Belajar Dari Komik Lawas
Jaman kecil dulu, baca komik jepang adalah semacam lambang pergaulan dunia. Mau gaul? Ya baca komik Jepang. Apalagi kalo sempet bikin perpustakaan komik rame-rame sama temen kompleks. Ih, nama kita udah pasti langsung agak tenar, minimal di RT itu. Meskipun ujung-ujungnya berantem sama temen karena komik kita diilangin, dilecekin, dan lembaran-lembarannya lengket kena nasi, pasti kita masih inget komik-komik dulu yang kayaknya layak banget untuk dikoleksi. Kenapa layak koleksi? Karena komik-komik ini bikin saya belajar sesuatu dengan cara yang menghibur. Secara subjektif, ini dia komik-komik layak koleksi versi saya!
1. Kungfu Boy
Hoah.. Chinmi dari Kuil Dairin ini adalah alasan mengapa saya suka loncat-loncat di kali kecil deket rumah. Inget dong adegan pas Chinmi disuruh Pak Tua loncatin sungai kecil tanpa arus dan sungai berarus deras? Di sungai yang pertama, Chinmi dengan entengnya loncat, dan sungai yang ke-dua, Chinmi ragu. Padahal lebar sungai itu sama. Di sini saya belajar yang namanya kekuatan dari sugesti pikiran.
Takabur adalah musuh dari segala ilmu ~ Kungfu Boy
2. Si Cerdik Michael
Kalo kamu penggemar kucing.. Pasti gak rela banget kalo komik ini sampe ilang. Komik saya ini sempet ilang, tapi beli lagi dengan harga Rp 20.000 ajah komiknya lengkap 1-4 di blok M Square tempat jual buku-buku lawas. Di sini diceritain tentang seluk beluk kucing, cerita vampir yang gak takut bawang tapi takutnya kucing, sampe kucing bisa jadi gokil kalo makan sebuah pil bernama matatabi. Ilmu yang saya dapet dari sini ya tentunya hal-hal yang menyangkut kucing, misalnya kucing gak suka bau jeruk, kalo kita nunjuk kucing pake jari pasti dia endus-endus, sampe kucing juga bisa mati kalo didorong dari apartemen lantai 9.
3. Pop Corn
Persahabatan, sportivitas, keluarga, pendidikan, kepercayaan, dan cinta. Semua terangkum dengan sangat cantik dalam komik yang dibuat oleh Yoko Shoji ini. Sebuah kisah persahabatan sekelompok anak manusia yang kenal sejak SMP hingga dewasa. Kelompok Badung itu terdiri dari Nakki, Okita, Hatsune, Mamoru, Tamura, Maiko. Wah, nyeritain gini aja saya jadi haru.. Huks. Apa yang saya bisa pelajari dari komik ini? Baca kalimat pertama saya dalam paragraf ini.
Sebenarnya masih banyak komik yang layak koleksi dan ngasih pesan moral yang oke. Tapi saya lebih pengen tahu apa sih komik lawas yang ngasih kamu “ilmu?” Yuk share di sini. Arigatou Gozaimasu!
Kicau-Kacau Indra Herlambang
Sementara orang-orang meracau di Twitter.. Saya mah kerja aja deh smbil nulis blog. Kmu kpn terakhir update blog..? *melipir*
(7 Desember 2010, 00:38:22)
Akui saja, meracau merupakan sifat dasar manusia. Entah meracau dalam hati ketika dosen filsafat sedang mengajar di kelas yang AC-nya rusak, meracau sendiri tentang mantan pacar di kamar yang lampunya sudah dipadamkan, ataupun meracau ramai-ramai seperti yang dilakukan banyak orang di Twitter.
Adalah seorang peracau bernama Indra Herlambang, usia 30 sekian. Jika dahulu ritual bangun paginya adalah membuka mata, menyibak jendela & mendengarkan kicauan burung, sekarang dia lebih memilih membuka mata, menyibak jendela browser di telpon genggam, dan mendengarkan kicauan warga di Twitter.
Dari sana Indra banyak berpikir tentang hal-hal yang dianggap tidak penting bagi orang banyak, ataupun remeh temeh yang ia anggap paling penting sedunia. Semua kumpulan pikiran tidak penting sampai penting itu ia satukan dalam buku berjudul Kicau Kacau. Alhamdulillah. Mengapa Alhamdulillah? Karena sejak pertama kali saya melihat tulisan Indra di sebuah majalah gratisan, saya langsung jatuh dan mencinta dengan kata-katanya yang dirangkai menjadi kalimat, dan kalimat-kalimatnya yang dirangkai menjadi paragraf. Dari tulisan-tulisannya, saya beranggapan kalau Indra herlambang adalah seorang pria yang smart, walaupun sedikit kesepian.
Dan sejak saya melihat tulisan dia jaman kuliah dulu, saya selalu kliping tulisannya jika kebetulan mendapatkan free magz di tempat2 G4UL, dan konten yang dilafadzkan Indra tersebut dikhatamkan baik-baik dalam pikiran. Terima kasih kepada internet, karena dia yang bisa membuat saya mengumpulkan tulisan Indra dalam bentuk soft copy. Namun entah sejak kapan saya tidak pernah lagi menemukan tulisan Indra di freemagz.com. Yang ada hanya tulisan dari Iwan Sastro yang super gak penting & dia menulis seakan-akan dirinya adalah center of the universe. Come on mamen! (Tapi sekarang ternyata freemagz.com udah dibenerin dan tulisan Indra udah ada lagi, tapi tulisan2 lama gak ada. Cis)
Pernah saya twit ke @indraherlambang kalau saya menunggu bukunya, dan dia membalasnya lewat DM agar saya menunggu saja. Puluhan kali saya berusaha membalas DM tersebut, namun gagal. Dan di kemudian hari saya baru tahu kalau kita tidak bisa membalas DM dari orang yang tidak follow kita. Tepatnya tidak follow akun twitter saya di @TitiwAkmar. Dan kawan, penantian yang saya tanamkan sejak mendapat DM dari Indra Herlambang pun tidak sia-sia. Ia betul-betul membuat buku!

Obsat Kicau Kacau
Hari Selasa lalu, dia dateng di acara yang rutin diadakan oleh teman-teman Saling Silang, yang bernama Obrolan Langsat. Tentunya saya wajib dateng dong! Dari mendengarkan cerita-cerita Indra yang menarik, mendapatkan buku gratis, tanda tangan, hingga foto bersama semuanya sepaket saya dapatkan di Obsat! Wihaa! Dan sekarang.. Mari membuka buku yang berwarna kuning nyolot dimana Indra memakai kostum ayam di covernya (maaf Ndra, mau dilihat dari mana-mana juga tetep aja dirimu seperti make kostum ayam, bukan burung), dan saya akan kembali lagi dengan review yang komprehensif. Nantikan!
PS: Kliping artikel dari free magz adalah benar adanya dan tidak dilebih-lebihkan. saya punya 1 folder khusus di komputer yang memuat tulisan Indra yang bisa saya dapat. Sekian.



