Celebrity Smash 2011
Heyhow badminton lovers! What? You’re not a badminton lover? Well.. You should, because it’s the only sport we’re good at! *toyor satu-satu*. Anyway.. Pada nanya dong, apa yang saya lakuin di liburan ini! *hening*. Ayo… Pada nanyaaa! *cabutin kuku-kuku pembaca ala gerwani* Okeh. Intinya, saya super seneng! Karena meskipun libur panjang gak diisi dengan ngetrip ke pulau-pulau penuh cinta ataupun mendaki gunung lewati lembah.. Ada event bulutangkis di hari Sabtu kemarin! Acara apakah kiranya? Namanya Celebrity Smash! Dari namanya, apakah ada selebriti yang sekiranya wara wiri di sini? Oh tentunya ki sanak!

Celebrity Smash
Siapa aja? Ada Mario Lawalata yg kocak (dan dia terlihat sincere.. I like him for his personality, not the face or else), para personel RAN yang.. Eng.. Mediocre.. (sorry guys!), Yuanita (host-nya Take Me Out) dengan kostum cute dari Fly Power, Jennifer Kurniawan a.k.a Jennifer Bachdim yang sama sekali gak mau ngejar bola.. (pake bonus kedatengan Irfan Bachdim), dan juga ada Sammy-sapa-ituh-yang-main-film-di-Perancis-sebagai-lawan-main-si suara-annoying-mantannya-Roger-Danuarta. Rundown-nya sih mirip-mirip sama yang tahun lalu diadain di Grand Indonesia. Mereka main berpasangan sama atlet, ngelawan orang-orang yang daftar melalui website. Oh, sumpah saya nyesel banget gak ikut daftar. *sigh*

RAN

Mario Lawalata

Jennifer Berpasangan dengan Ricky Subagja. *iri*
Kalo atletnya sendiri siapa aja? Yah, karena merk Fly Power berada di balik acara ini, pastilah ada orang-orang yang membangun merk tersebut, yaitu Harianto Arbi, Sigit Budiarto, dan si tampan Ricky Subagja. Selain itu ada juga Vita Marissa, Greysia Polii, Markis Kido, Hendra Setiawan, dan yang baru tahun ini, ada pula Taufik Hidayat! Gak nyangka kaaan.. Kalo AA Opik mau lala lili di sini..?;)

Kido-Hendra-Arbi-Sigit

Kak Widya yang digemari oleh para Badminton Lovers
Sebenernya Celebrity Smash ini acara apaan sih? Acara ini diadain untuk bikin orang-orang lebih aware kalo bulutangkis itu seru! Selain itu, bikin atlet-atlet lebih “akrab” ke para penggemar. Secara kalo lagi tanding bakal susah banget foto-foto sama mereka yes.. But actually, tujuan Celebrity Smash yang utama juga mengenalkan masyarakat kalo sebentar lagi bakal diadain Indonesia Open Super Series! Yep, pertandingan kelas dunia dimana atlet-atlet bulutangkis super tenar urutan 1-10 dunia wajib ikut, sehingga akan bikin acara ini semakin menggairahkan. Jadi, sampe ketemu kita di Indonesia Open SS 2011 tanggal 22 Juni 2011 di Istora Senayan!

Oyeh, people! Saya foto LAGI sama Ricky, dan dia terlihat BAHAGIA! CAMKAN!
)
PS: Jennifer Bachdim Kurniawan makin menjustifikasi kalo orang yang hoohnya gede itu.. DUMB. Kthxbai.
PS2: Foto-foto yang lengkap bisa dilihat di SINI
The Power of Passion
April 11, 2011 by titiw
Filed under Titiw Inside
Disclaimer: Tulisan ini agak panjang namun ditulis dengan hati. Enjoy!
The Power of Passion. Passion? Basi. Yang utama di dunia ini penghasilan, gaji, pendapatan, a.k.a uang yang bisa kita dapetin dari apa yang kita kerjain. Buat apa ngejar passion kalo yang ada cuma kantong yang kosong, hati yang sakit, atau ledekan dari sana-sini?
Tunggu dulu. Siapa sih yang bisa-bisanya ngomongin hal-hal di atas? Orang yang ngomongin gitu pasti gak bener-bener bekerja keras untuk mengejar passionnya. Like wiseman said: “If you love what you do, then it is no longer work. The money you earn is secondary when you love your work“. And I believe in that, my friend. Hal mendasar: Apa sih yang menjadi passion kamu? Saya tidak akan menjabarkannya dengan panjang lebar di sini. Baca aja bukunya Rene Suhardono “Your Job is Not Your Career”.

