Earth Hour 60 Plus

March 24, 2011 by titiw  
Filed under Green Act

Earth Hour merupakan hal yang sudah saya gaungnya sudah cukup nyaring terdengar di telinga dan otak saya sejak beberapa tahun lalu. Dimulai pada tahun 2009 di Jakarta-Indonesia, saya sudah berpartisipasi untuk mematikan komputer dan lampu-lampu di rumah, meskipun Mama saya waktu itu ngotot untuk tetap menonton sinetron kesayangannya. Sehinggaaa.. TV yang inchnya tidak banyak itu pun tidak dimatikan. Well, at least I’ve tried. :D

Di tahun 2010, Alhamdulillah saya sempat menjadi volunteer Earth Hour yang cukup aktif setelah sebelumnya jadi relawan WWF untuk kampanye tahun macan. Bahkan saya sampe diajak ikut road trip Jawa-Bali untuk mengampanyekan Earth Hour ini dengan teman-teman yang menyenangkan. Apakah tugas saya? Oh.. Sangat menyenangkan, kawan! Update Twitter @EHindonesia, serta memanage orang-orang yang ikut lomba blog Earth Hour.

Tahun ini, sangat disayangkan saya tidak dapat ikut berpartisipasi lagi dalam road trip 5 kota karena kesibukan yang lain. Namun hati dan pikiran saya tidak berhenti untuk tetap membantu kampanye hijau ini lho.. *wink-wink*. Mengapa saya tetap tertarik? Yah.. Apa sulitnya sih.. mematikan lampu-lampu, hanya dalam satu jam, hanya dalam sehari, hanya dalam setahun? Kalaupun Earth Hour dikecam sebagai event gak penting karena masih banyak mati lampu atau listrik yang kurang di luar Jawa.. Yah.. Itu hak mereka untuk ngomong. Yang jelas, kampanye ini tidak merepotkan siapa-siapa dan juga inisiatif dari teman-teman juga kok. Lalu kenapa harus ribet? Intinya: Kalo gak punya sesuatu yang baik untuk diomongin, mendingan nggak usah ngomong. Itu kalo kata Nabi lho. *sotoy*.

Eh.. Jangan salah.. saya “sok hijau” gini bukan karena lagi musimnya lho.. Saya cukup concern dengan lingkungan karena kita memang butuh bumi yang lebih baik, bukan bumi yang membutuhkan kita. Dimulai dari diri kita sendiri saja dulu. Dimulai dari yang kecil. Dimulai dari apa yang kita bisa. Kalo saya, saya mulai dengan tulisan-tulisan ataupun tips hijau di blog saya ini. Minimal, jika ada orang yang melihat, mereka akan tau, dari tau menjadi peduli kan? ;)

Rencana untuk Earth Hour tahun 2011 ini? Wah.. Ya tentunya selain menulis lagi di blog kuning ini, semoga saya sempat menjadi sukarelawan lagi. Niatnya, hari Sabtu 26 Maret 2011 saya akan bergabung dengan teman-teman di balaikota Jakarta untuk menyuarakan kampanye peduli lingkungan ini. So, lets vote for Earth! Care to join us? Earth Hour.. For Our Earth.. :)

Earth Hour Trivia:

  • Kapan sih Earth hour? Sabtu, 26 Maret 2011. Pukul 20.30 – 21.30
  • Earth Hour diadakan akhir Maret, karena pada bulan ini adalah masa peralihan antara musim hujan ke musim kemarau. Sedangkan untuk negara 4  musim, waktu ini ialah peralihan dari musim dingin ke musim semi, sehingga cuaca lagi adem. Gak terlalu panas & nggak terlalu dingin
  • Mengapa malam hari? Karena malam hari, penggunaan listrik itu lagi besar-besarnya dibandingkan siang hari.
  • Kenapa jam 20.30 – 21.30 waktu setempat? Jam-jam segitu kan abis selesai makan malem, lagi ngumpul sama keluarga, lagi santai.. Jadinya cocok matiin lampu, biar berasa tambah syahdu kayak lagunya Bang Oma..
  • Nyadar nggak kalo sekarang gambar Earth Hour yang dipasang-pasang di avatar Twitter atau di banner-banner nggak cuma tertera angka 60, tapi juga ada tanda plus? Yup, karena tagline tahun ini adalah:

“Setelah 1 Jam, Jadikan Gaya Hidup!”

Let's Do Better For Earth!

