Mockumentary Film: Modern Family
Serbuan film-film seri makin banyak saja di tahun 2012. Dari yang komedi, romantis, komedi romantis, detektif-detektifan, sampe mockumentary comedy. Apa itu mockumentary comedy? Film yang memiliki scene-scene interview dengan para pemerannya seakan-akan documenter, tapi tetep fiksi. Sebuah TV Seri berjudul Modern Family mengadopsinya dengan baik. Film yang mengisahkan tentang 3 keluarga yang saling memili ikatan darah ini mulai tayang di tahun 2009, dan sekarang sudah sampai season 3.

Modern Family
Keluarga pertama: Jay Prichett dan istri barunya Gloria, yang membawa 1 anak hasil perkawinannya yang dulu, yaitu Manny. Dengan sisi kebapakan yang tegas dari Jay, Manny yang dewasa tidak pada waktunya, dicampur kultur Colombia yang kental dari Gloria, tidak pernah ada kata sepi di rumah mewah tersebut.
Keluarga ke-2: Suami istri Claire & Phil Dunphy, yang memiliki 3 anak bernama Hayley, Alex, dan Luke. Claire adalah anak sulung dari Jay, tukang ngatur, dan sangat peduli dengan detil-detil kecil. Di lain pihak, Phil si pria pekerja real estate ialah sosok ayah yang keren dan membaur dengan anak-anaknya. Dengan adanya Hayley yang populer tapi kurang pinter, Alex si geek yang selalu pengen jadi nomor 1 di sekolah, dan Luke yang absurd, rumah ini selalu sarat dengan adegan-adegan seru.
Keluarga ke-3: Pasangan gay Cameron & Mitchell, yang mengadopsi anak perempuan dari Vietnam bernama Lily. Mitchell merupakan anak ke-dua dari Jay, yang berarti ia adalah adik kandung Claire. Insecure merupakan nama tengahnya karena dibesarkan oleh Jay yang sangat “laki-laki”. Meski demikian, ia bisa bahagia sekaligus irritated dengan partnernya Cameron yang memang betul-betul punya passion di segala bidang (namun kebanyakan gagal).Rumah ini bikin kita jadi tersenyum dengan kelakuan mereka yang manis sekaligus nyeleneh.
Well, cukup lala lili mengenai filmnya. Beli segera DVDnya di lapak-lapak terdekat, atau downloadlah filenya sekarang juga!
Trivia:
- Ed O’Neill (Jay) benar-benar memiliki anak perempuan bernama Claire, & Julie Bowen (Claire) di dunia nyata memang menikah dengan pria yang bekerja di real estate.
- Kontradiksi dengan perannya di film, Nolan Gould (Luke) -surprisingly- adalah anggota Mensa dengan IQ 150.
- Seperti di dalam film, Jesse T (Mitchell) memang gay, namun partner dalam filmnya Eric Stonestreet (Cameron) adalah cowok straight.
My Sister’s Keeper: Tear Jerker Movie Alert!
What:
Anna Fitzgerald (Abigail Breslin) yang masih berusia 11 tahun merasa muak karena seumur hidupnya ia selalu dan selalu dijadikan “donor berjalan” bagi kakaknya, Kate (Sofia Vassilieva). Ya, Anna memang sengaja dilahirkan Ibunya (Cameron Diaz) agar Kate yang memiliki penyakit kanker memiliki donor yang cocok. Karena Anna merasa seakan tidak punya kuasa akan badannya sendiri, maka ia menuntut ibunya sendiri agar berhenti menggunakan bagian-bagian dari tubuhnya untuk Kate. Ibunya yang marah luar biasa, setuju untuk membawa hal itu ke meja hijau. Siapakah yang akan menang di meja hijau? Apakah keputusan yang diambil Anna akan menghancurkan keluarganya?