Saya mungkin gak akan menulis hal seperti ini kalo saya tidak mengalami hal ini ataupun tidak ada bukti nyata mengenai the power of passion tersebut. Ketika SD, saya selalu menulis panjang ketika guru Bahasa Indonesia memberikan tugas mengarang 1 halaman mengenai “Liburan ke Rumah Nenek”. Saya membuat sampai 3 halaman, bahkan 5 halaman buku Sinar Dunia! Namun karena saya takut dianggap tidak cool oleh teman-teman lain yang memble dengan tugas itu, dengan berat hati saya memotong tulisan itu menjadi 1 halaman. Seperti yang ditugaskan oleh guru Bahasa Indonesia.
Boleh jadi itu bukan kisah sukses, namun dari situ seperti ada percikan yang menggelitik. Saya suka menulis. Saya suka mengarang. Saya suka merangkaikan huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf, dan paragraf menjadi sebuah cerita utuh. Well, sampai sekarang saya belum menjadi “penulis” yang membuat buku. Namun kata “penulis” di kartunama sebuah media online yang saya maintain membuat saya sumringah setengah mati. Satu impian saya dalam hidup adalah mengeluarkan 1 buku sebelum saya mati. Camkan itu.
Bukti otentik mengenai kekuatan passion terjadi di depan mata kepala saya sendiri. Saya punya sahabat kuliah bernama Widya. Dari jaman kuliah sampe sekarang, dia adalah satu-satunya partner menggila saya dalam dunia bulutangkis. Dari ceritanya tentang betapa dia menyukai bulutangkis sejak 1996 ketika Olimpiade Atlanta dimana Ricky-Rexy mendapatkan medali emas, dari mimiknya ketika ia mendongeng tentang drama-drama atlet bulutangkis seluaruh dunia, hingga gosip-gosip di forum bulutangkis nasional hingga internasional, Widya terlihat memiliki passion besar dalam bulutangkis.
Selain hal-hal yang di atas, kami rutin menyambangi event Indonesia Open, Thomas-Uber, kalau semuanya diadakan di Jakarta. Dari ngantre sejak pagi, sampai nonton di layar lebar luar lapangan kami jabani demi keriaan bulutangkis. Dan Widya adalah orang yang mencintai bulutangkis. Bukan hanya ngefans dengan salah satu atlet hingga ketika atlet itu kalah dia akan ngambek. Widya adalah supporter terakhir yang keluar dari lapangan meskipun atlet Indonesia kalah. Dia suporter sejati.
Widya selalu bercerita mengenai angan-angannya untuk bekerja apapun di dunia bulutangkis. Dan stepping stone untuk ke sana mulai terbuka ketika dia menulis blog khusus bulutangkis-nya. Batu loncatan ke-dua berawal tahun lalu. Saya yang waktu itu bekerjasama dengan perusahaan penyokong 1 klub bulutangkis terbesar di Indonesia diajak untuk meliput seleksi masuk klub bulutangkis tersebut di daerah Kudus dan diminta untuk mengajak 1 blogger lagi. WIDYA. Hanya 1 orang itu yang ada di pikiran saya jika mau bicara mengenai bulutangkis. Blognya memang belum ramai, tapi saya yakin dia bisa membantu saya mencari angle yang bervariasi dalam meliput. Berangkatlah kami ke Kudus dengan penuh drama & suka cita.

