Mockumentary Film: Modern Family

February 2, 2012 by titiw  
Filed under Movies

Serbuan film-film seri makin banyak saja di tahun 2012. Dari yang komedi, romantis, komedi romantis, detektif-detektifan, sampe mockumentary comedy. Apa itu mockumentary comedy? Film yang memiliki scene-scene interview dengan para pemerannya seakan-akan documenter, tapi tetep fiksi. Sebuah TV Seri berjudul Modern Family mengadopsinya dengan baik. Film yang mengisahkan tentang 3 keluarga yang saling memili ikatan darah ini mulai tayang di tahun 2009, dan sekarang sudah sampai season 3.

Modern Family

Keluarga pertama: Jay Prichett dan istri barunya Gloria, yang membawa 1 anak hasil perkawinannya yang dulu, yaitu Manny. Dengan sisi kebapakan yang tegas dari Jay, Manny yang dewasa tidak pada waktunya, dicampur kultur Colombia yang kental dari Gloria, tidak pernah ada kata sepi di rumah mewah tersebut.

Keluarga ke-2: Suami istri Claire & Phil Dunphy, yang memiliki 3 anak bernama Hayley, Alex, dan Luke. Claire adalah anak sulung dari Jay, tukang ngatur, dan sangat peduli dengan detil-detil kecil. Di lain pihak, Phil si pria pekerja real estate ialah sosok ayah yang keren dan membaur dengan anak-anaknya. Dengan adanya Hayley yang populer tapi kurang pinter, Alex si geek yang selalu pengen jadi nomor 1 di sekolah, dan Luke yang absurd, rumah ini selalu sarat dengan adegan-adegan seru.

Keluarga ke-3: Pasangan gay Cameron & Mitchell, yang mengadopsi anak perempuan dari Vietnam bernama Lily. Mitchell merupakan anak ke-dua dari Jay, yang berarti ia adalah adik kandung Claire. Insecure merupakan nama tengahnya karena dibesarkan oleh Jay yang sangat “laki-laki”. Meski demikian, ia bisa bahagia sekaligus irritated dengan partnernya Cameron yang memang betul-betul punya passion di segala bidang (namun kebanyakan gagal).Rumah ini bikin kita jadi tersenyum dengan kelakuan mereka yang manis sekaligus nyeleneh.

Well, cukup lala lili mengenai filmnya. Beli segera DVDnya di lapak-lapak terdekat, atau downloadlah filenya sekarang juga!

Trivia:

  1. Ed O’Neill (Jay) benar-benar memiliki anak perempuan bernama Claire, & Julie Bowen (Claire) di dunia nyata memang menikah dengan pria yang bekerja di real estate.
  2. Kontradiksi dengan perannya di film, Nolan Gould (Luke) -surprisingly- adalah anggota Mensa dengan IQ 150.
  3. Seperti di dalam film, Jesse T (Mitchell) memang gay, namun partner dalam filmnya Eric Stonestreet (Cameron) adalah cowok straight.

My Sister’s Keeper: Tear Jerker Movie Alert!

January 25, 2012 by titiw  
Filed under Movies

What:
Anna Fitzgerald (Abigail Breslin) yang masih berusia 11 tahun merasa muak karena seumur hidupnya ia selalu dan selalu dijadikan “donor berjalan” bagi kakaknya, Kate (Sofia Vassilieva). Ya, Anna memang sengaja dilahirkan Ibunya (Cameron Diaz) agar Kate yang memiliki penyakit kanker memiliki donor yang cocok. Karena Anna merasa seakan tidak punya kuasa akan badannya sendiri, maka ia menuntut ibunya sendiri agar berhenti menggunakan bagian-bagian dari tubuhnya untuk Kate. Ibunya yang marah luar biasa, setuju untuk membawa hal itu ke meja hijau. Siapakah yang akan menang di meja hijau? Apakah keputusan yang diambil Anna akan menghancurkan keluarganya?