My Sister's Keeper
“Most babies are accidents. Not me. I was engineered. Born to save my sister’s life”
Tiw’s Opinion:
Masing-masing tokoh menceritakan apa yang terjadi dalam hidup mereka dalam sudut pandang masing- masing. Terus.. Terus.. Scrap book yang dibuat Kate di rumah sakit baguuus banget! Ngeliatnya aja saya nangis. Eh, sebenernya dari awal sampai akhir film saya nangis. Film ini bener-bener menguras emosi jiwa saya yang rapuh. *krik*. Semua akting orang-orang yang bermain di sini “dapet” banget, sampai saya ngerasa apa si Kate bener2 sakit ya..? Yang jelas, 4 1/2 dari 5 saya beri untuk film yang akan mengocok2 kantong mata kalian hingga air di dalamnya minta keluar dengan deras. Bukan tipe film yang membuat adrenalin naik dan bikin ketawa tiwi gak jelas, tapi lebih ke film yang membuat kita berpikir dan bersyukur bahwa masih memiliki keluarga dan diberi nikmat sehat oleh yang di atas.
Cocok Untuk:
Kamu yang ingin melihat akting Cameron Diaz yang sedikit di luar “kebiasaannya”. Kamu yang “take your family for granted”. Kamu yang selama ini kurang akrab dengan saudara. Kamu yang merasa keluarga adalah hal yang sangat penting dalam hidup. Dan kamu yang selama ini merasa kurang bersyukur terhadap hidup..
Trivia:
- Film ini diangkat dari sebuah novel berjudul sama karangan Jodi Picoult
- Seharusnya yang main jadi adik-kakak di sini adalah Elle Fanning dan Dakota Fanning. Tapi nggak jadi karena Dakota gak mau rambutnya dipotong
Foto diambil dari marih
Melanglang di Gua Leang Leang
Masih di hari pertama tiba di Makassar (20 Oktober 2011), saya dan tim hura-hura ACI Sulawesi 2 melanglang ke Gua Leang-Leang yang terletak sekitar 30 menit perjalanan dari TN Bantimurung. Tidak jauh, namun kendaraan menuju ke sana agak sulit, maka daripada itu kami mencarter pete’-pete’ (angkot) seharga Rp 100.000 bolak-balik (dari Bantimurung ke Bantimurung lagi). Akses jalan ke sana memang sudah diaspal, namun masih ada perbaikan di sana-sini sehingga kita harus sabar untuk bergantian jalan dengan mobil lain. Ati-ati aja ditikung sama temen sendiri. Uhuk.
Namun tiada kata lelah dan gulana, karena pemandangan menuju Leang-Leang sangatlah ciamik! Bukit-bukit batu karst (kapur) menghampar indah, dengan polesan biru cerah di langit luas. Leang sendiri berarti Gua/Goa (liang), jadi sebenarnya bila kita bilang Gua Leang-Leang, kita berarti menuju Gua Gua Gua, bukan Gua-Gua Elu-Elu. *krik* Sesampainya di Taman Prasejarah Leang-Leang, saya terkesima dengan banyaknya batu-batu besar yang terbentang. Bahkan bisa dibilang, ini seperti Stonehege yang ada di Inggris.
Ketika kami datang ke sana, Taman yang biasa disebut Taman Batu ini sedang dipugar. Katanya sih akan menambah tempat parkir & mushalla. Dengan dibantu Pak Muslimin selaku guide-polsus pengamanan, perjalanan kita sore itu sangat informatif & menyenangkan. Menurutnya, di sini sebenarnya ada ratusan gua prasejarah, namun letaknya berjauhan. Gua pertama yang kami datangi adalah Leang Petta Kere, yang berarti bangsawan tukang jagal. Jadi ceritanya, dulu ada bangsawan yang memiliki banyak sekali harta. Ia menyuruh anak buahnya menggali tanah & membuat gua untuk menyembunyikan hartanya, dan setelah selesai, ia penggal semua kepala anak buahnya. Bukan main pemerintah.
Leang Petta Kere ditemukan pada tahun 1956 oleh arkeolog Belanda bernama Van Heikeren, dan diresmikan Daud Yussuf (Menteri Pendidikan) pada tahun 1980. Leang ini memiliki 64 anak tangga, dan dilarang naik jika tidak ada penjaga, karena letaknya cukup curam. Ketika sampai ke atas & menengok dindingnya, ternyata ada cap tangan manusia berwarna merah, dan ada semacam gambar hewan seperti babi yang melekat di dinding gua! Cap tangan yang hanya bergambar 4 jari menunjukkan bahwa 1 jarinya telah dipotong tanda berduka, sedangkan gambar babi adalah simbol bahwa dahulu, mereka mencari makanan dengan cara berburu. Diperkirakan gambar-gambar tersebut dibuat sejak 5.000 tahun yang lalu, menggunakan racikan daun yang menjadi pewarna alami yang meresap kuat ke dalam batu, yang konon tintanya disemprot dengan mulut.
