PERSEPOLIS
Persepolis merupakan film animasi karya perempuan Iran yang bernama Marjane Satrapi dan beberapa animator Perancis. Film ini ditayangkan di Jakarta Internasional Film Festival (JIFFEST) 2007 dan membuat pecinta film berbondong2 (lebay..) untuk menontonnya (Saya ingin sekali menonton tahun lalu, tapi kehabisan tiket, huhu..). Film ini dibuat berdasarkan novel grafis, yang bisa dibilang merupakan memoar Marjane Satrapi sendiri.
Wuthering Heights download Pertama-tama, saya ingin bercerita dahulu mengenai bukunya. Persepolis bercerita mengenai kisah masa kecil Marjane hingga ia beranjak dewasa yang dibalur dengan atmosfer revolusi Iran di kala itu. Unik merupakan kata yang tepat untuk menggambarkan bukunya. Di sini, Marjane tidak menjual keindahan visualisasi. Goresan penanya yang sederhana merupakan kekuatan tersendiri, namun di beberapa gambar, ia dapat menjadi sangat detail. Hubungannya dengan teman-teman, pacar, dan khususnya kepada keluarganya dideskripsikan dengan jujur dan tidak bertele2. Ironi dan keabsurdan terblender dengan halus di dalamnya. Perhatikan setiap kata maupun kalimat, ada banyak punch line yang dapat menjadi bahan perenungan kita. Saya sendiri paling ingat kalimat di bagian terakhir buku itu, “Freedom had a price”.
Untuk filmnya, jangan khawatir. Meskipun tidak semuanya ia tuangkan di sini, namun dengan adanya gerakan dan audio, kamu bisa tetap tertawa ketika menontonya. Ya, Persepolis menjadi lebih lucu di film. Tapi seperti saran saya sebelumnya, jangan pernah membandingkan novel dengan filmnya , karena buku & film itu merupakan hal yang berbeda. Pilihan Audio di film ini ada dua, yaitu bahasa Perancis atau Inggris. Sedangkan untuk teks, pilihannya adalah bahasa Inggris dan Spanyol. Itu kalo nonton DVD yang aseli ya.. hyehehehe.. (tumben amat Tiw lo nonton yg asli, ya iya minjem..).
Kalau kamu sempet, tonton juga behind the scenenya, lumayan menarik. Menonton ataupun membaca Persepolis mengingatkan saya akan buku A Thousand Splendid Suns karya Khaled Hosseini yang bersetting di Afghanistan. Sebagai perempuan, kita diinjak seperti bangkai dan dilepeh bagaikan ludah. Meskipun di Indonesia sendiri perempuan terkadang masih dianggap rendah, tapi percaya deh, kalau kamu sudah membaca kedua buku yang saya sebutkan, kamu akan sangat2 berterima kasih pada Tuhan kalau kamu lahir di Indonesia.
Oh ya, alasan Marjane membuat novel ini ada di Introduction di halaman pertama bukunya. Intinya, ia ingin mengatakan pada dunia kalau image yang selama ini ditampilkan tentang orang-orang Iran tidak selamanya benar. Jangan karena beberapa ekstremis, maka semua orang Iran dianggap sama. Hem.. Ring a bell? To sum up, either the book or the film was great! or you can say EXCELLENT. Bukan hal yang mencengangkan kalau film ini menjadi nominasi Oscar untuk “Best Animated Feature” di tahun 2007.
Ok, happy watching!!


