Tertawa Bersama Selama 1 Menit Saja
Dalam bus sumpek, penuh dengan bau-bauan aneka warna yang meruap dari orang-orang yang beraneka ragam pula.. Terdengar satu bahasa yang sama. Yang sangat universal. Tawa. Ya, tawa itu digelontorkan bersama-sama oleh para penumpang bus 46 jurusan Grogol-Cililitan. Ketika dalam kemacetan yang menghadang dan membuat semua orang meradang, mobil kijang lama di sebelah bus yang kami tumpangi jendelanya tiba-tiba terbuka dengan heboh. Dari jendela itu, seorang bapak berumur 50an mengeluarkan kepalanya dan ia BERSIN! Bersin sebersin-bersinnya BERSIN! “HWACCCUUHH!!!!” Suaranya kencang sekencang-kencangnya kencang. Sontak semua orang, saya ulang, SEMUA ORANG dalam bus itu tertawa. Tertawa setawa-tawanya TAWA. Lalu bagaikan dalam gerakan lambat, satu persatu dari mereka saling menebar senyum karena baru saja berbagi pengalaman sama yang menggelikan.
Pedagang rokok tersenyum kepada sang sopir yang sebelumnya memaki kemacetan yang membuat pinggangnya kumat, Mbak-mbak kantoran yang memakai rok mini tersenyum kepada mas-mas kantoran yang menggenggam Blackberrynya yang masih nyicil, cowok kuliahan yang memakai kaos Benyamin tersenyum kepada anak kecil berkuncir kuda, seorang ibu berjilbab yang seluruh jarinya dihiasi cincin batu akik tersenyum kepada sang kenek yang bajunya tidak diganti selama 2 hari, ini tersenyum kepada itu, sana tersenyum kepada sini. Menyenangkan jika kita ikut tenggelam dalam euforia 1 menit yang dipenuhi gelak ini.
Sayang, hanya 1 menit. But still.. One is better than none, rite..? Have a nice week days, mate!
Mc. Errot
Katanya sih.. buat membesarkan umbi-umbian.
Namanya sih.. Seperti sesuatu yang siap saji.
Jadi, umbi kamu mau dibesarkan dan disajikan secara cepat?
hubungi Mc. Errot..
.. di Padang.
PS: copyright foto punya Mbak Moi yang abis melancong ke Padang.
Kumis, Apel dan Brownies
February 6, 2009 by titiw
Filed under Titiw Inside
Sepertinya perut saya mulai sixpack.. Kebanyakan ketawa tiwi sendiri.. Ampun dah pemerintah..
1. Saya lagi jalan ke SD di daerah Kemanggisan, minggu kemarennya udah ke situ untuk survey, sekarang dateng lagi untuk performance teater. Pas di depan sekolah..
Tukang ojek 1: “Neng2.. Ojek Neng..”
Tukang ojek 2: “Eh, dia gak mau naik ojek tau, dia mau ngeliput di sekolahan, ya kan neng? (nuduh amat, sejak kapan eiks jd wartawan?)
Saya dalam hati: “Wah, ini abang inget juga muke gue”
Tukang ojek 1: “Oh iya yak, yang minggu lalu lewat sinih..”
Tukang ojek 2: “Lha iyak. Eh neng, mau nanya dong, ngadep sini deh.”
Saya: “Kenapa bang?” *sambil balik bodi ke doski*
Tukang ojek 2: “Eneng kok.. KUMISAN ya?!!!”
2. Di kantor, lagi makan makanan catering rame2 sekantor (sekantor saya cuma berlima lho,, jangan bayangkan segedung).
OB: “Eh ada apel merah. Dulu aku tuh punya apel ijo, terus pengen warnanya merah, DIPEREM deh. Sampe berapa hari, tetep aja warnanya ijo ya..”
3. Lagi main2 sama Caca, keponakan saya yang nada suaranya labil, untung masih kecil, belom abg, jadi jiwanya masih stabil, gak kayak anak2 emo sekarang.
Caca: “Tante Titi, Tante Titi, kemaren aku main sama temen aku, namanya Jessica. Eh dia punya anjing, namanya Broni..”
Saya dengan niat ngelucu: “Haha, namanya lucu, nama panjangnya Bronis?” Hoho.. *menganggap diri udah lucu banget di depan anak umur 5 setengah tahun*
Caca: “Bukan tawuuukkk! Nama panjangnya si Broni bukan itu! Mau tahu?!”
Saya: “Siapa nama panjangnya?”
Caca: “Tante Titi beneran mau tahu?”
Saya: “Iya, siapa namanya?!” *mulai habis kesabaran*
Caca: “Nama anjingnya.. BRONI KUKUS!!”
(c) Dali’s moustache
Apa Rasanya Nih Bakmi??!!!!
Sekedar share, temen saya abis naro foto ini di facebooknya. Saya cuma bisa mikir, emang ada yang mau beli? kalopun ada, apa rasanya yaa? Basah2 lembab sedikit kenyalkah? gyahahaha!! Jiji!!



