Ana Rovita, Si Anak Baru Pembuat Kejutan
Nama-nama srikandi bulutangkis Indonesia seperti Adrianti Firdasari, Maria Febe, sampai Maria Kristin mungkin sudah akrab di telinga kita. Namun di pertandingan Djarum Indonesia Open Super Series (DIOSS) tahun ini, nama-nama tunggal putri di atas seperti kehilangan sinarnya, bahkan mereka semua tidak ada yang mampu melaju hingga babak semi final. Adalah satu nama yang mengejutkan publik bulutangkis tanah air karena hanya dia satu-satunya tunggal putri yang masuk ke babak semifinal, yaitu Ana Rovita.
Mengapa mengejutkan? Ana Rovita bukanlah pemain unggulan ataupun pemain jebolan pelatnas. Ana bahkan tidak masuk jajaran pemain yang seharusnya berlaga dalam pertandingan yang dilaksanakan tiap tahun itu. Ana yang kala itu sedang berlatih di GOR Jati, Kudus, tiba-tiba saja ditelpon sehari sebelum DIOSS. Read more
Kick Andy Edisi Beasiswa Bulutangkis PB Djarum
Masih berhubungan dengan kehadiran saya di Gor Jati Kudus minggu lalu, kali ini saya mau bercerita mengenai siaran off air Kick Andy yang dilaksanakan di sana. Apa? Kick Andy? Mimpi apa saya sebelumnya bisa dateng ke Kudus liat audisi PB Djarum, dan secara live nonton siaran Kick Andy? Whoo Hoo!
Acara digelar di tenda tertutup samping GOR, dengan kapasitas yang terisi maksimal sebanyak 1500 orang. Tempatnya penuh dengan para para peserta audisi dan orangtuanya. Setelah dibuka dengan beberapa lagu dari sebuah band, si MC mengadakan acara tanya jawab dengan penonton. Pertanyaannya mudah, misalnya aja, tahun berapa Alan Budikusuma berhasil merebut medali emas di Olimpiade? Tapi bocah-bocah yang masih berusia belasan itu ada aja yang jawab tahun 70, tahun 80, dll. Hahaha.. Trus, ngapain lagi? Read more
Mau Jadi Atlet Bulutangkis? Wajib Ikut Audisi PB Djarum!
Weekend minggu lalu, tepatnya tanggal 2-4 Juli merupakan hari yang BERSEJARAH bagi sejumlah anak di Indonesia. Mengapa bersejarah? Karena hari tersebut ialah hari ditentukannya apakah mereka akan menjadi bagian dari jejeran atlet bulu tangkis pengharum nama bangsa! Yup, pada tanggal 2-4 Juli 2010, Persatuan Bulu tangkis Djarum (PB Djarum) memang mengadakan seleksi bagi mereka yang ingin mendapatkan beasiswa bulutangkis Djarum. Waw! Seru banget! Terus berapa orang yang ikutan?
Tidak tanggung-tanggung sejumlah 870 anak dari berbagai daerah di Indonesia datang ke Kudus untuk mendapatkan beasiswa itu! Nah, saya sebagai penggemar bulutangkis akut sedari kecil tiba-tiba saja diundang oleh pihak Djarum untuk mengunjungi audisi bulu tangkis ini! Mungkin karena mereka melihat twitter atau blog atau FB saya yang isinya penuh sama bulutangkis, jadi sayang kalo energi saya tersia-siakan begitu saja, hehe. Jadilah saya datang ke Kudus dengan segenap asa untuk melihat keriaan tersebut.
Suasana GOR Jati Kudus tampak tumpah ruah oleh peserta maupun orangtua mereka. Karena audisi ini dilakukan di saat liburan, maka tentu saja calon atlet-atlet tersebut lebih memiliki waktu luang untuk datang ke Kudus. Meskipun ada waktu, tapi apakah ada kesiapan materi dari para orangtua, khususnya yang berdomisili di luar kota? Karena setelah dilihat-lihat, banyak peserta yang berasal tempat yang cukup jauh, misalnya dari Kal-Tim, Sul-Teng, sampai Papua!
