Microsoft Goes Green @ SMP 3 Pondok Aren

June 9, 2009 by titiw  
Filed under Events, Green Act

Inget acara volunteers yang diadakan Microsoft kemarin? Nah, hari Sabtu, tanggal 6 Juni 2009, Microsoft Indonesia ngadain lagi acara macem begituan (begituan?) Namanya Microsoft Goes Green! Wow.. We are so up to date ya!! Mengikuti trend dunia global, yaitu Maju Hijau. Acara ini diikuti 27 volunteersnya Microsoft (yang mana adalah pegawai Microsoft) dan 40 anak dari kelas 7 hingga kelas 9 SMP 3 Pondok Aren (dih, dulu mah namanya kelas 1 ampe kelas 3 aje yeh) yang udah ngumpul di sekolah dari pukul 8 pagi. Keseluruhan peserta dibagi menjadi 15 kelompok, sesuai dengan jumlah pohon yang akan ditanam.

Jangan seneng dulu, baru aja saya nyampe di sekolah yang jauh bener ini, saya kudu balik ke toko kueh Harvest di Jl. Arteri Pondok Indah untuk beli kue. Apa? Kagak jauh? Gigi lo gendut. Bo, letak ini sekolah tuh di Bintaro, Jakarta Selatan, ujung selatannya Jakarta. Nah sedangkan saya berangkat dari Pondok Bambu, Jakarta Timur, ujung timurnya Jakarta. Gw rasa dari sekolah ini, tinggal jalan 10 meter lagi udah nembus ke Anyer. Jadi, rutenya itu Pondok Bambu-Gatsu (kantor) – Bintaro – Jl.Arteri – Bintaro. Sebaliknya dari Harvest eike langsung ciao ke sekolah lagi.

Gali lobang tutup lobang
Gali lobang tutup lobang

Sesampainya di sana, para peserta udah berada di pos masing-masing (sah elah, pos.. mau ngeronda?). Mereka udah bercucuran keringet, sedangkan saya masih wangi dan masih manis manja tentunya, sehingga saya berjalan dengan angkuh sambil foto2 sana sini (apa sih gak mining banget). Berdasar laporan pandangan mata, lahan luas di samping sekolah ini ditanami pohon buah-buahan seperti pohon belimbing, alpukat, mangga, jambu bol, dan lain-lain. Satu pohon ditanam oleh kurang lebih lima orang, yang terdiri dari satu orang volunteer dan para murid. Setelah menanam pohon, pohon tersebut dipagari bambu yang dicat warna warni, sesuai dengan warna Microsoft Live, yaitu biru, kuning, merah dan hijau (eh ada warna pink juga, eh putih, eh item.. eh banyak deehh..).

Painting the bamboo
Painting the bamboo
Big Momma’s House hd
Serena dan para pengikutnya
Serena dan para pengikutnya

Program menanam pohon ini berlangsung sekitar tiga jam yang menggarang, terlihat semuanya semangat banget untuk nyangkul, nanem, ngecat bambu, dan membuat tulisan di papan kecil yang nantinya dipasang di depan pohon buah yang mereka tanam itu. Beberapa volunteer Microsoft ada yang mukanya cukup familiar buat saya, soalnya mereka udah ikutan acara di “Street Kids Ministry” kemarin. Misalnya si Lila, Serena, Bu Tati, Bu Sita, Delita, Sani, sama cowoknya Sani (hehehe..). Mana itu bocah2 pada iseng banget lagi, saya ngeluarin notes, mereka bilang “Kak,kak.. mau tanda tangan saya ya..?” Kadang iseng juga manggil “Kak.. kak..” Pas saya nengok, trus datengin mereka, mereka cuma bilang “Nggak Kak, manggil doang, ngetes kuping.” Hiyaaaa.. Bawaannya jadi pengen noyorr.. Tapi untung kelakuan mereka gak separah kelakuan bocah2 SD yang pernah saya kunjungi. Namuun.. si Delita nampak sangat akrab dengan anak yang bernama Jackson. Jiyeh.

Gerombolan Sok Asik
Gerombolan Sok Asik

The Narrow Margin dvdrip

Delita & Jackson (Eh apa Jason? Eh eh eh..)
Delita & Jackson (Eh apa Jason? Eh eh eh..)

Selain poto2in mereka, saya bertugas ngecek supaya pohon 1 ke 15 tuh berurutan, kelas 7A, 7B, sampe abis. Ternyata eh ternyata, ada yang tulisan kelasnya dobel. Saya minta supaya diganti, eh jadi dijutekin sama salah satu mbak volunteer. Hehehe.. saya mah nginyem aja trus kabur ke ruangan sambil minum Pocari. Setelah semuanya selesai, para peserta langsung bersih-bersih dan menuju ke ruang kelas yang baru dibangun di lantai dua. Sebelum naik, mereka semua dibagikan snack, minuman, dan es krim. For your info, es krimnya es Baltic bo!! Klasik gak tuuuh? Hehehe..

