Talking Bout My Generation

January 14, 2011 by titiw  
Filed under Events, Musics

Senin 10 Januari 2011, selasar Kineforum Taman Ismail Marzuki yang baru saja selesai direnovasi dipenuhi sosok-sosok anak muda kreatif yang mengikuti diskusi “Talking ‘Bout My Generation”. Diskusi ini sendiri merupakan rangkaian acara setelah sebelumnya film “Untuk Anak Muda” diputar di Kineforum. Sebenarnya apa yang perlu disuarakan anak muda sekarang ini?

Anak muda tentu perlu menyuarakan dirinya sendiri, entah itu tentang persoalan pribadinya, pandangannya terhadap politik, maupun ekspresi diri lewat media-media yang sesuai jaman mereka. Pemutaran film dokumenter “Untuk Anak Muda” juga bertujuan untuk mengetahui kisah di balik kesuksesan majalah anak muda paling berjaya di tahun 70an, yaitu “Aktuil”.

Film yang dinamakan rockumentary ini, sempat disebut-sebut sebagai rockumentary terbaik yang pernah dibuat di Indonesia. Dalam film juga ditampilkan tokoh-tokoh di belakang majalah “Aktuil” dan orang-orang di belakangnya yang mendapatkan pengaruh besar dari majalah ini, secara langsung, maupun tidak. Puncak kesuksesan “Aktuil” terjadi pada tahun 1975 ketika mereka berhasil membawa grup band legendaries Deep Purple untuk konser di Stadion Utama Senayan.

Setelah pemutaran film, program diskusi “Talking ‘Bout My Generation” dilaksanakan pukul 18.00 dengan Soleh Solihun (jurnalis Rolling Stone Indonesia) sebagai moderator, dan Ika Vantiani (pembuat Zine, Peniti Pink Zine distributor). Awalnya, Remy Sylado yang merupakan tokoh di balik majalah Aktuil didapuk sebagai pembicara, namun beliau berhalangan hadir. Diskusi tersebut juga diikuti Lisabona Rahman, Wendi Putranto, dan beberapa pelaku kreatif di bidang musik dan film.

NOTES

  1. Di atas adalah tulisan saya untuk kerjaan, sehingga maaph kalo rada intelek terdengar. Ha.
  2. Mbak Lisa itu hooh ya. Kalo jadi lines, saya demen tuh yang gitu2. *eh*
  3. Damn, saya nggak tahu kalo film “Untuk Anak Muda” Itu ada hubungannya sama majalah Aktuil. Jadi telat deh. *manyun*
  4. Yang paling pol: Saya.. PATAH. HATI. BANGET. Pas tau Remy Sylado nggak dateng! Padahaaal.. Saya udah buru2 dari rumah, dengan membawa beberapa buku beliau untuk ditandatangani! Huhu..
  5. Majalah Aktuil yang mana Remy Sylado merupakan salah 1 pentolan di dalamnya itu.. KEREN. ABIS! Lo boleh bilang majalah manapun keren, gak ada tandingannya sama majalah ini! Soleh Solihun dan Wenzrawk aja juga mengakuinya. Di tahun 70an, majalah ini contentnya underground gila, tapi penjualannya mainstream! FYI, kata kon*ol dan j*mbut mereka tuliiis dong di dalemnya, padahal itu jamannya Soeharto lho. Bayangkan betapa rebelnya mereka, sodara sodari!
  6. Intinya, saya jadi pengen nyari majalah Aktuil ah.. Buat koleksi.
  7. Besok saya mau traveling lagi, ke Pulau Gusung Pandan. Jadi jangan kangen sama tante. Kthxbai.

Jakarta Urban Society & Megapolitan

November 29, 2010 by titiw  
Filed under Events

Note: Maaf-maaf nih sebelumnya kalo tulisan saya ini seriyes. maklum tulisan buat kerjaan. Ahiy! ;)

Pameran Perupa Jakarta 2010 bertajuk “Jakarta Urban Society and Megapolitan” baru saja selesai dihelat di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat. Pameran yang diikuti oleh 19 perupa tersebut dilaksanakan sejak 20-29 November 2010 dengan menampilkan karya-karya bertema urban.

Jakarta yang merupakan ibukota negara yang mana berbagai macam manusia ada di dalamnya, ditampilkan sebagai subjek utama dalam pameran ini. Bisa dibilang Jakarta merupakan “melting pot” dimana masyarakat yang datang dari berbagai penjuru, daerah, luar negeri, berasimilasi dengan penduduk asli dengan kualitas hidup, profesi, golongan, ras dan etnis berbeda-beda.

