Things To Do Before Pesta Blogger 2010
Pesta Blogger 2010, kopdar terakbar yang diadakan setiap tahun akan dihelat Sabtu ini, tanggal 30 oktober 2010. Nah, karena bakal kopi darat dan temu muka dengan blogger2 se-Indonesia dan akan banyak event yang diadakan di Episentrum Kuningan Jakarta ini, pastinya butuh persiapan dong! Ayo diliat apa aja yang perlu dipersiapkan!
- Kartu nama & gimmick ala kamu. Yep, pastinya nanti kita akan kenalan sama blogger2 lain, jadi bertukar data diri fardhu ain hukumnya. Gimmick seperti stiker, pin, dll juga jadi nilai plus untuk dibagikan, bukan untuk dikalikan.
- Bawa thumbler berisi air minum. Biasanya tukang jualan minum ada di luar, dan kalopun ada yang jual di dalem, biasanya minuman ringan, bukan air putih. Gak mau kan kalo suara-pengen-kayak-diva kamu tercemar..?
- Koin, berapapun banyaknya untuk disumbangkan kepada Coin a Chance, gerakan menyumbangkan koin untuk menyekolahkan anak2 kurang mampu. Satu celengan penuh lebih oke, nantinya pasti dipeluk2 sama cewek2 kece di balik Coin a Chance. Iya, celengan kamu pasti dipeluk2 manja sama mereka.
- Buku-buku dan kaos untuk menyumbang gerakan 1000 buku 1000 kaos.
- Pulsa dan batere HP yang cukup, untuk hubungin temen yang janjian di sana dan tentu saja untuk eksis2 live tweet!
Support PB 2010!
- Duit yang cukup juga penting, karena di sana akan ada stand2 yang menyalurkan sumbangan kamu untuk daerah2 bencana. Gak cuma itu, pastinya ada barang2 lucu yang dijual di PB 2010. Pasti. *napsu*
- Sampah kering (kertas, tetra pack, dll) & barang bekas. Yep, nantinya, barang2 tersebut akan diloak dan hasilnya akan disumbangkan untuk daerah2 yang kena bencana.
- Tentu saja sebuah kamera untuk mengabadikan momen2 seru di PB 2010 harus dibawa2 dan dipergunakan dengan binal!
- Bawa notes & bolpen. Banyak kelas2 yang mungkin sesuai dengan minat kamu, dan akan lebih oke jika mencatat materi di kelas tersebut.
- Tas yang lumayan gede untuk nampung goody bag, gimmick2 gretongan, dan siapa tau bakal ada kuis berhadiah laptop dan kamu merupakan pemenangnya. Voila! Kamupun sudah siap dengan tas gede kamu. Ingat, mental kita harus mental pemenang meskipun di kehidupan sehari2 kita harus tetep ngalah sama pasangan. *curcol*
Begitulah kiranya apa2 yang perlu dipersiapkan sebelum Pesta Blogger 2010. Ada lagi tambahan lain? Dishare dong kakak.. Kita kan care..
Malang-Sempu yang Super Seru! (Part 3)
Iya iya.. Ini lanjutan Sempu 1 & Sempu 2, dan merupakan tulisan terahir kok. Jadi, bagaimana pulau Sempu Segara Anakan yang sebenarnya? Apakah perjalanan pulang dari Segara Anakan lebih pare de more dibandingkan berangkatnya? Berapa semua biaya yang saya keluarkan untuk 5 hari? Langsung meluncur yuk!
*****
Selamat Pagi Segara Anakan!
Buon Giorno, amici! Yeah, pukul 5 pagi, mataharinya udah keluar lho di Segara Anakan ini, jadi jangan males2an bangun pagi, rugi! Sontak saya, mas MG & Lidia naik ke atas karang untuk chasing sunrise. Sayangnya, sunrise berada di balik tebing sebelah sana, jadi kita cuma dapet sekelibat sinar2nya. Meski demikian, pemandangan pagi itu tetep seindah-indahnya indah. Samping kiri bawah Segara Anakan yang hijau dan tenang, samping kiri bawah saya adalah laut lepas yang hitam! Subhanallah, betapa presisinya Tuhan menciptakan karang-karang dan tebing yang memisahkan 2 hal yang kontras tersebut. Oh ya, tidak ada sinyal di sini, namun ketika saya naik ke atas untuk lihat sunrise tadi, sinyalnya ngaceng! kenceng! Tak saya sia2kan untuk ngetwit di pagi hari plus twitpic keindahan Segara Anakan!
