Tour The Park 1: Jogging Park Kelapa Gading
Hey hey, fellas! Remember my previous blog about the green project I’m going to execute? Yup, Tour The Park project! Well actually, it’s not a serious or some paid project. It’s just my lala lili project as an earth trooper. Hoho.. So, I’m gonna start my review about the first park I just visited a week ago, Jogging Park Kelapa Gading.

Let's do some jog!
What:
Judging from its name and appearance, this park is definitely a real jogging park. You know, a park where people do some serious jog, whether they do it in solo mode or with someone. I barely saw people jog with more than 2 friends here.
Where:
Do you know an intersection right before Kelapa Gading Mall in North Jakarta? Just look to the left, and there you go, Jogging Park Kelapa Gading. It has 2 entrances, from the boulevard, and about 20 m after you make a left turn from the intersection.

Love the tracks!
Yay:
- It’s so huge with lovely jogging track and beautiful landscape.
- There are signs everywhere, so you’re not gonna get lost.
- They have toilets. I put an “s” there because they have TWO toilets. Clean enough, and they put a hand soap on the sink. Not bad at all.
- You can learn some trees name as they put its name beneath the trees. I saw Cambodia, Tabebuia, and Trembesi!
- How I love this park, they have biopori hole here and there.
- I bet you want something nice for your poor feet, don’t you? Look, some reflexology tracks are ready to be stepped! Hop Hop!
- Oh my gawd. What did I see there? Rabbits? Lovely rabbits with falling ears? Owh.. Apparently they have cages filled with some rabbits & huge hamsters! Uber cute! xD
- Trash cans are everywhere! Every single where, I tell ya!
- No hawkers and beggars. Nice.
- You have kids or toddler? Don’t worry, they have a playground to make your kids happy to the max.
- You feel like you don’t want to jog anymore? Try the simple sport equipment here. How cool is that, eh?!

Aww.. Playground, pets.. Lovely!
Nay:
- Sorry bicycle riders, you’re not allowed here. Go find a bicycle park instead a jogging park, will you?
- Be careful with mosquitos attack!
- Since there’s no hawkers, you probably want to bring your own tumbler.
So.. If you feel like jogging all day long, it’s a perfect place for sure. FYI their operational time is 5.30 – 22.00. See you on the next tour the park!
Trip Pertama 2011: Pulau Gusung Pandan
Semangat siang semua! Ah.. Bertemu lagi dengan saya yang ingin menghamburkan cerita mengenai perjalanan saya yang lalu, ke Pulau Gusung Pandan. Di manakah pulau Gusung Pandan itu? Ah, pertanyaan kamu kok sama dengan 274 orang lain yang bertanya kepada tante sih? Biar jelas, sini tante jabarkan secara komprehensiif!
Di manakah Pulau Gusung Pandan?
Pulau Gusung Pandan terletak di Jakarta. Tepatnya masih merupakan bagian dari Kepulauan Seribu. Kalo dari Muara Angke, sekitar 2,5 – 3 jam ke Pramuka, disambung dengan perahu lebih kecil (muatan 20-25 orang) sekitar setengah jam ke pulau yang dimaksud. Berdasarkan @tsa_rd yang googling sana-sini, pulau ini merupakan pulau pribadi seseorang yang kuaya, yang memberikan pulau ini kepada anaknya atas prestasi si anak yang bernama Marc tersebut. Halah.
Kapan ke Pulau Gusung Pandan?
Baruuuu aja cin. Sabtu-Minggu tanggal 15-16 Januari kemarin sama bencong-bencong ngetrip tante yang biasa. Ada Nikka, Dita, Cut, Ami, Ony, Babang, Wida, Tessa, mas Ui, dll. Ada pula tambahan pasukan seperty Ucy, Grace, Berty, Martin, Ulfa, Nana, Tomo, Mas Nikko, dan yg termuda dari semuanya: Bimo!
Gemana sih penampakan pulau Gusung Pandan?
Pulaunya keciiiil. Buset deh, istilahnya, tawaf a.k.a muter-muter di sono mah, 15 menit juga kelar. Itu udah pake poto-poto. Penginapannya cuma ada 1, yang berisikan 4 kamar (kapasitas 3-4 orang) dengan view langsung ke laut. Ada juga sih semacem kapal yang dibikin jadi kayak penginapan gitu, tapi kemaren pas ke sana nggak dibuka, nggak tahu bisa disewain atau nggak.
Fasilitas di sana apa aja?