My Sister's Keeper

“Most babies are accidents. Not me. I was engineered. Born to save my sister’s life”

Tiw’s Opinion:
Masing-masing tokoh menceritakan apa yang terjadi dalam hidup mereka dalam sudut pandang masing- masing. Terus.. Terus.. Scrap book yang dibuat Kate di rumah sakit baguuus banget! Ngeliatnya aja saya nangis. Eh, sebenernya dari awal sampai akhir film saya nangis. Film ini bener-bener menguras emosi jiwa saya yang rapuh. *krik*. Semua akting orang-orang yang bermain di sini “dapet” banget, sampai saya ngerasa apa si Kate bener2 sakit ya..? Yang jelas, 4 1/2 dari 5 saya beri untuk film yang akan mengocok2 kantong mata kalian hingga air di dalamnya minta keluar dengan deras. Bukan tipe film yang membuat adrenalin naik dan bikin ketawa tiwi gak jelas, tapi lebih ke film yang membuat kita berpikir dan bersyukur bahwa masih memiliki keluarga dan diberi nikmat sehat oleh yang di atas.

Cocok Untuk:
Kamu yang ingin melihat akting Cameron Diaz yang sedikit di luar “kebiasaannya”. Kamu yang “take your family for granted”. Kamu yang selama ini kurang akrab dengan saudara. Kamu yang merasa keluarga adalah hal yang sangat penting dalam hidup. Dan kamu yang selama ini merasa kurang bersyukur terhadap hidup..

Trivia:

  • Film ini diangkat dari sebuah novel berjudul sama karangan Jodi Picoult
  • Seharusnya yang main jadi adik-kakak di sini adalah Elle Fanning dan Dakota Fanning. Tapi nggak jadi karena Dakota gak mau rambutnya dipotong

Foto diambil dari marih

Cars 2: Ketika Persahabatan & Spionase Dikawinkan

October 13, 2011 by titiw  
Filed under Movies

Apa
Lightning McQueen (Owen Wilson) sang mobil balap andalan Radiator Springs kembali ke daerahnya untuk beristirahat setelah lelah bertanding dari kompetisi ke kompetisi. Mater (Larry the Cable Guy) si mobil derek sahabat mcQueen tentunya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia berusaha ada 24 jam untuk McQueen, sampai-sampai terjadi sebuah adegan yang membuat McQueen harus kembali bertanding. Bukan hanya di satu tempat, tapi 4 tempat sekaligus. Tokyo, Itali, Paris, hingga London.

Tentunya McQueen mengajak teman-temannya untuk menjadi team di pit stop pertandingan. Namun ternyata ada sabotase di sana-sini yang dapat membahayakan mobil-mobil yang ikut bertanding. Secara tidak sengaja, Mater terjeblos ke dalam intrik-intrik tersebut dimana ia bertemu dengan beberapa mata-mata yang juga membahayakan persahabatan McQueen dengan Mater. Apa yang terjadi? Bagaimana nasib pertandingan tersebut? Siapa dalang dari sabotase? Apakah McQueen & Mater akan tetap bersahabat setelah apa yang terjadi?

Cars 2

Opini Titiw
Pixar sangat lekat namanya dengan Cars, apalagi setelah Cars 1 memenangi Oscar untuk animasi terbaik beberapa tahun lalu. Ah, Pixar. Siapa yang tidak jatuh dan mencinta dengan Pixar? Karya-karya mereka yang menarik, karakter yang unik, sampai cerita yang kuat. Sangat-sangat loveable. Dan sekarang, Pixar kembali menampilkan sekuel Cars, yaitu Cars 2.

Warna-warna yang ditampilkan, humor yang dipilih, semuanya membuat kurva melengkung ke atas di bibir saya. Apalagi kalo kamu suka traveling, film ini makin terasa menyenangkan. Frankly speaking, I’m a very subjective person when it comes to pixar. Jadi menurut saya, film ini tidak ada celanya. Persahabatan, budaya, olahraga, dan spionase dikawinkan menjadi satu? Well.. Cars 2 is definitely a feast for your eyes and heart. Apalagi ada pesan-pesan untuk hidup hijau di film yang sedikit “menyerang” perusahaan minyak. So.. Kudos for you, hey John Lasseter the director & team!

Cocok Ditonton
Pecinta Pixar, kamu yang bingung ngajak anaknya ke mana di weekend ini, kamu yang suka balapan, kamu yang suka mempelajari budaya negara lain, ataupun kamu yang simply ingin nonton film yang bagus tanpa harus mikir ampe otak jontor.

