Fiksi Mini Bernyanyi
Untuk yang sering mantengin twitter, pasti nggak asing lagi dengan akun @fiksimini (FM). Iya, akun dimana orang-orang bikin cerita yang singkat, absurd, dan nendang, maksimal 140 karakter, yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang pertama. Setahu saya-yang-bukan-anak-fiksimini-tapi-pernahdiRT-sekali ini *ehem*, FM emang rajin bikin gathering, ketemuan, sampe rajin godain cewek-cewek di timeline twitter secara berjamaah.. (Sebut saja Mawar, korban godaan FM).

Selamat Ultah FM!
Nah, untuk kali ini, mereka bikin kompetisi yang dinamain Fiksi Mini Bernyanyi. Kita harus nyiptain lagu yang idenya bisa dari cerita FM ataupun bukan, selama durasi lagunya tidak lebih dari 3 menit, apalagi 3 jam. Dari ratusan peserta, terpilihlah 10 finalis yang – nggak tanggung2 – udah dibikinin NSP-nya sama Telkomsel! (PS: Telkomsel, tolong perbaikin koneksi Anda, saya udah 3 hari gak kerja dari HP karena koneksi situ).

Intan
Acara pemilihan pemenang pun diadakan hari Minggu lalu (24/4) di Cafe Rolling Stone Ampera. Suasana terlihat akrab dan menyenangkan di cafe yang semi outdoor tersebut. Oiya, saya sendiri datang karena “dipaksa” oleh si botak & emang mau lihat penampilan dari @Intan_AP. Sebelum pertunjukan, ada tiup lilin dulu, baru satu persatu finalis tampil deh. Saya pribadi suka sama lagunya @jemarimenari & @ikavuje. Dan surprisingly mereka emang jadi juara ke-2 & ke-3!
Kalo juara pertama dari Medan, sehingga dia nggak perform. Tapi kalo denger dari rekamannya sih oke juga.

.....
Congratz untuk para pemenang, sakses terus untuk FiksiMini!
Fashion Profile Competition with Time & Curipandang
Curipandang is calling all fashion lovers! Time bekerjasama dengan Curipandang akan mengadakan acara yang super hip, bertajuk Fashion Affairs. Check the details below:
- Waktu: Jumat, 29 April 2011 pkl 18.00.
- Tempat: Plaza Indonesia Level 4.
- Exhibiton berlangsung dari 27-29 April di Atrium Plaza Indonesia Level 4.
- Fashion Bloggers yang hadir: Cindy Biantoro, Dewi Utari, Diana Rikasari, Fifi avianto, Hanna Farid, Heidy Kalalo, June Paski, Sonia Eryka.
Terus, kompetisi macam apa yang diadakan Curipandang? Here’s the steps:
- Bikin profil diri kamu bersama foto-foto item favorit dari Urban Icon Store.
- That’s why kalo kamu mau motret item favorit dari Urban Icon Store, harus dateng tanggal 29 itu. Tenang, ada kita-kita dari Curipandang kok yang akan nemenin kamu di sana.
- Follow twitter @UrbanIconStore & @curipandang
- Kalo udah, publish deh hasil profil diri kamu yang paling keren di curipandang.com

