka benteng yang dulunya kokoh ini dibangun dari tanah liat? Semen untuk merekatkan batu-batu merah itu juga terbuat dari putih telur!

Bagian samping Benteng Somba Opu

Konon (saaah, konon..) daerah ini sempat menjadi pusat perdagangan yang ramai oleh pedagang dari dalam dan luar negeri. Namun di abad 16, Belanda menguasainya dan dihancurkanlah Benteng Somba Opu. Benteng yang terletak di Jl Daeng Tata (bukan yang jualan Konro lho..), Kelurahan Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa tersebut ditemukan kembali tahun 1980an, dan mulai direkonstruksi pada tahun 1990.

Makam Raja Gowa IX

Padang rumput di dekat sungai Jene'berang

Sekarang ini, kita hanya dapat melihat sedikit sisa reruntuhan benteng dan makam Raja Gowa ke IX di bagian atas. Dari atas, pengunjung bisa melihat padang rumput luas, yang terletak di sebelah sungai Jene’berang. Jadi, apa lagi yang bisa dilihat selain sisa-sia benteng? Jangan khawatir, kamera Anda akan puas merekam gambar rumah adat di sana.

Bola Soba dari Soppeng, salah satu contoh rumah di Somba Opu

Layaknya Taman Mini kecil, namun khusus rumah-rumah adat adat Sulawesi Selatan seperti Tongkonan dari Toraja atau Bola Soba dari Soppeng. Tak hanya itu, terdapat pula meriam Baluwara Aung (panjang 9 meter, berat 9.500 kg), dan museum Karaeng Pattingalloang berisi benda-benda peninggalan kesultanan Gowa. Meski benteng Somba Opu tinggal reruntuhan, namun dari reruntuhan itu lahir masyarakat-masyarakat baru yang berjalan ke depan mengikuti zaman.

Komunitas pesepeda di Somba Opu

Jingga di langit Somba Opu

Trivia

  1. Masyarakat sekitar terlihat sangat aktif beraktivitas. Dari latihan silat, lomba burung merpati, hingga komunitas pesepeda memenuhi komplek Somba Opu.
  2. Somba Opu merupakan alternatif tempat untuk mengejar matahari terbenam selain pantai Losari
  3. Kawasan Somba Opu juga sudah menjadi tempat untuk Outbond
  4. Menurut sopir becak motor yang kami tumpangi, akan dibuka Waterboom di bulan Desember ini, yang menimbulkan pro-kontra di beberapa kalangan

Si Hitam Manis Asli Indonesia

November 23, 2011 by titiw  
Filed under Culinary

Setelah sebulan yang lalu nulis tentang resep semur cihuy dan dikomentari macem-macem sama temen-temen yang gak percaya saya bisa masak, saya diceritain pacar (yang mana lebih JAGO masak daripada saya, saudara!) tentang asal-usul semur.

Ada yang tahu semur berasal dari mana? Ada yang tahu? Yang di depan? yang di belakang? Masih bisa goyang?! *lost focus* Yang jawab semur itu asli masakan Indonesia, dapet kecup manis manja grup dari pacar saya, karena kamu betuuul! Nama semur sendiri berasal dari kata smoor (bahasa Belanda) yang artinya masakan tersebut telah direbus dengan tomat dan bawang secara perlahan (dalam waktu yang cukup lama).

Dulunya, semur itu kayaknya ada di perhelatan-perhelatan tertentu aja ya. Tapi sekarang udah jadi lauk sehari-hari aja. Dibuat dari daging sapi, kambing, telur, tahu, semur, jengkol, widiih.. Banyak.. Lagi ujan-ujan gini, kok ya jadi bayangin kuah kecoklatan, dipadu bawang merah, bombay, pala, cengkeh, kecap manis, dan kamu yang manis.. Halah.

Slurp! :9

Meski identik sama Betawi, beberapa daerah lain di Indonesia, seperti Aceh, Ternate, Samarinda, punya resep semur tersendiri. Walau bahan baku rempah serta kecap manis tetap digunakan, mereka melakukan beberapa modifikasi hingga rasa semur tersebut agak berbeda dibanding semur betawi yang biasa saya makan. Misalnya aja, di Ternate kecap manis diganti dengan cuka, namun penggungaan rempah-rempah seperti cengkeh dan pala itu menegaskan bahwa semur adalah asli makanan tradisi Indonesia.

Jadi, pendapat saya, semur adalah masakan asli asal Indonesia, meski penamaannya diambil/diserap dari bahasa Belanda. Semoga tulisan ini bisa menambah khasanah kamu-kamu bahwa Indonesia memiliki masakan lezat lainnya yang tak kalah enak dibandingkan masakan luar negeri yang hampir serupa, yaitu steak. Sekian share dari saya yang hitam manis, tentang asal usul semur yang juga hitam manis.