Seluruh murid yang berjumlah 40 orang, dan volunteer yang berjumlah 27 orang berkumpul di dalam ruangan tersebut. Acara dibuka oleh Bapak Drajat selaku Corporate Affairs Director Microsoft Indonesia. Selain beliau, Bapak Narsun dari pihak Yayasan sekolah, Bapak Iqbal selaku Kepala Sekolah, dan Ibu Romanna dari Yayasan Mitra Mandiri juga memberikan sepatah dua patah kata kepada para peserta (sampe sekarang saya gak ngerti, kenapa harus pake kata “patah”..?)

Inara, salah satu anak volunteer Microsoft. Isnt She Lovely?
Inara, salah satu anak volunteer Microsoft. Isn’t She Lovely?

Di penghujung acara, Ibu Sita Supomo selalu Corporate Affairs Manager Microsoft mendapatkan kue (iyak, yg saya ambil jauh di arteri ituu..), karena per hari itu, beliau berhenti dari pekerjaannya di Microsoft setelah bekerja di sana selama kurang lebih 10 tahun. Good Luck ya mbak.. Di akhir acara, diadakan acara “cap tangan” dengan cat akrilik di atas kanvas dari 4 orang selaku perwakilan dari masing-masing pihak, yaitu Bapak Drajat, Ibu Sita, Bapak Iqbal, dan perwakilan murid yang bernama Jackson yg nampak intim dengan si Delita tadi. Trus, tiga kanvas yang sudah diberi cap tangan, diberikan kepada Ibu Sita, pihak sekolah, dan ke pihak Microsoft.

Cap Tangan Empat
Cap Tangan Empat

Acara pun berakhir dengan sempet2nya kita main sepeda, sesi foto bersama spanduk “Microsoft Goes Green”, dan tentu saja berfoto di depan pepohonan yang sudah ditanam oleh mereka semua. Pulangnya makan di ayam Hayam Wuruk BTC rame2. Again, thanks for all your help, guys!!

Ciye.. Mbak Sita dibonceng Jeksen..
Ciye.. Mbak Sita dibonceng Jeksen..

Goes Green nan Miring

Goes Green nan Miring

Microsoft Volunteering Day

May 24, 2009 by titiw  
Filed under Events

Microsoft Indonesia yang berpartner dengan Yayasan Mitra Mandiri (YMM, kantor saya), mengadakan hari volunteers bagi para karyawannya, yang diimplementasikan dengan mengunjungi sebuah rumah singgah di bilangan Kemanggisan, Jakarta Barat. Acara yang diadakan pada Sabtu, 16 Mei 2009 di rumah singgah “Street Kids Ministry” yang dipimpin oleh Bapak Asmoro adalah lomba foto antar volunteers dan lomba lukis untuk anak-anak di sana. Btw tempatnya tuh kumuuuuuh bener dengan orang2 bermata pencaharian buruh, pengais sampah, dll.

Sekotor-kotornya kali yang pernah saya lihat

Pekerjaan sehari-hari si Emak

Saya yang baru kali ini “kerja” di hari Sabtu, bangun pagi dan menempuh perjalanan tercepat rumah-kantor. Cuma 20 menit sodara! Kalo hari biasa mah sejam lebih deh (haha.. OOT bener guah). Nah, kali ini, saya diminta tolong untuk mencari juri lomba foto. Waduh.. Kesannya saya kenal gitu ama Darwis Triadi atau Nicoline Patricia? Oke, akhirnya saya ajak aja Mira, temen saya yang kalo minjem motornya harus beli bensin, dan biasanya minta saya jadi model foto dia biar gratisan. Selain Mira, yang jadi juri adalah Arbain Rambey dari Kompas, dan seseorang dari Media Indonesia, yang panas2 tetep pake syal dan ketika melihat dia, Gay-dar saya langsung berkedip2.

Street Kids Ministry

Acara dimulai jam 09.00 WIB pagi, dan sembari menunggu volunteers yang lain datang, beberapa kakak dari Microsoft dan YMM (iya, dipanggilnya “kakak” bo.. hihi, berasa muda dyeh eike..) mengajak anak-anak bernyanyi. Mana itu bocah2 kagak mau pula diajak nyanyi lagu anak2. Mau sih, abis itu tereak “KAK!! St.12 dong!!” What..? Saint twelve? Huh, akhirnya nyanyi si lagu “Ayam sori” itu deh.. Shit, gw rada apal men.. Setelah itu semua anak yang berjumlah 50 orang diberikan kaos dari Microsoft, ada yg muat, ada yg jadi kayak pake sarung karena kegedean. Kocak banget!

Baju kegedean yang penting senank!