I Am Super Indomiesian

Perubahan Jakarta yang begitu cepat dan spektakuler, ditambah budaya siap saji di sana sini, menambah terang kemilau Jakarta untuk dibahas dan diinterpretasikan dalam bentuk lukisan. Misalnya saja lukisan karya Bibiana Lee yang berjudul: “I Am Super Indomiesian” yang memajang merk-merk mie instant asal Indonesia di dalam lukisannya. Ini adalah fenomena yang menarik, siapa orang Indonesia tdk suka Indomie?

Petruk = Spiderman

Lalu, ada pula lukisan cat minyak karya Lugiono yang menjadikan tokoh pewayangan Petruk menjadi super hero. Di sini tersirat bahwa Jakarta dengan segala kejahatan dan kemegahannya, seakan-akan rindu dengan sosok super yang dapat menyelamatkan orang-orang dengan mimpi-mimpi semu di dalamnya.

Pak Bambang, seorang pelukis yang saya wawancara. Setengah jam saya dikuliahin ttg seni ABSTRAK!

Peserta pameran yang berjumlah 19 orang adalah:
Achmad Sopandi | Aisul Yanto | Ary Okta | Bibiana Lee | Budi Karmanto | Dan Hisman | Gogor Purwoko | Idris Brandy | Indah Asyrad | FX. Jeffrey Sumampouw | KaNA Lugiono | Melly Kemala| Neneng Ferrier | Joheng Jauhari | Patrick CW | Sarnadi Adam | Sem C. Bangun | Sudita | S. Wito

Foto-foto dapat dilihat di: Facebook Ekonomi Kreatif Indonesia

Green Fest 2010 yang Kurang Green

November 26, 2010 by titiw  
Filed under Green Act

Jumpa lagi di hari Jumat yang bersemangat. Tau Green Fest gak? Iya, festival tahunan yang mengusung tema hijau di segala aspek kehidupan. Kemaren sih diadakan tanggal 6-7 November di Senayan lagi. Tahun lalu, saya juga datang ke Green Fest 2009 yang penuh gambar-gambar Benny & Mice di sana sini.

Sayangnya, festival yang mengangkat gaya hidup hijau yang banyak sponsor di sana sini itu malah terlihat kotor. Sampah yang berserak sepertinya kurang cepat ditangani. Belum lagi pembelian2 barang yang masih memakai banyak plastik ataupun styrofoam. Beda jauh sama Kumkum, acara komunitas yang tanpa banyak sponsor besar dapat benar-benar mengimplementasikan apa itu HIJAU yang sebenarnya. Mudah2an di tahun berikutnya lebih baik ya. Berikut foto2 yang saya tangkap yang semoga dapat membuat kamu mengerti dan mengimplementasikan bagaimana menjalani hidup dengan lebih hijau.

Efek Global Warming

Untuk Mengangkut 72 orang di Jkt, dibutuhkan...

 

Simulasi Lampu Hemat Energi

Pemilihan sampah dengan lampu dan suara jika kita benar/salah memilah sampah

Cegah Tenggelamnya Jakarta!

Coba diitung berapa luas kamar kamu? Jgn sampe terjadi pemborosan pemakaian AC

Tips Hijau untuk Kulkas

Mengapa lebih baik pakai kipas? Berapa daya terpakai untuk Microwave?

Konservasi

Simply Red Simply Awesome!

November 1, 2010 by titiw  
Filed under Events, Musics

Java Production kembali memuaskan pencinta musik di Indonesia dengan Java Soulnation festival, festival musik tahunan yang menampilkan lagu-lagu (yang katanya) bergenre Soul – R&B – Hiphop. Di hari pertama, tepatnya Jumat 29 Oktober 2010, tampak bahwa orang-orang yang datang memang khusus melihat Simply Red yang katanya sih ini pertunjukan terakhirnya di Asia. Nah, tulisan ini memang khusus saya buat untuk membahas Simply Red ya anak-anak.

Couple of The Night

Dengan tergopoh-gopoh, saya datang ke main stage pada pukul 21.00, dan Simply Red baru saja selesai memainkan lagu ke-dua. Yak, telat karena nganter tiket dulu ke bang Andi Bachtiar yang saya beri tiket gretongan. Bad news untuk saya karena ketinggalan, good news karena berarti mereka mainnya on time. Di jadwal, band yang digawangi oloh Mick Hucknall yang narsis berat (hampir semua cover Simply Red mukenye dia bo!) ini bermain pada pukul 20.45.