Cibang Cibung Time
Klaar ngunyah indomie kuah yang iklas menjadikan dirinya tumbal sarapan, kantuk mendera sehingga saya biarkan tidur ini lelap hingga sekitar pukul 8.30. Suara2 orang mulai bermunculan membangunkan saya, dan itu berarti pengunjung di situ bukan hanya kita ber-5 saja. Dan inilah waktu yang saya tunggu2: Bermain air dan foto2 menggila! YAY! Wih.. Air tenang dan cetek bikin saya tidak ngeri untuk berenang2 ke tengah, tapi jangan sampai berenang ke ujung, karena ombak di sana tempo2 kenceng dan banyak ikan beracun bernama Nogotaun, itu kata guide yang mengantar tamu pagi itu. Sila liat foto2 ciamik di bawah ini sambil merengutkan muka karena iri seiri-irinya umat.
Sempu Itu Panas, Jendral!
Duh main air di sini emang gak ada puasnya deh.. Saya yang gak bisa berenang aja jadi belagu sok2 nyoba gaya punggung, gaya dugong terdampar, gaya lompat2 cheerleader, gaya gunting di udara dan segala gaya endebra endebre. Namun, waktu terus bergulir.. Sehingga kami bikin makan siang dulu dengan lauk tempe goreng dan apapun yang goreng2 (sampe badan rasanya ikutan kegoreng) sebelum pulang. Yup, terik matahari cukup sombong menyalang di sini, badan saya panas sampe pusing kepala. Eh tunggu, itu mah karena saya emang HOT ya. Haha.. *dikeplak* Oh ya, pas saya selese main air, di samping tenda kami sudah berdiri beberapa tenda lain yang didirikan orang2 yang sampai di Segara Anakan ini di pagi hari. Kayaknya orang Surabaya ya.. Abis ngomongnya dikit2 Jancuk, yang sampe sekarang sebenernya saya gak ngerti arti Jancuk.
Gelang Sipatu Gelang
Tenda telah dibereskan, segala barang telah dipacking, dan setelah foto ber-5 di depan Segara Anakan, pulanglah kami melewati medan yang menggila itu pukul 14.00. Untungnya tidak ada hujan, tidak ada badai sehingga jalanan yang kita lalui ini tidak terlalu becek, meskipun kita gak nyari ojek *bibir dimonyongin*. Waktu perjalanan saja sampai beda 1 jam, Segara Anakan – Sendang Biru hanya 2,5 jam, sedangkan kemarin hingga 3,5 jam. Oya, batas waktu yang diperbolehkan untuk sampai Sendang Biru lagi adalah pukul 5 sore. Jangan coba2 melanggar, karena beberapa waktu lalu ada orang hilang.
First thing first: MANDI! Yeah! Numpang mandi di rumah Ibu Mamik, ibu2 yang mana kita berhubungan sama dia untuk nyewa kapal dan lain2. Setelah adzan magrib, naiklah kami angkot menuju Pasar Turen lagi. Hati2 jangan sampe angkot2 di sana mengira kamu akan mencarter mereka sehingga mereka nungguin kamu. Seperti kejadian saya, si angkot nungguin kita mandi dll, padahal kita mah mau ngeteng aja. Setelah tawat menawar, akhirnya per orang bayar Rp 20.000 dan langsung ke Pasar Turen deh. Intinya: Komunikasi. jangan tunggu2an dan berasumsi. Udah gitu, kita dikasih bonus mogok 2 kali. Ngok.
Menuju Malang Kota
Dari pasar Turen, untuk ke Gadang kita tidak naik bus seperti waktu berangkat, melainkan naik semacam ELF seharga Rp 5.000 yang ngetem lamaaa banget. Nah, dari Gadang ini saya naik angkot entah yang mana seharga Rp 2.500 soalnya di sini tuh angkot pake alfabet, misalnya AG, GA, AGJ, dll, bukan pake nomor. Tujuan kita ke Mirahan, rumah Anggi dimana kita akan bermalam sebelum besok pulang. Btw, saya ngulik2 TV di Malang, nemu Malang TV yang lagi nampilin “Untaian Nada Rindu”. Lagu2 lawas dengan vidclip asli! Saya pun tidur dengan keriaan yang berlebih.
Sampai Berjumpa Lagi, Malang!
Esoknya, saya pulang dengan lagi2 naik kereta Matarmaja bersama DP dan Lidia pada pukul 15.00. Mas MG tidak ikut karena masih mau bertualang ke Surabaya, Jogja, dan lain-lain. Sebelum pulang, sempat mampir beli oleh2 di Lancar Jaya dan menyambangi daerah Sentra pembuatan kripik tempe di Sanan. Setelah sekali lagi berjibaku dengan keriuhan kereta Ekonomi selama 20 jam, sampailah saya di Jakarta pukul 11.00 pagi hari Senin di St. Jatinegara dengan bau badan udah kayak mamang2 , kena sunburn, dan tanpa pipis sekalipun di kereta. Fyuh, such a nice low budget trip dengan merasakan bagaimana Indonesia yang sebenar-benarnya. Jadi, sudah ke mana sajakah kamu? Jangan lupa ajak saya ya!
