Road To Java Jazz 2011
Hell-O World! Februari udah nyampe di tengah-tengah aja nih, yang mana berarti Maret akan segera datang, shoudara! Ah, sungguh bahagianya hati dan jiwa saya ini. Mengapakah? Apalagi kalo bukan karena di awal Maret itu tepatnya tanggal 4, 5 dan 6 ada event tahunan musik jazz yang hampir tiap tahun saya datengin, Java Jazz!
Jazz sendiri merupakan genre musik kesukaan saya, yang alhamdulillahnya bisa terakomodir dengan baik sama event ini. Di tahun pertama, saya sempet nonton Earth Wind and Fire, di tahun ke-tiga saya bisa nonton Level 42, dan tahun lalu, saya sakses nonton Manhattan Transfer! Gila ya, dari kecil saya selalu suka sama lagu-lagu mereka, dan saya berkesempatan untuk melihat mereka secara L-A-N-G-S-U-N-G!
Selain musisi papan atas yang penontonnya pasti bejibun itu, saya juga suka dateng ke Java Jazz dari pagi. Ya maksudnya bukan literally pagi saat ayam jantan berkokok dan Sangkuriang gak berhasil bikinin candi buat Dayang Sumbi.. *krik* Misalnya acara Java Jazz mulai jam 14.00, jam 14.30 saya udah dateng. Kenapa ekenapa saya rajin amatan dateng kala pagi? Ya selain orang belum kayak cendol alias penuh banget, saya seneng banget nontonin musisi-musisi muda yang mainnya awal tersebut.
Biasanya yang nonton mereka nggak terlalu banyak nih, tapi skill mereka gokil! Dari situ saya bisa ngeliat yang mana kira-kira yang punya harapan untuk jadi the next rising star.. *sadeees*. Nah, dari mana kah kiranya musisi-musisi tersebut muncul? Pernah denger Road to Java Jazz? Yak, pre event Java Jazz ini biasanya diadakan sebelum Java Jazz (Ya iyalah, malih! Namanya juga PRE EVENT!), dan dihelat di beberapa tempat supaya bibit-bibit baru itu muncul.

AXIS Road to Java Jazz 2011
Untuk tahun ini, saya lihat si Axis sebagai sponsor itu ngadain AXIS Road to Java Jazz 2011 dari tanggal 24 Januari kemaren sampai 27 Februari 2011 di sejumlah kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Medan, Makassar, dan Pontianak. Ih, pasti seru banget tuh kalo ada anak-anak daerah *sok kota* yang bisa tampil satu panggung untuk nge-jam bareng sama musisi-musisi nasional maupun internasional yang udah pada tenar itu. Eits eits eits, untuk selengkapnya, nggak usah kirim wesel ke kakak, dibaca dengan khusuk aja nih FAQ tentang AXIS Road to Java Jazz 2011.
Jadi coba ya buat kelian-kelian yang merasa punya bakat dan talenta dan hobi jazz, ikutan sonoh Road to Java Jazz. Kakak doain dari jauh ya dek. Oya, dalam menyambut Java Jazz ini, ternyata ada juga lomba blog. Bisa dilihat selengkapnya di SINI. Ikutan yuk yak yuk.. Hadiahnya lumayan lho, dapet tiket nonton Java Jazz gretong dan Galaxy Tab mak! G-H-R-A-T-E-S-H! Jadi, selamat berkarya dalam menulis blog dan bermusik. Sampai ketemu di Java Jazz 2011!
Java Jazz Saga – Day 3
Akhirnya! Pagelaran Jazz paling akbar di Indonesia (bahkan di dunia kalau menilik MURI) selesai 7 Maret 2010. Dilihat dari sisi pengunjung, kuantitasnya tidak sebanyak hari ke-dua, dan lalu lintasnya tidak sekacau hari pertama. Pertunjukan pertama yang saya tonton adalah gitaris kawakan Indonesia, Oele Pattiselano yang membawakan lagu-lagu Stevie Wonder featuring Dira J Sugandi. Iya, mbak ini lagi, yang suaranya udah abis di hari ke-tiga. Lagu2 Stevie Wonder yang harusnya dibawakan dengan nada tinggi, ia bawakan dengan nada rendah. IMHO, suara Dira ini bagus, tapi kurang “khas”. Eh tapi ini menurut saya lho ya..

Ole Pattiselano "Tribute to Stevie Wonder"

Spotted, Dira Sugandi "Sexy Back". Uhuk.
Lalu kaki saya yang setia membawa saya menuju hall dimana Elfa’s Singer manggung. Luar biasa memang grup ini. Sebagai “Manhattan Transfernya Indonesia”, mereka sangat kompak dan mungkin lebih pantes jadi special show dibanding “John Legend” yang ternyata nggak terlalu “Legend” itu. Lanjut ke Griffith Frank. Cowok ini sempat berkolaborasi dengan mbak2 yang bawa Sax dan pianis Jeff Lorber. Ada yang familiar sama Griffith Frank? Intinya ada salah satu lagunya dia berjudul “Unusual Way” yang merupakan ost film musikal “Nine”. Ada salah seorang penonton bilang gini ketika menyaksikan Griffith Frank beraksi “Nah.. Gini dong lagunya yang gak terlalu Jazz.. Lebih Enak”. Krik.

