Sisa-sisa Kejayaan Benteng Somba Opu

November 30, 2011 by titiw  
Filed under Traveling

Perjalanan ngukur Makassar saya nggak berhenti cuma di Taman Nasional Bantimurung. Sekarang saatnya jelajah sejarah Makassar! Dahulu, orang Makassar dikenal sebagai bangsa yang kuat dan gigih dalam mempertahankan kedaulatannya. Ini tampak dari benteng Somba Opu, benteng yang didirikan tahun 1525 oleh Sultan Gowa ke IX, Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi’ Kallonna. Meskipun sekarang bangunan ini bisa dibilang hanya tinggal sisa reruntuhan, siapa sangka benteng yang dulunya kokoh ini dibangun dari tanah liat? Semen untuk merekatkan batu-batu merah itu juga terbuat dari putih telur!

Bagian samping Benteng Somba Opu

Konon (saaah, konon..) daerah ini sempat menjadi pusat perdagangan yang ramai oleh pedagang dari dalam dan luar negeri. Namun di abad 16, Belanda menguasainya dan dihancurkanlah Benteng Somba Opu. Benteng yang terletak di Jl Daeng Tata (bukan yang jualan Konro lho..), Kelurahan Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa tersebut ditemukan kembali tahun 1980an, dan mulai direkonstruksi pada tahun 1990.

Makam Raja Gowa IX

Padang rumput di dekat sungai Jene'berang

Sekarang ini, kita hanya dapat melihat sedikit sisa reruntuhan benteng dan makam Raja Gowa ke IX di bagian atas. Dari atas, pengunjung bisa melihat padang rumput luas, yang terletak di sebelah sungai Jene’berang. Jadi, apa lagi yang bisa dilihat selain sisa-sia benteng? Jangan khawatir, kamera Anda akan puas merekam gambar rumah adat di sana.

Bola Soba dari Soppeng, salah satu contoh rumah di Somba Opu

Layaknya Taman Mini kecil, namun khusus rumah-rumah adat adat Sulawesi Selatan seperti Tongkonan dari Toraja atau Bola Soba dari Soppeng. Tak hanya itu, terdapat pula meriam Baluwara Aung (panjang 9 meter, berat 9.500 kg), dan museum Karaeng Pattingalloang berisi benda-benda peninggalan kesultanan Gowa. Meski benteng Somba Opu tinggal reruntuhan, namun dari reruntuhan itu lahir masyarakat-masyarakat baru yang berjalan ke depan mengikuti zaman.

Komunitas pesepeda di Somba Opu

Jingga di langit Somba Opu

Trivia

  1. Masyarakat sekitar terlihat sangat aktif beraktivitas. Dari latihan silat, lomba burung merpati, hingga komunitas pesepeda memenuhi komplek Somba Opu.
  2. Somba Opu merupakan alternatif tempat untuk mengejar matahari terbenam selain pantai Losari
  3. Kawasan Somba Opu juga sudah menjadi tempat untuk Outbond
  4. Menurut sopir becak motor yang kami tumpangi, akan dibuka Waterboom di bulan Desember ini, yang menimbulkan pro-kontra di beberapa kalangan

Weekly Photo Challenge: Flower, Up, Path

September 7, 2011 by titiw  
Filed under Pictures

Heyhow Reader! It’s been so long since my last post rite..? 12 days I left you my lil bloggy.. *huggie woogy* Hehe.. Before I blab around, please forgive me & my blog for all the things we’ve said and done. Minal Aidin Wal Faidzin. :)

Back to the topic. I’m gonna give you three pics regarding to Weekly Photo Challenge. You heard me right. Three. Not one, not two. Hoho.. Enjoy!

Sunflower in macro mode

I took this photo of splendid flower in Garut, West of Java, a couple years ago when we passed through a beautiful scene of rice fields. They are so huge, and yellow and I felt like they’re waving to us! Hellow, Yellow! :)

Up, up and away!

