Kita KumKum Yuk 17-18 April 2010!

April 8th, 2010 -- Posted in Events, Green Act | 4 Comments »

APAKAH KAMU….
Penasaran dengan alien di luar angkasa?
Mau ikut peneropongan matahari?
Minat belajar bikin komik digital?
Ingin menyulap kertas bekas jadi hal-hal tak terduga?
Atau mencoba membangun kota dari barang bekas?
Minat mencoba merajut dengan jari & menggunakan benang dari kantong kresek?
Atau Ingin mencoba membatik dengan pewarna alami?
Lebih suka menonton film seru, dokumenter, atau animasi?
Atau memilih sekedar duduk-duduk di taman sambil jajan & menikmati pementasan musik-musik lokal?
Kalau begitu, ajak keluarga, kerabat & sahabat untuk ber-KUMKUM!

Sabtu-Minggu, 17-18 April 2010, Pk. 09:00-18:00 WIB, di Museum Bank Mandiri, Jl. Lapangan Stasiun Kota No. 1, Jakarta Barat.

KumKum

Ada banyak kegiatan untuk anak, remaja, orang dewasa, termasuk para ibu.

INFO DETAIL ACARA LIHAT DI: kumkum.dagdigdug.com atau Facebook Group: KumKum 2010

(Beberapa acara seperti diskusi, workshop, dan putar film gratis memerlukan konfirmasi di kumkum.eventbrite.com)

Tersedia fasilitas: masuk museum dan air isi ulang GRATIS, ruang menyusui, playground, parkir sepeda.

Pastikan sudah membaca INFO & TIPS BAGI CALON PENGUNJUNG sebelum berangkat ke acara KumKum, untuk pengalaman yang menyenangkan!

KumKum merupakan hasil kolaborasi ide dan tenaga lebih dari 40 komunitas lintas genre di Jakarta dan sekitarnya, untuk kehidupan yang lebih baik.


INFO & TIPS BAGI PENGUNJUNG KUMKUM

Bagi para calon pengunjung KumKum, di bawah ini adalah info & tips yang PERLU DIBACA sebelum berkunjung ke acara KumKum.

  • Masuk Museum GRATIS
  • Pengunjung diminta untuk membawa SAKE (sampah kering) & atau BABE (barang bekas) dari rumah/ kantor/ sekolah. Jenis SAKE & BABE bisa dilihat di http://kumkum.dagdigdug.com/category/tips-sake/
  • Jika punya buku-buku bagus yang sudah tidak dibaca terutama buku anak-anak, silakan dibawa untuk disumbangkan ke 1001buku
  • Bagi Ibu yang mempunyai bayi, KumKum menyediakan ruang khusus untuk menyusui

Apa yang perlu DIBAWA untuk kurangi sampah di KumKum?

  • Bawa BOTOL MINUM/ TUMBLER, tersedia air galon untuk isi ulang. GRATIS!
  • Bila perlu bawa KOTAK & ALAT MAKAN, untuk makan/bawa makanan pulang, karena stand makanan di KumKum tidak menyediakan kantong kresek/styrofoam.
  • Bawa TAS YANG BESAR/ TAS LIPAT, jika akan membeli berbagai produk di bazar KumKum, karena stand tidak menyediakan kantong kresek.

NAIK APA ke Museum Bank Mandiri untuk kurangi macet dan polusi?

  • Gunakan sepeda, angkutan umum atau naik 1 mobil beramai-ramai.
  • Fasilitas parkir sepeda akan disediakan oleh Komunitas Bike 2 Work, tepat di halaman Museum Bank Mandiri.
  • Museum Bank Mandiri mudah dijangkau dengan menggunakan bis TransJakarta dan KRL Jabodetabek.
  • Untuk KRL Jabodetabek, sila cek jadwal lengkapnya di www.krlmania.com/jadwal
  • Bagi yang membawa kendaraan, parkirkan di tempat parkir yang ada di sepanjang koridor bis TransJakarta dan sambung dengan bis tersebut hingga Museum Bank Mandiri.
  • Sila cek peta koridor bis TransJakarta di www.suaratransjakarta.org
  • Untuk naik 1 mobil beramai-ramai, sila memberi/mencari tebengan melalui www.nebeng.com (klik banner KumKum di bagian atas)
  • Bagi yang akan membawa kendaraan bermotor, perlu diperhatikan bahwa RUANG PARKIR TERBATAS!

Jadi, tunggu apalagi..? Ayo kita KUMKUM!!!

Popularity: 23% [?]

Citra Earth Hour di Mata Jakarta

March 21st, 2010 -- Posted in Events, Green Act | 10 Comments »

Hampir semua orang membicarakan Earth Hour di berbagai media. Berbagai portal online, radio, blog, hingga layanan twitter yang notabene layanan update status agar tetap eksis. Saya tidak akan membicarakan Earth Hour yang akan diadakan selama satu jam hari Sabtu 27 Maret 2010 pukul 20:30 – 21:30 dan ini itunya karena semuanya sudah dibahas lengkap di website resminya, yaitu di Earth Hour Indonesia.