Yang jelas sih gak ada tepi pantai, jadi tante gak punya spot untuk foto-foto koprol alias meroda yang biasa tante praktekkan di tiap pantai yang tante singgahi. WCnya ada, tapi ya sanitasinya sedikit kurang lah dengan air yang payau. Tapi landscape pulaunya itu sebenarnya ciamik kalo mau dipelihara lebih baik lagi. Catet baik-baik, nggak ada listrik di sini, jadi puas-puasin ngecharge apa yang perlu dicharge deh. Tapi tenang, di pulaunya sendiri disediain 2 lampu gas yang lumayan terang. Meski demikian, senter menjadi barang wajib untuk dibawa.
Pulau Gusung Pandan ini cocok didatengin siapa?
selama kamu nggak dateng rombongan 100 orang, ngetrip ke sini enak! Ya, maksimal sekitar 20 orang, lah. Pas banget buat ngetrip sama temen-temen komplek, ataupun sama saudara-saudara deket. Buat kamu yang mau menggalau dan membiru, demi Tuhan tempat ini cocoook banget untuk menumpahkan segala rasa itu. *Tsaaah*.
Selain di Gusung Pandan, kemaren ke mana aja?
Selain di penginapan, tante dan temen-termen sempet snorkelingan di APL (Area Perlindungan Laut) dan Tanjung Penyu. Spot snorkel lebih bagus APL sedikit dibanding Tanjung Penyu. Mayan tante punya foto underwater garaaaa garaaa, si Pak Bence eh Beni ngedorong saya secara paksa supaya saya bisa nyelem! Kan maen, ini paru2 udah keisi aer asin 7 liter gw rasa. Sebenernya sih, yang bikin hooh tuh emang penginapan Gusung Pandannya sendiri dibandingin acara snorkelannya.
Berapa total biaya yang dikeluarkan?
ALL IN Rp 280.000, yang manage Nikka, sohib ngetrip tante juga. Itu udah termasuk transport kapal dari Muara Angke, penginapan, makan 3 kali, BBQ ikan & cumi malem2, dan transport pulang ke Muara Angke lagi, dan diesek2 dikit. Sori gak bisa kasih detail, karena tante nggak ngeteng.

Thx for this lovely cloudy trip, guys!
Notes:
- Saya sukaaa banget dengan perjalanan kali ini. Teman-teman yang asyik, atmosfer liburan yang kental, semuanya terblender dengan halus dalam trip Gusung Pandan.
- Mungkin yang sedikit disesali adalah cuaca yang tidak terlalu bagus sehingga ombaknya besar, cuaca yang dingin, matahari malu-malu menampakkan diri. Dan itu semuanya bermuara kepada tidak menghitamnya badan saya! *memble gak item2*
- Makanan yang disediain Nikka cocoook banget di mulut! Makasih Om Ciin..
- Nikka, Ony, Bimo dan mas Nikko ketinggalan kapal karena mau ngeliat penangkaran penyu! Jadi pesan moralnya: Be on time, guys!
- Kalo laper2, siapin roti, popmie, dll ya, soalnya di Pulau kan gada warung.
- Keliatannya cocok ngetrip ke sini diprospek untuk lalalili sama anak-anak komplek. Yak yuk!
- Foto-foto selengkapnya bisa dilihat di FB saya. Sekian.
Tulisan Nyampah Kok Diplagiat
January 19, 2011 by titiw
Filed under Titiw Inside
“Nyaris tersedak baca review Skyline di @divemag_indo Vol.1 Desember 10. 90% tulisannya @TitiwAkmar tapi creditnya words by Ipep de Rellik”.
Saya yang lagi diterpa angin pantai kencang di Kepulauan Seribu tiba-tiba mau tersedak juga membaca sebuah mention twitter dari sohib saya @anienmd alias Anin-si-gembul-yang-makannya-udah-kayak-babi.
What? Apa nih maksudnya? Belum klaar otak kosong saya loading, twitter saya udah ada mention baru lagi yang isinya screen shot tulisan di Divemag Indonesia bersama link tulisan saya di Curipandang mengenai review film Skyline. Yak, betul sodara-sodara, ternyata ada orang tidak bertanggung jawab yang menjiplak tulisan saya di sebuah majalah bulanan tersebut. Lagian, kenapa juga yang dijiplak tulisan saya yang nyampah, tentang film nyampah pula?!
Saya pribadi sih gak terlalu nanggepin ya, sampe Editor in Chief-nya sendiri, Riani Djangkaru, follow Twitter saya dan minta saya follow dia supaya bisa saling mengirim Direct Message. Intinya yang bisa saya rangkum dari beberapa DM yang masuk, dia minta maaf yang sebesar-besarnya dan akan menindak tegas si penulis yang menjiplak. Dia juga bilang kalo permintaan maaf baru bisa diletakkan di Divemag edisi Februari karena yang Januari sudah naik cetak. Fine. Ingetin saya untuk ngelihat majalah itu di bulan Februari yes.