April 22, 2010 by titiw  
Filed under Events, Green Act

Selamat Hari Bumi! Apa sih yang udah kalian lakukan untuk bumi? Matiin lampu gak kepake? Make kertas daur ulang? Atau bawa tas sendiri kalo belanja, alih-alih make kantong plastik? Apapun pengimplementasiannya, WWF Indonesia mau ngundang kalian para earth warrior untuk bergabung di acara “DO BETTER FOR EARTH” hari Minggu, 25 April 2010 di Ancol, Jakarta Utara.

Ada apa aja sih di sini? Well well.. Tentu aja karena acara ini diadain dalam rangka hari bumi, maka kegiatannya juga super hijau dooonk. Coba ya anak2, catet nih di buku utang, akan ada kejadian apa sajakah di hari Minggu pagi pukul 06.00 – 12.00 itu:

  1. Fun Bike: Namanya juga bike, pasti kita sepedaan. Dan karena ada kata FUNnya juga, pastilah kita bersenang-senang. Caranya? Dengan ngider2 keliling Ancol make sepeda bersama Ibu Tatiek Fauzi Bowo. Kalo sempet, Menteri kehutanan kita juga mau join!
  2. Aksi:

    Apakah aksi ini? Adalah ratusan payung bertuliskan “Do Better For Earth” akan wara wiri di samping pantai. Membuat keriaan pagi itu makin ria! Whoo Hoo!

  3. Edutainment: Yes, G-Pluck si band yang bawain lagu2 The Beatles bakal tampil di sini. The Rombengs, para adik2 kita yang main musik dengan alat2 musik bekas juga bakal beraksi di sini. Selain itu, bakal ada pameran foto Wonder Eyes (Sumatera di Balik Lensa) yang kayak waktu itu ditampilin di acara Year of Tiger.

Seru2 banget kaan? Gak cuma itu, Mobil Panda yang keren itu juga bakal kongkow di sana, sehingga kamu bisa tahu lebih banyak tentang WWF dan program2 mereka yang ramah lingkungan. Kayaknya sih saya bakal ngeceng di booth Climate sama temen2 yang ikut tur Jawa Bali kemarin. O ya, jangan lupa bawa thumbler (botol minum) sendiri kta nyediain isi ulangnya kok. Astalavista bibeh! Sampe ketemu di sana ya!

PS: Gratis bike tag WWF buat kamu yang bawa sepeda sendiri. Hurray!

countdown to zero buy

Earth Hour 2010: Jika Bumi Bisa Bicara

November 23, 2009 by titiw  
Filed under Events, Green Act

September, Oktober, November Desember. Bulan berakhiran “Ber” sudah datang, itu berarti musim hujan mulai menghadang. Dan di bulan Desember 2009 yang merupakan bulan terakhir di kalender ini, akan diadakan konferensi perubahan iklim UNFCCC di Kopenhagen. Yang berunding dan berbicara? Tentu saja manusia, yaitu para pejabat tinggi negara yang, moga-moga, dapat menyerukan aspirasi ibu pertiwi kepada manusia. Loh, memangnya, apa sih yang mau dibicarakan dan diisyaratkan bumi? Coba kita telaah lebih jauh. Kalau bumi bisa bicara, pembicaraan macam apa yang kira-kira akan ia lontarkan kepada manusia ya..?

1. “Ya ampuun.. banjir di mana-mana sampai meluap dari tubuhku, udah gitu yang disalahin pemerintah. Tiap seseorang nunjuk orang lain, dia harus bisa mempertanggungjawabkan tuduhannya itu, apakah dia sudah lebih baik dari yang ia tunjuk..? Kalo kamu tetep buang sampah sembarangan padahal kamu sudah lulus TK, maka kamu merendahkan pendidikan kamu. Kan, dari TK juga udah diajarin supaya nggak buang sampah sembarangan?!” (Sungai Ciliwung)

2. “Et dah kan maen nih bocah-bocah.. Sakit tahu bodi gw digores-gores! Lo pikir gw anak gothic yang suka nyilet-nyilet bodi sendiri? Hadoh getah yang keluar dari badan gw banyak banget. CIH.” (Pohon Asem di Depok)

3. “Saya sebenarnya tidak masalah digunakan dan dieksploitasi untuk menyuplai listrik masyarakat banyak. Namun mengapa masyarakat tidak menerima dan menggunakan apa yang telah saya hasilkan ini dengan baik? (Air Terjun Pembangkit Tenaga Listrik di Bogor)

