Archive for the 'Musics' Category

Java Jazz Saga – Day 1

March 10th, 2010 -- Posted in Musics | 10 Comments »

Java Jazz hari pertama telah selesai Jumat 5 Maret kemarin. Walaupun pertunjukan baru dimulai pukul 18:00, Kemayoran sudah terlihat pada sejak sore. Acara yang diadakan tiap tahunnya itu kini mengambil tempat di JiExpo Kemayoran, setelah 5 tahun sebelumnya dilaksanakan di JCC Senayan. Kali ini, saya berkesempatan untuk datang tiga hari full karena ditugaskan untuk ngetweet salah satu produk perawatan pria dan juga sebagai pewarta dari curipandang.com .

Penampil malam itu yang mengambil perhatian paling banyak tentunya adalah Mr. John Legend. Mas asal Amerika yang sohor karena hitsnya Ordinary People ataupun PDA. Meskipun jadwal tampilnya agak mundur, hal itu tidak mengurangi antusias orang-orang yang menonton. Menurut saya pribadi, penampilan cowok yang dibilang mirip sama Tommy Soeharto ini memang lumayan, tapi tidak se “WAH” yang saya bayangkan. Apa mungkin karena terlalu banyak orang ya? Saya jadi cuma bisa melihat dia dari layar besar yang berada di samping panggung. Huhu..

Hon Leghend..

Melaney Ricardo si MC dan penyiar radio jadi sorotan malam itu karena dia sempat naik ke atas panggung, meluk John Legend dan terakhir John Legend memberinya bunga mawar! Terdengar suara “Huuuu!!” penonton yang membahana. Yah, keirian itu memang wajar sih. Diliat dari twitnya Melaney, dia bilang “Ok gotta answer all d Q bout how was it feel got a kiss by@johnlegend..lol! its damn temptin! He’s so HOT n I liked his smells..“. Hohoho..

Melaney Ricardo yang langsung dihujani teriakan "boo" oleh penonton

Sempet juga saya melihat penampilan Jeff Kashiwa si pemain Sax di lantai 6, dan pianis Bob James yang merupakan salah satu personil dari band jazz kenamaan, Fourplay. Namun yang sangat saya nikmati malam itu ialah penampilan dari seorang diva asal Malaysia, Sheila Majid. Sheila yang memakai kemeja putih dan bawahan hitam terlihat sederhana, namun tetap memukau. Malam itu ia membawakan hitsnya yang sudah sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia, “Antara Anyer dan Jakarta” dan “Legenda”. Beberapa lagu tahun 80an dia bawakan dan membuat orang2 yang “berumur” terlihat terbawa perasaan nostalgia. Sempat juga dia berduet dengan Chandra membawakan lagu “Ingatlah diriku”.

Jeff Kashiwa

Bob James

Sheila Majid duet

Sekian laporan pandangan mata untuk Java Jazz Festival hari pertama, semoga hari ini dan besok, kemacetan yang terjadi, antrian masuk nan lama, dan sinyal yang berantakan tidak terjadi lagi sehingga membuat timeline twitter penuh dengan umpatan orang-orang. Semoga.

Popularity: 19% [?]

10 Songs I Can Hear Over & Over Again From My Celly

February 18th, 2010 -- Posted in Front, Musics | 18 Comments »

10 lagu dalam HP saya yang selalu dan selalu saya dengar ulang dan ulang dan lagi dan lagi dengan cerita di balik lagu dari sudut pandang saya.

1. Alan Parsons Project – Days Are Numbers
Saya mengenal Alan Parsons Project dari lagunya yang sangat legendaris, Eye In The Sky. Untuk lagu yang satu ini, cucok banget kalo didengerin sambil traveling. Apalagi di lirik bagian reff “Days are numbers, watch the star. We can only see so far, someday, you’ll know where you are”. Seakan2 menegaskan kalo kamu mau pergi, pergilah. Namun jangan lupa untuk mencari jati diri yang sebenarnya dalam perjalan itu.

2. Bee Gees – Alone
Video clip Alone selalu terngiang dalam pikiran saya yang memang lawas. Ketika SMP dan melihat vid clip ini, saya merasa kalo vid clip ini extra ordinary sekali. Meski liriknya sedih, namun iramanya yang berada di jajaran mayor membawa saya ke suatu tempat fantasi yang menyenangkan sekaligus menyedihkan.