PS: Jika ingin meninggalkan kesan lebih dramatis pada pikiran kamu, pilih mode 3D untuk menonton film ini! Jangan datang telat juga, karena bertepatan dengan 25 tahun Pixar, akan ditayangkan pula film pendek Toy Story yang -seperti biasa- hilarious, di awal film.

(c) image

Captain America yang Amerika Banget

September 16, 2011 by titiw  
Filed under Movies

Apa:
Dunia dalam bahaya. Perang di mana-mana. Kami membutuhkan kalian, para pria muda yang gagah, berani, kuat, dan tidak sombong serta rajin menabung! America is calling, people! Masa gak ikutan ikut military service sih? Adalah Steve Rogers (Chris Evans), cowok cungkring yang berkali-kali gagal menembus tes untuk bergabung dalam pasukan berani mati tersebut. Entah mengapa, seorang Dokter bernama Dr. Erksine (Stanley Tucci) bersikeras merekrutnya ke tempat yang terus-terusan menolak Steve itu.

Ternyata, sang dokter memiliki project rahasia yang dapat membuat Steve menjadi “SESUATU BANGET” dan (wacananya) bisa menolong Amerika! Waw. Apakah percobaan Dr Erksine berhasil? Siapa nantinya musuh Steve? Apakah ada bumbu-bumbu percintaan dalam film ini? Apakah jagoannya mati? Apakah musuhnya menang? APAKAH?!

Opini Titiw:
Film ini benar-benar tipikal Amerika. A.M.E.R.I.K.A. AMERIKA! Kenapa saya bisa bilang begitu? Mungkin dengan adanya pointers bisa memetakan apa yang saya rasakan setelah menonton film ini.

  • Kamu kurus, kecil, pendek, sakit-sakitan, dan bisa menjadi pahlawan? Bisa aja, asal kamu mau jadi kelinci percobaan seperti Steve. Dan ujung-ujungnya percobaan tersebut bikin badannya gede, tinggi, gagah, dan hooh. Tetep aja hati yang baik gak bisa ngalahin fisik yang oke dalam hal ini.
  • Amerika di sini ditempatkan sebagai victim. Hadeuh, plis deh mas boy.
  • Amerika itu selaluuu aja pengen imejnya keliatan baik. Caranya? Masukin orang dari ras yang berbeda-beda sebagai teman 1 tim, seperti apa yang terjadi dengan si Captain America. Minimal ada yang keliatan Cina dan ada satu lagi yang kulitnya geseng.

Sebenernya masih banyak lagi sih, tapi nanti spoiler gede-gedean. Jadi, lebih baik langsung tonton filmnya yang masih tayang di bioskop-bioskop kesayangan Anda!

Cocok ditonton:
Kamu yang menganggap luar negeri (khususnya Amerika) adalah Dewa dan kiblat untuk semua hal, kamu yang udah lama gak nonton filem bioskop, kamu yang comic freak, dan kamu yang gak tau mau ke mana weekend ini.

PS: tulisan dicopy plek2an dari Curipandang

Review Catatan Harian Si Boy

July 15, 2011 by titiw  
Filed under Movies

Apa:
Nuke sakit keras. Barang yang selalu ia dekap di dekat tubuhnya yang sakit hanya 1. Diary mantan pacarnya. Boy. Tasha (Carissa Putri) anak Nuke merasa harus mencari si Boy ini. Si Boy yang digambarkan sangat mencintai ibunya, Boy yang tampan, jagoan, tapi juga tetep bisa alim. Dalam pencarian itulah ia bertemu dengan Satrio (Ario Bayu) dan teman-teman seganknya. Dari Andi (Abimana) yang sok playboy, Nina (Poppy Sovia) bos bengkel tempat Satrio kerja, dan Heri (Albert Halim) yang beberapa bagian di tubuhnya agak “ngetril”. Dalam proses itu, Tasha juga bertemu dengan potongan masa lalu ibunya dan Boy seperti Emon (Deddy Petet) dan adik Boy (Btari Karlina).

