The Closing of Magnum Cafe

December 28, 2011 by titiw  
Filed under Culinary

Whaat? Magnum Cafe yang super-heits-sampe-sampe-orang-orang-pada-ngantri-masuknya mau ditutup? Magnum cafe yang punya variasi menu es krim dengan coklat Belgianya yang enak itu? Kenapa? Jadi gini, titiw.com sebagai salah satu pleasure seekers hari ini diundang ke Magnum Cafe di Garand Indonesia tersebut untuk tahu lebih jauh perjalanan cafe ini.

Magnum Cafe

Dibangun sejak tanggal 24 Februari 2011, Magnum Cafe memang berkonsep Pop-up Cafe, semacam tempat yang dibangun secara sementara saja. Rencananya, cafe yang memiliki menu-menu pembangkit liur tersebut hanya akan dibuka selama 3 bulan. Namun, karena animo masyarakat yang begitu besar, dibukalah sampai 10 bulan. Bayangin aja, selama Magnum Cafe dibuka, sudah 320.000 orang yang berkunjung!

Salah satu menu di Cafe ini. Sluurp!

Subhanallah.. :9

Tapi, kembali lagi kepada konsep pertama dimana tempat ini memang hanya dibangun secara temporer, maka Magnum Cafe akan ditutup resmi pada tanggal 10 Januari 2011. Saya melihatnya mirip-mirip dengan produk Unilever yang lain, yaitu Lux Beauty Lounge, dimana spa yang sempat jadi tempat haha hihi saya bersama beberapa teman itu juga hanya dibangun secara sementara saja.

Mbak Meila

Mbak Meila P Handayani selaku Senior Brand Manager Magnum juga bilang kalo 2 minggu sebelum ditutup, Magnum Cafe menghadirkan promo-promo tertentu yang tentunya sangat sulit untuk ditolak. Well, semoga aja di kedepannya Magnum bisa kasih kejutan-kejutan lain yang lebih seru lagi. Thanks for the splendid lunch and the MAP voucher, Magnum! :)

Semur Sebagai Intangible Cultural Heritage UNESCO

November 30, 2011 by titiw  
Filed under Culinary

Kemarin pas Sea Games rame-rame teriak maling ke negara tetangga yang mencuri emas dari olahraga sepakbola. Tapi mungkin gak sih kalo hal yang diklaim itu sebenernya lebih suka ke negara atau orang yang lebih menjaga mereka? Misalnya aja, si reog yang waktu itu diklaim negara tetangga lebih suka jadi kepunyaan mereka karena lebih dijaga & diwariskan..? Nah, ternyata setelah batik sempet berebutan punya si ini punya si itu, semur mau dikukuhkan sebagai Intangible Cultural Heritage UNESCO. Apakah semur akan menjadi satu perdebatan lagi?

Kerana eh kerana kemarin saya abis nulis tentang semur, penasaran dong nih.. Kenapa UNESCO mau mengukuhkannya? Ternyata semur memang sangat lekat dengan Indonesia, mulai dari bahan baku rempah yang Indonesia banget, penggunaan kecap manis yang juga terbuat dari rempah-rempah juga sangat mencirikan bahwa semur adalah masakan khas Indonesia.

Keanekaragaman rasa, macam-macam bentuk/jenis semur di Indonesia, sampe resep yang variatif, bisa dianalogikan sebagai perwujudan dari Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda, namun tetap satu jua. Sadis gak tuh? Maka kayak kata iklan-iklan layanan masyarakat, sudah sepatutnya kita mendukung warisan Indonesia ini sebagai Intangible Cultural Heritage UNESCO. Cara mendukungnya bagaimana? Ya dengan sering memperkenalkan semur kepada orang-orang yang belum tau bahwa semur adalah masakan asli Indonesia, pun memperkenalkannya juga dengan kerabat-kerabat di luar negeri. Pasti lebih ciamik.