Pak Muslimin guide kita menambahkan bahwa tempat ini dulunya dijadikan tempat orang melakukan ritual. Bahkan satu program TV bertajuk Jejak Misterius juga pernah melakukan syuting di sini. Leang ke-dua yang kami sambangi ialah Leang Pettae yang letaknya hanya kira-kira 300 m dari Leang Petta Kere, dan tidak terlalu sulit untuk dimasuki. Di dalam Gua, terlihat serpihan-serpihan kerang yang menempel erat di dinding dan tanah. Ini menunjukkan bahwa manusia yang pernah tinggal di sana memakan kerang-kerangan, dan menggunakan cangkangnya untuk memudahkan aktivitas sehari-hari.
Seperti biasa, masih saja ada yang tega mencoret-coret gua ataupun batu-batu yang berada di sana. Maka daripada itu petugas di sana lebih memperketat penjagaan. Salut. Saya pribadi sangat puas mengunjungi daerah ini, jadi jika kamu ke Makassar, khususnya Maros, jangan lupa melanglang ke Gua Leang-Leang ya!
Notes:
- Bebatuan karst di Maros Pangkep merupakan karst ke-2 yang paling indah di dunia setelah Cina.
- Menurut beberapa arkeolog, gua-gua di sini telah didiami sejak 8.000 – 3.000 tahun SM.
- HTM:
- Turis Asing : Rp. 10.000/orang
- Turis Lokal : Rp. 3.000/orang
- Anak sekolah/rombongan : Rp.2.000/orang - Kalau mau kasih uang ke guide: 20.000 kalo puas, 10.000 kalo gak puas.
Jangan bayar kalo kena gigi. Eaaa..
Greeneration Indonesia
Saya pertama kali mengenal Greeneration ID (GI) dari Twitter, dimana mereka memakai nama @greenerationID. Yang membuat saya tertarik? Sudah tentu tips-tips sehari-harinya tentang hidup hijau yang dapat diimplementasikan sehari-hari. Pernah satu waktu saya share tips-tips hijau ala saya, eh dapat tas ramah lingkungan (Bagoes) yang praktis untuk dibawa ke mana-mana!
Oh ya, tas ini bisa dipesan dan dijual di beberapa tempat seperti di Circle K lho.
Tidak hanya itu, saya juga pernah share video “Petualangan Banyu” yang mereka buat ketika ada acara kantor. Seru dan lucu banget videonya! Makanya, sewaktu saya diminta untuk sharing di blog mengenai opini saya tentang GI, tentu saja langsung saya setujui. Bahkan saya ada beberapa masukan untuk GI untuk lebih baik lagi ke depannya:
- Offline-offline program diinformasikan secara luas agar makin banyak orang yang dirangkul
- Bekerjasama dengan program-program hijau yang sudah besar, ataupun program yang diinisiasi oleh pelajar/mahasiswa
- Lebih sering bagi-bagi produk untuk followers di Twitter yang share tips-tips hijau. (Kalau ini memang saya yang mau, hehe..)
FYI, GI sekarang ini mendapat amanah menjadi perwakilan Jawa Barat untuk menjadi finalis WMM2011 (Wirausaha Muda Mandiri), bisa dilihat profilnya di Video ini. Seneng deh ada usaha yang tidak hanya peduli dengan bisnisnya, tapi juga peduli dengan lingkungan. Semoga teman-teman di GI bisa memenangi WMM2o11 ini ya. Lalu, teman-teman di sini ada yang punya pengalaman dengan Greeneration nggak? Share dong!
Air Terjun Bantimurung yang Tersohor
Jika kamu jomblo, seringnya di rumah sendiri aja sambil nonton acara jalan-jalan di televisi, pasti kamuh kamuh pernah mendengar nama Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung di daerah Maros, Sulawesi Selatan yang terkenal dengan kupu-kupu dan air terjunnya. Setelah saya membahas museum dan penangkaran kupu-kupu, saatnya bercerita tentang air terjunnya yang sohor!