(c) Image

Asal Usul Patung di Jakarta

April 25, 2011 by titiw  
Filed under Titiw Inside

Kenapa patung pancoran tangannya ngadep ke arah Jakarta Pusat? Kenapa namanya patung Selamat Datang? Kenapa ada patung Pak Tani? Well well well.. Berapa pertanyaan ini pasti pernah berkelibat di otak kamu yang tidak terlalu penuh itu. Apa dan bagaimana sejarahnya sih sampai ada patung-patung ataupun monumen di Jakarta? Bertumpu dari situ, saya pengen bagi-bagi sedikit ilmu perpatungan yang dulu saya pernah baca di majalah Provoke kalo gak salah. Enjoy!

1. Patung Selamat Datang a.k.a Patung Bunderan HI

Di jaman olahraga masih menjadi harapan bangsa, patung ini dibuat untuk menyambut para peserta Asian Games IV tahun 1962. Patung yang terbuat dari perunggu tersebut ialah hasil karya Edhi Sunarso dan dirancang oleh mantan Gubernur Jakarta, Heng Ngantung. Yup, jaman itu, mantan gubernur BENER-BENER PUNYA KERJAAN dan punya sense of art yang cukup tinggi.

Mengapa patung yang berada tepat di tengah air mancur bunderan HI ini menghadap utara? Dikarenakan, jakarta bagian utara dalah pusat bisnis & tempat dimana tamu-tamu datang dari pelabuhan waktu itu. Lima formasi air mancur di sekeliling patung juga katanya menandakan ideologi negara kita, yaitu Pancasila.

2. Patung Dirgantara a.k.a Patung Pancoran

Betul! Nama asli patung pancoran adalah patung Dirgantara, nak! Masih dirancang oleh Edhi Sunarso, patung yang dibuat sekitar tahun 1964 ini menyimbolkan betapa perkasanya kekuatan angkatan udara bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh arah tangan si patung yang menunjuk ke bekas Bandar Udara Internasional Kemayoran. Denger-denger sih, Bung Karno dulu kudu melego mobilnya demi biayain pembangunan patung ini.

Manna ekspresinyaaa?!

3. Patung Pemuda Membangun a.k.a Patung Bunderan Senayan a.k.a Pizza Man

Penampilan pemuda kekar dengan perut yang akan membuat iri cowok-cowok yang ikut kontes susu kesehatan khusus cowok ini dibuat sebagai penghargaan atas pemuda dan pemudi yang sudah membangun Indonesia. Api yang diangkat melambangkan semangat pembangunan yang tak pernah padam. Dulunya, patung yang entah mengapa digambarkan hanya pake seperti celana sobek-sobek itu direncanakan untuk diresmikan saat hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1971. Tapi karena belum klaar, jadinya diresmikan pada bulan Maret 1972.

4. Patung Arjuna Wijaya/Patung Asta Brata a.k.a Patung Delman

Dibangun bulan Agustus 1987, patung ini menggambarkan Arjuna dalam perang Baratayudha yang kereta perangnya ’disetirin’ sama Batara Kresna. Pembuat patung ialah Nyoman Nuarta, seorang seniman asal Bali juga membuat Garuda Wisnu Kencana. Delapan kuda yang menarik kereta menyimbolkan 8 ajaran kehidupan yang disukai oleh Presiden Soeharto, yaitu falsafah bahwa hidup harus mencontoh bumi, matahari, api, bintang, samudra, angin, hujan dan bulan. Di bagian patung ada prasasti yang bertuliskan ‘Kuhantarkan kau melanjutkan perjuangan dengan pembangunan yang tidak mengenal akhir.’

Asal tahu aja, karena alasan klasik, yaitu keterbatasan dana.. Patung dibuat dari bahan poliester resin. Setelah keropos di sana sini, tahun 2003 patung ini direnovasi lagi dan materialnya diganti dengan bahan tembaga, hingga menghabiskan dana 4.000.000.000 (silakan dicerna sendiri berapa nol-nya).

5. Patung Pahlawan a.k.a Patung Pak Tani & Bu Tani

Kaget kan kalo nama patung sebenernya ini bukan patung Pak Tani? Maaf untuk semua petani di luar sana, ternyata belum ada patung yang dibuat untuk menghormati Anda. Dilambangkan dengan seorang laki-laki yang menyandang senapan dan minta restu sama wanita di sisinya untuk maju ke medan perang, patung ini dibuat sebagai penghargaan pada para pejuang kemerdekaan Indonesia. Orang-orang aja yang nyebut patung Pak Tani karena doi pake caping.

Pak Tani pembawa senapan

Ide pembuatan patung dilontarkan Pak Karno yang abis dari Moskow dan terkesan dengan patung-patung di sana. Maka, dibuatlah patung oleh seniman bernama Rusia Matvei Manizer dan anaknya Otto Manizer. Patung yang berasal dari tembaga ini dibuat di Rusia dan dibawa ke Indonesia pake kapal laut. Di tahun 1963, patung diresmikan dengan tulisan “Bangsa yang menghargai pahlawannya adalah bangsa yang besar”.

Yak, sekian pelajaran sejarah kita tentang beberapa patung di Jakarta ya anak-anak. Kalo ada yang masih kurang jelas, langsung tanya ke patungnya atau ke Bung Karno sekalian. Have a good day all! :)