3. Andien – Detik Tak Bertepi
Lagu berdurasi 05:47 ini merupakan ciptaan Elfa Secioria yang meraih lagu terbaik di ajang ASEAN Song Festival ketika dinyanyikan oleh Christine Panjaitan. Lagu yang berada dalam album pertama Andien yang meretas jalannya sebagai penyanyi jazz kala saya menjadi anak SMA ini adalah alasan saya berlelah2 naik bus ke beberapa toko musik untuk mencari albumnya. Perhatikan lirik keseluruhan lagu ini. JUARA.

4. Gary Barlow – Open Road
Saya melepaskan pekerjaan 9 to 5 saya dengan memutar lagu ini di jalan menuju rumah. Saya suka dengan pekerjaan saya ini, namun merasa jalan saya untuk sukses masih terbentang luas di luar sana. Dan saya pun berjalan dengan senyum terkembang mengharapkan jalan yang terbuka di depan dari yang di atas. Semoga.

5. Tears For Fears – Head Over Heels
Hidup sendiri di kos kadang sulit kadang menyenangkan. Lagu era 80an ini merupakan salah satu sisi menyenangkan dari ngekos. Bukan berarti saya anak kuliah jaman dulu ya, tapi ngepel saya di tiap Senin pagi setelah basket wajib hukumnya ditemani lagu yang diunduh dari lime wire ini, entah mengapa.

6. Jackson 5- Got To Be There
Cinta yang tulus dan polos terpancar dari lagu ciptaan band paling legendaris di masanya. Suara melengking Michael Jackson membuat segalanya sesuatu yang biasa menjadi lebih indah. Sempat lagu ini selama berbulan2 menjadi lagu untuk alarm bangun pagi saya, dan selalu sukses untuk membuat saya tersenyum setiap pagi.

7. Jason Mraz – Sleeping To Dream
Entah bagaimana caranya lagu ini bisa nyangsang di deretan lagu saya di dalam komputer. Setiap mendengarnya, saya selalu merasa diayun2 oleh irama musik yang sangat cocok dengan vokal si penyanyi. Bertahun tahun kemudian saya baru nyadar kalo ini adalah lagu Jason Mraz yang digilai itu. Oh ya, tiap denger lagu ini juga perasaan saya melayang kepada peristiwa INI.

8. Float – Pulang
Meskipun lagu ini sudah masuk di salah satu lagu Indonesia terindah versi saya, saya belum mau mengenyahkannya dari memory card HP saya yang minim itu. Dengan gitar minimalis dan suara vokais yang sumpah mirip banget sama Dave Matthews, lagu Pulang juga selalu meningatkan akan masa2 awal kenal dengan pacar yang terakhir.

9. Club 8 – We’re Simple Minds
Bandung tahun 2003. Saya membeli kaset yang berisi lagu ini di sebuah distro. Setelah didengar semunya, lagu ini sukses saya tasbihkan menjadi lagu terbaik. Meskipun mendengarnya selalu menyakitkan karena terkenang kisah yang menyakitkan pula, katanya untuk menghilangkan rasa takut atau sakit ya dengan menghadapi rasa takut itu dengan gegap gempita. Jadi, tak ada salahnya saya mencoba memulihkan rasa sakit dengan sakit itu sendiri bukan?

10. Tohpati – Sendiri
Lagu yang berada dalam album pertama Tohpati sebagai pure gitaris ini sangat cocok diputar saat kamu dalam keadaan “kosong”. Saat kamu ingin refleksi diri, saat kamu tidak tahu ingin mendengar lagu apa, saat kamu tak tahu harus berbuat apa, ataupun saat hanya benar2 ingin sendiri seperti tajuk lagunya.

Sekian. Supaya kalian sedikit “mengerti” apa yang saya rasakan, saya kasih link untuk mengunduhnya. Happy listening!

Kredit Foto: google *terlalu males mention satu2*

Popularity: 19% [?]

Kentang Radio: Siaran Radio Sekentang-kentangnya

December 11th, 2009 -- Posted in Musics | 16 Comments »

Mendengar radio tentu berbeda dengan mendengar CD atau MP3. Ada perasaan tersendiri jika mendengar lagu dari radio. Mungkin kalok dikasih perumpamaan, denger lagu dari MP3 itu kayak udah nikah, sehingga tiap mau mainin lagu mana, tinggal mainin dengan gampang. Sedangkan kalo denger lagu dari radio itu kayak lagi pedekate, lagu yang kamu pengin bisa diputer, bisa kagak.