Tips ke Malang – Sempu
- Bawa uang tunai, jangan ngandelin ATM
- Ngetrip hampir seminggu? Bawa 5 baju aja, jangan banyak2! 1 Baju tidur, 1 baju untuk basah2an, 3 baju u/ lala lili. Percaya deh apa yang dikatakan Titiw (etapi nanti musyrik ya..?)
- Kalo punya budget lebih dan betul2 anti asap rokok, silakan naik kereta Gajayana yang hanya 14 jam waktu tempuhnya, pake AC & tanpa kepulan asep rokok, dan hanya berhenti di stasiun tertentu.
- Jangan taro barang berharga di backpack. Biasakan bawa tas pinggang. Pas saya berangkat ada ibu2 kecopetan karena naro duit di tas besar.
- Bawa topi , kacamata cengdem, & jaket tipis aja, jangan yang tebel2, bikin berat bawaan.
- Bawa thumbler (tempat minum) gede & kantong plastik sampah
- Pake sunblock banyak banyak banyak dan oles lagi lagi dan lagi kalo gak mau kena sunburn kayak saya.
- Kalo punya underwater camera, sangat dianjurkan untuk dibawa.
- Untuk yg mau camping di Segara Anakan Sempu, bawa bahan makanan yang mudah aja, jangan rempong2 yang penting banyakin air tawar untuk minum. Minimal 1 orang bawa 3 botol Aqua gede. Disarankan bawa Jerigen 5 literan beberapa biji.
Ini dia yang ditunggu2, Budget Trip Jakarta – Malang – Sempu – Jakarta! Jeng jeng jeng jeng!
Day 1 (Rabu 13 Oktober)
- Tiket kereta ekonomi Matarmaja: Rp 51.000
- Makan malem nasi ayam di kereta: Rp 5.000
Day 2 (Kamis 14 Oktober)
- Mandi di toilet stapsiun: Rp 2.000
- Makan siang Sate Madura: Rp 15.000
- Masuk pantai Balekambang: Rp 7.000
- Makan malem Bakso kota: Rp 7.000
- Patungan bensin mas Risang: Rp 10.000
Day 3 (Jumat 15 Oktober)
- Bus ke Pasar Turen: Rp 4.000
- Makan siang: Rp 6.000
- Angkot ke Sendang Biru: Rp 20.000 (ngeteng Rp 12.000)
- Masuk Sendang Biru: Rp 5.500
- Administrasi di Perikanan: Rp 20.000 dibagi 5: Rp 4.000
- Kapal: Rp 100.000 dibagi 5: Rp 20.000 (sudah pulang pergi)
Day 4 (Sabtu 16 Oktober)
- Angkot ke Pasar Turen dr Sendang Biru: Rp 20.000 (ngeteng Rp 12.000)
- ELF dari Pasar Turen ke Gadang: Rp 5.000
- Angkot dari Turen ke Mirahan: Rp 2.500
- Makan malem pake Bebek: Rp 12.000
Day 5 (Minggu 17 Oktober)
- 2x angkot untuk ke tempat oleh2 Malang: Rp 5.000
- Makan siang: Rp 16.000
- Tiket Kereta Matarmaja: Rp 51.000
- Nasi goreng di kereta: Rp 3.000
Total Jendral: Rp 269.000
PS: Budget ini tergantung kamu juga. Kalo kamu jajannya banyak, beliin oleh2 buat seRT, atau makan di tempat2 mahal dan karokean di bar2 yang banyak cungkoknya ya bisa lebih. Di sini saya tidak memperhitungkan oleh2, cemilan, dan biaya makanan untuk camping karena bahan2nya ngambil dari rumah. Untuk detail harga masing2 tempat wisata ada di dalam postingan. Jadi dibaca yang detail ya cin. Happy traveling!
PS2: Foto2 yang lebih lengkap bisa diliat di SINI & SINI
10 Signs Your Blog Content Sucks
Sebenarnya.. Tidak ada pakem yang benar-benar jelas mengapa tulisan kamu itu tidak baik.. Atau dalam kata lain: BURUK. Namun ada TANDA2 dimana kamu bisa menyadari kalau tulisan kamu itu ya.. Sucks. Here you go!
