Dalam Rangka Ultah & Theme Baru, Titiw Bagi2 Buku!

June 19th, 2010 -- Posted in Titiw Inside | 50 Comments »

Ada yang beda ketika kamu buka blog ini? Gak ada..? Oke. Gpp, berarti kamu gak care sama saya.. *nangis di pojokan*. Theme blog ini ganti, Malih! Liat dong Headernya! Footernya! Widgetnya! Warnanya! Gambarnya! Bekgronnya! Fontnya! Semua berubah!! Dalam sehari sahaja! Haha.. Ini juga gara-gara diingetin lagi sama neng Nike di postingan tentang anniversary blog ini yang bilang ganti yg lebih ceria. Yang titiw banget. Haiyah, yang saya banget tuh yg gemana yak? Sebenernya dari dulu mau ganti theme, tapi kok ya gak saya kerja-kerjain ya. Hehehe.. Maklum, juragan yang jagoan ganti theme lagi sibuk kejar setoran.. *lirik Mas Anggit*

Penampilan Titiw.com yang lama

Dan setelah searching2 free themes dengan tema summer, dapatlah saya theme yang rada pop art ini. Untuk gambar sih saya biasa aja. Tapi warnanya saya suka bangeet!! Eh ndilalah langsung aja ini theme diaplikasikan sama mas Ang. Kerja rodi lagi deh ganti2 widgets, dan lain2. Yah, namanya juga theme baru, ada kurangnya ada lebihnya. Cara saya kasih komen gak bisa auto reply kayak yg lalu, terus juga ada pint2 yang harus ditaro di sidebar, bukan di bagian atas, dll, dsb. Lelah juga, namun senang karena dapet ilmu-ilmu baru.

Nah, sehubungan dengan hari lahir blog ini yang ke-3, dan selametan atas theme baru, saya mau bagi2 sesuatu nih. Tepatnya: bagi-bagi buku! continue reading »

Popularity: 2% [?]

Klub Buku #klubuku Pertamax!

February 7th, 2010 -- Posted in Events | 18 Comments »

HWAA! Akhirnya setelah meneteskan darah dan keringat serta ngotot di sana sini, terlaksanalah klub buku perdana yang diadakan oleh curipandang.com dan kutukutubuku.com. Saya, Sofie dan Dhita dari curipandang.com, serta Ollie & Angel dari kutukutubuku.com merupakan “panitia inti” dari klub buku perdana ini. Sebelumnya, klub buku yang ditandai dengan hashtag #klubuku telah membuka pendaftaran untuk join di klub buku perdana yang akan membahas buku Naked Traveler 2 dari Trinity sekitar beberapa minggu yang lalu. Pemenang kita ambil dari twitter dan juga dari user curipandang.com. Keuntungan jadi member curipandang: Dapet seat gratis lho! Hoho.

Curipandang Goes Green

Acara dimulai pukul 15:00 setelah Trinity hadir pukul 14.50 bersama Dian, mbak2 dari Bentang yang bawa hadiah kuis untuk anggota #klubuku. Jam 3 sore teng, acara dimulai dan mulai beraksilah saya yang didaulat sebagai moderator secara sepihak. Huhuhu.. Sangking nerves dan keringetannya, saya malah jatuhnya jadi ketawa2 sok asik dan selalu nambahin kata “jiyeh” di setiap pertanyaan. GyaH. Untung Trinity orangnya asik dan ngocol pula seperti di bukunya. Dia aja dateng ke situ pake kaos item “Budi Anduk for President”, celana pendek, sama sepatu Crocs. :D

Suasana #klubuku Perdana di Es Teler 77

Kita dari curipandang bagi2 tugas nih, saya selaku moderator, Dhita ngurus konsumsi dan live tweet dari @curipandang, dan Sofie urus registrasi dan notulensi. Sedangkan dari kutukutubuku ngurus si guest writer serta hadiah yang akan dibagikan. Akhirnya pukul 17:00 pas acara selesai dengan kira2 15 orang hadir di Es Teler 77 tersebut. Warga CP yang beruntung dapet seat gratis juga ngedapetin buku kumpulan tulisan dari warga ngerumpi.com. Sedangkan untuk Trinity kita dari CP ngasih 1 buku dan 1 voucher Lux Beauty Lounge.