Namun, yang namanya niat baik itu emang pasti gak selalu mulus. Ada aja halangannya. Pacar yang cemburuan, perkelahian sana sini, hingga cinta yang tak berbalas. Jadi, bagaimana kisah persahabatan mereka? Di manakah Boy? Berhasilkan mereka menemukan Boy?

CaBo

Opini Titiw:
“PUNGUT!” Sepertinya akan menjadi satu pick up line yang dipakai beberapa orang akhir-akhir ini. Secara adegan “pungut” itu memang lumayan tercerap dalam otak saya yang udah lamaaaaa bangeeet gak nonton film bagus. Jadi, sekalinya nonton film yang lumayan macem Catatan Harian si Boy ini saya jadi haru-haru gemana gitchuh. Ngomongin akting.. Semua yang berperan di sini cukup baik dalam memerankan karakternya masing-masing. Kecuali: Carissa Putri. Apakah dia masih jadi ambassador tempat pengurus badan itu sehingga sepertinya dia sangat sesak dan tidak nyaman dengan badannya sendiri? Saya gak mau main fisik, tapi suaranya dia emang rada annoying. Sebelas dua belas sama Shandy Aulia.

Untuk pemeran lain, si semi bule yang jadi pacarnya Tasha juga gak oke oke banget. Tapi karena ditulis di opening “Memperkenalkan: Paul Foster” Jadinya saya lumayan maklum deh. Sedangkan Ario Bayu.. What can i say? As delicious as he can be, lah. Dan Poppy Sovia.. Hooh to the max! Kalo dia agak “belok” dikit gw kecengin dah. Ahay. Bintang 4 dari 5 buat tim wardrobe. In the other hand, kudos untuk si film maker Putrama Tuta. Baru debut udah segini? Keep up the good work, man! Yang sedikit kurang dari film ini: Soundtrack yang kurang nendang kayak Catatan si Boy. Tapi.. To sum up, ini adalah film Indonesia yang layak tonton, kalo nggak ada pilihan lain selain “Ada Apa Dengan Pocong”, “Kepergok Pocong “, ataupun “Tusuk Jailangkung” yang posternya kayak kalender bergambar cowok2 gay yang dijual di Mirota Jogja.

Cocok ditonton:
Kamu yang merasa bahwa film bagus hanya bisa dibuat oleh film maker yang udah tua, kamu yang udah lama gak ke bioskop karena keki abis sama film-film yang ada, kamu yang gak pengen keliatan ketinggalan sama orang-orang di timeline Twitter kalo belum nonton film yang dipuja puji sana sini, dan kamu yang pengen tahu apa kabarnya Onky Alexander.

(c) Image

Kicau-Kacau Indra Herlambang

May 3, 2011 by titiw  
Filed under Books

Sementara orang-orang meracau di Twitter.. Saya mah kerja aja deh smbil nulis blog. Kmu kpn terakhir update blog..? *melipir*
(7 Desember 2010, 00:38:22)

Akui saja, meracau merupakan sifat dasar manusia. Entah meracau dalam hati ketika dosen filsafat sedang mengajar di kelas yang AC-nya rusak, meracau sendiri tentang mantan pacar di kamar yang lampunya sudah dipadamkan, ataupun meracau ramai-ramai seperti yang dilakukan banyak orang di Twitter.

Adalah seorang peracau bernama Indra Herlambang, usia 30 sekian. Jika dahulu ritual bangun paginya adalah membuka mata, menyibak jendela & mendengarkan kicauan burung, sekarang dia lebih memilih membuka mata, menyibak jendela browser di telpon genggam, dan mendengarkan kicauan warga di Twitter.

Dari sana Indra banyak berpikir tentang hal-hal yang dianggap tidak penting bagi orang banyak, ataupun remeh temeh yang ia anggap paling penting sedunia. Semua kumpulan pikiran tidak penting sampai penting itu ia satukan dalam buku berjudul Kicau Kacau. Alhamdulillah. Mengapa Alhamdulillah? Karena sejak pertama kali saya melihat tulisan Indra di sebuah majalah gratisan, saya langsung jatuh dan mencinta dengan kata-katanya yang dirangkai menjadi kalimat, dan kalimat-kalimatnya yang dirangkai menjadi paragraf. Dari tulisan-tulisannya, saya beranggapan kalau Indra herlambang adalah seorang pria yang smart, walaupun sedikit kesepian.

