Sweet Disposition by Temper Trap: OST (500) Days Of Summer

December 7, 2009 by titiw  
Filed under Musics

Sudah nonton Jiffest 2009..? Penasaran lagu siapakah itu yang menjadi lagu pembuka Jiffest..? Lagu dengan irama menyenangkan dengan potongan-potongan gambar dari film-film Jiffest..? Buat kalian yang penasaran, itu judulnya adalah Sweet Disposition yang dinyanyikan oleh Temper Trap, band yang berasal dari Melbourne, Australia. Lagu ini juga merupakan OST dari film yang diputar di Jiffest, (500) Days of Summer. Tak usah berpanjang kata, langsung saya beri link untuk anda-anda ini mengunduhnya. Happy listening!

DOWNLOAD TEMPER TRAP – SWEET DISPOSITION

Lirik:

Sweet disposition
Never too soon
Oh reckless abandon,
Like no one’s watching you

A moment, a love
A dream, a laugh
A kiss, a cry
Our rights, our wrongs
A moment, a love
A dream, a laugh
A moment, a love
A dream, a laugh

Just stay there
Cause I’ll be comin’ over
While our bloods still young
It’s so young, it runs
Won’t stop til it’s over
Won’t stop to surrender

Songs of desperation
I played them for you

A moment, a love
A dream, a laugh
A kiss, a cry
our rights, our wrongs
A moment, a love
A dream, a laugh
A moment, a love
A dream, a laugh

Just stay there
Cause I’ll be comin’ over
While our bloods still young
It’s so young, it runs
Won’t stop til it’s over
Won’t stop to surrender

A moment, a love
A dream, a laugh
A kiss, a cry
Our rights, our wrongs (won’t stop til it’s over)

A moment, a love
A dream, a laugh
A kiss, a cry
Our rights, our wrongs (won’t stop til it’s over)

watch full film of this is england online

A moment, a love
A dream, a laugh
A kiss, a cry
Our rights, our wrongs (won’t stop til it’s over)

A moment, a love
A dream, a laugh
A moment, a love
A moment, a love (won’t stop to surrender)

Jiffest 2009: Super Mengecewakan

December 7, 2009 by titiw  
Filed under Events

KECEWA BERAT. Sebagai penonton setia Jiffest yang diadakan setiap tahun, baru hari pertama saya nonton, teknis pemutaran film sungguh mengecewakan. Diadakan hanya di Grand Indonesia, film pertama yang saya tonton adalah Swiss Short, yaitu film-film pendek dari Swedia. Dengan bekal gorengan dan teh kotak di dalam tas, maka kegiatan menonton sendirian di sore itu saya pikir akan berjalan dengan menyenangkan. SAYA PIKIR.

Setelah ngambil tiket gratis dan mengantri masuk bioskop kira-kira 20 menit (kalo filmnya gratis emang gak ada nomor kursi, jadi dulu-duluan), saya dapet tempat super pewe. Paling atas dengan posisi di tengah. Film dibuka dengan footage 100% Indonesia yang dinyanyikan oleh Chrisye. Keren! Saya dibikin merinding oleh gambar2 yang menampilkan kekhasan negara kita Indonesia. Belum lagi ada lagu pembuka Jiffest yang gambarnya diambil dari potongan-potongan film Jiffest, yang ternyata adalah lagu yang merupakan OST film (500) Days of Summer berjudul “Sweet Disposition” by Temper Trap. 500 Days of Summer ini juga satu film yang diputar di Jiffest 2009, tapi di Ambassador juga udah ada, kak. Udah ori, kak.

Film dimulai, kebetean pertama menyerang, mas2 sebelah saya bau. DAMN. Tapi ya sulah.. Kebetean kedua datang, ini film Swedia tapi gak ada subtitle Inggris! Padahal bahasa Swedia yang saya tahu cuma ORIFLAME! Gimana ini..? Direka2 aja deh ceritanya. Film selesai, dan film ke-dua adalah film pertama. Iya, film pertama diulang lagi! SUPER BETE! Orang2 udah pada teriak2 kesel dan film itu terus lanjut sampe kira-kira 10 menit (durasi film 30 menit). Film selanjutnya, masih gak ada teksnya, ya su juga deh. Eh film kelar, si film ke-dua itu diputer ulang lagi! Tapi kali ini pake subtitle Inggris. Ih gak pentiiing!!!

Gokil ni panitia Jiffest tahun ini. Film ke-tiga.. Lancar.. Tapi suaranya gak keluar!! Cuih. Saya masih bertahan nih. Sampe film ke-4, 5, 6, 7 dan pas film ke-8 .. Filmnya mati dan film ke-8 itu diulang lagi!! GRRRRH!!! Fed up! Padahal total-total ada 9 film, dan saya keluar sebelum selesai. Seumur hidup saya nonton film di bioskop, baru kali ini saya walk out. Ck ck ck..