Alkisah, di daerah tersebut ada manusia pertama yang datang dan bertapa selama 40 hari 40 malam. Namanya? Karaeng Bantimurung. Itulah asal-usul nama Taman Nasional yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari airport Sultan Hasanuddin ini. Iya segitu doang emang asal usulnya, gak usah minta nambah. Sekilas saya melempar pandangan, Bantimurung betul-betul cantik penataannya, namun kurang dipelihara kayak bini ke-2. Misalnya saja, kolam renang untuk anak-anak kurang bersih, belum lagi minimnya tempat sampah sehingga membuat pengunjung makin terjustifikasi untuk buang sampah sembarangan.
Dari bawah, kami menyusuri TN ke atas. Jadi kalau ke sini, bisa melihat-lihat museum kupu-kupu terlebih dahulu, ke arah kolam renang anak-anak, barulah sampai ke air terjun dengan tinggi 15 m dan lebar 20 m, yang bentuknya seperti seluncuran kolam renang yang besar. Terlihat banyak anak-anak sekolah yang main seluncuran dengan ban besar. Hati-hati saja, karena saya tidak melihat ada orang yang berjaga-jaga di sana.
Selepas dari air terjun, kita harus menaiki anak-anak tangga lagi, dan berjalan menelusuri pohon-pohon besar dan aliran air berwarna hijau gradasi biru yang indah. Menurut para penjual minuman di sana, jika sedang musim buah (seperti rambutan, mangga, sukun hutan), maka monyet-monyet sering muncul. Malah katanya waktu dulu ada monyet sebesar manusia!
Sampai di atas, kami akhirnya bertemu dengan danau Toakala (arti: tempat orang tua mandi), dan danau Kassi’kebo yang bagus banget, kayak segara anakan di Sempu, Malang! Jadi pengen mandi-mandi di situ deh.. Tapi tunggu dulu. Sejak tahun 2009, danau Kassi’kebo ditutup untuk umum karena.. Selalu makan korban! Ya, tiap tahun pasti ada 1 orang yang meninggal di sana. Kenapa? Karena danau ini terlihat tenang, namun ada bagian yang berbentuk palung dan pasir hisap yang membuat orang sulit keluar dari sana. Whoa!
Masih kurang cukup dengan kupu-kupu, air terjun, dan danau, naik sedikit lagi, dan kamu akan menemukan Gua Batu. Di mulut gua, banyak orang yang menawarkan penyewaan senter untuk masuk ke dalam gua yang dingin tersebut.
Total perjalanan dari bawah ke atas memakan waktu kurang lebih 30 menit ditemani angin semilir, kepakan kupu-kupu dan suara tonggeret. Oh ya, jika ingin bermalam di Bantimurung, bisa coba penginapan Bungawana dengan harga 100.000/malam. Sayang agak kotor padahal view-nya oke. That’s all for Bantimurung, nantikan tulisan selanjutnya, masih dari Makassar!
Notes:
- Dari bandara Sultan Hasanuddin, kami menyewa angkot seharga Rp 90.000 untuk ke sini. Bisa juga dari bandara sewa Avanza seharga Rp 150.000
- Lebih baik berkunjung ke sini di pagi hari agar tidak terlalu panas. Selalu pakai sunblock dan siapkan juga topi dan uang receh untuk jajan.
- Harga Tiket Masuk Taman Nasional Bantimurung: Rp 10.000
- Harga minuman rata-rata 1,5 kali lebih mahal dari harga normal
Weekly Photo Challenge: Waiting, Celebration, Self Portrait
Yayaya.. Let’s get to the point instead of blaming me for being Le Procrastinate. Bitch, please. Just look at my awesome pictures, will ya?
Looking from the goodies near him, it’s very clear that he’s waiting for a girl. What do you think..?
A very happy bride who just happened to give birth to a beautiful baby girl.
![]()
Self portrait of me & someone very important in this Indonesia Postal Museum, Bandung.
Berkat Tahun Baru di Berkat Anugerah Resort
Puncak mungkin merupakan daerah yang haram dikunjungi saat tahun baru karena macetnya bisa bikin pantat perih karena kebanyakan duduk dan kandung kemih sakit karena kudu nahan pipis. Tapi somehow saya dan 7 karib lain nekat ke sana tanggal 31 Desember 2011 lalu, tepatnya menuju sebuah tempat bernama Berkat Anugerah Resort. Iya sih, namanya kayak warteg langganan pas masih ngekos di Barel Depok. Tapi penampakannya.. Luar biasa, geng!