Indra Herlambang

Dan sejak saya melihat tulisan dia jaman kuliah dulu, saya selalu kliping tulisannya jika kebetulan mendapatkan free magz di tempat2 G4UL, dan konten yang dilafadzkan Indra tersebut dikhatamkan baik-baik dalam pikiran. Terima kasih kepada internet, karena dia yang bisa membuat saya mengumpulkan tulisan Indra dalam bentuk soft copy. Namun entah sejak kapan saya tidak pernah lagi menemukan tulisan Indra di freemagz.com. Yang ada hanya tulisan dari Iwan Sastro yang super gak penting & dia menulis seakan-akan dirinya adalah center of the universe. Come on mamen! (Tapi sekarang ternyata freemagz.com udah dibenerin dan tulisan Indra udah ada lagi, tapi tulisan2 lama gak ada. Cis)

Pernah saya twit ke @indraherlambang kalau saya menunggu bukunya, dan dia membalasnya lewat DM agar saya menunggu saja. Puluhan kali saya berusaha membalas DM tersebut, namun gagal. Dan di kemudian hari saya baru tahu kalau kita tidak bisa membalas DM dari orang yang tidak follow kita. Tepatnya tidak follow akun twitter saya di @TitiwAkmar. Dan kawan, penantian yang saya tanamkan sejak mendapat DM dari Indra Herlambang pun tidak sia-sia. Ia betul-betul membuat buku!

Obsat Kicau Kacau

Hari Selasa lalu, dia dateng di acara yang rutin diadakan oleh teman-teman Saling Silang, yang bernama Obrolan Langsat. Tentunya saya wajib dateng dong! Dari mendengarkan cerita-cerita Indra yang menarik, mendapatkan buku gratis, tanda tangan, hingga foto bersama semuanya sepaket saya dapatkan di Obsat! Wihaa! Dan sekarang.. Mari membuka buku yang berwarna kuning nyolot dimana Indra memakai kostum ayam di covernya (maaf Ndra, mau dilihat dari mana-mana juga tetep aja dirimu seperti make kostum ayam, bukan burung), dan saya akan kembali lagi dengan review yang komprehensif. Nantikan!

PS: Kliping artikel dari free magz adalah benar adanya dan tidak dilebih-lebihkan. saya punya 1 folder khusus di komputer yang memuat tulisan Indra yang bisa saya dapat. Sekian.

Tulisan Nyampah Kok Diplagiat

January 19, 2011 by titiw  
Filed under Titiw Inside

“Nyaris tersedak baca review Skyline di @divemag_indo Vol.1 Desember 10. 90% tulisannya @TitiwAkmar tapi creditnya words by Ipep de Rellik”.

Saya yang lagi diterpa angin pantai kencang di Kepulauan Seribu tiba-tiba mau tersedak juga membaca sebuah mention twitter dari sohib saya @anienmd alias Anin-si-gembul-yang-makannya-udah-kayak-babi.

What? Apa nih maksudnya? Belum klaar otak kosong saya loading, twitter saya udah ada mention baru lagi yang isinya screen shot tulisan di Divemag Indonesia bersama link tulisan saya di Curipandang mengenai review film Skyline. Yak, betul sodara-sodara, ternyata ada orang tidak bertanggung jawab yang menjiplak tulisan saya di sebuah majalah bulanan tersebut. Lagian, kenapa juga yang dijiplak tulisan saya yang nyampah, tentang film nyampah pula?!

Saya pribadi sih gak terlalu nanggepin ya, sampe Editor in Chief-nya sendiri, Riani Djangkaru, follow Twitter saya dan minta saya follow dia supaya bisa saling mengirim Direct Message. Intinya yang bisa saya rangkum dari beberapa DM yang masuk, dia minta maaf yang sebesar-besarnya dan akan menindak tegas si penulis yang menjiplak. Dia juga bilang kalo permintaan maaf baru bisa diletakkan di Divemag edisi Februari karena yang Januari sudah naik cetak. Fine. Ingetin saya untuk ngelihat majalah itu di bulan Februari yes.