Duh, jangan sampe deh kita kehilangan lagi satu warisan asli Indonesia. Biasa, penyesalan selalu datang sesaat kita kehilangan/kecolongan. Maka ayo bersama-sama kita perkenalkan semur sebagai masakan asli Indonesia, supaya bisa dikukuhkan di Intangible Cultural Heritage UNESCO, sebagai warisan makanan khas kita, INDONESIA KITA.. :)

Si Hitam Manis Asli Indonesia

November 23, 2011 by titiw  
Filed under Culinary

Setelah sebulan yang lalu nulis tentang resep semur cihuy dan dikomentari macem-macem sama temen-temen yang gak percaya saya bisa masak, saya diceritain pacar (yang mana lebih JAGO masak daripada saya, saudara!) tentang asal-usul semur.

Ada yang tahu semur berasal dari mana? Ada yang tahu? Yang di depan? yang di belakang? Masih bisa goyang?! *lost focus* Yang jawab semur itu asli masakan Indonesia, dapet kecup manis manja grup dari pacar saya, karena kamu betuuul! Nama semur sendiri berasal dari kata smoor (bahasa Belanda) yang artinya masakan tersebut telah direbus dengan tomat dan bawang secara perlahan (dalam waktu yang cukup lama).

Dulunya, semur itu kayaknya ada di perhelatan-perhelatan tertentu aja ya. Tapi sekarang udah jadi lauk sehari-hari aja. Dibuat dari daging sapi, kambing, telur, tahu, semur, jengkol, widiih.. Banyak.. Lagi ujan-ujan gini, kok ya jadi bayangin kuah kecoklatan, dipadu bawang merah, bombay, pala, cengkeh, kecap manis, dan kamu yang manis.. Halah.

Slurp! :9

Meski identik sama Betawi, beberapa daerah lain di Indonesia, seperti Aceh, Ternate, Samarinda, punya resep semur tersendiri. Walau bahan baku rempah serta kecap manis tetap digunakan, mereka melakukan beberapa modifikasi hingga rasa semur tersebut agak berbeda dibanding semur betawi yang biasa saya makan. Misalnya aja, di Ternate kecap manis diganti dengan cuka, namun penggungaan rempah-rempah seperti cengkeh dan pala itu menegaskan bahwa semur adalah asli makanan tradisi Indonesia.

Jadi, pendapat saya, semur adalah masakan asli asal Indonesia, meski penamaannya diambil/diserap dari bahasa Belanda. Semoga tulisan ini bisa menambah khasanah kamu-kamu bahwa Indonesia memiliki masakan lezat lainnya yang tak kalah enak dibandingkan masakan luar negeri yang hampir serupa, yaitu steak. Sekian share dari saya yang hitam manis, tentang asal usul semur yang juga hitam manis.

(c) Image

Resep Semur Daging Cihuy

October 19, 2011 by titiw  
Filed under Culinary

Siapa yang gak kenal semur? Makanan khas Indonesia berbahan dasar daging sapi atau kerbau yang rasanya manis kayak saya. Uhuk. Jadi ceritanya beberapa hari lalu saya dapat kiriman nasi kotak dari tetangga sebelah, dan kebetulan lauk utamanya semur. Tapi demi apaaaa.. Tuh semur rasanya gak enak banget, sumpah! Lebih gak enak daripada diputusin sepihak! *semoga tetangga dan mantan saya gak baca tulisan ini*

Berbekal pengalaman tragedi semur tetangga ini, saya jadi tergelitik untuk membuatnya sendiri dengan bumbu-bumbu yang saya (tepatnya Mamah saya) tau. Siapa tau nanti saya bisa buka restoran, gak kerja kantoran lagi, ples gak usah ngemis-ngemis duit lelaki! Iya, kalo hasilnya enak. Tapi ternyata.. Hasilnya ruarr biaaa wuenak! Kalo abang-abang mata satu di iklan bumbu penyedap tahun 90an itu nyobain semur saya , dijamin dia nyembah-nyembah untuk minta nambah!

Nah, sesuai dengan tagline blog ini, berikut saya share bahan, bumbu serta cara pembuatan semur cihuy ala saya yang care dengan kalian semua yang udah ngiler.