This is my latest traveling picture with my cousins. Whoa, coconut trees.. Were you going to the beach tiw? Ting tong! Yup. To Merak. Not Anyer, the famous domestic tourist destination. Have you been to Merak apart of crossing to Lampung? Let’s jump and up and up! ;)

 

Have some path, ng faith. :)

Sunday morning I went biking with mas Anggit, my ol fellow in Pondok Bambu. The pedals took us to BKT (Banjir Kanal Timur – East Flood Canal) track. I bet it’ll be one hell of a bicycle path as the construction finished. But sadly, a friend of mine told me that this is not intended to be a bicycle path but.. Busway. It breaks my heart so so so much. I beg you not to do such thing, Fauzi Bowo.. :(

Weekly Photo Challenge: Entrance

August 19, 2011 by titiw  
Filed under Pictures

Remember high school? Tacky guys, self centered girls, lame teachers, bullying thingy, lousy regulations, and all. As for me, high school was one of the best things in my life. I remember that day, the first day of school in SMU 71. As I entered the gate, I felt like.. “Man.. it’s high school! So many urban legends told us about how awesome high school is!” In a way.. It’s effin’ true. You’re gonna have many up & down moments, and those things are going to make you nothing but stronger.

Hello, Hi School!

Pardon for this picture’s quality, for I took it from my cell phone in 1 afternoon when I was wandering around my neighborhood. And I have to tell you, High school life is an entrance for you to see many things in life. Have fun while you’re still there, young fellas! :)

Bersepeda Pagi ke Taman Mini

July 15, 2010 by titiw  
Filed under Green Act, Traveling

Gairah saya bersepeda ke tempat-tempat jauh yang akhir-akhir ini menurun karena meluapnya aktivitas, seakan terbangun lagi. Ini dikarenakan beberapa teman terdekat saya sudah membeli sepeda dan mengajak saya gowes. Pemanasannya ketika saya berdua mas Anggit sok2 chasing sunrise hari Jumat lalu. Jalan-jalannya nggak jauh2 amat, dari rumah kami di Pondok Bambu II, meluncur ke Duren Sawit, Banjir Kanal Timur slash Kanal Banjir Timur, dari jam 5.30 hingga 7.30. Sehat, murah, ramah lingkungan, pas, tidak berlebihan. Bersepedahan hari itu ditutup dengan sarapan bubur di ayam di depan SMP kami, SMP 51, dengan oleh-oleh sepotong fajar yang merekah.. :)

Pagi, matahari.. :)

Dua hari ke depannya, masih dengan mas Anggit, saya menggowes ke Taman Mini Indonesia Indah. Personel bertambah 2 orang, yaitu Jayeng dan mas Thalique yang berbulan2 cari sepeda, namun setelah sehari saya komporin, besoknya langsung beli sepeda. Hoho.. Perjalanan ke TMII agak siang, yaitu 06.30 karena Jayeng kesiangan. Maklumlah malemnya semi final piala dunia. Dari rumah di Pondok Bambu, menggoweslah kita ke tempat tujuan lewat Jatiwaringin, Pondok Gede.

Markiber! Mari Kita Berangkat!

Setelah terakhir ke TMII 3 th yang lalu, akhirnya ke sini lagi. HTM untuk pesepeda sebesar Rp 5.000, dan TMII di jam 7 pagi memang sangat-sangat penuuh! Kadung lapar, nyareplah kita roti yang dibawa Jayeng di anjungan Lampung. Lanjut ngelilingin TMII, foto2 di anjungan Jawa Timur, makan bubur ayam enak, ngeliat bazar2 yang ruame, liat2 tempat latihan inline skate dan skate board, sampe foto2 di depan keong Mas.

Monas Mini & Keong Mas

Pagi-pagi Nyabu

Pukul 9.30, pulanglah kita ke rumah. Mau lewat Halim, tapi provost yang sengak itu gak bolehin kita lewat sana, katanya ada acara. Padahal kita kan naik sepeda, mamen! Gak ada polusi udara, suara, atau kerusakan yang berarti, bukan..?! Jadi inget pas ke Bogor, eh sepeda gak boleh masuk Kebun Raya. Tapi yaah.. Orang2 kecil emang lebih sengak daripada bos2 sehingga kami pulang dengan rute yang sama. Aah.. Senang sekali bersepeda dengan mereka. Tujuan selanjutnya sih sudah kita wacanakan, yaitu ke Lubang Buaya. Tunggu tanggal mainnya, happy biking! :)

Copenhagen, Lil Heaven for Bikers

June 8, 2010 by titiw  
Filed under Blab, Green Act

As a bicycle rider, I’d love to live in Copenhagen, for this place is a truly heaven for bicycle riders.  I want to make a swoosh sound in the air wearing my chiffon gown, and I want to ride my bike with a bold statement using my leather boots.. God please please please make my dreams come true. I’m begging you with all my heart. At least if I can’t make a living there, can you consider a month for me to stay in this capital city of Denmark? No? Ok, a week. It’s a deal! Love you God. ;)

Bike Chicks! ;)

Lovely colors!

