Video Perjalanan Sempu
Inget dong kalo saya sempet traveling ke Pulau Sempu tahun lalu, tepatnya di bulan October yang basah itu? Mau share aja video amatir yang sempet saya tangkap, sebagai gambaran kelian-kelian yang masih penasaran seperti apa penampakan Sempu & jalanan untuk mencapainya. Enjoy these videos!
Malang-Sempu yang Super Seru! (Part 3)
Iya iya.. Ini lanjutan Sempu 1 & Sempu 2, dan merupakan tulisan terahir kok. Jadi, bagaimana pulau Sempu Segara Anakan yang sebenarnya? Apakah perjalanan pulang dari Segara Anakan lebih pare de more dibandingkan berangkatnya? Berapa semua biaya yang saya keluarkan untuk 5 hari? Langsung meluncur yuk!
*****
Selamat Pagi Segara Anakan!
Buon Giorno, amici! Yeah, pukul 5 pagi, mataharinya udah keluar lho di Segara Anakan ini, jadi jangan males2an bangun pagi, rugi! Sontak saya, mas MG & Lidia naik ke atas karang untuk chasing sunrise. Sayangnya, sunrise berada di balik tebing sebelah sana, jadi kita cuma dapet sekelibat sinar2nya. Meski demikian, pemandangan pagi itu tetep seindah-indahnya indah. Samping kiri bawah Segara Anakan yang hijau dan tenang, samping kiri bawah saya adalah laut lepas yang hitam! Subhanallah, betapa presisinya Tuhan menciptakan karang-karang dan tebing yang memisahkan 2 hal yang kontras tersebut. Oh ya, tidak ada sinyal di sini, namun ketika saya naik ke atas untuk lihat sunrise tadi, sinyalnya ngaceng! kenceng! Tak saya sia2kan untuk ngetwit di pagi hari plus twitpic keindahan Segara Anakan!
Cibang Cibung Time
Klaar ngunyah indomie kuah yang iklas menjadikan dirinya tumbal sarapan, kantuk mendera sehingga saya biarkan tidur ini lelap hingga sekitar pukul 8.30. Suara2 orang mulai bermunculan membangunkan saya, dan itu berarti pengunjung di situ bukan hanya kita ber-5 saja. Dan inilah waktu yang saya tunggu2: Bermain air dan foto2 menggila! YAY! Wih.. Air tenang dan cetek bikin saya tidak ngeri untuk berenang2 ke tengah, tapi jangan sampai berenang ke ujung, karena ombak di sana tempo2 kenceng dan banyak ikan beracun bernama Nogotaun, itu kata guide yang mengantar tamu pagi itu. Sila liat foto2 ciamik di bawah ini sambil merengutkan muka karena iri seiri-irinya umat.
Sempu Itu Panas, Jendral!
Duh main air di sini emang gak ada puasnya deh.. Saya yang gak bisa berenang aja jadi belagu sok2 nyoba gaya punggung, gaya dugong terdampar, gaya lompat2 cheerleader, gaya gunting di udara dan segala gaya endebra endebre. Namun, waktu terus bergulir.. Sehingga kami bikin makan siang dulu dengan lauk tempe goreng dan apapun yang goreng2 (sampe badan rasanya ikutan kegoreng) sebelum pulang. Yup, terik matahari cukup sombong menyalang di sini, badan saya panas sampe pusing kepala. Eh tunggu, itu mah karena saya emang HOT ya. Haha.. *dikeplak* Oh ya, pas saya selese main air, di samping tenda kami sudah berdiri beberapa tenda lain yang didirikan orang2 yang sampai di Segara Anakan ini di pagi hari. Kayaknya orang Surabaya ya.. Abis ngomongnya dikit2 Jancuk, yang sampe sekarang sebenernya saya gak ngerti arti Jancuk.