Lagu ke-3 yang dibawakan ialah So Not Over You, dilanjutkan dengan lagu Enough dari tahun 1989. Mick berhenti setelah lagu ke-4 untuk melakukan obrol2 standar ala penyanyi dan penonton. Not bad. Penonton mulai menggila karena tahu lagu selanjutnya adalah You Make Me Feel Brand New, lagu lawas yang aslinya dinyanyikan oleh The Sylistics. Lagu ke 6 sampai 10, semuanya familiar di kuping saya. Yaitu For your Babies, Holding Back The Years, Stars dan It’s Only Love. Khusus di lagu Stars, penonton super hooot! Semuanya berdiri dan loncat2 girang. Spotted, Mario Patrick penyiar radio U FM joget2 sama 3 temen cowoknya yang lain. UHUK.

The Crowd!

Lagu selanjutnya saya gak terlalu hapal, yaitu Sunrise, Come To My Aid, Fake, dan The Right Thing. Setelah mengenalkan 7 personel yang ada di panggung, Mick yang vokalnya masih cukup prima di umur yang tepat 50 tahun lanjut nyanyi Money’s Too Tight, Ain’t That A Lot of Love, dan ditutup dengan lagu yang membumbungkan nama Simply Red, Fairground. Udah deh. Selesai. Selesai? Ya belum sih, setelah orang2 teriak2 curanmor curanmor (We want more. Red) berkali-kali, mereka keluar dan menyanyikan lagu Something Got Me Started. Lagu penutupnya apa? If You Don’t Know Me By Now! YAY!

Mick Hucknall. Okay, this is the best picture I can get. Deal with it.

Mick dan bandnya yang berkali2 memuji penonton “Jekardah! You are Fantastic!” akhirnya menyudahi pertunjukannya selama kurang lebih 2 jam dengan 19 lagu. Secara pribadi, yang sedikit ganggu sebenarnya adalah karena lagu Say You Love me sama Smile gak dibawain. Hehe.. Tapi, tidak semua orang bisa dipuaskan kan? Meskipun begitu, saya berterima kasih untuk Simply Red yang telah menjadi bagian dari soundtrack hidup saya di masa SMA ketika waktu itu saya memutuskan untuk membeli kaset2 kalian di Disc Tarra deket rumah. Nice performance, Simply Red! You are simply awesome! :)

Mercy Mercy Me (The Ecology)

September 21, 2010 by titiw  
Filed under Musics, Video

A very cool video fom Rae & Legend! They sang this song at Live Earth, in Wembley Stadium, London, England couple years ago. Actually, I know this one’s sung by Robert Palmer, and apparently it’s the cover version from “Mercy Mercy Me (The Ecology)“, the second single from Marvin Gaye’s 1971 album, What’s Going On. Surprisingly, this song was created in the year where there’s no global warming issue. YET. So, behold audience.. for I’m gonna give you the powerful lyrics of this song!

PS: Thanks Galih for giving me this awesome video! :D
Oh, mercy mercy me
Oh, things ain’t what they used to be
No, no
Where did all the blue sky go?
Poison is the wind that blows
From the north, east, south, and sea
Oh, mercy mercy me
Oh, things ain’t what they used to be
No, no
Oil wasted on the oceans and upon our seas
Fish full of mercury
Oh, mercy mercy me
Oh, things ain’t what they used to be
No, no
Radiation in the ground and in the sky
Animals and birds who live nearby are dying
Oh, mercy mercy me
Oh, things ain’t what they used to be
What about this overcrowded land?
How much more abuse from man can you stand?
My sweet Lord
My sweet Lord
My sweet Lord

Kita KumKum Yuk 17-18 April 2010!

April 8, 2010 by titiw  
Filed under Events, Green Act

APAKAH KAMU….
Penasaran dengan alien di luar angkasa?

Mau ikut peneropongan matahari?
Minat belajar bikin komik digital?
Ingin menyulap kertas bekas jadi hal-hal tak terduga?
Atau mencoba membangun kota dari barang bekas?
Minat mencoba merajut dengan jari & menggunakan benang dari kantong kresek?
Atau Ingin mencoba membatik dengan pewarna alami?
Lebih suka menonton film seru, dokumenter, atau animasi?
Atau memilih sekedar duduk-duduk di taman sambil jajan & menikmati pementasan musik-musik lokal?
Kalau begitu, ajak keluarga, kerabat & sahabat untuk ber-KUMKUM!