The dress.. the wind.. ah.. Dream out loud!

 

 

rollin’ with the nines film direct download

 

 

All these fab pictures are taken from: HERE

Do Better For Earth: Join Car Free Day!

February 3, 2010 by titiw  
Filed under Front, Green Act, Traveling

Saya bangga sama diri saya sendiri. Di usia segini, saya ternyata masih kuat sepedahan dari Pondok Bambu – Bunderan HI pada hari Minggu, 31 Januari 2010 lalu dalam rangka Car Free Day. Mengapa saya segitu bangganya? Karena selama ini kalo ada tulisan saya yang sepedahan ke Kota Tua, Ancol, dll kan selalu naik mobil dulu sampe deket2 baru dilanjut naik pedah. HA. Dan di pagi hari yang gerimis itu, saya menggowes bersama Mas Nugi, Vina, Whery (yg punya peda baru), dan Dicky (temen komplek saya yg juga baru punya peda).

Car Free Day, Here We Come!

Jam 6 mereka semua udah kumpul di rumah saya, tapi karena mompa2 ban dulu pake pompa tangan seadanya dan makan spageti buatan saya dulu untuk sarapan (EHEM), jadinya kita berangkat pukul 06.30 pagi. Rute dari Pondok Bambu lewat Casablanca. Set dah, ni pengendara pedah pedah lipet yang cilik dan tak bergigi emang lemot banget yak! Whery sama Vina di belakang mulu ketinggalan, seperti nasib Vina saat kita berkendara sepeda di Bogor.

Berpose di atas Jembatan Casablanca

Lau rutenya lewat Kuningan dan dengan nekatnya kita lewat jalur busway (sumpah, lewat jalur busway enak gila! pasti cihuy banget tuh kalo emang ada bike line di Jakarta, berasa aman dan terkendali). Lalu sampailah kita di bunderan HI pukul 07.45 disambut dengan keriaan yang bener2 rame dan ria. Halah.

Bunderan HI! FINALLY!

Sepanjang jalan Thamrin dan Sudirman yang ditutup tersebut dipenuhi oleh orang-orang yang berjalan kaki, naik sepeda, bersepatu roda, main bola, main badminton, dan segala rupa. Setelah saya perhatikan, mereka adalah sosok2 yang haus akan hawa segar Jakarta pun orang2 yang haus hiburan tanpa mengeluarkan uang. Dari sini, sebenernya pemerintah bersama-sama dengan segenap masyarakat tahu apa yang bisa dilakukan. Perbanyak ruang terbuka, kurangi mall. Di bunderan HI sendiri ada acara yang diadakan radio, tenda2 dadakan Roda Link, tak lupa tukang makanan dan minuman yang mengais rejeki di tempat itu. Terdengar penging di telinga lagu yang berkumandang dari speaker mobil polisi, lagu2 90an macem Ace of Base. Seneng sih, tapi jadi rada polusi suara aja.

Masih Bunderan HI dan sekitarnya

Dari bunderan HI, kami berputar di Sarinah untuk lanjut ke tujuan utama saya, yaitu area Plaza Semanggi yang di sana sedang diadakan bertajuk “Do Better For Earth” dari WWF. Oh ya, si Dicky udah pisah sama saya di HI karena janjian sama temennya. Di jalan, sempet2nya saya moto orang2 bermain biola yang diselenggarakan oleh Coca Cola. lalu pas mau foto di patung Sudirman, eh ada mas2 sok iye minta fotoin dan dia janji mau fotoin saya. Eh pas saya sama Vina mau foto bareng, mereka malah sok gabung. Pengen eksis? Jangan lebay, plis. Haiyah.

Mas, lebih ngerasa eksis daripada Jendral Sudirman?