1. Tulisan kamu terlihat seperti sebuah jurnal
Yah.. Mungkin kalo isinya benar2 jurnal yang dbutuhkan oleh anak2 kuliahan untuk dicopy buat skripsinya ya nggak apa2. Masalahnya, ketika kamu menulis “Dear Diary.. Hari ini aku makan ini pake itu sama ini terus aku jatoh tapi nggak nangis..” sepanjang sungai Kapuas, percayalah.. Tidak ada orang yang tertarik dengan tulisan kamu. Sekarang jamannya tulisan nggak banyak amat, padat, tapi nendang! Kayak kolom gosip di majalah2.
2. Komentar di blog kamu sedikit atau malah tidak ada
Memang yang namanya komentar itu tidak berbanding lurus dengan hits atau berapa banyak blog kamu dilihat.. Tapi ketika orang mau menuliskan komentar, itu berarti ada sesuatu yang bikin dia MEMILIH untuk meninggalkan komen.
3. Kamu nggak pernah menerima “fan mail”
Kalo konten blog kamu bagus, orang-orang akan mengatakannya. Bukan hanya sekedar “Hi, nice blog!” seperti komen2 spam, tapi dia akan sangat niat mengirimkan pujian melalui email panjang ataupun message di FB, bahkan mereview blog kamu di blognya dengan cuma-cuma.
4. Sebaliknya, kamu tidak pernah menerima “hate mail”
Bener deh, kalo konten kamu itu menarik, pasti ada aja orang yang nggak terima dengan apa yang kamu tulis. Dan apa yang lebih buruk dari menerima “hate mail” ini? TIDAK PERNAH MENERIMA APA-APA.
5. Kamu menganggap bahwa SEO (Search Engine Optimization) adalah segalanya dalam dunia blogging
Well.. Ketika seseorang baru saja mulai ngeblog dan hampir gak pernah menulis apa2 dalam blognya.. Saya bisa mengatakan bahwa orang ini sudah kalah sebelum memulai. Memang sih, SEO itu bisa mendongkrak blog kamu, tapi content yang bagus tetaplah segalanya.
6. Kamu sendiri nggak tahu apa manfaat blog kamu
Sebuah tulisan harus bermanfaat bagi pembacanya. Bermanfaat di sini bisa macem2. Misalnya: Pembaca jadi tahu bagaimana cara ngeteng ke Pantai Sawarna, pembaca jadi seneng karena ketawa2 baca blog kamu, atau pembaca jadi tahu cara membuat Coto Makassar yang resepnya kamu tulis di blog. So if you don’t know what kind of benefits your blog can give to readers, you’re doomed kid.
7. Kamu tidak tahu topik apa yang membuat pembaca kamu tergelitik
Begini maksudnya, emosi dari pembaca harus kita elus dan manjakan. Daripada membuat tulisan kalau kamu marah2 karena batere HP drop terus, mengapa kamu tidak membuat tips mudah menghemat batere HP? Pasti banyak orang yang memikirkannya, tapi tidak menuliskannya. Kamu harus jadi orang yang memulainya!
8. Kamu jarang membaca
Here’s the deal.. Orang yang bisa menulis adalah orang yang bisa dan biasa membaca. Dengan membaca, wawasan kamu akan lebih luas dan pastinya mendapatkan “sesuatu” dari situ. Jadi kalo kamu males baca, lupakan saja mimpi menjadi blogger yang mempunyai konten tulisan yang luar biasa.
9. Kamu jarang dan malas menulis
Owkeeyy.. Ingat pepatah ala bisa karena biasa? Jika tidak membiasakan menulis, jangan pernah kepikiran untuk mempunyai blog. Wong kamu aja males nulis kok, gemana pembaca gak males untuk baca blog kamu?
10. Usia blog kamu di bawah 6 bulan
Yah.. Yang instant di dunia ini hanyalah Indomie nak. Ketika kamu baru ngeblog dan mengharapkan komentar yang banyak atau tulisan kamu menjadi tautan di mana-mana.. Mungkin kamu minimal harus menjadi Dian Sastro, yang postingan pertamanya pun dikomentari oleh lebih dari 100 orang.
Begitulah. Kenyataan memang terkadang pahit seperti obat puyer, tapi in the end, kamu akan sembuh dan segar kembali kan? Happy writing!
PS: Diilhami oleh CopyBlogger
Malang-Sempu yang Super Seru! (Part 2)
Well well.. Penasaran dengan kelanjutan trip Malang-Sempu saya? Tak usah berpanjang kata, apalagi sampai panjang tangan, ini dia lanjutan tulisan Trip Malang-Sempu 1 yang Super Seru!