Ngaso2 dikit di luar, lanjut nonton kumpulan film pendek Malaysia nih yang jam 7 malam, namanya 15 Malaysia. Posisi okeh, gak ada yang bau. Katanya film dimulai jam 7, tenyata mulai 7.15, karena iklannya banyak booo! Film pertama langsung ngocol. Gak ada suaranya. Mas2 sebelah saya sok2 lucu dengan ngedubbing gitu. Nice try coy, tapi Komeng jauh lebih handal daripada Anda. Setelah dibenerin dan keluarin suaranya, mas2 sebelah saya masih ngelucu juga!! Oh my effin God! Inikah deritaku karena menonton sendiri di sebuah Mall yang baru2 aja ada kejadian bunuh dirinya..? HUAAAA…

Untung dari 15 film ini, lumayan bagus-bagus filmnya. Ada yang kocak banget, yang judulnya Potong Saga. Ada Rojak, film yang menceritakan budaya Malaysia yang campur-campur. Ada juga film yang disutradarai oleh Yasmin Ahmad, seorang sutradara film Malaysia yang baru meninggal beberapa bulan yang lalu. FYI, di Jffest 2009 ini ada beberapa film buatan beliau yang didedikasikan untuknya, yaitu “Tribute to Yasmin Ahmad”. Lumayan keren lah film2 Malaysia ini, berkutat di isu sosial, politik yang di dalamnya ada campur tangan aktor, musisi, dan pemimpin politik terkenal. Oke, that’s a wrap untuk hari pertama yang lumayan daripada lumanyun.

Hari ke-dua saya dateng ke Jiffest, saya udah niatin nonton kumpulan film pendek Indonesia sama temen2. Mulai film jam 19:00 dan saya dateng dari jam 17:30. Saya tahu emang tiket baru bisa diambil sejam sebelum film dimulai, tapi saya coba nanya aja. Kata mbak2 panitia: “Ini baru dibuka jam 6 pas Mbak, sekarang masih setengah 6″. Oke, saya terima dan saya ke WC. Dari Wc, saya langsung keluar lagi untuk ngeliat tempat ngambil tiket fim yang saya udah sebut barusan. TERNYATAAAAAA.. Orang2 antre untuk ngambil tiket ituu!! Saya ikutan ngantri, padahal kemaren gak perlu antre untuk ngambil tiket. Dan lebih ngeselinnya lagi, sebelum jam 6, tiket udah dibagiin!!! Ah, panitia gemana sih..?! Jilat tuh ludah lo sendiri! Dengan perasaan kecewa, saya ikut antrean, dan kira2 10 orang lagi di depan saya, TIKET ABIS. Dan itu baru jam 17:55. Yang mana harusnya tiket belum dibagiin.

PARRAH. Kecewa banget saya sama Jiffest tahun ini. Bukan masalah gratis atau gak gratis ya. Kalo ini film yang mau saya nonton dikenakan bayaran juga saya bayar kok. Cuma keselnya karena panitia bilang “TIKET BARU DIKASIH JAM 6″!! SHIT. Padahal saya udah toleransi kekesalan dengan teknis pemutaran yang berantakan kemarin. Eh sekarang juga masalah tiket yang ngeselin. GOSH. Saya jarang ya nyela senyela-nyelanya event, apalagi yang buatan Indonesia. Tapi Jiffest 2 hari pertama ini bener2 bikin saya naik pitam. Akhirnya saya ninggalin Blitz GI dan meluncur ke Green Fest. Lebih positif, lebih hijau, lebih hirau.

Saran buat Jiffest tahun depan (kalo masih ada):

  1. Jangan monopoli tempat pemutaran!! Kangen nonton Jiffest di Djakarta Teater, TIM, dan tempat2 yang gak di mall.
  2. Cara pembayaran pre sale ribet. Bisa aja Blitz nangguk untung segede2nya biar orang2 jadi member. Jadi kalo bisa dijualnya dengan cara biasa aja kayak dulu.
  3. Tepat waktu pemutaran dan tepatin janji. Kalo emang biangnya tiket free dibagiin sejam sebelumnya ya sejam sebelumnya dibagiin.
  4. Tiket free harusnya dikasih 1 untuk 1 orang, jangan boleh diwakilin.
  5. Masih banyak sih sebenernya, tapi kalo 4 point di atas udah dibenerin ya lumayan deh.

PS: Pengen bales dendam dengan nonton Jiffest di hari kerja jam 1 siang dan minta 10 tiket buat saya sendiri terus tiketnya saya buang-buangin. HAAHAHAHHAHAHAHAHAHAHA!! MAMPUS KAU PITUUUNG! *gakpenting.com*

(c) Kredit Foto: ini dan itu