Oke, mungkin kamu juga sudah kentang, atau kena tanggung kalo saya berbicara secara berkentang-kentang. Angkatan berapakah kamu..? Angkatan dimana denger lagu Sometimes-nya Britney Spears sudah jejeritan karena kamu anggep itu lagu nostalgia masa kecil..? Ataukah kamu angkatan dimana kalo denger lagu Tetty Kadi, kamu ngerasa itu lagu top 40 karena dulu pernah satu sekolah sama doi..? Well.. Angkatan berapapun kamu, apapun lagu kesukaan kamu, selama suka musik, saya ingin memperkenalkan radio fenomenal yang satu ini, KENTANG RADIO.

KentangRadio

KentangRadio

Hah..? Namanya aneh bener..? Entah apa yang melatar belakangi orang-orang di belakang radio ini untuk menamai radio ini seperti nama salah satu makanan pokoknya bule-bule. Radio ini adalah radio online yang streaming di Internet, dan tidak memiliki channel radio AM atawa FM. Sehingga, jika kamu lagi di Tulsa ataupun Tulungagung, selama ada koneksi Internet yang lumayanan, radio kentang masih bisa kalian dengar. Tapiii.. Ada tapinya nih.. Skejul si kentang radio ini suka seenak kentangnya sendiri. Kadang siang-siang saya pengin denger, eh doi offline. Kadang saya lagi banyak kerjaan, eh jadi gak fokus karena khusuk denger radio ini yang lagi nyetel keroncong kesukaan.

APA??! KERONCONG..? Yak, kamu tidak salah dengar anak muda. Keroncong dimainkan di radio ini. Dari keroncong, lagu daerah, lagu-lagu plesetannya Warkop, sampe lagu Indiahe pun kadang disetel dengan mengagetkan. Tak ada batasan genre, tak ada batasan umur pendengar, dan tak ada pula batasan usia lagu yang diperdengarkan. Yang unik dari radio yang katanya banyak orang-orang kreatif di baliknya ini adalah: Kita selalu tahu lagu apa yang sedang dimainkan, karena ada tulisannya di atas layar, dan kita bisa chatting dengan sesama pendengar dan penyiar!! CIHUY bukan..? biar lebih jelasnya, saya tampilkan screen shot di bawah ini.

Bisa Chatting juga lho!

Bisa Chatting juga lho!

Hooh, saya super surprise waktu saya pengin denger lagu dari kampung saya (Makassar) dan ngerikues sama penyiarnya. Diputerin booo!! Ah, Anging Mamiri.. Akhirnya kudengar juga kau meski tak dinyanyikan oleh Andi Meriam Matalatta. Lumayan kejut-kejut juga ketika tahu lagu Sepasang Mata Bola-nya Zwesty Wirabhuana diputar, karena beliau adalah tetangga saya. Hihi.. Siang itu sih, lagu yang diputer lagunya Bing Slamet, Rollies, Titik Puspa, Chrisye, Benyamin S, Broery Marantika, Kris Biantoro. Saya pikir saya udah ngefens sama almarhum Chrisye, ternyata kesukaan saya akan lagu-lagu beliau diuji, karena di Kentang Radio ini, lagu Chrisye yang diputer adalah lagu-lagu yang saya nggak tahu!! HUHUHU!! Entah lagu apa lagi yang akan berkumandang jika lebih lama lagi saya mendengar siaran dari Kentang Radio.

Dan beberapa kali saya denger radio ini, sepertinya jika orang rikues lagu “standar” macem Stairway In Heaven, kagak bakal diputerin. Hihihi.. Jadi suka-suka penyiarnya juga. Sebuah penyegaran dari jenuhnya kuping ini mendengar lagu itu-itu lagi dari dia-dia lagi dari radio yang onoh-onoh lagi. Kalo gak salah, dia menyapa pendengar radionya ini dengan julukan “Anak Kentang”. HALAH. Tapi saya suka suka suka sekali dengan radio ini!! Wah, sahabat saya si Fathul, bassisnya sebuah orkes melayu dan Acha yang kerja di radio, dan Mas Harison yang emang toku pasti doyan dengerin Radio Kentang ini nih.. Hehe..

Pas dulu radio ada, koran dianggap akan musnah, ternyata nggak. Pas dulu TV muncul, radio dianggap akan musnah, ternyata nggak. Ketika internet ada, TV dianggap akan musnah, ternyata enggak. Itu cuma masalah kreativitas aja, gemana mengemasnya. Dan si KentangRadio ini membuktikannya dengan cukup spektakuler. Haiyah. Sudahlah, daripada berlama-lama berdansa dansi di sini, lebih baik mendengarkan lagu yang mencuri hati. Langsung hajar KENTANGRADIO DI SINI!!

PS: Review ini  juga sudah saya publish di solfacorners.com

Popularity: 13% [?]

« Prev - Next »