Pagi di Malang
Lagu St.Elmo’s Fire dari David Foster dari HP dan ketukan lembut di pintu kamar oleh mas MG menandakan pagi telah menjelang. Malang di pagi hari betul2 menyenangkan, hawanya yang adem dan sedikit rintik membuat teh hangat saya bertemu dengan jodohnya. Ahh.. *menerawang*.. Tapi, tunggu dulu.. HUJAN?! Apa?! HUJAN?! Ha uhu je ajan, HUJAN?! Wah, ini berarti mimpi buruk untuk kami yang mau ke Sempu! Perjalanan yang seharusnya kami lakukan pukul 6 pagi jadi molor menjadi jam 9, tante! Meskipun masih rintik, cuaca tersebut kami hadang dengan tujuan ke terminal Gadang yang pastinya bukan untuk begadang. Dari sini, cari aja bus jurusan ke Pasar Turen. Lama perjalanan kurang lebih 45 menit tanpa macet dengan ongkos Rp 4.000 aja kakak.
Pasar Turen
Sesampainya Pasar turen pukul 10.30, perut wajib diisi karena takutnya kita tidak sempet makan siang di Sendang Biru. Nasi Krengsengan yang isinya potongan2 ayam manis pedas seharga Rp 6.000 menjadi pilihan. Sekali lagi, saya harus menyerah dalam bidang kuliner. Gak seperti lidah temen saya Mas Jie yang jawara kuliner, lidah saya hanya cocok makanan Sunda & Makassar. Di Pasar Turen ini, siapkan mental juga untuk nolak2 orang yang akan menyemut untuk menawarkan angkot carteran ke Sendang Biru. Kalau carter, harga termurah yang bisa kamu dapatkan adalah Rp 150.000. Murah kalau rame2, sedangkan kalau ngeteng, hanya Rp 12.000, tapi.. Nunggu ampe angkotnya penuh! Iyeh, ampe penuh cin! Rombongan saya yang udah nunggu sejam akhirnya gak tahan (gemana ibu2 di dalem angkot yg undah nunggu dr jam 7 pagi?!) dan akhirnya sepakat untuk memaksa angkot jalan, namun bayaran kita jadi Rp 20.000 per orang.
Sendang Biru
Angkot biru telor asin itu akhirnya meluncur pukul 12.15 ke arah Sendang Biru. Pemandangan pohon mahoni di kanan kiri, dan jalanan yang kayak Puncak Pass memeriahkan mata.. Tapi jangan seneng dulu, di jalan, tas saya jatoh dari atep angkot! Hampir masuk jurang! Kan maen da ah! Nah sekitar pukul 14.15, sampailah saya di Sendang Biru dengan bibir manyun karena tas abis jatoh. Sempet keder karena kata si Ibu di angkot, kalau sudah sore biasanya tidak boleh menyebrang ke Sempu. Tapi, tekad pengen camping malam itu juga bikin kita ngotot dan langsung menemui orang Perikanan untuk izin menyebrang. Masuk Sendang Biru, per orang dikenakan biaya Rp 5.500. FYI, semua orang tanpa terkecuali memang harus minta izin dulu, dengan membayar biaya administrasi Rp 20.000 serta menandatangani surat pernyataan bahwa tidak akan ada asuransi untuk ke Sempu, dan menyatakan bahwa kami tidak butuh guide (seharga Rp 100.000/hari), karena ada anggota kami yang sudah pernah ke sana.
The Real Tracking
Pukul 14.30, perjalanan yang sesungguhnya dimulai. Menyebrang dengan kapal seharga Rp 100.000 bolak balik/kapal selama 10 menit, kami mendarat di Teluk Semut. Dari teluk semut ini, sudah terpampang dengan nyolot deh tuh medan treking kita yang berat. Berat di sini, adalah: jalanan yang dilalui super becek, lumpur yang menggempur, ditambah bawaan di carrier kami masing2, ples berat dosa masing-masing. Perjalananan yang ditempuh selama 3,5 jam itu diselingi istirahat 2x untuk minum, makan jeruk yang diberikan ibu di angkot, serta makan gula jawa penambah energi. Sekitar pukul 6 sore, sampailah kami di Segara Anakan. Alhamdulillah sampai sana pas gelap menyelimuti. Wong terang aja jalanannya PeeR banget, apalagi gelap?!
Malam di Segara Anakan
Kami semua langsung bikin 2 tenda di balik semak2, ganti baju, dan menyiapkan makan malam. Dengan perut lapar yang gila-gilaan, menu makan malam berupa nasi keras, ikan kaleng, sup instan, dan kangkung pedes semua makanan kami gilas dengan gila-gilaan pula. Untunglah kita punya “chef Anggi” yang jago masak! Ihiy! Setelah kenyang makan, saya & mas MG bawa tiker ke pasir depan pantai. Bulan setengah yang tampak malu2 dan lagu2 di playlist saya mengalun menemani sesi foto2 malam yang ngocol. Oh ya, apakah saya sudah bilang kalau malam itu tidak ada satupun pengunjung? Pantai bagaikan private beach bagi kami ber-5! Mantap macibay! Sekitar pukul 23.00, kami beristirahat di tenda masing2, kali ini ditemani dengan lagu2 yang keluar dari HP mas MG. Selamat malam Segara Anakan..