Sabtu-Minggu, 17-18 April 2010, Pk. 09:00-18:00 WIB, di Museum Bank Mandiri, Jl. Lapangan Stasiun Kota No. 1, Jakarta Barat.

KumKum

Ada banyak kegiatan untuk anak, remaja, orang dewasa, termasuk para ibu.

INFO DETAIL ACARA LIHAT DI: kumkum.dagdigdug.com atau Facebook Group: KumKum 2010

(Beberapa acara seperti diskusi, workshop, dan putar film gratis memerlukan konfirmasi di kumkum.eventbrite.com)

Tersedia

download the the dilemma online

fasilitas: masuk museum dan air isi ulang GRATIS, ruang menyusui, playground, parkir sepeda.

Pastikan sudah membaca INFO & TIPS BAGI CALON PENGUNJUNG sebelum berangkat ke acara KumKum, untuk pengalaman yang menyenangkan!

KumKum merupakan hasil kolaborasi ide dan tenaga lebih dari 40 komunitas lintas genre di Jakarta dan sekitarnya, untuk kehidupan yang lebih baik.


INFO & TIPS BAGI PENGUNJUNG KUMKUM

Bagi para calon pengunjung KumKum, di bawah ini adalah info & tips yang PERLU DIBACA sebelum berkunjung ke acara KumKum.

  • Masuk Museum GRATIS
  • Pengunjung diminta untuk membawa SAKE (sampah kering) & atau BABE (barang bekas) dari rumah/ kantor/ sekolah. Jenis SAKE & BABE bisa dilihat di http://kumkum.dagdigdug.com/category/tips-sake/
  • Jika punya buku-buku bagus yang sudah tidak dibaca terutama buku anak-anak, silakan dibawa untuk disumbangkan ke 1001buku
  • Bagi Ibu yang mempunyai bayi, KumKum menyediakan ruang khusus untuk menyusui

Apa yang perlu DIBAWA untuk kurangi sampah di KumKum?

  • Bawa BOTOL MINUM/ TUMBLER, tersedia air galon untuk isi ulang. GRATIS!
  • Bila perlu bawa KOTAK & ALAT MAKAN, untuk makan/bawa makanan pulang, karena stand makanan di KumKum tidak menyediakan kantong kresek/styrofoam.
  • Bawa TAS YANG BESAR/ TAS LIPAT, jika akan membeli berbagai produk di bazar KumKum, karena stand tidak menyediakan kantong kresek.

NAIK APA ke Museum Bank Mandiri untuk kurangi macet dan polusi?

  • Gunakan sepeda, angkutan umum atau naik 1 mobil beramai-ramai.
  • Fasilitas parkir sepeda akan disediakan oleh Komunitas Bike 2 Work, tepat di halaman Museum Bank Mandiri.
  • Museum Bank Mandiri mudah dijangkau dengan menggunakan bis TransJakarta dan KRL Jabodetabek.
  • Untuk KRL Jabodetabek, sila cek jadwal lengkapnya di www.krlmania.com/jadwal
  • Bagi yang membawa kendaraan, parkirkan di tempat parkir yang ada di sepanjang koridor bis TransJakarta dan sambung dengan bis tersebut hingga Museum Bank Mandiri.
  • Sila cek peta koridor bis TransJakarta di www.suaratransjakarta.org
  • Untuk naik 1 mobil beramai-ramai, sila memberi/mencari tebengan melalui www.nebeng.com (klik banner KumKum di bagian atas)
  • Bagi yang akan membawa kendaraan bermotor, perlu diperhatikan bahwa RUANG PARKIR TERBATAS!

Jadi, tunggu apalagi..? Ayo kita KUMKUM!!!

Citra Earth Hour di Mata Jakarta

March 21, 2010 by titiw  
Filed under Events, Green Act

Hampir semua orang membicarakan Earth Hour di berbagai media. Berbagai portal online, radio, blog, hingga layanan twitter yang notabene layanan update status agar tetap eksis. Saya tidak akan membicarakan Earth Hour yang akan diadakan selama satu jam hari Sabtu 27 Maret 2010 pukul 20:30 – 21:30 dan ini itunya karena semuanya sudah dibahas lengkap di website resminya, yaitu di Earth Hour Indonesia

the social network torrent

.

how to watch the hurt locker film

Dalam tulisan ini, yang ingin saya angkat adalah citra Earth Hour di mata dunia, khususnya di Indonesia, dan lebih khususnya lagi di Jakarta. Memang Earth Hour dipuja dan dipuji di sana dan di sini, karena dengan gerakan global ini, banyak hal yang bisa dihemat maupun diselamatkan oleh program mematikan lampu selama satu jam dalam 1 hari. Tapi apakah Anda tahu, bahwa banyak juga orang di luar sana yang memandang sini bahkan mencemooh gerakan ini dengan kasar?