Bersua di stasiun kereta Bogor, saya, Seno, Nikka, mas Uwie, Dave, Ricka, Ony, dan Kete langsung nyarter angkot untuk menuju Resort yang berada di daerah Gunung Geulis tersebut. Angkot menyusuri jalur alternatif yang mana pemandangan sepanjang perjalanan itu hijau dengan sawah, sungai, dan orang mandi pake sempak doang. Dan akhirnya sampailah kita keee.. Berkat Anugerah Resort! *gak enak gitu disebutnya*
Huwaw.. Tempat ini geda, bagus, dan gak mahal sodara! Untuk 1 kamar dengan 8 bed, hanya Rp 693.000 sahaja udah termasuk pajak. Belum lagi, nih penginapan juga punya fasilitas yang bikin jiwa2 resah dalam dada kita hilang begitu saja. Dari karaoke yang kita monopoli (maksudnya, DAVE monopoli dengan lagu-lagu MLTR), Bilyard (yang bolanya geser kalo ada angin), catur, congklak, gazebo di taman yang keren, api unggun, sampe pingpong (dimana saya jadi juara bertahan.. AHAY!).
Selepas beranjangsana dengan fasilitas2 tersebut, tibalah saatnya wece2 gosip, cowok2 karoke sepuasnya, makan malem, dan counting down tahun baru! Happy new year folks! Eits, jangan lupa kalau tahun baru kali ini gak nyampah kayak tahun lalu yang cuma di parkiran pasar festival. Tahun 2012 kita sambut dengan tuker kado. Yang bikin spesial malam pergantian tahun, kita juga curhat yang serius dan saling share apa-apa aja yang mau diperoleh selama tahun 2012. Sweet benjet gak sih..?
)
Besok paginya setelah sarapan, main pingpong, dan karoke seenak jidat lagi, kita foto-foto pake hammock Ricka yang warnanya sangat seronok. Tiba2 terlontar ide.. Gemana kalo kita ujan-ujanan? Be it, dan kita bener2 ujan-ujanan! Seruuuu!
Gak lupa sesi2 foto penuh cinta dan selama ada tante titiw, pastilah ada sesi pembuatan Video hooh! Ahahaha.. Pulang dari sana, sempet-sempetnya kita makan di Kedai Kita Bogor, dan dilanjut naik kereta menuju Jakarta. Thanks for the trip geng! You guys are the best thing to open the new page of 2012 book.
Masukan untuk Berkat Anugerah Resort:
- Ganti nama. Seriyes deh. Gemana kalo jadi Anugerah resort ajah? *salim* *Salim band Iklim*
- Sediain mobil penjemput khusus, karena Resort ini terletak agak ke dalam dimana tidak ada angkot lewat.
- Nyediain makanan hotel selain Indomie
- Bikin website, jangan cuma di Blogspot.
- Hubungi resort ini di: Jl. Raya Gunung Geulis No. 140 Bogor 16750
Tlp. (0251) 954 3113 Hp. 0812 8070 3113
Budget:
- Kereta ekonomi AC: Rp 7.000
- Carter angkot: Rp 200.000/8 = RP 25.000
- Penginapan: 695.000/8 = Rp 87.500 (digenepin jadi Rp 700.000)
- Makan siang: Rp 15.000
- Makan malem: Rp 25.000
- Indomie + Teh di resort: Rp 15.000
- Carter angkot pulang: Rp 200.000/8 = RP 25.000 (udah termasuk tol)
- Makan siang di Kedai Kita Bogor: Rp 18.000
- Angkot ke stasiun kereta Bogor: Rp 2.000
- Kereta Ekonomi AC: Rp 7.000
Total pengeluaran untuk bertahun baru: Rp 226.500, Priceless untuk kebersamaannya. Happy New Year 2012, fellas!
PS: Foto-foto diambil dari milik pribadi, mas Seno, mas Uwie, & Ricka.
Rock N Roll River Tubing Sukabumi FTW!
Happy New Year folks! Tulisan lala lili tahun baru menyusul yaa.. Karena pasti pada penasaran kan dengan aktivitas Tubing yang sempat saya bicarakan di postingan blog tentang Tanakita – Sukabumi? Definisi Tubing kalo menurut wikipedia adalah:
“Tubing on water generally consists of two forms: towed and free-floating, also known as river tubing. According to Time Magazine, tubing was purportedly invented in Thailand by Princess Chumbhot of Nagar Svarga sometime in the middle of the 20th century”.