- To Be Continued -
PS: Eyaa.. Ternyata tulisan ini belum berakhir, ki sanak! Jangan gulana, jangan menceraikan pasangan kalian, ataupun jangan pipis di celana. Cerita selengkapnya di Segara Anakan ples Budget segala rupa yang kalian tunggu ada di tulisan selanjutnya, Malang Sempu yang Super Seru Part 3. Sabar, orang sabar disayang pacar, tapi itu juga kalo punya pacar. Yuk mari..
Malang-Sempu yang Super Seru! (Part 1)
Bo, udah nonton The Beach-nya Leonardo Dicaprio yang bersetting di Phi Phi Island Thailand? Udah pernah ke sana? Belooom? Duh kesian, padahal masih muda. Saya udah pernah doong, tapi yang lokal punya, alias Sempu. Sempu? Di mana tuh? Kok bisa kayak The Beach? Emang ada yang kayak gitu di Indonesia? Aku anak siapa? Buat apa berlapar-lapar puasa? Kok Ariel masih ditahan juga? Ok! Tahan semua pertanyaan kamu nak, karena saya akan jelaskan secara khoompreekkhensif semua yang kamu tanyakan (kecuali 3 pertanyaan terakhir). Here you go!
Perjalanan ke Malang
Hari Rabu siang tanggal 13 Oktober 2010 dimana kebanyakan orang sedang banting tulang di perkantoran ibukota, saya, Lidia dan mas MG (yup, my Sawarna trip team!) sedang menunggu kereta ekonomi Matarmaja dengan tujuan ke Malang, dari Jakarta. Bawaan kita terlihat penuh, karena bawa matras, bahan makanan, serta printilan2 lain untuk camping. Kereta berangkat pada pukul 14.03 dengan harga Rp 51.000 yang ternyata dapat dibeli sehari sebelumnya di stasiun Senen. Jaga2 takut nggak dapet tiket di hari H, tapi kalo kamu kurang kece biasanya gak boleh sih beli sebelum hari H. Naik kereta ekonomi tapi mau enak? Mimpimu semu, nak! Tanpa ngaret, kereta datang dan kami langsung naik ke gerbong 3 di bangku yang berhadapan dengan sebuah keluarga kecil, ayah ibu dan anak perempuan.
Dan dengan membeli tiket dengan harga segitu, tentunya kamu sudah tau apa yang akan kamu dapat kan? Gerbong yang sumuk, penuh dengan tangisan anak-anak yang kepanasan, asap rokok yang meruap rapat, bau-bau absurd di udara, hingga pantat yang tepos. Perjalanan makan waktu kurang lebih 20 jam, dengan trayek Bekasi-Cirebon-Pekalongan-Solo-Semarang-Madiun-Blitar-Malang. Untungnya di dalam kereta, lagu2 dari HP Nokia 3500 klasik saya, dan pisang sale seharga goceng hasil nawar di kereta menemani kebosanan. Travel Diary saya juga dipake dgn syahdu sama saya sendiri, Lidia & mas MG. Matarmaja sendiri kependekan dari Malang Blitar Madiun Jakarta. Sempat berhenti agak lama di Pekalongan karena ada masalah dengan remnya (Masya Allah.. deg2an inget kecelakaan kereta di Pemalang beberapa waktu lalu..), kira2 pukul 10.30 di hari berikutnya (Kamis 14 Oktober) kami sampai di stasiun kota baru Malang. Nyampe Alhamdulillah selamat, dengan embel2 bau asep dan kaki basah kesiram air di toilet kereta. SHIT Meeen.
Pertemuan dengan DP, Anggi, Risang
Setelah melewati perjalanan yang sangat melelahkan di kereta *manja mode on*, akhirnya kami sepakat untuk berangkat ke Sempu esok hari. Masalahnya, di mana kita menginap hari ini? Sedangkan DP (temen saya yg udah di Malang selama seminggu, tp mati gaya karena gak boleh naik gunung Arjuno karena cuaca buruk) dan Anggi (saudara DP yang emang orang Malang) udah siap tempur dengan bawaannya yang segede babi hamil. Untungnya, mas MG punya teman bernama mas Risang (pake R, bukan pake P) yang bawa mobil, dan mempersilakan kita menginap di rumah kakaknya yang kosong. Jadi, setelah mandi di stasiun (bayar 2000), kita menuju rumah mas Risang yang terletak di sebuah komplek yang cukup bagus, deket Universitas Brawijaya, dengan kamar yang nyaman pula. Ada buku2 Remy Sylado, Pram, dan jejeran DVD di dalam kamar! Gemana saya gak kejet2 coba?