Ketika meliput seleksi di Kudus
Selanjutnya apa lagi? Seorang teman mem-forward email untuk menjadi wartawan olahraga. Tentu saja email itu saya forward ke Widya. Dan dia benar-benar melamar. Setelah berbulan-bulan tanpa kepastian, akhirnya widya dipanggil untuk interview. Seleksi awal ialah: meliput kejuaran Super Liga di Surabaya akhir Februari tahun ini. Stage demi stage ia lewati, dan akhirnya.. Sahabat saya yang bernama Widya Amelia ini akan menjadi WARTAWAN PBSI yang baru hari Senin ini. Saya sangat salut kepadanya. Padahal bisa dibilang pendapatannya sekarang di bawah gaji dia sebelumnya.
Jadi inget conversation saya dengannya duluuu sekali:
Saya: “Wi, kalo lo kerja di PBSI, atau kerja-kerja jadi wartawan olahraga gitu pasti kan penghasilannya kecil”.
Widya dengan suara tegas: “Tiw, dengan passion gw yang besar, dengan kecintaan gw yang tinggi sama bulutangkis, gw yakin gw bisa ngubah yang kecil itu jadi gede”.
Dan quote dari Widya itu selalu melekat di kepala, dan hati saya. Congratulation my badminton freak friend. Wishing u nothing but the best. Jangan lupa tiket gretongan buat event2 bulutangkis
Buat semuanya, jangan takut. Kalian pasti punya passion. Apapun bentuknya. Cari, kejar, wujudkan, dan kalian akan bekerja dengan bahagia seumur hidup!