Salah 1 fashion blogger yang akan hadir
Kompetisi nulis di Curipandang ini berlangsung dari 30 April – 30 Mei 2011, dan pengumuman pemenang akan dilaksanakan hari Selasa, 31 Mei. Dari tadi udah ngobrol tentang kompetisinya. Hadiahnya apa kak? Well.. Seperti di judul, hadiahnya awesome banget. Ada 1 buah jam tangan DKNY serta 2 buah handbags Fossil! Whoo Hoo! What are you waiting for, guys? Grab your coolest outfit & camera, kita tunggu di Fashion Affairs tanggal 29 April di Plaza Indonesia. Good luck!
PS: Cek selengkapnya di SINI yeah!
Asal Usul Patung di Jakarta
April 25, 2011 by titiw
Filed under Titiw Inside
Kenapa patung pancoran tangannya ngadep ke arah Jakarta Pusat? Kenapa namanya patung Selamat Datang? Kenapa ada patung Pak Tani? Well well well.. Berapa pertanyaan ini pasti pernah berkelibat di otak kamu yang tidak terlalu penuh itu. Apa dan bagaimana sejarahnya sih sampai ada patung-patung ataupun monumen di Jakarta? Bertumpu dari situ, saya pengen bagi-bagi sedikit ilmu perpatungan yang dulu saya pernah baca di majalah Provoke kalo gak salah. Enjoy!
1. Patung Selamat Datang a.k.a Patung Bunderan HI
Di jaman olahraga masih menjadi harapan bangsa, patung ini dibuat untuk menyambut para peserta Asian Games IV tahun 1962. Patung yang terbuat dari perunggu tersebut ialah hasil karya Edhi Sunarso dan dirancang oleh mantan Gubernur Jakarta, Heng Ngantung. Yup, jaman itu, mantan gubernur BENER-BENER PUNYA KERJAAN dan punya sense of art yang cukup tinggi.
Mengapa patung yang berada tepat di tengah air mancur bunderan HI ini menghadap utara? Dikarenakan, jakarta bagian utara dalah pusat bisnis & tempat dimana tamu-tamu datang dari pelabuhan waktu itu. Lima formasi air mancur di sekeliling patung juga katanya menandakan ideologi negara kita, yaitu Pancasila.
2. Patung Dirgantara a.k.a Patung Pancoran
Betul! Nama asli patung pancoran adalah patung Dirgantara, nak! Masih dirancang oleh Edhi Sunarso, patung yang dibuat sekitar tahun 1964 ini menyimbolkan betapa perkasanya kekuatan angkatan udara bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh arah tangan si patung yang menunjuk ke bekas Bandar Udara Internasional Kemayoran. Denger-denger sih, Bung Karno dulu kudu melego mobilnya demi biayain pembangunan patung ini.

Manna ekspresinyaaa?!
3. Patung Pemuda Membangun a.k.a Patung Bunderan Senayan a.k.a Pizza Man
Penampilan pemuda kekar dengan perut yang akan membuat iri cowok-cowok yang ikut kontes susu kesehatan khusus cowok ini dibuat sebagai penghargaan atas pemuda dan pemudi yang sudah membangun Indonesia. Api yang diangkat melambangkan semangat pembangunan yang tak pernah padam. Dulunya, patung yang entah mengapa digambarkan hanya pake seperti celana sobek-sobek itu direncanakan untuk diresmikan saat hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1971. Tapi karena belum klaar, jadinya diresmikan pada bulan Maret 1972.
4. Patung Arjuna Wijaya/Patung Asta Brata a.k.a Patung Delman
Dibangun bulan Agustus 1987, patung ini menggambarkan Arjuna dalam perang Baratayudha yang kereta perangnya ’disetirin’ sama Batara Kresna. Pembuat patung ialah Nyoman Nuarta, seorang seniman asal Bali juga membuat Garuda Wisnu Kencana. Delapan kuda yang menarik kereta menyimbolkan 8 ajaran kehidupan yang disukai oleh Presiden Soeharto, yaitu falsafah bahwa hidup harus mencontoh bumi, matahari, api, bintang, samudra, angin, hujan dan bulan. Di bagian patung ada prasasti yang bertuliskan ‘Kuhantarkan kau melanjutkan perjuangan dengan pembangunan yang tidak mengenal akhir.’
Asal tahu aja, karena alasan klasik, yaitu keterbatasan dana.. Patung dibuat dari bahan poliester resin. Setelah keropos di sana sini, tahun 2003 patung ini direnovasi lagi dan materialnya diganti dengan bahan tembaga, hingga menghabiskan dana 4.000.000.000 (silakan dicerna sendiri berapa nol-nya).
5. Patung Pahlawan a.k.a Patung Pak Tani & Bu Tani
Kaget kan kalo nama patung sebenernya ini bukan patung Pak Tani? Maaf untuk semua petani di luar sana, ternyata belum ada patung yang dibuat untuk menghormati Anda. Dilambangkan dengan seorang laki-laki yang menyandang senapan dan minta restu sama wanita di sisinya untuk maju ke medan perang, patung ini dibuat sebagai penghargaan pada para pejuang kemerdekaan Indonesia. Orang-orang aja yang nyebut patung Pak Tani karena doi pake caping.
Ide pembuatan patung dilontarkan Pak Karno yang abis dari Moskow dan terkesan dengan patung-patung di sana. Maka, dibuatlah patung oleh seniman bernama Rusia Matvei Manizer dan anaknya Otto Manizer. Patung yang berasal dari tembaga ini dibuat di Rusia dan dibawa ke Indonesia pake kapal laut. Di tahun 1963, patung diresmikan dengan tulisan “Bangsa yang menghargai pahlawannya adalah bangsa yang besar”.
Yak, sekian pelajaran sejarah kita tentang beberapa patung di Jakarta ya anak-anak. Kalo ada yang masih kurang jelas, langsung tanya ke patungnya atau ke Bung Karno sekalian. Have a good day all!
Video Perjalanan Sempu
Inget dong kalo saya sempet traveling ke Pulau Sempu tahun lalu, tepatnya di bulan October yang basah itu? Mau share aja video amatir yang sempet saya tangkap, sebagai gambaran kelian-kelian yang masih penasaran seperti apa penampakan Sempu & jalanan untuk mencapainya. Enjoy these videos!
Review Tanda Tanya “?”
Apa:
Di suatu daerah kecil di kota Semarang, tinggallah berbagai macam manusia dengan latar belakang yang berbeda-beda. Menuk yang beragama islam dan memakai jilbab, bekerja di restoran Cina engkoh yang menjual makanan halal & non halal. Rika yang dijauhi orang-orang karena menjadi janda dan pindah agama menjadi Katolik, sedangkan anaknya Abi tetap menganut Islam. Persoalan demi persoalan bergulir, persamaan dan perbedaan dipertanyakan. Namun, dari apa yang dipertanyakan, apakah bisa hal tersebut melebur menjadi cinta dan kedamaian?
Opini Titiw:
Setelah menyutradarai Sang Pencerah yang berbau islami dan surprisingly sangat bagus, kembali ia menyuguhkan sebuah film satire yang cukup baik. Untuk kalian yang biasa menonton film rumit & SANGAT-BAGUS-SEKALI-ALA-HOLIWUT, mungkin film ini terlalu cheesy, atau biasa banget. Namun menurut saya, film ini adalah satu gebrakan baru di Indonesia. Film ini mengajarkan bahwa berbeda tidak harus bersatu, namun tetap bisa tersenyum dan bergandengan tangan bersama.