Gelang Sipatu Gelang
Tenda telah dibereskan, segala barang telah dipacking, dan setelah foto ber-5 di depan Segara Anakan, pulanglah kami melewati medan yang menggila itu pukul 14.00. Untungnya tidak ada hujan, tidak ada badai sehingga jalanan yang kita lalui ini tidak terlalu becek, meskipun kita gak nyari ojek *bibir dimonyongin*. Waktu perjalanan saja sampai beda 1 jam, Segara Anakan – Sendang Biru hanya 2,5 jam, sedangkan kemarin hingga 3,5 jam. Oya, batas waktu yang diperbolehkan untuk sampai Sendang Biru lagi adalah pukul 5 sore. Jangan coba2 melanggar, karena beberapa waktu lalu ada orang hilang.
First thing first: MANDI! Yeah! Numpang mandi di rumah Ibu Mamik, ibu2 yang mana kita berhubungan sama dia untuk nyewa kapal dan lain2. Setelah adzan magrib, naiklah kami angkot menuju Pasar Turen lagi. Hati2 jangan sampe angkot2 di sana mengira kamu akan mencarter mereka sehingga mereka nungguin kamu. Seperti kejadian saya, si angkot nungguin kita mandi dll, padahal kita mah mau ngeteng aja. Setelah tawat menawar, akhirnya per orang bayar Rp 20.000 dan langsung ke Pasar Turen deh. Intinya: Komunikasi. jangan tunggu2an dan berasumsi. Udah gitu, kita dikasih bonus mogok 2 kali. Ngok.
Menuju Malang Kota
Dari pasar Turen, untuk ke Gadang kita tidak naik bus seperti waktu berangkat, melainkan naik semacam ELF seharga Rp 5.000 yang ngetem lamaaa banget. Nah, dari Gadang ini saya naik angkot entah yang mana seharga Rp 2.500 soalnya di sini tuh angkot pake alfabet, misalnya AG, GA, AGJ, dll, bukan pake nomor. Tujuan kita ke Mirahan, rumah Anggi dimana kita akan bermalam sebelum besok pulang. Btw, saya ngulik2 TV di Malang, nemu Malang TV yang lagi nampilin “Untaian Nada Rindu”. Lagu2 lawas dengan vidclip asli! Saya pun tidur dengan keriaan yang berlebih.
Sampai Berjumpa Lagi, Malang!
Esoknya, saya pulang dengan lagi2 naik kereta Matarmaja bersama DP dan Lidia pada pukul 15.00. Mas MG tidak ikut karena masih mau bertualang ke Surabaya, Jogja, dan lain-lain. Sebelum pulang, sempat mampir beli oleh2 di Lancar Jaya dan menyambangi daerah Sentra pembuatan kripik tempe di Sanan. Setelah sekali lagi berjibaku dengan keriuhan kereta Ekonomi selama 20 jam, sampailah saya di Jakarta pukul 11.00 pagi hari Senin di St. Jatinegara dengan bau badan udah kayak mamang2 , kena sunburn, dan tanpa pipis sekalipun di kereta. Fyuh, such a nice low budget trip dengan merasakan bagaimana Indonesia yang sebenar-benarnya. Jadi, sudah ke mana sajakah kamu? Jangan lupa ajak saya ya!
Tips ke Malang – Sempu
- Bawa uang tunai, jangan ngandelin ATM
- Ngetrip hampir seminggu? Bawa 5 baju aja, jangan banyak2! 1 Baju tidur, 1 baju untuk basah2an, 3 baju u/ lala lili. Percaya deh apa yang dikatakan Titiw (etapi nanti musyrik ya..?)
- Kalo punya budget lebih dan betul2 anti asap rokok, silakan naik kereta Gajayana yang hanya 14 jam waktu tempuhnya, pake AC & tanpa kepulan asep rokok, dan hanya berhenti di stasiun tertentu.
- Jangan taro barang berharga di backpack. Biasakan bawa tas pinggang. Pas saya berangkat ada ibu2 kecopetan karena naro duit di tas besar.
- Bawa topi , kacamata cengdem, & jaket tipis aja, jangan yang tebel2, bikin berat bawaan.