Screenshot dari majalah Divemag
Pas saya sampe rumah dan baru bisa bener-bener melihat tulisan orang yang menjiplak tersebut.. Gokil.. Itu bukan 90% lagi ngejiplaknya. Dia cuma ganti judulnya aja! Sampe kata “Mamen” ataupun tulisan yang typo tidak dia edit lagi. Mbok ya kalo mau begonoan agak pinter dikit atuh oom. Gak cuma itu, temen saya Ricka yang temenan sama orang di majalah Divemag bilang kalo saya direferensiin ke Rianti untuk nulis review film di sana. Haha.. I’m flattered, really. Tapi, nggaklah ya kalo saya dapet rejeki dari kejatohan orang lain.
Semua orang pernah punya kesalahan. Saya mafhum kalo Divemag itu ribet dengan deadline dan lala lili sehingga nggak bisa cek & ricek. Yang saya kurang terima, si penulis yang ngaku-ngaku itu sama sekali gak minta maaf sama saya. Karena biar bagaimanapun, dia dapet duit dari tulisan saya. Tapi ya sudah lah.. Terkadang, plagiarisme itu adalah bentuk tertinggi apresiasi orang terhadap kita kok..
“Semoga yang plagiat tulisan @TitiwAkmar seumur idup tiap malam mimpiin Skyline” (Mas Sandi) –> Nah itu sendiri menurut saya udah hukuman beraat banget. LOL!
Talking Bout My Generation
Senin 10 Januari 2011, selasar Kineforum Taman Ismail Marzuki yang baru saja selesai direnovasi dipenuhi sosok-sosok anak muda kreatif yang mengikuti diskusi “Talking ‘Bout My Generation”. Diskusi ini sendiri merupakan rangkaian acara setelah sebelumnya film “Untuk Anak Muda” diputar di Kineforum. Sebenarnya apa yang perlu disuarakan anak muda sekarang ini?
Anak muda tentu perlu menyuarakan dirinya sendiri, entah itu tentang persoalan pribadinya, pandangannya terhadap politik, maupun ekspresi diri lewat media-media yang sesuai jaman mereka. Pemutaran film dokumenter “Untuk Anak Muda” juga bertujuan untuk mengetahui kisah di balik kesuksesan majalah anak muda paling berjaya di tahun 70an, yaitu “Aktuil”.
Film yang dinamakan rockumentary ini, sempat disebut-sebut sebagai rockumentary terbaik yang pernah dibuat di Indonesia. Dalam film juga ditampilkan tokoh-tokoh di belakang majalah “Aktuil” dan orang-orang di belakangnya yang mendapatkan pengaruh besar dari majalah ini, secara langsung, maupun tidak. Puncak kesuksesan “Aktuil” terjadi pada tahun 1975 ketika mereka berhasil membawa grup band legendaries Deep Purple untuk konser di Stadion Utama Senayan.
Setelah pemutaran film, program diskusi “Talking ‘Bout My Generation” dilaksanakan pukul 18.00 dengan Soleh Solihun (jurnalis Rolling Stone Indonesia) sebagai moderator, dan Ika Vantiani (pembuat Zine, Peniti Pink Zine distributor). Awalnya, Remy Sylado yang merupakan tokoh di balik majalah Aktuil didapuk sebagai pembicara, namun beliau berhalangan hadir. Diskusi tersebut juga diikuti Lisabona Rahman, Wendi Putranto, dan beberapa pelaku kreatif di bidang musik dan film.
NOTES
- Di atas adalah tulisan saya untuk kerjaan, sehingga maaph kalo rada intelek terdengar. Ha.
- Mbak Lisa itu hooh ya. Kalo jadi lines, saya demen tuh yang gitu2. *eh*
- Damn, saya nggak tahu kalo film “Untuk Anak Muda” Itu ada hubungannya sama majalah Aktuil. Jadi telat deh. *manyun*
- Yang paling pol: Saya.. PATAH. HATI. BANGET. Pas tau Remy Sylado nggak dateng! Padahaaal.. Saya udah buru2 dari rumah, dengan membawa beberapa buku beliau untuk ditandatangani! Huhu..