Cast yang dipilih pas, dan akting mereka pun tidak berlebihan, meskipun pastilah ada beberapa adegan yang dinilai lebay oleh para pengkritik film yang kebanyakan menonton DVD-DVD bajakan berstempelkan 4 bintang dari Roepert & Ebert. Film ini Islam, sekaligus Kristen, sekaligus Cina, sekaligus Jawa, sekaligus miskin, sekaligus kaya. Sekali lagi, saya harus angkat topi untuk Hanung Bramantyo.
Cocok ditonton:
FPI, MUI, mereka yang menganggap jalan menuju surga adalah dengan cara kekerasan dan pemaksaan, anak-anak yang jiwanya masih bersih tanpa ada bisikan dari kanan kiri, siapapun, dimanapun, tanpa ada tendensi apapun. Lakum Dinukum Waliyadin.
The Power of Passion
April 11, 2011 by titiw
Filed under Titiw Inside
Disclaimer: Tulisan ini agak panjang namun ditulis dengan hati. Enjoy!
The Power of Passion. Passion? Basi. Yang utama di dunia ini penghasilan, gaji, pendapatan, a.k.a uang yang bisa kita dapetin dari apa yang kita kerjain. Buat apa ngejar passion kalo yang ada cuma kantong yang kosong, hati yang sakit, atau ledekan dari sana-sini?
Tunggu dulu. Siapa sih yang bisa-bisanya ngomongin hal-hal di atas? Orang yang ngomongin gitu pasti gak bener-bener bekerja keras untuk mengejar passionnya. Like wiseman said: “If you love what you do, then it is no longer work. The money you earn is secondary when you love your work“. And I believe in that, my friend. Hal mendasar: Apa sih yang menjadi passion kamu? Saya tidak akan menjabarkannya dengan panjang lebar di sini. Baca aja bukunya Rene Suhardono “Your Job is Not Your Career”.