- Bawa thumbler (tempat minum) gede & kantong plastik sampah
- Pake sunblock banyak banyak banyak dan oles lagi lagi dan lagi kalo gak mau kena sunburn kayak saya.
- Kalo punya underwater camera, sangat dianjurkan untuk dibawa.
- Untuk yg mau camping di Segara Anakan Sempu, bawa bahan makanan yang mudah aja, jangan rempong2 yang penting banyakin air tawar untuk minum. Minimal 1 orang bawa 3 botol Aqua gede. Disarankan bawa Jerigen 5 literan beberapa biji.
Ini dia yang ditunggu2, Budget Trip Jakarta – Malang – Sempu – Jakarta! Jeng jeng jeng jeng!
Day 1 (Rabu 13 Oktober)
- Tiket kereta ekonomi Matarmaja: Rp 51.000
- Makan malem nasi ayam di kereta: Rp 5.000
Day 2 (Kamis 14 Oktober)
- Mandi di toilet stapsiun: Rp 2.000
- Makan siang Sate Madura: Rp 15.000
- Masuk pantai Balekambang: Rp 7.000
- Makan malem Bakso kota: Rp 7.000
- Patungan bensin mas Risang: Rp 10.000
Day 3 (Jumat 15 Oktober)
- Bus ke Pasar Turen: Rp 4.000
- Makan siang: Rp 6.000
- Angkot ke Sendang Biru: Rp 20.000 (ngeteng Rp 12.000)
- Masuk Sendang Biru: Rp 5.500
- Administrasi di Perikanan: Rp 20.000 dibagi 5: Rp 4.000
- Kapal: Rp 100.000 dibagi 5: Rp 20.000 (sudah pulang pergi)
Day 4 (Sabtu 16 Oktober)
- Angkot ke Pasar Turen dr Sendang Biru: Rp 20.000 (ngeteng Rp 12.000)
- ELF dari Pasar Turen ke Gadang: Rp 5.000
- Angkot dari Turen ke Mirahan: Rp 2.500
- Makan malem pake Bebek: Rp 12.000
Day 5 (Minggu 17 Oktober)
- 2x angkot untuk ke tempat oleh2 Malang: Rp 5.000
- Makan siang: Rp 16.000
- Tiket Kereta Matarmaja: Rp 51.000
- Nasi goreng di kereta: Rp 3.000
Total Jendral: Rp 269.000
PS: Budget ini tergantung kamu juga. Kalo kamu jajannya banyak, beliin oleh2 buat seRT, atau makan di tempat2 mahal dan karokean di bar2 yang banyak cungkoknya ya bisa lebih. Di sini saya tidak memperhitungkan oleh2, cemilan, dan biaya makanan untuk camping karena bahan2nya ngambil dari rumah. Untuk detail harga masing2 tempat wisata ada di dalam postingan. Jadi dibaca yang detail ya cin. Happy traveling!
PS2: Foto2 yang lebih lengkap bisa diliat di SINI & SINI
Malang-Sempu yang Super Seru! (Part 2)
Well well.. Penasaran dengan kelanjutan trip Malang-Sempu saya? Tak usah berpanjang kata, apalagi sampai panjang tangan, ini dia lanjutan tulisan Trip Malang-Sempu 1 yang Super Seru!
Pagi di Malang
Lagu St.Elmo’s Fire dari David Foster dari HP dan ketukan lembut di pintu kamar oleh mas MG menandakan pagi telah menjelang. Malang di pagi hari betul2 menyenangkan, hawanya yang adem dan sedikit rintik membuat teh hangat saya bertemu dengan jodohnya. Ahh.. *menerawang*.. Tapi, tunggu dulu.. HUJAN?! Apa?! HUJAN?! Ha uhu je ajan, HUJAN?! Wah, ini berarti mimpi buruk untuk kami yang mau ke Sempu! Perjalanan yang seharusnya kami lakukan pukul 6 pagi jadi molor menjadi jam 9, tante! Meskipun masih rintik, cuaca tersebut kami hadang dengan tujuan ke terminal Gadang yang pastinya bukan untuk begadang. Dari sini, cari aja bus jurusan ke Pasar Turen. Lama perjalanan kurang lebih 45 menit tanpa macet dengan ongkos Rp 4.000 aja kakak.