Tampilan semur impian

Bahan:

  • Daging sapi atau kerbau 1/4 kg dipotong jadi 5 bagian

Bumbu:

  • Bawang merah + bawang putih 3 siung
  • Merica 1/2 sendok teh
  • Pala 1/4 butir
  • Kayu manis 2cm
  • Sereh 1 batang
  • Salam 1 lembar
  • Jinten 1/4 sendok teh
  • Lengkuas seukuran jempol tangan manusia, bukan kingkong
  • Garam 1 sendok teh
  • Kecap manis sesuai selera
  • Gula 1 sendok teh

Cara pembuatan bumbu:

  • Semua bumbu dihaluskan kecuali daun salam, sereh dan kayu manis.
  • Iris bawang merah 2 siung, lalu ditumis sampai wangi
  • Masukkan bumbu yang sudah dihaluskan beserta sereh, salam, dan kayu manis. Tumis sampai harum, lalu masukkan daging yang telah dipotong-potong.
  • Masukkan kecap dan gula (sesuai selera, karena untuk menampilkan warna semur, setiap orang berbeda-beda)
  • Tambahkan air 500cc
  • Diamkan hingga daging jadi empuk, lalu angkat dan siap dihidangkan.
  • Lebih hooh kalau pada saat dihidangkan ditaburi bawang goreng asoy.

*porsi untuk 4-5 orang

Nyam! Ini dijamin enak sekali! Kelihatannya ribet yah? Ah saya aja bisa masa kalian gak bisa..*jumawa* Well memang ada bumbu semur yang instan, tapi rasanya kita gak pernah tau kan? Lah cinta yang instan aja nggak enak, apalagi makanan. Lebih enak yang natural dan pake bumbu-bumbu yang sudah dipercaya turun temurun. Selamat mencoba, siapa tau calon mertua langsung silau dengan semur ala kamu. Happy cooking! :)

(c) Image

The Best Waffle in Town: Prince Waffle

July 11, 2011 by titiw  
Filed under Culinary

Suka makan waffle? Saya suka banget ya Allah. Lebih suka daripada pancake. Seumur hidup saya makan waffle, yang bikin enak adalah toppingnya, sedangkan waffle basicnya mah sama aja semuanya. Tapi, mata dan mulut saya terbuka lebar ketika pertama kali berkenalan dengan Prince Belgian Waffle.

Dengan harga sekitar 6.000-7.000an per piece kecil tanpa tambahan apa-apa, kamu jadi serasa naik naga! *born to cook alert*. Enak, tidak eneg, tidak terlalu manis, semuanya PAS. Waffle basic favorit saya adalah yang Cheese, dan kalo makan yang pake es krim (waffle freeze), cobain deh Cheese Delight yang terdiri dari waffle, ice cream, cheese sauce, almond, dan grated cheese (sekitar Rp 15.000an). Untuk pilihan lain, Prince Waffle punya Waffle Gourmet dikasih topping buah-buahan), dan Waffle Grande (topping macem-macem. Bisa coklat, almond, saus caramel, dll).

Yah, meskipun bentuk aslinya gak semantep ini.. Rasanya tetep hooh!

Saya sih cuma tahu counter waffle ini di food court Kelapa Gading Mal 3, tepatnya di Unit K#11. Apakah ada yang tahu di mana letak counter waffle super-enak-pengen-nambah-terus-kayaknya-pake-babi-saking-enaknya ini? Happy waffle-ing! :D

PS: Hey Prince Waffle owner. Your website is great, but all Flash? Whoa. Very heavy, mamen. And speaking of social media friendly, where’s the share button? Byuh. Should you need a socmed consultation, just buzz me. Kthxbai.

(c) Image

Bagan Seafood Kalimalang

April 2, 2011 by titiw  
Filed under Culinary

Anda salah satu dari orang-orang yang nggak selalu nambah nasi kalo makan kepiting telur? Selalu ileran kalo denger kata udang bakar? Atau yang selalu mimpi dikejar-kejar sama cumi-cumi raksasa? Itu berarti kamu merupakan penggila Sea Food! Sebagai anak Timur, alias yang tinggal di Jakarta Timur dan berasal dari Indonesia Timur alias Makasar, saya mau kasih tau tempat makan sea food yang sangat HO OH.