The Power of Passion
- Ditulis beberapa jam setelah saya & Widya datengin Pelatnas PBSI diiringi lagu dari Gloria Estevan ~ If I Could Reach. -
Ana Rovita, Si Anak Baru Pembuat Kejutan
Nama-nama srikandi bulutangkis Indonesia seperti Adrianti Firdasari, Maria Febe, sampai Maria Kristin mungkin sudah akrab di telinga kita. Namun di pertandingan Djarum Indonesia Open Super Series (DIOSS) tahun ini, nama-nama tunggal putri di atas seperti kehilangan sinarnya, bahkan mereka semua tidak ada yang mampu melaju hingga babak semi final. Adalah satu nama yang mengejutkan publik bulutangkis tanah air karena hanya dia satu-satunya tunggal putri yang masuk ke babak semifinal, yaitu Ana Rovita.
Mengapa mengejutkan? Ana Rovita bukanlah pemain unggulan ataupun pemain jebolan pelatnas. Ana bahkan tidak masuk jajaran pemain yang seharusnya berlaga dalam pertandingan yang dilaksanakan tiap tahun itu. Ana yang kala itu sedang berlatih di GOR Jati, Kudus, tiba-tiba saja ditelpon sehari sebelum DIOSS. Read more
Kick Andy Edisi Beasiswa Bulutangkis PB Djarum
Masih berhubungan dengan kehadiran saya di Gor Jati Kudus minggu lalu, kali ini saya mau bercerita mengenai siaran off air Kick Andy yang dilaksanakan di sana. Apa? Kick Andy? Mimpi apa saya sebelumnya bisa dateng ke Kudus liat audisi PB Djarum, dan secara live nonton siaran Kick Andy? Whoo Hoo!
Acara digelar di tenda tertutup samping GOR, dengan kapasitas yang terisi maksimal sebanyak 1500 orang. Tempatnya penuh dengan para para peserta audisi dan orangtuanya. Setelah dibuka dengan beberapa lagu dari sebuah band, si MC mengadakan acara tanya jawab dengan penonton. Pertanyaannya mudah, misalnya aja, tahun berapa Alan Budikusuma berhasil merebut medali emas di Olimpiade? Tapi bocah-bocah yang masih berusia belasan itu ada aja yang jawab tahun 70, tahun 80, dll. Hahaha.. Trus, ngapain lagi? Read more
Mau Jadi Atlet Bulutangkis? Wajib Ikut Audisi PB Djarum!
Weekend minggu lalu, tepatnya tanggal 2-4 Juli merupakan hari yang BERSEJARAH bagi sejumlah anak di Indonesia. Mengapa bersejarah? Karena hari tersebut ialah hari ditentukannya apakah mereka akan menjadi bagian dari jejeran atlet bulu tangkis pengharum nama bangsa! Yup, pada tanggal 2-4 Juli 2010, Persatuan Bulu tangkis Djarum (PB Djarum) memang mengadakan seleksi bagi mereka yang ingin mendapatkan beasiswa bulutangkis Djarum. Waw! Seru banget! Terus berapa orang yang ikutan?
Tidak tanggung-tanggung sejumlah 870 anak dari berbagai daerah di Indonesia datang ke Kudus untuk mendapatkan beasiswa itu! Nah, saya sebagai penggemar bulutangkis akut sedari kecil tiba-tiba saja diundang oleh pihak Djarum untuk mengunjungi audisi bulu tangkis ini! Mungkin karena mereka melihat twitter atau blog atau FB saya yang isinya penuh sama bulutangkis, jadi sayang kalo energi saya tersia-siakan begitu saja, hehe. Jadilah saya datang ke Kudus dengan segenap asa untuk melihat keriaan tersebut.
Suasana GOR Jati Kudus tampak tumpah ruah oleh peserta maupun orangtua mereka. Karena audisi ini dilakukan di saat liburan, maka tentu saja calon atlet-atlet tersebut lebih memiliki waktu luang untuk datang ke Kudus. Meskipun ada waktu, tapi apakah ada kesiapan materi dari para orangtua, khususnya yang berdomisili di luar kota? Karena setelah dilihat-lihat, banyak peserta yang berasal tempat yang cukup jauh, misalnya dari Kal-Tim, Sul-Teng, sampai Papua!
Rentang usia peserta bervariasi, dengan batasan umur 11 – 15 tahun, namun anak-anak yang diprioritaskan adalah yang berumur 12 dan 13 tahun. Jadi, kalau mau ikut audisi ini, jangan udah mau umur 15 tahun ya, supaya kalo gagal bisa coba lagi tahun depan.
Selama tiga hari penuh, audisi dilaksanakan sejak pukul 8 pagi, dan dari lapangan yang berjumlah 16 itu, 12 lapangan dipakai. Para penilai atau juri berjalan dari satu lapangan ke lapangan lain untuk mencari yang terbaik. Gak cuma juri yang sibuk, wasitnya juga harus banyak, yang kesemuanya dilakukan oleh atlet-atlet Djarum! Keren banget ya! Katanya sih itu untuk melatih mereka juga untuk lebih mengerti permainan, agar mereka melihat “Seperti ini toch saya beberapa tahun yang lalu”.