Elfa's Singer, The Legend

Griffith Frank si "nggak terlalu Jazz"
Manhattan Transfer merupakan pertunjukan yang saya tonton setelahnya. Ya ya, saya tau kemarin udah nonton mereka, but I just can’t get enough of them! Malang melintang di dunia permusikan selama 40 th, membuat skill mereka SEMPURNA di dunia musik. Ndak lupa saya akhirnya foto2 sendiri juga di hari terkahir ini setelah dua hari sebelumnya terlalu saibuk untuk foto2 sendiri. HA. Sempet foto2 selain artisnya juga, misalnya jalan2 ke booth atau ke paviliun Indonesia Kreatif.

Manhattan Transfer dengan Ron King Big Band

VOTE KOMODO!

Musik tradisional dengan Sasando Elektrik
Oh ya, Babyface yang jadi special show malam itu kan di jadwal manggung pukul 20:15 , namun dari pukul 18:30, orang2 udah pada antri!! Gokil! *ngelirik @Unee*. Dan antrian itu makin diperparah karena RI 2 alias Wapres kita mau nonton, sehingga penonton discan satu persatu. APAKAH masih kurang ketika kemarin RI 1 menonton Dianne Warren??! *garuk2 aspal*. Fyuh. Anyway, Babyface sangat dan sangat komunikatif kepada audience. Ia bercerita bagaimana cinta pertamanya dan menceritakan pula bagaimana ia bisa berteman dengan Michael Jackson, dan sebagainya. Bahkan ia menyanyikan salah 1 lagu Michael “Gone To Soon” sebagai tanda penghormatan. Daan saya gak punya foto Babyface yg bagus, semua bergojaaang!

Kagak dapet poto Bebifes, gueh foto juga ni Paspampres

Gak poto ama Bebifes juga, saya sama Unee jadi Hulk!
Untuk pertunjukan terakhir, band asal Indonesia yang telah malang melintang di luar negeri ialah Gugun Blues Shelter. Dengan 3 personelnya yaitu Gugun, Bowie dan Jono, mereka terlihat sekali menguasai panggung, dan menjadi favorit kebanyakan penonton pria. Sekedar share, mereka mentas akhir Maret ini di Singapura yaitu dalam acara Timbre Rock & Roots 2010. Mereka satu-satunya musisi Indonesia di antara sekian banyak musisi level dunia dalam event itu. Okaaaay, sekian laporan pandangan mata saya di Java Jazz hari terakhir. Semoga tahun depan acaranya lebih sakses dan lebih lancar jaya. Cheerio!

Jono "Gugun Blues Shelter"

YAY! Foto sama mbak Endah "EndahNRhesa"!
Java Jazz Saga – Day 2
Sori nih late post, tapi gpp lah, daripada blogger yang sama sekali nyuekin blognya, ya toch..? *ditimpuk dari seluruh penjuru mata angin*. Keriaan Java Jazz Festival tetep berlangsung di hari ke 2, Sabtu 6 Maret 2010. Setelah mempelajari seluk beluknya di hari pertama, akhirnya di hari ke-2 saya jadi lumayan khatam dengan perpetaan JiExpo yang sangking gedenya saya selalu muter-muter kayak tawaf. Laporan pandangan mata di hari ke-2 ini lebih pada laporan foto. Sayang, saya gak dapet foto bapak presiden kita yang nonton pas pertunjukan Dianne Warren. Enjoy the pictures!

Poster2 yang dijual di JJF

Menyambut Senja Merah

Alexandra Sherling dari Russia. 4 Huruf buat beliau: S.E.X.Y

Dira J Sugandi. The Rising Star. Tapi bajunya agak gengges terus ciin..

Simak Dialog

Ivan Lins dari Brazil

Duh mbak Toni Braxton.. Lemaknya pada mau kabur tuh..

Manhattan Transfer yang sudah berkarir 40 th! SALUT BGT!

And last.. Foto bersama si Diva Malaysia.. Sheilaaaa.. Majiiiiid!!
Java Jazz Saga – Day 1
Java Jazz hari pertama telah selesai Jumat 5 Maret kemarin. Walaupun pertunjukan baru dimulai pukul 18:00, Kemayoran sudah terlihat pada sejak sore. Acara yang diadakan tiap tahunnya itu kini mengambil tempat di JiExpo Kemayoran, setelah 5 tahun sebelumnya dilaksanakan di JCC Senayan. Kali ini, saya berkesempatan untuk datang tiga hari full karena ditugaskan untuk ngetweet salah satu produk perawatan pria dan juga sebagai pewarta dari curipandang.com .