Rentang usia peserta bervariasi, dengan batasan umur 11 – 15 tahun, namun anak-anak yang diprioritaskan adalah yang berumur 12 dan 13 tahun. Jadi, kalau mau ikut audisi ini, jangan udah mau umur 15 tahun ya, supaya kalo gagal bisa coba lagi tahun depan.
Selama tiga hari penuh, audisi dilaksanakan sejak pukul 8 pagi, dan dari lapangan yang berjumlah 16 itu, 12 lapangan dipakai. Para penilai atau juri berjalan dari satu lapangan ke lapangan lain untuk mencari yang terbaik. Gak cuma juri yang sibuk, wasitnya juga harus banyak, yang kesemuanya dilakukan oleh atlet-atlet Djarum! Keren banget ya! Katanya sih itu untuk melatih mereka juga untuk lebih mengerti permainan, agar mereka melihat “Seperti ini toch saya beberapa tahun yang lalu”.
Nah, audisi berlangsung tiga hari dengan berbagai tahapan. Hari pertama adalah permainan bulutangkis dengan waktu yang telah ditentukan, sedangkan hari ke-dua main penuh, dan hari ke-tiga tes fisik. Dari tes-tes yang terbagi dari berbagai tahapan tersebut, yang dinilai bukanlah yang kalah ataupun yang menang. Ambisi, teknik, postur, dan semangat merupakan modal utama mereka lolos ke tahap-tahap selanjutnya.
Raut wajah peserta yang datang dari berbagai penjuru sulit digambarkan dengan kata-kata. Ada tangis, ada tawa, ada keceriaan, ada kesedihan. Mereka yang lelah terlihat tidur-tiduran di halaman GOR, ada pula yang menonton pertandingan bulutangkis, maupun film KING yang ditayangkan di layar lebar yang diakomodir oleh Djarum. Rasa lelah pun seakan terkikis dengan hiburan-hiburan semacam itu. Acara tahunan yang dilakukan oleh PB Djarum tersebut juga tentu saja disambut baik oleh berbagai lapisan masyarakat. Hotel-hotel dan penyewaan rumah menjadi penuh, orang-orang berjualan di sekitar GOR Jati, yang kesemuanya itu tentu membantu menambah penghasilan masyarakat setempat. Hari pertama super penuh, hari ke-dua terlihat lebih lenggang, dan tentu saja di hari terakhir GOR Jati hanya dihadiri oleh peserta yang lolos sampai tahap akhir bersama orangtuanya masing-masing.
Dari tadi berbicara suasana saat audisi, tapi bagaimana teknis audisinya sendiri? Dari total kira-kira 870 peserta, mereka disaring lagi menjadi 94 putra dan 46 putri di tahap dua. Jumlah peserta kembali diseleksi di tahap ke-tiga, yaitu menjadi 36 putra dan 18 putri. Lalu di hari terakhir yaitu Minggu 4 Juli 2010, PB Djarum meloloskan 19 putra dan 12 putri yang masih harus dikarantina lagi selama seminggu. Setelah seminggu, mereka akan dipulangkan ke rumah masing-masing, baru deh kira-kira seminggu kemudian dikabarin lolos atau tidaknya mereka menjadi atlet PB Djarum yang sesunguhnya melalui telpon, email, ataupun surat. Kalau tahun lalu, peserta yang lolos audisi PB Djarum sebanyak 14 atlet (5 Putra, 9 Putri). Kalau tahun ini ada berapa ya..?
Begitulah kira-kira laporan pandangan mata saya di Kudus. Untuk yang kira-kira tahun depan mau ikutan, formulir pendaftaran bisa dilihat di SINI sedangkan syarat-syaratnya bisa kamu lihat di SINI. Buat adik-adik yang lolos hingga tahap karantina, sukses selalu dan jadilah pengharum nama bangsa yang mengibarkan merah putih di mana-mana yaaa!










