KING: Review
Pemain: Mamik Srimulat, Rangga Raditya, Lucky Martin, Wulan Guritno, Ariyo Wahab, Surya Saputra
Sutradara: Ari Sihasale
WHAT:
Guntur ialah seorang anak kampung bercita-cita menjadi seorang pemain bulutangkis. Hal ini didorong oleh ayahnya, yaitu Pak Tejo (Mamik Srimulat), penggemar berat bulutangkis khususnya si Liem Swie King, yang sehari-harinya merupakan pengumpul bulu angsa untuk dibuat menjadi kok. Pak Tejo sunguh2 ingin anaknya menjadi pemain bulu tangkis, sehingga ia menjadi cukup keras kepada Guntur dengan selalu menyuruhnnya latihan fisik, serta berlatih terus menerus. Beberapa permasalahan menjadi bumbu film ini. Masalah raket yang berkepanjangan, masalah persahabatan Guntur dengan temannya Raden (Lucky Martin) dan masalah yang Guntur miliki sendiri di dalam dirinya. Apakah hubungan Guntur dengan ayahnya akan berakhir baik? dan yang terpenting, apakah Guntur bisa benar2 menjadi seorang pemain bulu tangkis nasional seperti Liem Swie King sang idola?
Tiw’s Opinion:
WOW. Film yang saya tonton ba’da kerja di hari Jumat sangat menohok sukma. Langsuuung film ini melejit ke daftar top 10 film Indonesia terelok sepanjang masa versi saya sendiri. Kejadian2 lucu di dalamnya mengalir tanpa dibuat2. Masalah akting? Hem.. Ariyo Wahab cukup oke, lalu adegan marah Guntur itu amat natural. Tidak sok jadi anak baik yang marahnya di belakang saja. Nah, yang perlu dihighlight, dibold dan distabilo dengan warna cerah adalah akting dari Mamik Srimulat sebagai ayah Guntur. Karakter orang kampung yang sayang kepada anaknya dengan cara yang tidak eksplisit dapat ia bangun dengan nyaris sempurna (karena kesempurnaan tetep milik Allah ya anak2..).
Adegan yang betul-betul saya suka dari film ini yakni lokasi pengambilan gambar. Subhanallah. Kamu akan merasa kalo Indonesia itu maha indah. Belum lagi angle2 pengambilan kamera. Cuco bo. Minus dari film ini apa ya..? Apa? kebanyakan naro iklan? Ah ya wajar, kalo nggak ya si Ari Sihasale rada keder juga lah bikin film ini. Oh ya, minusnya cuma satu, foundation yang dipake si Guntur agak keputihan nek.. Coba itu warnanya diturunin satu tone.. Nah gitu kan lebih pas.. Sama akting agak kaku dari Michelle, bocah cewek yang teteknya baru tumbuh, yg berperan sebagai anak dari Wulan Guritno. Nonton film ini gak nyesel dehhh.. Ada yang mau ajak saya nonton lagi..?? *ngelirik Vina Gondosaputro* Pokoknya, Bravo buat “Alenia Pictures” yang udah punya ide cerita seperti ini, sehingga membuat KING menjadi film bulutangkis pertama di dunia.
Cocok ditonton:
Seperti film Garuda di Dadaku, film ini pas ditonton kamu yang ingin rasa nasionalisme meningkat, kamu yang mau mengisi liburan panjang ini, atau kamu yang bercita2 untuk keringetan di Istora senayan sambil mengenakan kalung emas di balik kaos bertuliskan Yonex. Oh ya, Unee.. Ini film juga cocok kamu tonton.
Kudos:
4 kok mungil terbuat dari belerang yang bias mengobati mulut kamu yag gatal ingin terus2an menyela film Indonesia.