  • Nama tempat: Bagan Seafood (semi tenda)
  • Alamat: Gak tau jelasnya. Kalo McD Pangkalan Jati di kiri kamu, terus aja, ketemu Tomang Tol Swalayan, adanya depan jalan sebelum Hoka-Hoka Bento samping EF, Kali Malang.
  • Harga: 3000an (minum) – 50.000 (kepiting)
  • Rasa: 4 bintang dari 5.
  • Recommended Food: Cumi Bakar (yang bumbunya itu.. kayak bikin kesirep!)
  • Recommended Beverage: Jus Semangka.
  • Kebersihan: Cukup bersih, nggak kayak warung tenda sea food lainnya yang riweh, kotor, dan amis.

Foto boleh kurang mantap. Tapi menunya.. :9

Nilai plus:

  1. Nasi disajikan di bakul, jadi gak perlu nambah-nambah. Cucok untuk kamu yang gak mo rugi dan perutnya elastis kayak kondom.
  2. Porsinya lumayan guede. 1 lauk bisa buat berdua.
  3. Pelayanan sangat cepat! Baru mesen, cuci tangan, nyampe tempat duduk, eh minuman agak sulit untuk dibuat seperti jus udah nangkring dengan manis di meja kita! Apakah mungkin pelayannya itu masih sepupu sama Gundala Putra Petir?
  4. Kalo kamu makan di atas Rp 40.000 dan kelipatannya, nanti dapat kartu yang dicap. Kalo capnya penuh, bisa dapet menu-menu pilihan. Ciamik!

Total kerusakan waktu saya makan berdua: Nasi sepuasnya, cumi bakar, udang mentega, jus semangka, es teh manis 2 biji, kangkung tauco: sekitar Rp 80.000, karena saya dapet 2 cap. Nampol bangetlah tempat ini. Saya udah dateng lebih dari 3 kali dan belum pernah mengecewakan. Pokoknya tempat ini totally recommended for you, seafood lovers! :)

Chocolicious Time With Curipandang!

August 6, 2010 by titiw  
Filed under Culinary, Events

Cokelat. Siapa sih yang nggak suka? Cokelat tuh semacam guilty pleasure buat semua orang, terutama untuk cewek-cewek. Tapi di hari Rabu yang seru kemarin, Curipandang ngajak beberapa warganya untuk icip-icip coklat Belgia yang sohor itu sekaligus ngeliat demo coklat oleh Chocolatier ternama dari Perancis, Laurent Bernard.

Setelah celingak celinguk sama Anien, akhirnya pukul 12.30, kita semua udah pada kumpul di tempat diadakannya acara, yaitu Emilie Restaurant di Senopati. Saya dan Anien satu meja sama Mbak Silly dari Ngerumpi bersama satu temannya. Di meja sebelah kanan ada Dhita, Mbak Feby, Mbak Sabai, dan Mbak Susie, sedangkan meja sebelah kiri ada Ari si Dead Eye Doll, mas Sandi (yang kata Sofie lebih ganteng aselinya, jiyeeeeh..), Dita gigi, dan Sofie. Di meja lain terlihat Rere yang semeja dengan orang-orang dari majalah makan2 gitu kayaknya.

Warga Curipandang

Setelah makan-makan roti keras pake butter, makanan pembuka kita adalah Caesar Salad dengan aksesori udang nan gendut! Salad ini dressingnya enak, pas dan gak magteg (gemana tulisannya magteg sih..?). Hidangan ke-2 keluar, yaitu.. Ng.. Apa ya ini namanya? Kalo saya sih dapet ikan dengan irisan kentang tipis di atasnya, ples nasi merah yang lembut. Sedangkan beberapa yang lain saya liat makanan utamanya adalah dada ayam mentok dengan mashed potato. Sambil makan, kami semeja ngegosiiip melulu tentang table manner, tentang rasa makanan resto mahal, dsb. Makan siang hari itu ditutup dengan dessert berupa sus yang berisi esgrim. Enak, tapi dikit.