Pantai Balekambang
Tujuan pertama kami di Malang setelah makan siang di RM Bhuk khas Madura, adalah ke Pantai Balekambang. Lumayan PR kalo naik angkot ke sini, karena waktu tempuh kurang lebih 2 jam, dengan jalanan yang kurang cakep. Iya sih, kalo ada jalanan cakep udah tante pacarin! Untung dianter mas Risang, jadinya hayo aja ke sana, hehe.. Kalo bersikeras naik angkot, sila naik yang ke arah Gondanglegi Bantur, harganya Rp 10.000. Nah, sampe mentok, harus naik ojek lagi Rp 15.000 sampai Pantai Balekambang.
Yang menarik dari Pantai yang terletak di Kelurahan Srigonco Kecamatan Bantur ini adalah adanya Pura di tepi pantai, layaknya Tanah Lot di Bali! Pura bernama Ismoyo tersebut dibangun tahun 1985, dengan adanya seorang pamengku yang tinggal di situ. Uniknya, tidak ada orang beragama Hindu di sekitar situ sehingga Pura ini seringnya dikunjungi oleh turis, ataupun orang2 Hindu dari Bali. Di sini, tidak ada sambungan telpon, semua sinyal HP mokat kecuali: FLEXI. WOW. Sayang, kita sampai ketika Magrib sehingga tidak sempat melihat sunset, dan foto2 jadinya gelap semua. Oh ya, biaya masuk Pantai Balekambang Rp 7.000/orang dan Rp 10.000/mobil. Waktu saya masuk sih gak ada yang jaga jadinya gretong, hehe.
Makan malam & selamat malam Malang
Perjalanan pulang yang ditempuh lagi 2 jam membuat perut teman2 saya mual. Setelah istirahat sebentar di pom bensin Kepanjen (yang punya lampu WC otomatis!), kami memutuskan untuk makan yang hangat2, apalagi kalo bukan bakso bakwan kalo di Malang? Bakso kota Cakman menjadi tujuan. Enak juga ya ciyn ternyata? Soalnya pas Road Trip sama temen2 WWF April lalu, kita ke Malang tapi gak sempet makan bakso semangkok pun. Pengen ke toko Oen yang sohor itu sebenernya, tapi karena anak2 kelihatan udah capek, kita langsung pulang ke rumah mas Risang yang banyak tokek (dengan warna2 keren!), sambil siap2 untuk perjalanan ke Sempu besok pagi. Selamat malam Malang, be good to us tomorrow!
- To Be Continued -
PS: Mau tahu perjalanan ke Sempu kayak gemana? Apa kendaraan yang dipakai ke Sempu? Berapa total budget yang saya keluarkan? Langsung aja ke “Malang-Sempu yang Super Seru (Part 2)” !
Edutrip in Pontianak (2)
Edutrip di Pontianak bagian 1 sudah diceritakan sebelumnya, penasaran bagaimana kelanjutannya? Cekidot!
Day 2 (25 September 2010)
Selamat pagi Pontianak! Dilengkapi senyum merekah di bibir merah, saya dan Nena merayakan pagi itu dengan sarapan menggila di hotel. Buru buru buru buru siap-siap karena.. Karena apa hayo? Iyak, betul! Karena Blogshop (Workshop Blog) diadakan hari ini di SMKN 3 Pontianak! Saking worrynya saya gagu pas di kelas dimana saya “ngajar”, saya sampe buka2 press release dan self note saya sendiri berkali-kali, kayak lagi Ebtanas SD tahun 96.
Oya, pagi itu juga anggota tim hura-hura bertambah dengan adanya mbak Rara, si ibu ketua Pesta Blogger kita tahun ini. Pukul 8.30, mobil sewaan kita sudah meluncur dengan manis ke tempat dimana diadakannya Blogshop. Suasana agak ramai karena di saat yang bersamaan, seperti ada porseni di SMKN 3 tersebut. Pengecekan fasilitas dimulai, dan ada sedikit trouble di sana sini seperti jaringan internet, komputer yang tidak berfungsi semuanya, ataupun undangan yang tidak hadir.