Acara diadakan di lantai dua, dimulai dengan kata sambutan oleh Bapak Drajat selaku Corporate Affairs Director. Lalu volunteers dari Microsoft dan YMM membagikan kertas dan alat-alat gambar untuk lomba lukis untuk anak-anak. Lomba gambar dimulai, volunteers dari Microsoft ikut membantu mereka menuliskan nama, dan tentu saja mengambil foto-foto yang nantinya akan diikutsertakan dalam lomba foto bagi para volunteers. FYI, anak2 di sini yg umurnya di bawah 4 tahun lucu2 banget! Ada Pipi, si anak yang Cina di antara teman2nya yg melayu, tapi kakaknya dia, si Ongky bukan Cina. Pas saya Tanya, “Ongky, ini si Pipi adek kamu?” Dia jawab “Iya..” Terus pergi, dua detik kemudian di balik lagi ke saya bilang “Tapi dia adek angkat”. Yeah right, you read my mind, young man…

Ciye meja baru buat lomba gambar :D

Volunteers membantu anak-anak

Selesai anak-anak mengumpulkan gambarnya untuk diperiksa, diadakan games yang hadiahnya itu berisi celengan dan kaos yang saya tawar mati2an di Jatinegara. Mereka terlihat antusias dan bersemangat dalam mengikuti arahan kakak-kakak dari Microsoft. Selain games, Ibu Tati selaku sekretaris Bapak Tommy, CEO Microsoft Indonesia menjelaskan arti Microsoft secara sederhana, “Jadi ya anak2 pada tau komputer kan..? Nahh.. Microsoft itu tuh otaknya komputer, jadi yang menjalankan komputer.” Oke, meskipun dijelaskan dengan bahasa mudah, kok saya rada mikir ya..? Hyahahah.. Dasar IQ tiarap. Pemenang lomba gambar diumumkan tepat pukul 11.30, dan mereka langsung turun dari lantai atas dan pulang. Gak terlalu lama acaranya karena sebagian dari mereka ada yang sekolah siang, Sebelum pulang, mereka diberikan goody bag, dan juga makan siang kentaki untuk dibawa pulang ke rumah.

Aku mana, aku mana?

Setelah anak-anak pulang, semua volunteers duduk berkumpul dengan mendengarkan sekelumit kisah mengenai rumah singgah “Street Kids Ministry” tersebut yang diceritakan oleh Pak Asmoro. Bapak Asmoro yang juga pendeta dan dosen teologi itu bercerita, ia membangun rumah singgah ini sebagai wadah bagi anak-anak usia sekolah di lingkungan itu agar mereka mendapat pendidikan yang lebih baik dan tidak berkeliaran untuk meminta-minta. Tenaga pengajar selain beliau adalah mahasiswa-mahasiswa, atau siapapun yang mau membantu di situ. Ia juga menegaskan bahwa lebih baik kalau kita tidak memberi uang kepada anak jalanan, karena hal itu hanya akan membuat mereka malas sekolah dan lebih suka berada di jalanan.

Berdasarkan survey kecil-kecilan yang pernah ia lakukan, Asmoro menemukan bahwa ada 1789 lampu merah di Jakarta. Dengan hitung-hitungannya, ditemukan kalau kita sedikitnya menyumbang Rp 1,5 milyar per bulan hanya untuk “membuang” uang receh pada anak-anak tersebut. Sedangkan sumbangan dari pemerintah saja untuk 5 lapas anak-anak “hanya” Rp 300 juta. Sehingga, Pak Asmoro menyarankan agar kita lebih baik memberikan mereka makanan, susu, ataupun buku, asal bukan uang. Dengan begitu, mereka akan lebih sehat dan tidak lagi mencari uang di jalanan.

YMM team & bapak Asmoro

Acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba foto yang dibacakan oleh Arbain Rambei. Ada dua nomimasi, yaitu potret yang menggambarkan sandal dan sepatu anak2 kecil dan orang2 Microsoft serta YMM yang berderet di lantai bawah. Kata mas Arbain Rambey, hal itu menyimbolkan kebersamaan. Ada sandal mahal, murah, jelek, bagus, besar, kecil, tapi tetep sejajar dan berdampingan. Sedangkan foto yang satu lagi adalah foto dari Ibu Sita Supomo dengan karyanya yang memperlihatkan kali kotor dan kawasan kumuh di balik gedung-gedung bertingkat di Jakarta, berjudul “Slumdog Millionare”. Yang menang fotonya Bu Sita, tapi.. secara pribadi, saya lebih suka foto sandal dan sepatu. Hadiahnya sendiri diserahkan lagi kepada Bapak Asmoro selaku pengurus rumah singgah. Selain itu, rumah singgah ini juga mendapatkan bantuan materi dari Microsoft.

Arbain Rambey & Bu Sita pemenang lomba foto

Untuk merangkum semuanya, acara volunteering pertama yang diadakan Microsoft, dengan total volunteers Microsoft yang datang sebanyak kurang lebih 25 orang ini bisa dibilang berjalan lancar dan sukses. Sepulangnya dari sana, saya berasa kalo badan saya rada bau kali karena tadi abis dipeluk sana sini sama anak2 yang ingusnya meler2 dan kukunya kotor tersebut. Ah, sebodo amat, yang penting cantik entar bisa mandi lagi. Biarin bau badan, yang penting hati saya wangi *najis surajis*. Ealah.. Pas ketemu sahabat saya Jatu di Citos, dia rada mau muntah gitu nyium saya. Ahahaha.. Ah I do love kids so much.. Ada yang minat jadi volunteers untuk acara2 kantor saya? Diterima dengan dada yang lapang dan besar loh.. CUP.

Thanks for the great job, guys!