Penyerahan Hadiah Buku & Voucher Lux untuk Trinity

Meskipun ada kekurangan di sana sini, kami selaku penyelenggara #klubuku yang pertama ini minta maaf sebesar-besarnya dan berterima kasih sekali atas kehadiran para peserta. Di #klubuku yang selanjutnya yaitu di bulan Maret, buku yang mungkin akan dibahas adalah “Heart Block” dari Mbak Okke Sepatu Merah. Siapa tahu kalo kita hoki, doi lagi di Jakarta, bukan di Bandung sehigga bisa ngundang dia. Hehe.. Jadi, masih adakah kamu2 yang tertarik ikutan #klubuku? Terus aja follow twitternya @curipandang sama @kukukutubuku di Twitter dan website masing-masing yes! ;)

Thx All! :D

PS: Foto2 #klubuku bisa dilihat di Fanpage CP yaa..

PS 2: Ada yang mau voucher Lux Beauty Lounge gratis? Follow twitternya @curipandang & @LuxBeautyLounge.. Jadi user curipandang.com yang aktif, ikutan fanpagenya LUX dan curipandang.com, serta tetap tune di blog ini dan twitter saya di @TitiwAkmar! Yang dibagiin banyak lho, jangan sampe ketinggalan!

Popularity: 17% [?]

Catcher In The Rye: Novel Pemicu Pembunuhan?

January 17th, 2010 -- Posted in Books | 19 Comments »

Catcher In The Rye

Buku Cather In The Rye karangan J.D Salinger sempat dilarang terbit di tahun 1960-80an. Selain itu, buku ini juga disebut-sebut sebagai buku yang memicu Mark David Chapman’s menembak John Lennon, dan buku ini diasosiasikan pula dengan beberapa pembunuhan yang lain. Berdasarkan fakta-fakta di ataslah maka saya memulai untuk membaca buku ini setahun yang lalu. Penceritaan buku ini dibuat dari sudut pandang orang pertama, dimana Holden Caulfield yang berusia 17 tahun menceritakan hidupnya di kala ia berumur 16.

Cerita mengalir dengan baik seakan-akan saya sedang membaca diary seorang anak laki-laki yang rebel, tidak peduli dengan dunia, pencari keributan, namun cukup sayang pada adiknya. Holden menceritakan hubungannya dengan teman-temannya yang kebanyakan menyebalkan, bagaimana ia suka kepada seorang perempuan dan dapat begitu marah ketika ada cowok yang menjelek-jelekkan perempuan tersebut. Ia tidak bodoh, hanya anak muda yang memiliki tingkat ketidakpedulian yang tinggi sehingga dikeluarkan dari sekolah. Meskipun begitu, ada guru yang peduli padanya. Namun jiwa mudanya seakan tidak senang dan lebih suka ia dibenci daripada disenangi. Ia menjadi begitu segan ketika ada orang yang peduli padanya. Tipikal remaja. Memang sedikit kasar, tapi natural. Misalnya saja kalimat yang dipakai Holden ketika menatap gurunya

He started going into this nodding routine. You never saw anybody nod as much in your life as old Spencer did. You never knew if he was nodding a lot because he was thinking and all, or just because he was a nice old guy that didn’t know his ass from his elbow”.

Kata dan kalimat yang dipakai dalam buku ini tidak ribet dan tidak sok “nyastra”. Betul2 kalimat sehari-hari yang mudah sehingga saya membacanya hanya sekitar 3 hari. Asal kalian tahu, tidak ada KLIMAKS dalam buku ini. Topik-topik yang diangkat begitu mengalir sehingga ketika sampai halaman terakhir buku ini, saya berpikir “Apa? Tamat? Segini doang? Lalu apa yang membuat buku ini memicu pembunuhan..?” Namun yang sedikit mengerikan adalah.. Pandangan dari Holden Caulfield dan apa yang ada di pikirannya itu seringkali sama dengan apa yang menjadi pandangan saya. Seakan2 J.D Salinger dapat membaca apa yang ada di pikiran remaja2 kala itu. Bahkan pikiran saya di masa sekarang yang sudah bukan remaja lagi. Seperti “I didn’t try any trick stuff while we danced–I hate a guy that does a lot of show-off tricky stuff on the dance floor–”.

Sekedar trivia, buku ini dibuat oleh J.D Salinger di tahun 1951 dan ia tidak pernah lagi menerbitkan karya sejak tahun 1965, setidaknya sampai sekarang di usianya yang sudah berusia 91 tahun. 3 dari 5 bintang saya beri untuk isi cerita, namun 4.5 dari 5 bintang yang saya beri untuk pemikiran-pemikiran dan makian dalam Catcher In The Rye. Kalo anda masih muda, silakan baca buku ini sebagai penyaluran amarah yang meluap2. Sedangkan untuk Anda yang sudah tua namun tidak cepat marah dengan kelakuan anak muda, you might like this book. Happy reading!

Eh kalo mau baca langsung silakan unduh Ebooknya di sini: Ebook Catcher In The Rye

PS: Tulisan ini juga saya tulis di curipandang dan solfacorners.com

Popularity: 14% [?]

Next »