Nah, audisi berlangsung tiga hari dengan berbagai tahapan. Hari pertama adalah permainan bulutangkis dengan waktu yang telah ditentukan, sedangkan hari ke-dua main penuh, dan hari ke-tiga tes fisik. Dari tes-tes yang terbagi dari berbagai tahapan tersebut, yang dinilai bukanlah yang kalah ataupun yang menang. Ambisi, teknik, postur, dan semangat merupakan modal utama mereka lolos ke tahap-tahap selanjutnya.
Raut wajah peserta yang datang dari berbagai penjuru sulit digambarkan dengan kata-kata. Ada tangis, ada tawa, ada keceriaan, ada kesedihan. Mereka yang lelah terlihat tidur-tiduran di halaman GOR, ada pula yang menonton pertandingan bulutangkis, maupun film KING yang ditayangkan di layar lebar yang diakomodir oleh Djarum. Rasa lelah pun seakan terkikis dengan hiburan-hiburan semacam itu. Acara tahunan yang dilakukan oleh PB Djarum tersebut juga tentu saja disambut baik oleh berbagai lapisan masyarakat. Hotel-hotel dan penyewaan rumah menjadi penuh, orang-orang berjualan di sekitar GOR Jati, yang kesemuanya itu tentu membantu menambah penghasilan masyarakat setempat. Hari pertama super penuh, hari ke-dua terlihat lebih lenggang, dan tentu saja di hari terakhir GOR Jati hanya dihadiri oleh peserta yang lolos sampai tahap akhir bersama orangtuanya masing-masing.
Dari tadi berbicara suasana saat audisi, tapi bagaimana teknis audisinya sendiri? Dari total kira-kira 870 peserta, mereka disaring lagi menjadi 94 putra dan 46 putri di tahap dua. Jumlah peserta kembali diseleksi di tahap ke-tiga, yaitu menjadi 36 putra dan 18 putri. Lalu di hari terakhir yaitu Minggu 4 Juli 2010, PB Djarum meloloskan 19 putra dan 12 putri yang masih harus dikarantina lagi selama seminggu. Setelah seminggu, mereka akan dipulangkan ke rumah masing-masing, baru deh kira-kira seminggu kemudian dikabarin lolos atau tidaknya mereka menjadi atlet PB Djarum yang sesunguhnya melalui telpon, email, ataupun surat. Kalau tahun lalu, peserta yang lolos audisi PB Djarum sebanyak 14 atlet (5 Putra, 9 Putri). Kalau tahun ini ada berapa ya..?
Begitulah kira-kira laporan pandangan mata saya di Kudus. Untuk yang kira-kira tahun depan mau ikutan, formulir pendaftaran bisa dilihat di SINI sedangkan syarat-syaratnya bisa kamu lihat di SINI. Buat adik-adik yang lolos hingga tahap karantina, sukses selalu dan jadilah pengharum nama bangsa yang mengibarkan merah putih di mana-mana yaaa!
The New Religion
July 5, 2010 by titiw
Filed under Titiw Inside
Hey ho! Berhari-hari tak tampak jejak tulisan saya di blog ini. Jangan worry teman-teman, saya gak adu nasib jadi TKI di Hong Kong ataupun jualan opak di terminal macem Euis Keluarga Cemara. Beberapa hari ini saya absen di titiw dot kom karena diundang oleh Djarum untuk.. Meliput Audisi BULU TANGKIS PB Djarum di Kudus! Iya! Di Kudus, tempat dimana nama2 besar dalam bulu tangkis di Indonesia lahir! Ain’t that cool or what? Lalu lalu..?
Lalu, saya diundang sama Widya juga Didut seorang blogger Semarang. Katanya orang Djarum merhatiin betapa bergairahnya saya dan Widya dalam bulu tangkis makanya kita diundang ke sana. Gemana gak? Pas Thomas-Uber live tweet score udah kayak orang gila, belum lagi di Indonesia Open kemarin. Hehe, senangnya kalo hobby kita diapresiasi. Nah, liputannya akan saya bahas di beberapa postingan ke depan. Ditunggu aja ya kakak.. In the mean time, saya mau share gambar yang saya lihat di jalan ketika sedang di DAMRI menuju Bandar Sokarno Hatta. Judulnya: The New Religion. Sweet!
Badminton City @ Indonesia Open 2010
Gila… Gila.. Tiap tahun nonton badminton di Indonesia Open, baru tahun ini saya dateng dari hari pertama dan terus berlanjut hingga hari terakhir, yaitu FINAL. Badan rontok so pasti deh, secara pertandingan mulai siang, dan selese malem, sehingga pekerjaan saya kudu diselesein sambil begadang-begadang *padahal emang udah biasa begadang dr jamannya Pak Habibie jd Presiden*.