Nyampe areal Plaza Semanggi, saya udah rada telat karena Jamaican Cafe udah selesai perform. Di booth Climate, saya dapet 2 kaos WWF (YAY! SUPER YAY!) karena tulisan saya dimuat di website Earth Hour Indonesia. Selain itu, dengan kartu media saya, saya dapet pers rilis, vocer donat, serta kaos. Untuk pers rilisnya menyusul yaa.. :D Di situ juga ketemuan Galih, temen kenalan kita di acara pemutaran Age of Stupid beberapa bulan lalu yang merupakan supporter WWF. Ada pula doorprize dan booth-booth dengan bermacam-macam komunitas. Ada boothnya Jakarta Green Monster yang manage perjalanan saya ke Onrust tahun 2008 lalu, dan booth-booth lain yang berhubungan dengan lingkungan.

Do Better For Earth!

Sampah Masyarakat deket2 Tong Sampah. Nyahaha.

Setelah dapet donat gratisan sebiji dan kongkow bentaran di toko Donat berinisial DD tersebut, kami pun ciao untuk makan pagi di Tebet. Sangking lamanya pasangan Vina & Whery di belakang kami, maka saya pun sempet poto2 niru patung Pancoran. Setelah makan bubur di warung bubur Sukabumi 24 jam di Tebet, kami pulang ke arah Pondok Bambu alias rumah saya dengan menyusuri Cawang. Alhamdulillah sampe di rumah dengan selamt tanpa kurang suatu apapun. Yang ada malah nambah, yaitu lingkar betis dan lingkar idung yang mengembang saking bangganya udah gowes sejauh itu. HAKS. Sebelum mereka pulang, pada cuci2 sepeda dulu di rumah saya dan ngaso sebentar. That’s a wrap! As always, thx for the trip guys!

Pancoran Style

After Gowes & Kaos Hadiah dari WWF! :D

Bersepeda di Bogor Hingga Betis Segede Bogor

January 10, 2010 by titiw  
Filed under Front, Green Act, Traveling

Kegiatan bersepeda makin mendarah daging di tubuh saya yang sintal ini. Setelah perjalanan ke Ancol, Kota Tua, Monas, ataupun daerah Jakarta dan sekitarnya, saya mulai merambah ke luar kota, tepatnya di kota hujan, Bogor. Jangan terperangah seperti itu nak, saya tidak menggowes dengan segitu liarnya sehingga betis ini harus dipekerjakan secara rodi. Yak, intinya saya bersepeda DI Bogor, bukan KE Bogor.

Di pagi hari yang sedikit mendung di akhir bulan Desember 2009, saya bersepeda dengan 3 orang karib, Mas Nugi, Ibhe, serta Vina yang masih anak bawang dalam persepedaan. Kami berkumpul di rumah saya di daerah Pondok Bambu, dan menggowes ke stasiun kereta Tebet. Berangkat jam 7 pagi, sampai di Tebet pukul 7.30, dan bertepatan dengan sampainya kami di sana, kereta Express yang menjadi media transportasi kami pun datang. Mengapa kami memilih kereta Express AC seharga Rp 11.000? Karena kalau naik kereta AC ekonomi yang berhenti di tiap setasiun itu, kami takut sepeda kami mengganggu, apalagi kalo naik kereta ekonomi biasa yang cuma 2000 perak itu. Bisa-bisa sampe Bogor, sepeda kami sudah menjadi onderdil tanpa bentuk karena berdesakan dengan ayam, kambing, bawang, dan apapun yang disumpelin ke kereta ekonomi itu.

Suasana di Atas Kereta

Petugas KA di stasiun Tebet cukup ramah, mereka membantu saya menaikkan sepeda ke dalam kereta. Perjalanan Tebet-Bogor via kereta makan waktu kurang lebih 45 menit. Akhirnya sampai juga di stasiun Bogor yang terkenal banyak copetnya itu. Tempat pertama yang kami datangi adalah Istana Bogor. Bagian luarnya aja sih, tapi lumayan cekrak cekrek di sana dan dapet foto bareng rusa. Udara segar Bogor memenuhi paru-paru ketika kami menggowes di jalanan yang menurun menuju ke Taman Kencana untuk sarapan. Perjalanan diteruskan dalam rangka sepedaan di dalam Kebun Raya Bogor.

Ahh! Rusa Bogooor!