Our Lunch

Pas demo coklat, saya yang gak terlalu gemanah gituh sama masak memasak (beruntunglah kalian pria2 yang tidak mau sama saya..) Cuma foto foto sana sini sama mas Sandi. Si chef yang berbahasa Inggris dengan aksen Perancis totok itu ditemani oleh mbak Asisten dari Jakarta yang mirip ama si Nyonya Dhita. Bikin cokelat itu ternyata gak semudah yang kita sangka. Cokelat Indonesia itu gak terlalu bagus karena kandungan gulanya yang terlalu banyak, dan cokelat yang masih dianggap paling berkualitas di dunia adalah cokelat Belgia karena melalui berbagai proses dan disaring hingga 50 mili micron kalo gak salah. Jadi inget kalo pulang kampung ke Makassar bau cokelat mentah meruap di jalanan, secara orang sana banyak banget yang bercocok tanam cokelat.

The Demo

Chef Bernard yang entah kenapa menurut saya rada snob itu mengajarkan cara membuat praline dan ganache. Kalo praline tuh yang ada isian kacang, dll di dalamnya, sedangkan Ganache merupakan coklat yang sedikit asem, pahit, tanpa isian macem2. Setelah kita icip2 cokelat yang fresh form the oven and fridge ituh, dihajar lagi sama Liejois. Semacem minuman dari hot choc milk, dicampur whipped cream dan es krim. Makjaaan.. Endang seendang endangnya! Pulangnya, foto-foto dan dikasih gudibeg berisi cokelat2 kecil nan lucu yang sampe sekarang belum saya icip. Hehe.. Thanks for inviting us, curipandang! Had a blast with you and the guys! ;)

Resep Chicken Cream Soup

July 11, 2010 by titiw  
Filed under Culinary

Dari judul sih kedengerennya keren dan sulit, tapi percaya deh.. Membuat makanan ini mudah sekali, semudah membaca “Ini Ibu Budi” di TK tahun 80an.

Bahan:

  • Soup instan royco rasa ayam. Harga: Rp 5.100 (harga bisa berbeda tergantung tokonya. Kalo tokonya punya pacar, siapa tahu bisa gratis).
  • Sosis ayam merk sozzis yang langsung lep itu.
  • 1 buah bawang bombay yang kecil
  • 2 siung bawang putih yang kecil
  • 3,5 gelas kecil air putih (gelas belimbing), kalau mau lebih kental 3 gelas saja.
  • Mentega 1/2 sendok
  • Telur ayam 1 atau 2 buah (selera situ yg mana?), jangan dikocok, tapi diaduk pelan aja sampe kuning & putih telur nyampur.

Cara membuatnya?

  1. Tuangkan sup instan ke panci, dengan 3 gelas/3,5 gelas air. Jangan langsung menyalakan api. Aduk2 aja dulu, karena biasanya bubuk sup mengental di dasar panci, jadi geruslah secara manual.
  2. Cacah2 semua bawang dan sosis dengan ukuran sesuka kamu.
  3. Siapkan teflon/apapun yang bisa dipakai untuk menumis. Tumis semua bawang dengan api kecil, ketika sudah agak wangi, masukkan sosis ke tumisan tadi. Kalo udah layu & wangi, matikan apinya.
  4. Sekarang waktunya masak si bumbu sup tadi, apinya jangan besar2, dan selama masak, terus aduk. Diaduk bolak balik clockwise sama counterclockwise juga bagus, biar bumbunya ancur.
  5. Sekitar 2 menit, ketika hampir mendidih, masukkan tumisan bawang dan sosis ke panci sup.
  6. Tunggu sekitar 1/2 menit lagi ketika sup sudah benar mendidih, tuang telur ayam yg tadi sudah diaduk ke sup. Aduk sebentar, lalu matikan api.

Gambar sup embat dr gugel

Voila! Soup ala KFC yang sepiringnya dihargai Rp 5000 belum pake tax itu siap terhidang. Oh ya, ini porsinya bisa 3-4 orang normal ya. Kalo buat yang gragas sih, kayaknya cukup buat 2 orang aja. Cocok dinikmati di hari hujan yang dingin sambil ditemani teh poci hangat dan mengenang kisah percintaan kamu yang telah lalu. Happy Cooking!