Saya mungkin gak akan menulis hal seperti ini kalo saya tidak mengalami hal ini ataupun tidak ada bukti nyata mengenai the power of passion tersebut. Ketika SD, saya selalu menulis panjang ketika guru Bahasa Indonesia memberikan tugas mengarang 1 halaman mengenai “Liburan ke Rumah Nenek”. Saya membuat sampai 3 halaman, bahkan 5 halaman buku Sinar Dunia! Namun karena saya takut dianggap tidak cool oleh teman-teman lain yang memble dengan tugas itu, dengan berat hati saya memotong tulisan itu menjadi 1 halaman. Seperti yang ditugaskan oleh guru Bahasa Indonesia.
Boleh jadi itu bukan kisah sukses, namun dari situ seperti ada percikan yang menggelitik. Saya suka menulis. Saya suka mengarang. Saya suka merangkaikan huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf, dan paragraf menjadi sebuah cerita utuh. Well, sampai sekarang saya belum menjadi “penulis” yang membuat buku. Namun kata “penulis” di kartunama sebuah media online yang saya maintain membuat saya sumringah setengah mati. Satu impian saya dalam hidup adalah mengeluarkan 1 buku sebelum saya mati. Camkan itu.
Bukti otentik mengenai kekuatan passion terjadi di depan mata kepala saya sendiri. Saya punya sahabat kuliah bernama Widya. Dari jaman kuliah sampe sekarang, dia adalah satu-satunya partner menggila saya dalam dunia bulutangkis. Dari ceritanya tentang betapa dia menyukai bulutangkis sejak 1996 ketika Olimpiade Atlanta dimana Ricky-Rexy mendapatkan medali emas, dari mimiknya ketika ia mendongeng tentang drama-drama atlet bulutangkis seluaruh dunia, hingga gosip-gosip di forum bulutangkis nasional hingga internasional, Widya terlihat memiliki passion besar dalam bulutangkis.
Selain hal-hal yang di atas, kami rutin menyambangi event Indonesia Open, Thomas-Uber, kalau semuanya diadakan di Jakarta. Dari ngantre sejak pagi, sampai nonton di layar lebar luar lapangan kami jabani demi keriaan bulutangkis. Dan Widya adalah orang yang mencintai bulutangkis. Bukan hanya ngefans dengan salah satu atlet hingga ketika atlet itu kalah dia akan ngambek. Widya adalah supporter terakhir yang keluar dari lapangan meskipun atlet Indonesia kalah. Dia suporter sejati.
Widya selalu bercerita mengenai angan-angannya untuk bekerja apapun di dunia bulutangkis. Dan stepping stone untuk ke sana mulai terbuka ketika dia menulis blog khusus bulutangkis-nya. Batu loncatan ke-dua berawal tahun lalu. Saya yang waktu itu bekerjasama dengan perusahaan penyokong 1 klub bulutangkis terbesar di Indonesia diajak untuk meliput seleksi masuk klub bulutangkis tersebut di daerah Kudus dan diminta untuk mengajak 1 blogger lagi. WIDYA. Hanya 1 orang itu yang ada di pikiran saya jika mau bicara mengenai bulutangkis. Blognya memang belum ramai, tapi saya yakin dia bisa membantu saya mencari angle yang bervariasi dalam meliput. Berangkatlah kami ke Kudus dengan penuh drama & suka cita.

Ketika meliput seleksi di Kudus
Selanjutnya apa lagi? Seorang teman mem-forward email untuk menjadi wartawan olahraga. Tentu saja email itu saya forward ke Widya. Dan dia benar-benar melamar. Setelah berbulan-bulan tanpa kepastian, akhirnya widya dipanggil untuk interview. Seleksi awal ialah: meliput kejuaran Super Liga di Surabaya akhir Februari tahun ini. Stage demi stage ia lewati, dan akhirnya.. Sahabat saya yang bernama Widya Amelia ini akan menjadi WARTAWAN PBSI yang baru hari Senin ini. Saya sangat salut kepadanya. Padahal bisa dibilang pendapatannya sekarang di bawah gaji dia sebelumnya.
Jadi inget conversation saya dengannya duluuu sekali:
Saya: “Wi, kalo lo kerja di PBSI, atau kerja-kerja jadi wartawan olahraga gitu pasti kan penghasilannya kecil”.
Widya dengan suara tegas: “Tiw, dengan passion gw yang besar, dengan kecintaan gw yang tinggi sama bulutangkis, gw yakin gw bisa ngubah yang kecil itu jadi gede”.
Dan quote dari Widya itu selalu melekat di kepala, dan hati saya. Congratulation my badminton freak friend. Wishing u nothing but the best. Jangan lupa tiket gretongan buat event2 bulutangkis
Buat semuanya, jangan takut. Kalian pasti punya passion. Apapun bentuknya. Cari, kejar, wujudkan, dan kalian akan bekerja dengan bahagia seumur hidup!