Pasar Turen
Sesampainya Pasar turen pukul 10.30, perut wajib diisi karena takutnya kita tidak sempet makan siang di Sendang Biru. Nasi Krengsengan yang isinya potongan2 ayam manis pedas seharga Rp 6.000 menjadi pilihan. Sekali lagi, saya harus menyerah dalam bidang kuliner. Gak seperti lidah temen saya Mas Jie yang jawara kuliner, lidah saya hanya cocok makanan Sunda & Makassar. Di Pasar Turen ini, siapkan mental juga untuk nolak2 orang yang akan menyemut untuk menawarkan angkot carteran ke Sendang Biru. Kalau carter, harga termurah yang bisa kamu dapatkan adalah Rp 150.000. Murah kalau rame2, sedangkan kalau ngeteng, hanya Rp 12.000, tapi.. Nunggu ampe angkotnya penuh! Iyeh, ampe penuh cin! Rombongan saya yang udah nunggu sejam akhirnya gak tahan (gemana ibu2 di dalem angkot yg undah nunggu dr jam 7 pagi?!) dan akhirnya sepakat untuk memaksa angkot jalan, namun bayaran kita jadi Rp 20.000 per orang.
Sendang Biru
Angkot biru telor asin itu akhirnya meluncur pukul 12.15 ke arah Sendang Biru. Pemandangan pohon mahoni di kanan kiri, dan jalanan yang kayak Puncak Pass memeriahkan mata.. Tapi jangan seneng dulu, di jalan, tas saya jatoh dari atep angkot! Hampir masuk jurang! Kan maen da ah! Nah sekitar pukul 14.15, sampailah saya di Sendang Biru dengan bibir manyun karena tas abis jatoh. Sempet keder karena kata si Ibu di angkot, kalau sudah sore biasanya tidak boleh menyebrang ke Sempu. Tapi, tekad pengen camping malam itu juga bikin kita ngotot dan langsung menemui orang Perikanan untuk izin menyebrang. Masuk Sendang Biru, per orang dikenakan biaya Rp 5.500. FYI, semua orang tanpa terkecuali memang harus minta izin dulu, dengan membayar biaya administrasi Rp 20.000 serta menandatangani surat pernyataan bahwa tidak akan ada asuransi untuk ke Sempu, dan menyatakan bahwa kami tidak butuh guide (seharga Rp 100.000/hari), karena ada anggota kami yang sudah pernah ke sana.
The Real Tracking
Pukul 14.30, perjalanan yang sesungguhnya dimulai. Menyebrang dengan kapal seharga Rp 100.000 bolak balik/kapal selama 10 menit, kami mendarat di Teluk Semut. Dari teluk semut ini, sudah terpampang dengan nyolot deh tuh medan treking kita yang berat. Berat di sini, adalah: jalanan yang dilalui super becek, lumpur yang menggempur, ditambah bawaan di carrier kami masing2, ples berat dosa masing-masing. Perjalananan yang ditempuh selama 3,5 jam itu diselingi istirahat 2x untuk minum, makan jeruk yang diberikan ibu di angkot, serta makan gula jawa penambah energi. Sekitar pukul 6 sore, sampailah kami di Segara Anakan. Alhamdulillah sampai sana pas gelap menyelimuti. Wong terang aja jalanannya PeeR banget, apalagi gelap?!