Lanjuuutt! Di tahun ini, Djarum sepertinya makin komit dengan concernnya pada bulu tangkis. Lihat saja Indonesia Open tahun ini yang diselenggarakan tgl 22-27 Juni 2010. Tiket mulai bisa dibeli online, jika beli pake BCA (debit, flazz, dll), malah dapet potongan 20%! Pokoknya calo2 mah kering banget deh tuh penghasilannya untuk tahun ini. Dan saya dengan teman saya Widya yang juga badminton addict tentunya merasa sangat terakomodir dengan hal ini.
Selain kemajuan di bidang ticketing, Indonesia Open kali ini juga membuat format “Badminton City”, dimana Istora Senayan diubah menjadi tempat yang super menyenangkan bagi para maniak bulu tangkis! Suasananya, bangku-bangkunya, exteriornya, semuanyaaa ada bau shuttlecock! Kalo gak percaya cium aja. Halah. Nah coba kita tengok ada apa saja di sini:
- Face Painting
Gak cuma bendera aja yang bisa dibikin di sini. Segala bendera bisaaa!! Pake dilukisin juga ama mas2 face painting artisnya, asal beli produknya Djarum dulu. Bukan rokok loh, tapi jaket, topi, kaos, dll. Kalo gak beli produknya tetep bisa gambar? Bisa, tapi gambar sendiri kayak saya dan temen saya si kucing garong, Widya. Oya, jangan lupa abis ngecet muka, haram hukumnya garuk2 jerawat di pipi, ntar muke tampak merah2 lebam kayak dipukulin mecem Ari Anggara (hayo, tau gak dia siapa? Hahaha..)
- Booth Games:
Booth games ada 2 yang mana mas2nya kayak udah mau harakiri tiap kita dateng. Abis yang ngabisin pin hadiah kita melulu! Bukan karena jago main games yang susah itu, tapi karena minta secara paksa!
- Comment Wall:
Ini adalah salah satu media pengeluaran uneg2 pengunjung yang jenius! Orang dari Cilacap, Majalengka, Aceh, sampe satpam2 di Istora pada ikutan nulis di sini! Gak tanggung2, tulisannya ada yang curhat banget “I lop my girl. From Cecep.” (Lah, pake diary aja mas, atau ngeblog sekalian!), ada yang asal2an “Ayo Cina kamu bisa menang!” (lah, jelas2 Cina gak ikut turnamen ini!), sampe ada yang cuma nulis “Allahu Akbar!”. Gyahahaha! Gemana saya gak mau ngakak? Jadi penasaran, Comment Wall ini ditaro mana ya selesai acara? Masa dibuang? Mending taro di tempat latian Djarum aja di Kudus biar pemainnya pada semangat!
- Gramedia
Damn. Saya belanja di sini gara2 buku2 jadi 7000 – 10.000an. Oya, akhirnya nemu juga bukunya bang Arham Kendari yang udah ilang dari peredaran. Makasih udah naro nama saya di bagian “thanks to” ya bang!
- BCA & Restoran
Ada ATM, tempat bikin kartu Flazz, aktivasi online, sagala aya! Untuk restoran dari food court abal2 sampe Sour Sally adaa di sini! Kalo belanja pake Flazz BCA, diskonnya juga gila2an. Gokil!
- DIO, logo Djarum Indonesia Open.
Mulai tahun ini, burung besar bernama Dio (Djarum Indonesia Open) menjadi maskot Indonesia Open. Burungnya lucu, meski kadang2 kelelahan ampe duduk2 ngaso.
- Hiburan
Dari dancer, marching, band, sampe DJ tersedia lengkap di sini. Ampun DiJee! Disokong dengan sound yang mumpuni, membuat suasana Istora makin meriah. Eits jangan seneng dulu, untuk yang gak mampu beli tiket atau emang rada parno sama penonton Indonesia yang rame banget itu, disiapkanlah screen gede untuk nonton pertandingan dari luar, dengan suara bergemuruh dari dalem. Padahal ini bukan tahun kebangkitan bulu tangkis Indonesia, tapi semua tribun dan VIP penuh! Gemana kalo buku tangkis Indonesia bangkit? Mikirnya aja sampe merinding!
Overall, meskipun masih belum ada juga pemain Indonesia yang merebut gelar juara, saya cukup kagum dengan usaha menarik perhatian masyarakat untuk menggemari bulu tangkis. Ini yang dinamakan sportainment, dimana olahraga digabung dengan hiburan. Bravo Djarum, dan maju terus bulu tangkis Indonesia!
Berburu Atlet di Kick Off Indonesia Open 2010
Sebelum acara Indonesia Open yang hasilnya Indonesia tidak mendapatkan gelar apa-apa, saya dan sobat menggila saya dalam perbadmintonan datang ke acara Kick Off Indonesia Open 2010. Tujuan acara ini ialah mengenalkan bulu tangkis lebih dekat lagi pada khalayak, dan supaya orang-orang juga lebih kenal dengan atlet-atlet kita yang suka tidak suka, pernah berjasa mengharumkan bangsa Indonesia.