The Power of Passion
- Ditulis beberapa jam setelah saya & Widya datengin Pelatnas PBSI diiringi lagu dari Gloria Estevan ~ If I Could Reach. -
Let’s Go Biking & Get Hooked!
Wiih.. Udah lama nggak cerita-cerita dunia persilatan saya di dalam bersepeda. Heng..? Jadi niatnya ini mau silat apa sepedahan kakak? Ya bersepeda doong! Akhir Februari lalu, saya berkesempatan untuk sepedahan di event yang diadain sama STB atau Singapore Tourism Board bersama kolega saya seperti mbak Ventura, Adhi, dan mas Danny.

Meeting Point
Saya yang waktu itu ditawarin sama Nona Dita, tentunya tidak menampik acara-acara yang mengakomodir hobi saya ini. Kocaknya, gowes mulai jam 10an dan di hari Kamis, haha.. Meski gitu, sepedahannya tetep asoy karena aman & bareng-bareng dengan ratusan sepeda lain. Eh eh eh, gak cuma itu, kita juga gowes bareng artis lho! Di tim saya, ada Indra Herlambang Bekti yang dengan sukacita menawarkan diri untuk berfoto sama saya. Lah, apakah ini tanda-tanda bahwa saya udah cocok jadi artis? Kenapa doski yang minta foto bareng saya? Haha..

Eh mas Indra, perutnya jangan nyolek2 aku dong.. xD

Seleghbghitis
Di tim lain, ada juga personil-personil RAN dan Raditya Dika. Gowes tim saya start dari Indocement, ngelewatin BEJ, lanjut ke bunderan Senayan. Sampe di sana, tenggorokan langsung disiram pake soda dingin. Ahh.. Selain ada konfrensi pers, ada juga mbak dan masnya yang ngedens-ngedens di bunderan Senayan, sekitar jam 1 siang bolong. Selamat ya mbak, mas. Mungkin acaranya bisa lebih rame kalo diadain weekend dan pagi hari nih. Tapi jempol lah buat STB yang tau aja kalo saya suka sepedaan! Undang lagi dong kalo yaa kalo ada begini-beginian!

Do the Bartman!
Bulan Film Nasional di Kineforum
Bulan Maret pasti selalu dinanti oleh para pecinta film. Karena di bulan inilah Kineforum rutin mengadakan acara bertajuk “Sejarah Adalah Sekarang”. Dalam sebulan penuh, kita bisa menonton film-film Indonesia dengan tema yang bervariasi. Tahun 2009, saya sempat menonton film-film Bing Slamet. Tahun 2010 saya lupa. Dan untuk tahun ini, karya-karya Usmar Ismail sebagai penggiat film pertama di Indonesia yang diangkat, bersanding dengan film-film lain yang tak kalah seru.

Buku jadwal pertunjukan dengan desain keren!
FYI, di tahun-tahun sebelumnya, acara ini seperti tak ada peminatnya. Adem & lemes kayak kerupuk kulit dikuahin sayur yang gak dianget-angetin. Mo dateng jam berapapun, pasti kebagian tiket yang gratis itu. Namun setelah Kineforum tidak lagi memakai salah 1 studio 21 dan menggunakan ruangan sendiri yang hanya memiliki 45 seat.. Animo pengunjung menukik naik. Sering sekali mereka tidak dapat tiket karena kehabisan. Apakah ada campur tangan social media seperti Twitter di sini? Walhasil,film-film yang sempat saya tonton seperti Fiksi, Rumah Dara, Tiga Dara, Rama Superman Indonesia, Beranak Dalam Kubur, maupun Anak 1000 Pulau selalu penuh dengan wajah-wajah sumringah yang memang niat menonton.

Ngantre ciyn!
Selain pertunjukan film, ada pula pameran sejarah bioskop & kebijakan film nasional sebulan penuh. Tempat duduk-duduk di Kineforum juga asoy untuk sekedar kongkow, buka-buka laptop mini kamu sambil nyolong listrik yang emang tersedia di situ. Santai, dan cenderung gak bikin jajan banyak. Air mineral di sini juga dijual dengan harga normal, gak semahal di 21. Seharusnya pemerintah bikin lebih banyak tempat-tempat seperti ini. Yah sekedar share.. Kita kan care.. Terakhir dari saya, maju terus film Indonesia!

Pameran Poster Film Jadul
PS: Iya maaf saya baru infoin sekarang, padahal acaranya udah selesai. Tabik.