4. “Bu.. Aku gak kuat lagi.. Aku sesek..”
“Iya nak.. yang sabar ya.. Ibu juga sebenernya gak kuat, tapi semua keluarga kita juga ngerasain asep ini”
“Uhuk.. uhuk.. Betul nak, Ayah juga kayaknya jadi kena bronchitis nih. Bahkan negara tetangga juga kena imbas akan asap yang ditimbulkan. Yang kita bisa lakukan hanyalah bersabar dan tawakal”. (Keluarga pohon yang terbakar di Hutan Kalimantan)

5. “Aku capek terus menerus keluar. Aku capek terus menerus menyembur. Aku capek dibenci orang banyak. Aku ingin kembali lagi ke dalam tanah, tempat dimana aku tidak terkena cahaya dan mendengar cercaan serta makian banyak orang. AKu ingin ketenangan dan kedamaian.” (Lumpur Porong, Sidoarjo)

6. “Plastik lagiiii.. ah.. Plastik lagi… Kutak mauuu.. ah.. ditimbun plastik lagi… *mabuk lagi mode: on* (Tanah di tempat pembuangan sampah Bantar Gebang)

7. “Booo!!! Gini-gini eike tuh transparan ya.. Tapi gemana mau transparan lagi? Kalo tiap hari disembur apa itu item-item dari asap knalpot mobil-mobil? Duh.. Badan eike jadi gak bersih lagi! Say no to dust! Eike benci benci benciiiii!!” (Udara sekitar Gatot Subroto-Sudirman-Thamrin di hari kerja)

8. “Pengen lari-lari lagi di padang rumput. Pengen guling-gulingan lagi sama sodara-sodara di hutan belantara. Bukannya dikerangkeng di jeruji besi nggak jelas begini yang tiap hari cuma diliatin secara takjub oleh kerabat-kerabat manusia yang mengambilku dari alam lepas.” (Macan tutul Afrika, di sebuah rumah pejabat di Menteng)

9. “Yak bagooos.. Pake bom aje terus.. Pake dong otaknya!! Kalo kalian ngebom kita-kita, bukannya dapet ikan-ikan gede, malah ikan-ikan kecil juga mati! Terumbu karang yang dipergunakan hewan laut untuk bersembunyi dan mencari makan juga mati! Yang mana kalau kalian ke sini lagi besok-besok, udah gak ada ikan-ikan yang tersisa, karena semua udah MATII!! (Ikan-ikan di perairan Pangkep Sulawesi Selatan)

10. “Kenapa sih aku selalu digunakan berjam-jam dengan daya yang luar biasa? Padahal jika dayaku dikurangi atau dimatikan sama sekali, listrik yang seharusnya digunakan dapat mengaliri desa sebelah dengan baik.” (Lampu-lampu Candi di daerah Jawa)

Wah.. Masihkah kita diam dan tidak berbuat apa-apa hingga akhirnya bumi benar-benar mengalah dengan keadaan, dan menjadi tidak “segitunya lagi” dengan kita? Jangan. Berbuatlah dengan langkah kecil yang dimualai dari kita sendiri. Misalnya? Seperti mengikuti Earth Hour. Apa itu Earth Hour? Intinya, program ini dilaksanakan untuk mematikan semua lampu dan listrik dalam waktu 1 hari, tepatnya hanya 1 jam saja, dalam waktu sekali dalam setahun. Earth Hour di dunia sudah dilaksanakan sejak tahun 2007 di dunia, namun di Indonesia baru diadakan tahun 2009. Meskipun demikian, tidak sedikit dari masyarakat yang mendukung dan ikut mengimplementasikan gerakan ini.


Di Earth Hour 2010 yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 27 Maret 2010 pukul 20:30 hingga 21:30 waktu setempat. Tapi nggak nunggu 2010 dan memulainya dari sekarang di rumah masing-masing juga lebih ok lho. Selain program ini, ada juga film dokumenter ciamik yang mensupport gerakan penyelamatan bumi ini, namanya The Age of  Stupid. Tertarik untuk ikut mendukung dan melebur dalam gerakan ini? Ayo ajak teman dan kerabat untuk mengikuti gerakan yang pastinya membuat bumi tersenyum. Karena ingat, bumi selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia, tapi tidak untuk memenuhi kerakusan manusia. Yuk kita dukung Earth Hour 2010 dan moga-moga yang kita dengar dari ibu pertiwi tidak lagi kesedihan, melainkan kegembiraan karena telah dirawat dengan baik di tempat yang bernama Bumi. Semoga.