Intinya semacam rafting, tapi gak rame-rame, melainkan sendiri di atas ban besar. Di hari Sabtu tepatnya tanggal 17 Desember 2011, geng ACI 2011 siap-siap Tubing setelah sarapan dengan menu yang endang bambang. triatmodjo apa kabarnya ya sekarang?
Kalo kata Kang Isep (bacanya kayak ngomong Asep, bukan kayak ngomong isep pada umumnya ya), Tubing kita ini dinamakan Rock N Roll Tubing. Kenapa? Karena asoy, dan bakal banyak jatoh-jatoh yang seru, tapi tetep aman. Sekitar pukul 10, kami mulai siap-siap make peralatan lenong. Dari pake helm, pelindung tulang kering, sampe sarung tangan. Meski baru siap-siap, tetep dong harus foto-goto penuh cinta.
Selepas berdoa, kami menuju TKP yang jalannya menurun. Gak terlalu jauh, hanya sekitar 15-20 menit jalan kaki, tapi bisa jadi 30 menit kalo mampir-mampir untuk foto-foto. Malah bisa jadi 2 jam kalo di jalan main monopoli dulu. Wah, terlihat sungai yang tidak terlalu lebar dan beriak! Ini namanya Sungai Cigunung, ya anak-anak. Tips di sini: pilihlah ban yang terlihat bulat mulus, dengan ban kecil di bawahnya untuk melindungi pantat dari bebatuan sungai yang tajam.
Tubing dimulai! Bismillah! Dengan badan bergetar karena air yang dingin, perjalanan awal saya sudah dihiasi dengan kaki kepentok batu. Teriakan-teriakan temen-temen terdengar nyaring, entah karena jatoh, ataupun keseruan total yang ditimbulkan dari Tubing ini. Dalam pikiran saya yang ceteknya kayak sunga ini: “Gila gila gila, tubing ini seru to the max!” Saya sendiri sempet jatoh karena ketendang kaki Farchan, muka kelelep air sungai dan keseret arus karena temen-temen di belakang dateng bertubi-tubi. Serem sih, tapi insya Allah aman, karena kalo kata mas Ony tipe sungainya bukan yang bahaya kayak buat rafting. Belum lagi ada banyak tim dari Rakata yang nemenin kita sepanjang perlajanan.
Di tengah-tengah, kita semua berhenti untuk istirahat sebentar, dan minum teh jahe yang enak dan anget banget, sodara! Tapi karena badan udah sempet menghangat, pas ngelanjutin Tubing, jadi dingin lagi! Haks.. Dan sampailah kita di ujung sungai yang bearti berhenti pula tubingnya. Gak ujung sungai sih, tapi kalo ke sono dikit lagi airnya udah kepotong sama PDAM. Pas naik, kita disambut dengan tungku untuk menghangatkan badan, pisang goreng, dan minuman hangat. Ahoy!
Total-total perjalanan kita katanya kurang lebih 1 km, dengan jarak tempuh sekitar 1 jam. Untuk balik ke camp, disediakan angkot yang lengkap dengan lagu-lagu dangdut koplo. Seakan kurang puas dengan sekali tubing, tim Rakata ngasih lagi tubing di hari Minggu. Gokil, Rakata emang the best deh! Cuma ada 1 aja masukan, perlengkapan tubingnya ditambah kakak, yaitu pelindung siku. Jumlah kerusakan badan saya karena tubing: 2 buletan biru-biru di dengkul, dan baret-baret dikit di siku. Apakah ini bikin saya kapok? Tentu tidak, Tubing Rock N Roll, bring it on!
Tips:
- Pake wet suit karena airnya dingin banget. Sedingin suara kamu pas mutusin aku.
- Perut harus keisi biar gak mual dan laper. Kalo di tengah sungai, mau ngemil apa? Lumut?!
- Pake sepatu yang proper, ataupun sendal gunung.
Notes:
- Harga untuk bertubing ria di Situ Gunung ini: Rp 225.000 jika tidak menginap di camp Tanakita, Rp 150.000 kalau menginap.
- Detail info: 0812 1083 0483 (Kang Isep) atau 0813 1113 5064 (Kang Piping)



