- Majalah Aktuil yang mana Remy Sylado merupakan salah 1 pentolan di dalamnya itu.. KEREN. ABIS! Lo boleh bilang majalah manapun keren, gak ada tandingannya sama majalah ini! Soleh Solihun dan Wenzrawk aja juga mengakuinya. Di tahun 70an, majalah ini contentnya underground gila, tapi penjualannya mainstream! FYI, kata kon*ol dan j*mbut mereka tuliiis dong di dalemnya, padahal itu jamannya Soeharto lho. Bayangkan betapa rebelnya mereka, sodara sodari!
- Intinya, saya jadi pengen nyari majalah Aktuil ah.. Buat koleksi.
- Besok saya mau traveling lagi, ke Pulau Gusung Pandan. Jadi jangan kangen sama tante. Kthxbai.
Tour The Park Project
Saya seneng banget main-main ke taman. Entah hanya untuk jalan-jalan sore, sepedaan keliling taman, sekedar makan somay yang mangkal, sampe godain bocah-bocah (yang mukanya dibedakin tebel banget sama emaknya) yang lagi makan bubur encer di taman.

Kapan taman di sini sekeren ini ya..?
Sedikit pengalaman saya di beberapa taman di Jakarta pernah juga saya share di SINI. Namun.. Saya punya project pribadi untuk mereview taman yang lebih banyak lagi. Skup pertama sih tentu saja yang di Jakarta dulu kakak. Nama projectnya: Tour The Park Project. Sadeees gak tuh kedengerannya..? Haha. Review bisa dilihat dari pemandangan, siapa aja yang dateng, apa yang jadi daya tarik taman tersebut, lokasi, apa yang ngeselin dari taman tersebut, hingga apa saja fasilitas yang disediakan taman tersebut.
Nah untuk mendukung project ini, sudilah teman-teman untuk merekomendasikan beberapa taman di Jakarta untuk saya datangi dan review. Kalo ada yang mau nemenin saya untuk merealisasikan Tour The Park ini, boleh banget lho. Siapa tahu Pemda atau orang2 yang berwenang bisa melihat tulisan ini dan terketuk piintu hatianya untuk membenahi taman-taman di Jakarta. Bukannya malah digusur, kaya pohon2 yang ditebang untuk bikin jalan layang sekarang. Hiks. Sekian dari saya, selamat weekend semua!
The Tourist yang Nanggung
Apa:
Elise (Angelina Jolie) seorang perempuan cantik dan charming, selalu dibuntuti oleh polisi. Ternyata, hal demikian terjadi karena Elise sempat dekat dengan Alexander Pearce, seorang pria yang pernah mencuri uang mafia dengan jumlah besar. Kenapa polisi tidak mengejar Pearce saja..? Masalahnya, mereka tidak tahu seperti apa tampang si Pearce tersebut, sehingga mereka mengandalkan Elise.
Masalah mulai terjadi ketika Elise ingin mengecoh polisi di kereta dari Perancis menuju Italia. Ia memilih seorang pria yang duduk sendiri bernama Frank (Johnny Depp) untuk didekati. Polisi pun pasang mata, apakah ia Alexander Pearce atau bukan. Dari situ, kejadian menegangkan dan seru dimulai. Bagaimana sosok Alexander Pearce sebenarnya..? Apa yang diinginkan polisi dari Elise..? Dan sebenarnya.. Siapa Elise itu sendiri?

Opini Titiw:
Apakah saya sempat memakai kata “menegangkan” di kalimat-kalimat akhir paragraf ke-dua? Kata “seru” juga?! Coret itu dari pikiran kamu. Coret yang tebel dan dimarker item yang gak bisa diapus lagi, karena sepertinya saya khilaf ketika mengatakan kata-kata tersebut. Film ini tidak ada menegangkan-menegangkannya! Heylooow! Ketika sebuah film tidak tegang, pilihannya adalah LUCU. Dan film ini tidak lucu. Jika tidak lucu, pilihannya adalah SADIS. Dan film ini gak ada sadis-sadisnya acan. Semuanya: NANGGUNG.
Patut diakui, nama Depp & Jolie memang menarik khalayak banyak untuk berbondong-bondong menonton film ini. Patut diakui pula kalau Jolie ini sangat terlihat anggun dalam setiap adegan. But poor Johnny, dia jadi kayak pemeran pembantu yang kurang tampil. Kurang berkarakter gitu istilahnya di dunia psikologi dan kedokteran. Tapi yaa.. Lagi-lagi, jika kamu mau mencela sebuah film, tentunya kamu harus menontonnya terlebih dahulu agar celaan kamu tidak terlalu terlihat kosong seperti kantong kamu.