Screenshot dari majalah Divemag

Pas saya sampe rumah dan baru bisa bener-bener melihat tulisan orang yang menjiplak tersebut.. Gokil.. Itu bukan 90% lagi ngejiplaknya. Dia cuma ganti judulnya aja! Sampe kata “Mamen” ataupun tulisan yang typo tidak dia edit lagi. Mbok ya kalo mau begonoan agak pinter dikit atuh oom. Gak cuma itu, temen saya Ricka yang temenan sama orang di majalah Divemag bilang kalo saya direferensiin ke Rianti untuk nulis review film di sana. Haha.. I’m flattered, really. Tapi, nggaklah ya kalo saya dapet rejeki dari kejatohan orang lain.

Semua orang pernah punya kesalahan. Saya mafhum kalo Divemag itu ribet dengan deadline dan lala lili sehingga nggak bisa cek & ricek. Yang saya kurang terima, si penulis yang ngaku-ngaku itu sama sekali gak minta maaf sama saya. Karena biar bagaimanapun, dia dapet duit dari tulisan saya. Tapi ya sudah lah.. Terkadang, plagiarisme itu adalah bentuk tertinggi apresiasi orang terhadap kita kok..

Semoga yang plagiat tulisan @TitiwAkmar seumur idup tiap malam mimpiin Skyline” (Mas Sandi) –> Nah itu sendiri menurut saya udah hukuman beraat banget. LOL!

The Tourist yang Nanggung

January 6, 2011 by titiw  
Filed under Movies

Apa:
Elise (Angelina Jolie) seorang perempuan cantik dan charming, selalu dibuntuti oleh polisi. Ternyata, hal demikian terjadi karena Elise sempat dekat dengan Alexander Pearce, seorang pria yang pernah mencuri uang mafia dengan jumlah besar. Kenapa polisi tidak mengejar Pearce saja..? Masalahnya, mereka tidak tahu seperti apa tampang si Pearce tersebut, sehingga mereka mengandalkan Elise.

Masalah mulai terjadi ketika Elise ingin mengecoh polisi di kereta dari Perancis menuju Italia. Ia memilih seorang pria yang duduk sendiri bernama Frank (Johnny Depp) untuk didekati. Polisi pun pasang mata, apakah ia Alexander Pearce atau bukan. Dari situ, kejadian menegangkan dan seru dimulai. Bagaimana sosok Alexander Pearce sebenarnya..? Apa yang diinginkan polisi dari Elise..? Dan sebenarnya.. Siapa Elise itu sendiri?

Opini Titiw:
Apakah saya sempat memakai kata “menegangkan” di kalimat-kalimat akhir paragraf ke-dua? Kata “seru” juga?! Coret itu dari pikiran kamu. Coret yang tebel dan dimarker item yang gak bisa diapus lagi, karena sepertinya saya khilaf ketika mengatakan kata-kata tersebut. Film ini tidak ada menegangkan-menegangkannya! Heylooow! Ketika sebuah film tidak tegang, pilihannya adalah LUCU. Dan film ini tidak lucu. Jika tidak lucu, pilihannya adalah SADIS. Dan film ini gak ada sadis-sadisnya acan. Semuanya: NANGGUNG.

Patut diakui, nama Depp & Jolie memang menarik khalayak banyak untuk berbondong-bondong menonton film ini. Patut diakui pula kalau Jolie ini sangat terlihat anggun dalam setiap adegan. But poor Johnny, dia jadi kayak pemeran pembantu yang kurang tampil. Kurang berkarakter gitu istilahnya di dunia psikologi dan kedokteran. Tapi yaa.. Lagi-lagi, jika kamu mau mencela sebuah film, tentunya kamu harus menontonnya terlebih dahulu agar celaan kamu tidak terlalu terlihat kosong seperti kantong kamu.

Cocok Ditonton:
Kamu yang menggemari mbak Jolie & mas Depp, kamu yang kepagian dateng ke bioskop sehingga bisa milih bangku yang enak untuk nonton film, kamu yang gak mau ketinggalan jaman mengenai apa yang sudah ditonton orang-orang, dan kamu yang ingin berhenti merokok.