Malam di Segara Anakan
Kami semua langsung bikin 2 tenda di balik semak2, ganti baju, dan menyiapkan makan malam. Dengan perut lapar yang gila-gilaan, menu makan malam berupa nasi keras, ikan kaleng, sup instan, dan kangkung pedes semua makanan kami gilas dengan gila-gilaan pula. Untunglah kita punya “chef Anggi” yang jago masak! Ihiy! Setelah kenyang makan, saya & mas MG bawa tiker ke pasir depan pantai. Bulan setengah yang tampak malu2 dan lagu2 di playlist saya mengalun menemani sesi foto2 malam yang ngocol. Oh ya, apakah saya sudah bilang kalau malam itu tidak ada satupun pengunjung? Pantai bagaikan private beach bagi kami ber-5! Mantap macibay! Sekitar pukul 23.00, kami beristirahat di tenda masing2, kali ini ditemani dengan lagu2 yang keluar dari HP mas MG. Selamat malam Segara Anakan..
- To Be Continued -
PS: Eyaa.. Ternyata tulisan ini belum berakhir, ki sanak! Jangan gulana, jangan menceraikan pasangan kalian, ataupun jangan pipis di celana. Cerita selengkapnya di Segara Anakan ples Budget segala rupa yang kalian tunggu ada di tulisan selanjutnya, Malang Sempu yang Super Seru Part 3. Sabar, orang sabar disayang pacar, tapi itu juga kalo punya pacar. Yuk mari..
Malang-Sempu yang Super Seru! (Part 1)
Bo, udah nonton The Beach-nya Leonardo Dicaprio yang bersetting di Phi Phi Island Thailand? Udah pernah ke sana? Belooom? Duh kesian, padahal masih muda. Saya udah pernah doong, tapi yang lokal punya, alias Sempu. Sempu? Di mana tuh? Kok bisa kayak The Beach? Emang ada yang kayak gitu di Indonesia? Aku anak siapa? Buat apa berlapar-lapar puasa? Kok Ariel masih ditahan juga? Ok! Tahan semua pertanyaan kamu nak, karena saya akan jelaskan secara khoompreekkhensif semua yang kamu tanyakan (kecuali 3 pertanyaan terakhir). Here you go!
Perjalanan ke Malang
Hari Rabu siang tanggal 13 Oktober 2010 dimana kebanyakan orang sedang banting tulang di perkantoran ibukota, saya, Lidia dan mas MG (yup, my Sawarna trip team!) sedang menunggu kereta ekonomi Matarmaja dengan tujuan ke Malang, dari Jakarta. Bawaan kita terlihat penuh, karena bawa matras, bahan makanan, serta printilan2 lain untuk camping. Kereta berangkat pada pukul 14.03 dengan harga Rp 51.000 yang ternyata dapat dibeli sehari sebelumnya di stasiun Senen. Jaga2 takut nggak dapet tiket di hari H, tapi kalo kamu kurang kece biasanya gak boleh sih beli sebelum hari H. Naik kereta ekonomi tapi mau enak? Mimpimu semu, nak! Tanpa ngaret, kereta datang dan kami langsung naik ke gerbong 3 di bangku yang berhadapan dengan sebuah keluarga kecil, ayah ibu dan anak perempuan.
Dan dengan membeli tiket dengan harga segitu, tentunya kamu sudah tau apa yang akan kamu dapat kan? Gerbong yang sumuk, penuh dengan tangisan anak-anak yang kepanasan, asap rokok yang meruap rapat, bau-bau absurd di udara, hingga pantat yang tepos. Perjalanan makan waktu kurang lebih 20 jam, dengan trayek Bekasi-Cirebon-Pekalongan-Solo-Semarang-Madiun-Blitar-Malang. Untungnya di dalam kereta, lagu2 dari HP Nokia 3500 klasik saya, dan pisang sale seharga goceng hasil nawar di kereta menemani kebosanan. Travel Diary saya juga dipake dgn syahdu sama saya sendiri, Lidia & mas MG. Matarmaja sendiri kependekan dari Malang Blitar Madiun Jakarta. Sempat berhenti agak lama di Pekalongan karena ada masalah dengan remnya (Masya Allah.. deg2an inget kecelakaan kereta di Pemalang beberapa waktu lalu..), kira2 pukul 10.30 di hari berikutnya (Kamis 14 Oktober) kami sampai di stasiun kota baru Malang. Nyampe Alhamdulillah selamat, dengan embel2 bau asep dan kaki basah kesiram air di toilet kereta. SHIT Meeen.
