Chocolicious Time With Curipandang!

August 6th, 2010 -- Posted in Culinary, Events | 12 Comments »

Cokelat. Siapa sih yang nggak suka? Cokelat tuh semacam guilty pleasure buat semua orang, terutama untuk cewek-cewek. Tapi di hari Rabu yang seru kemarin, Curipandang ngajak beberapa warganya untuk icip-icip coklat Belgia yang sohor itu sekaligus ngeliat demo coklat oleh Chocolatier ternama dari Perancis, Laurent Bernard.

Setelah celingak celinguk sama Anien, akhirnya pukul 12.30, kita semua udah pada kumpul di tempat diadakannya acara, yaitu Emilie Restaurant di Senopati. Saya dan Anien satu meja sama Mbak Silly dari Ngerumpi bersama satu temannya. Di meja sebelah kanan ada Dhita, Mbak Feby, Mbak Sabai, dan Mbak Susie, sedangkan meja sebelah kiri ada Ari si Dead Eye Doll, mas Sandi (yang kata Sofie lebih ganteng aselinya, jiyeeeeh..), Dita gigi, dan Sofie. Di meja lain terlihat Rere yang semeja dengan orang-orang dari majalah makan2 gitu kayaknya.

Warga Curipandang continue reading »

Popularity: 1% [?]

Resep Chicken Cream Soup

July 11th, 2010 -- Posted in Culinary | 23 Comments »

Dari judul sih kedengerennya keren dan sulit, tapi percaya deh.. Membuat makanan ini mudah sekali, semudah membaca “Ini Ibu Budi” di TK tahun 80an.

Bahan:

  • Soup instan royco rasa ayam. Harga: Rp 5.100 (harga bisa berbeda tergantung tokonya. Kalo tokonya punya pacar, siapa tahu bisa gratis).
  • Sosis ayam merk sozzis yang langsung lep itu.
  • 1 buah bawang bombay yang kecil
  • 2 siung bawang putih yang kecil
  • 3,5 gelas kecil air putih (gelas belimbing), kalau mau lebih kental 3 gelas saja.
  • Mentega 1/2 sendok
  • Telur ayam 1 atau 2 buah (selera situ yg mana?), jangan dikocok, tapi diaduk pelan aja sampe kuning & putih telur nyampur.

Cara membuatnya? continue reading »

Popularity: 2% [?]

Asal Usul Nama Bir Pletok Betawi

November 27th, 2009 -- Posted in Culinary | 12 Comments »
Ibu Rosiah

Ibu Rosiah

Rumah mungil di pelosok kampung tersebut terletak agak ke dalam, yang jalanannya hanya bisa dilalui motor. Di situlah tinggal Ibu Rosiah, seorang ibu berumur 60-an yang menjabat sebagai ketua Ketua Betawi perempuan sekaligus seorang pembuat bir pletok, minuman khas asal Betawi. Mengapa minuman yang berkhasiat untuk menyegarkan badan itu dinamakan bir pletok? Sambil tersenyum, Ibu Rosiah menjelaskan “Jaman penjajahan dulu, orang-orang Belanda dan Jepang sering terlihat minum-minum bir di pos, sehingga orang-orang Betawi ingin memiliki minumannya sendiri. Akhirnya mereka membuat minuman di bumbung (selongsong bambu) yang diisi es dan bumbung yang terkocok-kocok tersebut mengeluarkan bunyi pletak pletok. Dari situlah asal usul nama bir pletok berasal.”

Masyarakat umum masih banyak yang beranggapan bahwa bir pletok memiliki kandungan alkohol ataupun bahan yang membuat mabuk. Anggapan itu tidak benar sama sekali, karena bahan-bahan yang terdapat di dalam bir pletok kebanyakn adalah bahan-bahan herbal yang jamak digunakan orang untuk membuat jamu. Sebut saja jahe merah, kapulaga, daun pandan, sereh, kayu manis, dan semacamnya. Ibu Rosiah yang sudah memulai industri rumahan sejak tahun 1996 ini tidak segan untuk berbagi resepnya. Ketika ditanya, ia serta merta mengatakan bahwa cabe jawa merupakan bahan yang membuat bir pletoknya terasa beda dari bir pletok lainnya. Pembuatan bir ditangani langsung oleh Ibu Rosiah, sedangkan anak-anaknya hanya membantu pengiriman ke tempat-tempat yang sudah memesan bir buatannya.

Ketrampilan Ibu Rosiah untuk membuat bir pletok ia dapatkan dari Gapokan, semacam gabungan kelompok tani, yang memang mengajarkan orang-orang setempat untuk lebih kreatif dalam membuat industri kecil-kecilan. Untuk urusan penjualan, Ibu Rosiah hanya memasarkannya dari mulut ke mulut. Meskipun tidak dipasarkan secara luas, kepiawaian Ibu Rosiah untuk membuat bir pletok membuat beberapa perusahaan besar seperti perusahaan telekomunikasi ataupun hotel-hotel besar secara teratur membeli minuman berwarna kecoklatan itu dari dirinya.

Harga yang ia patok? Tergantung siapa yang membeli. Jika yang membeli adalah tetangga, maka harganya adalah “harga tetangga”. Namun jika yang membeli ialah perusahaan besar, maka Ibu Rosiah menyesuaikan harganya lagi sesuai kemampuan perusahaan tersebut. Selain itu, ia juga rajin mengikuti bazaar, apalagi yang memang diselenggarakan oleh paguyuban betawi. Cara penyimpanan bir pletok yang enak diminum hangat ataupun diberi es ini tidaklah sulit. Hanya diletakkan di lemari es, maka bir pletok akan tahan selama 5-6 bulan. Namun jika tidak ditaruh di kulkas, daya tahannya bisa sampai dua minggu. Khasiatnya pun baik untuk kesehatan, seperti mencegah masuk angin, penghangat badan, dan menghilangkan pegal-pegal. Jadi, tertarik untuk mencoba bir pletok?

Tunggu dulu, biar lebih apdol, baca juga RESEP BIR PLETOK sama WAWANCARA IBU ROSIAH. Tetap tune!

PS: tulisan ini juga dimuat di solfacorners.com dan di indonesiakreatif.net

Popularity: 10% [?]

Next »