Penampil malam itu yang mengambil perhatian paling banyak tentunya adalah Mr. John Legend. Mas asal Amerika yang sohor karena hitsnya Ordinary People ataupun PDA. Meskipun jadwal tampilnya agak mundur, hal itu tidak mengurangi antusias orang-orang yang menonton. Menurut saya pribadi, penampilan cowok yang dibilang mirip sama Tommy Soeharto ini memang lumayan, tapi tidak se “WAH” yang saya bayangkan. Apa mungkin karena terlalu banyak orang ya? Saya jadi cuma bisa melihat dia dari layar besar yang berada di samping panggung. Huhu..

Hon Leghend..
Melaney Ricardo si MC dan penyiar radio jadi sorotan malam itu karena dia sempat naik ke atas panggung, meluk John Legend dan terakhir John Legend memberinya bunga mawar! Terdengar suara “Huuuu!!” penonton yang membahana. Yah, keirian itu memang wajar sih. Diliat dari twitnya Melaney, dia bilang “Ok gotta answer all d Q bout how was it feel got a kiss by@johnlegend..lol! its damn temptin! He’s so HOT n I liked his smells..“. Hohoho..

Melaney Ricardo yang langsung dihujani teriakan "boo" oleh penonton
Sempet juga saya melihat penampilan Jeff Kashiwa si pemain Sax di lantai 6, dan pianis Bob James yang merupakan salah satu personil dari band jazz kenamaan, Fourplay. Namun yang sangat saya nikmati malam itu ialah penampilan dari seorang diva asal Malaysia, Sheila Majid. Sheila yang memakai kemeja putih dan bawahan hitam terlihat sederhana, namun tetap memukau. Malam itu ia membawakan hitsnya yang sudah sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia, “Antara Anyer dan Jakarta” dan “Legenda”. Beberapa lagu tahun 80an dia bawakan dan membuat orang2 yang “berumur” terlihat terbawa perasaan nostalgia. Sempat juga dia berduet dengan Chandra membawakan lagu “Ingatlah diriku”.

Bob James

Sheila Majid duet
Sekian laporan pandangan mata untuk Java Jazz Festival hari pertama, semoga hari ini dan besok, kemacetan yang terjadi, antrian masuk nan lama, dan sinyal yang berantakan tidak terjadi lagi sehingga membuat timeline twitter penuh dengan umpatan orang-orang. Semoga.
Fungsi Java Jazz Festival Sebagai Nation Branding Untuk Indonesia
Jakarta International Java Jazz Festival (JJF) ke-6 akan dilaksanakan pada 5 hingga 7 Maret 2010 di JIExpo Kemayoran. Dalam press conference yang diadakan Rabu, 3 Maret 2010 di Hotel Borobudur, Peter F. Gontha selaku Chairman mengatakan bahwa Java Jazz Festival telah masuk MURI sebagai Festival Musik Jazz Terbesar di dunia. Sedangkan Eki Puradiredja, Program Coordinator Java Jazz Festival mengungkapkan, JJF tahun ini akan diadakan dengan 21 panggung, 1300 penampil, 2000 panitia, 450 pers, dan sekitar 100.000 tiket telah terjual.
Menteri Perdagangan, Mari E. Pangestu yang juga datang ke acara press conference ini mengutarakan beberapa alasan mengapa pihak Kementerian Perdagangan mendukung JJF yaitu untuk mendorong ekonomi kreatif khususnya musik yang merupakan salah satu subsektornya. JJF dapat dijadikan ajang kampanye 100% Cinta Indonesia dan mendorong pencitraan Indonesia, bahkan dengan tagline “Jazzin’ Up Remarkable Indonesia“, JJF telah melakukan nation branding itu sendiri. Kementerian Perdagangan juga akan membuka paviliun khusus yang diberi nama The Hall of The World Music.
Di JJF tahun lalu, Peter F. Gonta meminta para penampil JJF untukmemakai batik. Jason Mraz sebagai penyanyi solo dalam special show sempat juga memakai Batik yang membuat nama Indonesia makin terangkat. Di akhir acara press confrence, Peter F. Gonta mempersilakan Mari E. Pangestu untuk meluncurkan DVD Glenn Fredly “Tribute to Chrisye” yang berisi rekaman live Glenn Fredly pada JJF 2009. Nantinya, DVD tersebut akan dijual di waralaba Starbucks di seluruh dunia. Menteri Perdagangan menambahkan bahwa DVD tersebut akan dijual juga di event World Expo Shanghai yang akan diadakan Mei 2010.
Website Jakarta Internasional Java Jazz Festival: JJF 2010
Kredit Foto: jpnn
PS: Rada serius nih nulisnya, buat kerjaan. Bisa diliat juga tulisan ini di indonesiakreatif
Java Jazz 2009
Gak dateng.
Gak punya duit.
Cis.
(c) Gambar Jazz