Pertemuan dengan DP, Anggi, Risang
Setelah melewati perjalanan yang sangat melelahkan di kereta *manja mode on*, akhirnya kami sepakat untuk berangkat ke Sempu esok hari. Masalahnya, di mana kita menginap hari ini? Sedangkan DP (temen saya yg udah di Malang selama seminggu, tp mati gaya karena gak boleh naik gunung Arjuno karena cuaca buruk) dan Anggi (saudara DP yang emang orang Malang) udah siap tempur dengan bawaannya yang segede babi hamil. Untungnya, mas MG punya teman bernama mas Risang (pake R, bukan pake P) yang bawa mobil, dan mempersilakan kita menginap di rumah kakaknya yang kosong. Jadi, setelah mandi di stasiun (bayar 2000), kita menuju rumah mas Risang yang terletak di sebuah komplek yang cukup bagus, deket Universitas Brawijaya, dengan kamar yang nyaman pula. Ada buku2 Remy Sylado, Pram, dan jejeran DVD di dalam kamar! Gemana saya gak kejet2 coba?
Pantai Balekambang
Tujuan pertama kami di Malang setelah makan siang di RM Bhuk khas Madura, adalah ke Pantai Balekambang. Lumayan PR kalo naik angkot ke sini, karena waktu tempuh kurang lebih 2 jam, dengan jalanan yang kurang cakep. Iya sih, kalo ada jalanan cakep udah tante pacarin! Untung dianter mas Risang, jadinya hayo aja ke sana, hehe.. Kalo bersikeras naik angkot, sila naik yang ke arah Gondanglegi Bantur, harganya Rp 10.000. Nah, sampe mentok, harus naik ojek lagi Rp 15.000 sampai Pantai Balekambang.
Yang menarik dari Pantai yang terletak di Kelurahan Srigonco Kecamatan Bantur ini adalah adanya Pura di tepi pantai, layaknya Tanah Lot di Bali! Pura bernama Ismoyo tersebut dibangun tahun 1985, dengan adanya seorang pamengku yang tinggal di situ. Uniknya, tidak ada orang beragama Hindu di sekitar situ sehingga Pura ini seringnya dikunjungi oleh turis, ataupun orang2 Hindu dari Bali. Di sini, tidak ada sambungan telpon, semua sinyal HP mokat kecuali: FLEXI. WOW. Sayang, kita sampai ketika Magrib sehingga tidak sempat melihat sunset, dan foto2 jadinya gelap semua. Oh ya, biaya masuk Pantai Balekambang Rp 7.000/orang dan Rp 10.000/mobil. Waktu saya masuk sih gak ada yang jaga jadinya gretong, hehe.
Makan malam & selamat malam Malang
Perjalanan pulang yang ditempuh lagi 2 jam membuat perut teman2 saya mual. Setelah istirahat sebentar di pom bensin Kepanjen (yang punya lampu WC otomatis!), kami memutuskan untuk makan yang hangat2, apalagi kalo bukan bakso bakwan kalo di Malang? Bakso kota Cakman menjadi tujuan. Enak juga ya ciyn ternyata? Soalnya pas Road Trip sama temen2 WWF April lalu, kita ke Malang tapi gak sempet makan bakso semangkok pun. Pengen ke toko Oen yang sohor itu sebenernya, tapi karena anak2 kelihatan udah capek, kita langsung pulang ke rumah mas Risang yang banyak tokek (dengan warna2 keren!), sambil siap2 untuk perjalanan ke Sempu besok pagi. Selamat malam Malang, be good to us tomorrow!
- To Be Continued -
PS: Mau tahu perjalanan ke Sempu kayak gemana? Apa kendaraan yang dipakai ke Sempu? Berapa total budget yang saya keluarkan? Langsung aja ke “Malang-Sempu yang Super Seru (Part 2)” !