lapangan buatan
Acara yang bertajuk Celebrity Smash tersebut diadakan di Mall Grand Indonesia Lt.3, yang lapangannya dibikin seperti lapangan badminton beneran, kira2 2 minggu sebelum Indonesia Open 2010 berlangsung. Entah dari mana si Widya temen saya itu dapet jadwal acara ini, karena media kita seperti tidak ada woro-woronya dalam acara ini. Dimulai jam 2an, saya sudah datang dari jam 11. Planning mau duduk di mana, mau ngapain aja, sampe sempet kepikiran untuk wawancarain atlet2 yang ada! Dunia memang sudah gila dengan adanya badminton freak macam mereka (mereka?! lo bedua kali!).
Yak, setelah males ngeliatin air mancur menari di samping lapangan, sempet foto sama Kido-Hendra (ternyata Kido gak pendek, Hendranya aja yang tinggi! Dan dia itu maniiiis bangeeet!) akhirnya acara dibuka oleh Bayu Oktara, dan mulailah pertandingan antara Kido-Polii vs Vita-Hendra. Dari pertandingan super keren yang cuma berjarak semeter dari depan mata saya ini, keluarlah Vita-Hendra sebagai juara setelah Deuce berkali-kali.

Hendra Setiawan yang maniis..

KPVH
Setelah itu, datanglah Luna Maya! Iya! Luna Maya! Dia main lawan orang Jepang berpasangan dengan idola saya, RICKY SUBAGJA! Lengkapnya udah saya tulis di SINI. Abis itu, seleb yang main lagi adalah si-otot-dari-ujung-ke-ujung Ade Ray. Jangan salah, dulunya dia sempet ikutan klubnya Djarum loh! Kesempatan ke-dua foto sama atlet datang dan Greysia Polii serta Vita Marissa menjadi target incaran foto saya dan Widya. Ihiy!
Dan SAUDARA-SAUDARAA!! Tibalah waktunya saya bertemu SANG IDOLA sejak kecil. RICKYYYYYYY SUUUUBAGJAAA!!!! KYAAAAAAAA!!! Dia lagi di kursi tempat atlet2 ngumpul dan dengan ngocolnya saya petantang petenteng ke situ dan minta foto sama Ricky! Tangan saya gemeteran dan tremor, tapi akhirnya dapet foto sama RICKY! RICKY si pemain ganda putra paling top di tahun 90an itu cin! Pasangannya Rexy dan dudanya Elsa Manora! *gak penting banget detailnya*. Foto ini pun sakses muncul di profile pic FB saya selama 2 mingguan. Ngehenya, temen2 pada komen kalo muke Ricky terlihat gak bahagia foto sama saya. Eh, itu mah si Widya aja yang motonya di momen yang gak pas! *berdalih*.

SUBHANALLAH! RICKY SUBAGJA! *pingsan*
Seneng seneng seneng! Gimana nggak, foto sama Ricky, yang mana pin upnya pernah saya koleksi, Ricky yang pernah muncul di mimpi saya dengan bekgroun pepohonan dengan adegan kejar-kejaran di atas pohon!! HWAA!! *peluk2 puun terong*. Sempet ngeliat anaknya Ricky, si Nayla dan seorang cewek putih & kece (tapi rada jutek) yang diduga kuat istri barunya Ricky. Pertandingan selanjutnya ada Bayu Oktara – Sigit Budiharto (pasangan ganda putra sama Chandra Wijaya), dan LunMay lagi sama Terry Puteri. Gak lama, berlangsung pula pertandingan MAHA SERU antara Kido-Hendra vs Ricky-Sigit-Arbi yang kocak dan menghibur!

Atlet & Artis Kick Off
Sampe terakhir, kita udah minta foto sama semua atlet, kecuali Arbi & Sigit. Tapi Tuhan maha baik, di futkor mereka makan di tempat yang sama! Dan mereka berdua baik-baik banget! Apalagi mas Arbi yang mukanya udah disetel default senyuum terus. Secara sponsor acara ini kan emang Fly Power, merknya dia, hehe.. Jadi, kesimpulan acara Kick Off ini adalah: Sering-sering deh diadain acara yang positif gini, supaya kita semua terhindar dari dampak2 negatif narkoba, sex bebas, dan pergaulan gak bener! *kedip mata kiri dengan 2 jempol ngadep kamera*. Salam olahraga!





