Saya Pilih Bumi Selamat

Dalam level rendah, beberapa orang asyik bercanda bahwa untuk semenit saja mereka tidak dapat hidup tanpa listrik, bagaimana dalam satu jam? Dalam level menengah, ada orang yang gembar gembor dan berpendapat bahwa Earth Hour hanyalah sebuah gerakan ritual yang tidak ada artinya. Dan dalam level lebih tinggi lagi, saya menemukan orang yang mengeluarkan kata-kata kotor dan mencaci serta memaki Earth Hour dengan meminta orang-orang untuk tidak berpartisipasi dalam gerakan ini. Wah wah.. Betapa egoisnya manusia yang sejak lahir telah “dibesarkan” oleh alam?!

Earth Hour bisa dianalogikan dengan berpuasa. Dengan berpuasa, bumi akan sedikit “istirahat” untuk memberikan sesuatu yang lebih baik lagi bagi manusia. Apa artinya satu jam dibandingkan ribuan jam yang telah bumi berikan untuk kita manusia beraktivitas dan bernafas? Dalam pandangan saya, saya tetap lebih berterima kasih untuk bapak-bapak pejabat gendut yang cengangas cengenges dan ibu-ibu bersasak tinggi dengan batu akik segede gaban melingkar di jarinya yang menyumbangkan uangnya untuk membantu dunia dan sekitarnya ditambah berpuluh-puluh media yang menyorot mereka, dibandingkan orang yang hanya bisa menghina dan merasa suci tanpa melakukan apa-apa untuk dunia.

Ingat, bumi sangat cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan manusia, tapi tidak mencukupi untuk kerakusan manusia. Earth Hour. Jam Bumi. Satu jam untuk bumi. Dengan ini, saya menyatakan untuk berpartisipasi.

Fungsi Java Jazz Festival Sebagai Nation Branding Untuk Indonesia

March 3, 2010 by titiw  
Filed under Events

press confrence java jazz 2010

Jakarta International Java Jazz Festival (JJF) ke-6 akan dilaksanakan pada 5 hingga 7 Maret 2010 di JIExpo Kemayoran. Dalam press conference yang diadakan Rabu, 3 Maret 2010 di Hotel Borobudur, Peter F. Gontha selaku Chairman mengatakan bahwa Java Jazz Festival telah masuk MURI sebagai Festival Musik Jazz Terbesar di dunia. Sedangkan Eki Puradiredja, Program Coordinator Java Jazz Festival mengungkapkan, JJF tahun ini akan diadakan dengan 21 panggung, 1300 penampil, 2000 panitia, 450 pers, dan sekitar 100.000 tiket telah terjual.

Menteri Perdagangan, Mari E. Pangestu yang juga datang ke acara press conference ini mengutarakan beberapa alasan mengapa pihak Kementerian Perdagangan mendukung JJF yaitu untuk mendorong ekonomi kreatif khususnya musik yang merupakan salah satu subsektornya. JJF dapat dijadikan ajang kampanye 100% Cinta Indonesia dan mendorong pencitraan Indonesia, bahkan dengan tagline “Jazzin’ Up Remarkable Indonesia“, JJF telah melakukan nation branding itu sendiri. Kementerian Perdagangan juga akan membuka paviliun khusus yang diberi nama The Hall of The World Music.

Di JJF tahun lalu, Peter F. Gonta meminta para penampil JJF untukmemakai batik. Jason Mraz sebagai penyanyi solo dalam special show sempat juga memakai Batik yang membuat nama Indonesia makin terangkat. Di akhir acara press confrence, Peter F. Gonta mempersilakan Mari E. Pangestu untuk meluncurkan DVD Glenn Fredly “Tribute to Chrisye” yang berisi rekaman live Glenn Fredly pada JJF 2009. Nantinya, DVD tersebut akan dijual di waralaba Starbucks di seluruh dunia. Menteri Perdagangan menambahkan bahwa DVD tersebut akan dijual juga di event World Expo Shanghai yang akan diadakan Mei 2010.

Website Jakarta Internasional Java Jazz Festival: JJF 2010

Kredit Foto: jpnn

download just go with it hd

PS: Rada serius nih nulisnya, buat kerjaan. Bisa diliat juga tulisan ini di indonesiakreatif