Cihuy, sampe juga nih di Kebun Raya yang biasanya menjadi tujuan utama wisatawan jika mengunjungi Bogor. Dengan hati riang, kami sudah mau masuk kebun raya, ketika satpam dan mbak2 tiket di Kebun Raya berkata “Maaf, sepedanya tidak bisa masuk ke dalam ya.

download callas forever movie in dvd quality

.” WHAT THE F…??!! Yep, kita gak boleh masuk kebun raya karena kami memakai sepeda!! Sedangkan mobil boleh masuk! Saya super nggak ngerti. Seinget saya waktu dulu pernah ngunjungin kebun raya, banyak kok orang yang sepedaan. Lagipula kalo mau dipikir2, yang lebih bikin polusi itu mobil kan daripada sepeda..?! Ada nih satu satpam di sana bilang gini “Ya, soalnya dulu ada yg naik sepeda di sini, terus jatuh, luka parah sampe masuk kali Ciliwung, mbak“. Lah, kalo begitu caranya mah gak usah bangun jembatan layang, jalan tol, dll yang bisa menimbulkan kecelakaan! Lumayan kecewa nih gak bisa masuk sini, akhirnya kita jalan lagi entah menuju ke mana.

Gagal Bersepeda di Kebun Raya Bogor

Di jalan, kami melewati sebuah Vihara bernama Dharmakaya. Sayang nih kalo dilewatin, sehingga kita menyempatkan berfoto di sini, dengan Ibhe yang udah merinding rinding masuk ke sini. Huh, anting di kuping si Ibhe boleh bejejer, hati mah teteup penakuut! Cupu! Lanjut lagi merangsek jalanan kota Bogor yang mulai riweuh dengan angkot2 yang semrawut. Mana kebanyakan jalanannya tanjakan pula, huhu.. Kesian si Vina yang make sepeda lipet tanpa gigi. Yang dia bisa cuma nyengir dan selalu jadi paling belakang dalam kegiatan bersepeda kita kali ini. Akhirnya ketemu sebuah tempat pariwisata lain, yaitu Istana Batu Tulis. Tapi eh ternyata istana tersebut udah jadi rumahnya Ibu yang pernah menjabat menjadi Presiden RI itu, sehingga udah gak jadi tempat wisata lagi. Hadoh. Ampun dijeee.

Vihara Dharmakaya

Riweuhnya kota Bogor yet Menenangkan

Fyuh, setelah 3/4 Bogor kita kelilingin, mampirlah di Tugu deket terminal Bogor yang jadi tempat foto2 kita juga. Kalo kata Mas Nugi mah, nama tugu ini ialah Tugu Kujang. Dahaga mulai mengetuk-ngetuk lambung, sehingga kita mampir ke sebuah FO sambil minum teh poci dingin. Sempet pula masuk2 FO tanpa beli apa2. Jam menunjukkan pukul 2, udah waktunya makan siang nih, jadinya kita menuju Yun Sin, restoran Mie yang katanya paling “megang” di Bogor. Eits jangan seneng dulu. Rute jalanan kita menuju Yun Sin cukup horor, ma men! Nyebrang jembatan yang mana air sungai di bawahnya beriak kencang, dan tanjakan yang 45 derajat. Masya Awloh.

Tugu Kujang

Si Jembatan Bergojang

Si Tanjakan Neraka, tapi Pas Nyampe Viewnya Bagus!

Sesampainya di restoran tersebut, Ibhe nampak sangat excited dengan rasa mie yang disajikan. Saya rasa sih pake babi, tapi kalo disembelihnya pake Bismillah gak papa kali ya *CUIH*. masih di restoran, hujan menghadang, sehingga kita tetep kongkow di restoran sambil main games berantai yang gak penting tapi lumayan bikin ngikik2. Hujan masih gerimis, tapi kita nekat nerusin perjalanan. Untung bawa jas ujan, jadi jangan lupa bawa jas ujan kalo gowes ke mana-mana ya nak.. Berhubung hari sudah sore, maka kami langsung mengarah ke stasiun kereta untuk ke Jakarta Aku Kan Kembali *koes Plus Mode: on*. Anehnya, ketika kita di stasiun Bogor, mereka meminta agar sepeda kita juga dibeliin tiket. Another WHAT THE F… with Bogor, people..?! Kalo keretanya penuh mah kita juga ngertiin kali. Tapi ini keretanya super kosong! Ah sudahlah, akhirnya ketika si kenek minta biaya tambahan, saya bilang aja “Pas tadi pagi saya di Tebet nggak harus bayar lagi tuh pak..” Eh si kenek gendut tua dan sepertinya kehidupan seksnya sudah tidak asoy lagi itu bilang gini “Ya.. Emang orang2 Tebet itu gak bener, gak pernah komunikasi sama kita“. lah, kalo mau curhat mah bikin blog, Pak! Jangan curcol sama penumpang, malih!