Cocok Ditonton:
Kamu yang menggemari mbak Jolie & mas Depp, kamu yang kepagian dateng ke bioskop sehingga bisa milih bangku yang enak untuk nonton film, kamu yang gak mau ketinggalan jaman mengenai apa yang sudah ditonton orang-orang, dan kamu yang ingin berhenti merokok.
Tiw, Doain Timnas Menang Ya..
January 5, 2011 by titiw
Filed under Titiw Inside
Di suatu sore yang biasa di kantor saya yang biasa, telpon kantor berdering seperti biasa. Mbak Feby di kantor teriak “Tiw.. Telpon!” What? Setelah 1 tahun lebih bekerja di kantor ini, baru kali ini saya mendapat telpon via telpon kantor. Tidak seperti biasanya.
Kamu tahu, kalimat pertama setelah saya bilang “HALO”..? Pria di seberang sana, dengan background raungan motor, tukang2 berjualan, dan riuh rendahnya dunia di sore hari.. Berkata: “Tiw.. Doain Timnas menang ya..” Sungguh. Sangat. Tidak. Biasa.
Memang hari itu (29/12) adalah hari dimana final piala AFF diadakan. Dan seperti biasanya ketika kita tidak tahu dengan siapa kita bercakap, tentulah kita menanyakan data diri orang ini. Minimal namanya. Dengan sedikit gugup, ia menjawab “Ah, gak penting siapa saya“. Orang-orang bermental minim yang tidak mau terang2an seperti lampu Phillips memang biasa memakai kalimat klasik ini ya.
Setelah berkali2 menanyakan namanya dan ia tidak mau menjawab, saya bertanya dari mana ia tahu nomor telp kantor saya. “Ah, gampang. Inmark kan? Achmad Dahlan?”. DEG. Stalker alert, boi! Shoot! Dan sayapun tidak mau berpanjang kata, sehingga kalimat terakhir saya untuknya adalah: “Oke, semoga Timnas menang ya!“. Begitulah sore saya yang biasa dengan sedikit intermezzo yang tidak biasa. Sayang, kesebelasan Indonesia tetap tidak menang. Seperti biasa.
Selamat Datang, 2011!
January 3, 2011 by titiw
Filed under Titiw Inside
Tahun Baru tidak pernah saya rayakan secara sakral. Namun sejak saya kecil, pasti ada saja acara yang dikunjungi di malam tahun baru itu. Entah hanya main kembang api sambil nonton Home Alone di rumah tetangga ketika SD, jalan2 keliling komplek sambil pake celana basket terbaru sama temen2 komplek waktu SMP, ataupun nginep di rumah Desti yang ulang tahun tanggal 31 Desember kala SMA.
Beranjak dewasa a.k.a tua, event2 tahun baru saya makin “berat”. Buka kamar di hotel sama temen2, hingga Barbeque-an dengan para karib di komplek rumah, tepatnya rumah bernomor E-2, sambil jilat2 marshmallow super enak. Dan kemarin, saya membuka lembaran tahun 2011 bersama-sama beberapa temen ngetrip setelah sebelumnya saya datang ke acara ultah Desti (ya, sahabat dari SMA saya yang ultahnya 31 Desember itu). Di restoran dimana acara diadakan, saya seperti reuni kecil bersama Ade, Wina, Gina, dan Desti. Ah.. Waktu memang melayang, kawan. Ade anaknya sudah 2, Desti 1, Gina baru melahirkan, dan Wina akan menikah akhir Januati ini. Doakan saya menyusul secepatnya ya.. Haha.. AMIN.
Beberapa waktu sebelum kalender menunjukkan angka 1-1-2011, saya pun bersua dengan Wida, Erick, Ony, Kete, dan Nikka di McDo pasar festival. Pembuatan video norak, makan2 lucu, serta main tebak lagu bego menjadi santapan malam itu di pojokan pasfes, dimana tidak ada orang lain di sana selain kita. Sederhana. Namun penuh makna.. *tsaaah*
Dan sampai sekarang, saya selalu meyakini, bukan tempatnya, bukan makanannya, bukan acaranya, yang membuat sebuah tahun baru bisa lebih disyukuri. Melainkan dengan siapa kau bersama saat itu. Tuhan, terima kasih tidak memberikan semua apa yang saya inginkan, sehingga saya bisa menjadi orang yang lebih bersyukur. Selamat tahun baru kawan, have a nice year!
PS: Eh, tanggal cantik nih. 1-1-11. Jadian yuk! *eh*
-1 Januari 2011 dimana lagu Lilis Karlina terngiang2 di kepala-














