Apa Itu Ketahanan Air?
Ngeliat blognya Nonadita, saya jadi inget kalo belum cerita tentang Obsat Konservasi Air. Tahu Obsat dong? Itu lho, Obrolan Langsat, sebuah acara diskusi santai di bawah Saling Silang yang rutin diadakan di Langsat, markasnya para onliners. Nah kenapa saya mau nulis tentang acara ini, gak lain dan gak bukan karena banyak trivia yang baru saya tahu tentang air. Padahal air kan salah satu substansi kehidupan paling penting! Tapi tunggu.. Sebelum lanjut ke trivia air, saya mau bahas acaranya dulu.
Obsat yang dilaksanakan di bulan Juli tersebut dimoderatori oleh Dita, dengan pembicara DR. Ir. Heru Hendrayana (ahli hidrogeologi dari Universitas Gajah Mada), Dik Doank selaku penggiat lingkungan, dan Pak Basuki dari LSM Kehati yang concern juga di bidang lingkungan. Gak cuma itu, Obsat juga dimeriahkan oleh penampilan Faiz & Nisa, adik kakak yang main biola dan nyanyi menghibur kita semua di sana. Unyu dan sangat-sangat menghibur!
Setelah perut kenyang makan somay & jus buah yang mumpuni, sekitar pukul 19:30 acara dibuka oleh Dr Heru. Dari penjelasan dr Heru, ternyata ada dua sumber air, yaitu air permukaan dan air bawah tanah. Apa saja yang termasuk sumber-sumber air tersebut anak-anak? Air Permukaan terdiri dari Air Sungai, Danau, Kolam, Air Hujan dsb. Sedangkan Air Tanah terdiri dari Mata Air, Sumur Dangkal, Sumur Pantek, Sumur Bor dsb. Kalo diitung-itung, Pemanfaatan Sumber Air di Dunia sebagai berikut:
- AirTanah mencapai sekitar 70 %
- Mata Air mencapai sekitar 20 %
- Air Permukaan mencapai sekitar 10 %
Dan saya baru tahu kalo air itu gak akan habis, tapi yang bener adalah: air masih bisa dipakai atau tidak bisa dipakai. Di sini kita harus melakukan ketahanan air. Maksudnya? Apa yang dipertahankan? Yang dipertahankan ialah AIR TAWAR di daratan, baik kuantitas maupun kualitasnya. Maksudnya lagi? Selama air tawar itu masih ada di bak kita, sumur, empang, dan belum mengalir ke laut, air tersebut masih bisa dipakai.
Jadi jangan sampeee banget air-air tersebut tersia-sia dan mengalir gitu aja ke laut. Karena, ketika air tawar sudah menyatu dengan air laut.. Guess what? Air itu udah sulit banget untuk dipake lagi, yuk dadah bye bye! Kebetulan saya bisa ngobrol dan minta materi dari Dr Heru, sehingga saya bisa share gambar & temen-temen bisa memvisualisasikan cerita saya barusan.
Tahan dulu segala tanya yang berkecamuk, bukan hanya kamu yang baru tahu, saya juga kok. Trus, gimana dong caranya kita nahan air tersebut? Well, coba perpanjang waktu tinggal air tawar tersebut di daratan dengan cara tindakan pencegahan (preventive actions –> lebih murah) dan tindakan koreksi (corrective actions –> pastinya lebih mahal).
- Hemat air. Udah gede kan..? Gak usah dijabarkan harus gemana untuk hemat air kan..?
![]()
- Menggunakan air secara optimal.
- Buat penampungan air supaya bisa nampung air hujan.
- Jalanan jangan disemen & diaspal semua, supaya tanah bisa menyerap air.
- Bikin resapan biopori
- Adopsi pohon
- Membuat sumur resapan
Udah itu doang? Tunggu dulu. Nggak kita doang yang bisa melakukan sesuatu. Pentingnya ngejaga daerah tangkapan dan resapan air di 2 sumber air di atas tadi harus diimplementasikan dengan basis multipihak. Jadi semua pihak harus berperan aktif dengan hal ini, nggak kita sebagai individu aja. Banyak kan tuh beberapa perusahaan yang ngejalanin program-program menanam pohon? Kalo baru ditanam jatohnya pencegahan, kalo dilakukan penghijauan itu berarti tindakan koreksi.
Nah, itu juga merupakan salah satu cara menahan air supaya tidak sia-sia. Karena once air sudah ke laut, akan terjadi proses yang sangat panjang lagi supaya air tersebut dapat bertransformasi lagi menjadi air hujan. Tapi jangan cuma nanem pohon aja, perawatannya juga penting lho! Oke, sebagai penutup, saya mau bagi-bagi trivia tentang air yang mungkin gak semua orang tahu, supaya makin banyak yang tahu, supaya air bisa makin terjaga. Enjoy!
Trivia:
- Jika keseluruhan air di bumi diibaratkan sebagai 100 liter air, maka air yang bisa dipakai untuk kehidupan sehari-hari hanyalah 1 sendok dari 100 liter air tersebut.
- Air itu tidak akan berkurang, tapi berubah bentuk atau tidak bisa dipergunakan
- Pemanfaatan air tanah yang kurang baik membuat penurunan muka air tanah di Jakarta mencapai 10-12 cm/tahun.
- Cairan pembersih toilet yang bisa menghambat proses pembusukan di septic tank, jadi minimalisir penggunaannya.
- Limbah yang paling merusak air bersumber dari perusahaan-perusahaan besar? SALAH! Yang paling mencemari malah limbah rumah tangga karena tidak ada undang-undangnya sama sekali.
Water is more critical than energy. We have alternative sources of energy. But with water, we have no other choice.