Mie Yun Sin

Sepeda Kita Sudah lelah

Eh ternyata ada juga bikers (jiyeh, bikers) yang naik kereta selain kita. Entah deh mereka diminta bayaran juga atau nggak. Sampai di Tebet, kita menggowes ke arah rumah saya, dengan sedikit kengerian ketika melewati terowongan prumpung yang macet dan berdebu. Sebelum sampe rumah, sempet duduk2 dulu di sebuah toko roti & es krim rumahan di daerah Cipinang Muara. Seumur2 saya tinggal di daerah sini, saya gak tau nih ada tempat ini. Mereka juga bikin roti buaya yang guede dengan harga murah! Hihi, kalo saya kawin mesen di mari ah.. (emang lo orang Betawi, tong?!). Dan finally.. Sampai juga di rumah saya dengan baik-baik saja meskipun kaki berasa segede Bogor. Thx for the companion, guys! Can’t wait to have another journey with y’all!

Finally, Jakarta!

Bersama Metro TV Selamatkan Teluk Jakarta

December 1, 2009 by titiw  
Filed under Events, Green Act

Metro TV berulangtahun ke-9 di tahun 2009. Angka yang hoki dan cantik untuk sebuah bisnis besar yang biasanya kental dengan suasana hoki-hokian. Jamaknya orang yang berulang tahun, ia merayakannya dengan suasana gembira, sukur2 kalo punya duit, ia akan merayakannya dengan membagi-bagi kebahagiaan itu terhadap orang lain. Begitu pula Metro TV sebagai stasiun yang menasbihkan dirinya sebagai channel yang fokus terhadap berita. Tidak sekedar party2 mengundang band-band papan atas dengan muka vokalis yang goreng pisan, ataupun mengadakan kuis2 luar biasa dengan hadiah kendaraan bermotor yang membuat jalanan ibukota makin riweuh saja. Tidak, Metro TV memiliki cara lain untuk selebrasi ulangtahunnya.

Ada 4 program yang diselenggarakan Metro TV, yang semuanya berada dalam 1 payung besar bernama “penyelamatan lingkungan” dengan tajuk “Bersama Selamatkan Teluk Jakarta”. Keempat acara yang diselenggarakan bersama-sama di hari yang sama, yaitu Sabtu 21 November 2009 adalah:

1. Penanaman 9 juta tanaman mangrove di kawasan restorasi angke kapuk. Nyontek dari twitternya Desi Anwar sih, dia dateng ke acara ini bersama dengan Menteri Lingkungan Hidup, …. Ayo, tanam mangrove atau bakau demi melindungi Teluk Jakarta dari erosi! (07:00 – 12:00).

2. Pembersihan sampah di muara angke. Bersih-bersih pantai angke ini dilakukan bersama-sama dengan 300 nelayan dari Forum Komunitas Nelayan Jakarta Utara untuk membantu membersihkan sampah di Bantaran Kali Adem. Jika pantai bersih, ikan-ikan betah renang-renang di sana, nelayan pun lebih gembira (08:30 – 12:00).

3. Fun Bike yang start dari Monas, dan Finish di Ancol. Nah, saya dan sepeda merah kesayangan saya join di acara ini nih bersama ribuan pengendara sepeda yang datang dari berbagai penjuru dengan gowes kendaraan tanpa bahan bakar tersebut. Sesampainya di Ancol, bung Surya Paloh & bang Fauzi Bowo ngasi speech di tepi pantai Ancol, ah romantisnya mereka berdua (05:30 – 07:30).

4. Peremajaan koral di Pulau Pramuka yang diikuti 900 diver yang bersertifikat untuk membersihkan dan menanam koral di Pulau Pramuka. Asik, kapan-kapan kalo ke Pulau Pramuka lagi bisa snorkeling lihat koral-koral yang lebih banyaaaak! (07:00 – 16:00).