Dalam tulisan ini, yang ingin saya angkat adalah citra Earth Hour di mata dunia, khususnya di Indonesia, dan lebih khususnya lagi di Jakarta. Memang Earth Hour dipuja dan dipuji di sana dan di sini, karena dengan gerakan global ini, banyak hal yang bisa dihemat maupun diselamatkan oleh program mematikan lampu selama satu jam dalam 1 hari. Tapi apakah Anda tahu, bahwa banyak juga orang di luar sana yang memandang sini bahkan mencemooh gerakan ini dengan kasar?

Saya Pilih Bumi Selamat

Dalam level rendah, beberapa orang asyik bercanda bahwa untuk semenit saja mereka tidak dapat hidup tanpa listrik, bagaimana dalam satu jam? Dalam level menengah, ada orang yang gembar gembor dan berpendapat bahwa Earth Hour hanyalah sebuah gerakan ritual yang tidak ada artinya. Dan dalam level lebih tinggi lagi, saya menemukan orang yang mengeluarkan kata-kata kotor dan mencaci serta memaki Earth Hour dengan meminta orang-orang untuk tidak berpartisipasi dalam gerakan ini. Wah wah.. Betapa egoisnya manusia yang sejak lahir telah “dibesarkan” oleh alam?!

Earth Hour bisa dianalogikan dengan berpuasa. Dengan berpuasa, bumi akan sedikit “istirahat” untuk memberikan sesuatu yang lebih baik lagi bagi manusia. Apa artinya satu jam dibandingkan ribuan jam yang telah bumi berikan untuk kita manusia beraktivitas dan bernafas? Dalam pandangan saya, saya tetap lebih berterima kasih untuk bapak-bapak pejabat gendut yang cengangas cengenges dan ibu-ibu bersasak tinggi dengan batu akik segede gaban melingkar di jarinya yang menyumbangkan uangnya untuk membantu dunia dan sekitarnya ditambah berpuluh-puluh media yang menyorot mereka, dibandingkan orang yang hanya bisa menghina dan merasa suci tanpa melakukan apa-apa untuk dunia.

Ingat, bumi sangat cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan manusia, tapi tidak mencukupi untuk kerakusan manusia. Earth Hour. Jam Bumi. Satu jam untuk bumi. Dengan ini, saya menyatakan untuk berpartisipasi.

Popularity: 20% [?]

Fungsi Java Jazz Festival Sebagai Nation Branding Untuk Indonesia

March 3rd, 2010 -- Posted in Events | 8 Comments »

press confrence java jazz 2010

Jakarta International Java Jazz Festival (JJF) ke-6 akan dilaksanakan pada 5 hingga 7 Maret 2010 di JIExpo Kemayoran. Dalam press conference yang diadakan Rabu, 3 Maret 2010 di Hotel Borobudur, Peter F. Gontha selaku Chairman mengatakan bahwa Java Jazz Festival telah masuk MURI sebagai Festival Musik Jazz Terbesar di dunia. Sedangkan Eki Puradiredja, Program Coordinator Java Jazz Festival mengungkapkan, JJF tahun ini akan diadakan dengan 21 panggung, 1300 penampil, 2000 panitia, 450 pers, dan sekitar 100.000 tiket telah terjual.

Menteri Perdagangan, Mari E. Pangestu yang juga datang ke acara press conference ini mengutarakan beberapa alasan mengapa pihak Kementerian Perdagangan mendukung JJF yaitu untuk mendorong ekonomi kreatif khususnya musik yang merupakan salah satu subsektornya. JJF dapat dijadikan ajang kampanye 100% Cinta Indonesia dan mendorong pencitraan Indonesia, bahkan dengan tagline “Jazzin’ Up Remarkable Indonesia“, JJF telah melakukan nation branding itu sendiri. Kementerian Perdagangan juga akan membuka paviliun khusus yang diberi nama The Hall of The World Music.

Di JJF tahun lalu, Peter F. Gonta meminta para penampil JJF untukmemakai batik. Jason Mraz sebagai penyanyi solo dalam special show sempat juga memakai Batik yang membuat nama Indonesia makin terangkat. Di akhir acara press confrence, Peter F. Gonta mempersilakan Mari E. Pangestu untuk meluncurkan DVD Glenn Fredly “Tribute to Chrisye” yang berisi rekaman live Glenn Fredly pada JJF 2009. Nantinya, DVD tersebut akan dijual di waralaba Starbucks di seluruh dunia. Menteri Perdagangan menambahkan bahwa DVD tersebut akan dijual juga di event World Expo Shanghai yang akan diadakan Mei 2010.

Website Jakarta Internasional Java Jazz Festival: JJF 2010

Kredit Foto: jpnn

PS: Rada serius nih nulisnya, buat kerjaan. Bisa diliat juga tulisan ini di indonesiakreatif

Popularity: 17% [?]

Next »