Fun Bike

Fun Bike

Cihuy banget gak tuh acaranya..? Mana semua program ini dilaksanakan dengan gratis, bahkan dapet kaos, makanan, dan ada door prize pula. Saya yang baru dateng pukul 06:30 di Monas masih sempet kebagian kaos, tapi kebanyakan orang gak mau ngantri, jadi sedikit rusuh. Maklum, kalo denger yang rada gratisan kan orang kita suka kalap, termasuk saya. Perjalanan ke Ancol dengan sepeda cukup menyenangkan, bareng2 naik sepeda dengan warga Jakarta, dari anak yang masih piyik belom baligh, sampe yang udah Kakek-kakek yang kayaknya udah cocok nulis surat wasiat. Sesampenya di Ancol, ternyata ada pameran foto & di beberapa spot terdapat pameran barang daur ulang dari produk laut.

Di tengah2 Bikers lainnya

Di tengah2 Bikers lainnya

Pameran Foto & Pameran daur ulang

Pameran Foto & Pameran daur ulang

Ruameeee banget Ancol pagi itu, udah kayak di bandara kalo ada yang mau turun haji, kayak ada artis sinetron kelas 2 yang belanja baju di Mall Ambassador, tapi lebih rame lagi. Sempet foto2in Surya Paloh & Bang Foke yang kasih speech mengenai pentingnya menyelamatkan Jakarta. Mungkin lebih oke kalo disertai aksi pak, misalnya sama2 naik sepeda sama kita dari Monas, bukan naik Mercy yang mulusnya ngalahin paha saya itu *iribanget.com*. Ada pula tari ondel-ondel yang amit-amit sukses bikin saya merinding dengan alunan gambang kromong. Ada pula beberapa anak yang sepertinya masih SMP yang di dadanya tertempel pin “petugas kebersihan”. Wah, pihak Metro TV nampaknya tidak tanggung-tanggung untuk melaksanakan acara ini.

Yang punye Jakarte

Yang punye Jakarte

little fockers movie download

Acara berlangsung aman, 86, karena cuaca yang bersahabat. Mungkin pawang ujannya Metro TV ilmunya udah tinggi banget, gak cuma cuaca yang menyenangkan, awan-awannya pun terbentuk dengan indah, haha, saya perhatian amat sama awan. Eh tapi bener lho awannya bagus. *masih ngotot*

Selain awan, yang betul-betul menjadi pusat perhatian saya pagi itu adalah adanya Jember Fashion Carnaval! Yep, peragaan busana tahunan yang biasanya di Jember itu, diadakan khusus untuk Metro TV dengan tema “Kecantikan dari Laut dengan bahan Daur Ulang”. Banyak pengunjung yang meminta foto bersama mereka, dan warna-warna “baju” itu cukup menyolok dengan bahan yang sepertinya tidak dapat memberi ruang gerak yang lumayan nyaman untuk melakukan tiger sprong ataupun gerakan-gerakan atraktif lainnya. Susah jelasinnya, coba langsung dilihat aja di bawah ini ya kakak.

Agak rempoong ya booo eh yg foto ama saya itu lekong lho..

Agak rempoong ya booo eh yg foto ama saya itu lekong lho..

Tak lama kemudian, rombongan diver yang akan menanam koral di Pulau Pramuka berangkat. Beberapa pengendara sepeda mengiringi kepergian mereka dengan memberikan lambaian tangan ataupun dengan blitz yang keluar dari kamera tangan.

So long, divers!

So long, divers!

Mungkin dari kalian ada yang berpikir “Wah, Metro TV kan TV nasional, kok hanya membuat “pesta” di Jakarta lagi, di Jakarta lagi..?” Jangan suudzon nak, kalo kata guru ngaji gak baek. Karena Metro TV ternyata juga memberikan bantuan kesehatan di 9 daerah. Yaitu di Pulau Kelapa (Kepulauan Seribu), Kedoya, Joglo, Pangalengan (JaBar), Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, Medan & Makassar. Sumpah demi hidung saya yang bangir, saya nggak dibayar sama Metro TV. Tapi karena programnya positif, maka saya pun tak segan untuk menulis pengalaman saya yang dapet 2 kaos gratis dari acara ini. Happy B’day Metro TV!! Seperti tipikal tulisan saya di wall FB kepada teman2 yang ultah, Best Wishes Always!!