Namun dengan dukungan dari semua pihak, dan bujug rayu tante Titiw kepada bocah2 SMKN 3 untuk ikut blogshop, kelas yang berkapasitas 40 orang itu dijejali “murid-murid” kurang lebih sampai 35 orang. Setelah Pak Phillip dari US Embassy, perwakilan dari komunitas blogger Pontianak, dan Mbak Rara kasih speech pembukaan, dimulailah blogshop! Saya sebagai perwakilan dari dagdigdug ngemeng kira-kira 1 jam lebih dengan melontarkan pertanyaan2 sederhana yang dijawab dengan antusias oleh murid-murid, apalagi para murid SMKN 3 yang pake baju coklat itu. Hehe..
Klaar mengarang bebas, pelatihan membuat blog di Dagdigdug dimulai. Target audience kami sangat pas dengan apa yang disasar. Orang-orang dari kalangan pendidikan, yang kurang familir dengan Internet. Orang-orang di pelatihan ini bahkan masih kurang akrab dengan yang namanya email. Beberapa sudah mengenal Facebook, namun kurang memanfaatkan email, jadinya mereka hanya ingat password FB, sedangkan email dibuat hanya sebagai syarat membuat FB dan terlupakan begitu saja. FYI, hanya untuk mengajarkan membuat email, blog, dan Twitter, dibutuhkan waktu kurang lebih 4 jam! Wow!
Jam 3 sore yang menggarang, terpilih 5 murid yang blognya dianggap terbaik. Untuk itu, mereka mendapatkan kaos PB 2010 dan tas WWF dari saya, sisa Earth Hour lalu. Wiiih.. Keringat di badan udah beranak pinak, dan sekarang saatnya kami kembali ke hotel dan mandi, untuk bersiap2 ke TVRI di sore hari (Ndoro Kakung & Pak Phillip akan live di sana), dan juga untuk menghadiri mini pesta Blogger di SMKN 3 lagi.
Setelah mandi, kami kembali segaaar, and it’s time for culinary experience! Tujuan: cari bubur pedas yang terbuat dari beras masak, dicampur dengan sayur-sayuran berjenis-jenis. Rasanya sendiri gak terlalu pedas, dengan bau sayur yang menyengat. Duh maaf kawan, tapi sepertinya saya kurang cocok dengan makanan ini, sehingga memesan mie goreng dari warung sebelah tenda bubur. Yaya, call me CUPU. Di sini, saya, mbak Yati, mbak Rara & Oesoep menunggu tim yang lain untuk syuting di TVRI. Namun.. Hujan besar melanda. Itu sengeri-ngerinya ujan dengan embel-embel petir dan geludug yang nggak main2!
Akhirnya kami menyusul ke TVRI dan langsung menuju SMKN 3. Banjir sampai sedengkul orang dewasa di jalan utama, namun anehnya, tetep aja nggak macet. Kalo di Jkt mah, udah Assalamualaikum. Gak cuma itu aja, Grand Mall, mall terbesar di Pontianak atapnya bocor hingga menimbulkan chaos. Di SMKN 3, mini pesta blogger tetap dilaksanakan dengan peserta tidak lebih dari 20 orang. Apa boleh buat, hujan besar pasti menghadang mereka. Pembicara pada malam itu ialah Danielle (pemilik portal colors of Borneo), Ndoro Kakung, Pak Phillip, dan Dwi dari Beleter.
Fota foto fota foto, salaman, coret2 baju PB 2010, akhirnya kita cabuut untuk makan malam. Sekali lagi, perut dan nafsu makan saya tidak jodoh dengan makanan Pontianak. Teman2 makan mie tiaw Apollo (yg tenar itu), saya nyebrang jalan untuk makan nasi Padang pake Sotong. Hahaha. Sebelum kembali ke hotel, sempet jalan2 nyari oleh2 di Jl. Patimura. Fyuh. Cape abis. Ayo tidur, karena besok sudah akan kembali ke Jakarta. Selamat malam, Pontianak!
Day 3 (26 September 2010)
Masih membuka hari dengan gragasan nyarep di resto hotel, sekarang saatnya packing karena hari ini adalah hari terakhir kita di Pontianak. Tentu saja sebelum pulang kita harus menyambangi maskot kota Pontianak, yaitu.. Yaitu apa anak2? Betuuul! Tugu Khatulistiwa! Di jalan, kami sempet beli koran setempat, dan ternyata foto saya kemaren ngajar ada di situ, sodara! Gak cuma 1 koran, tapi di 2 koran! Ihiy! Kudu dibingkai kirimin ke Nenek di Makasar. Ahahaha.. Dan setelah melewati 2 jembatan, yaitu jembatan Kapuas dan jembatan landak, perjalanan ke Tugu memakan waktu kurang lebih 1 jam dari hotel, tanpa macet. Dan itulah dia, Tugu Khatulistiwa yang dibuat oleh Silaban pada tahun 1938.
Gak cuma di luarnya, kami juga masuk ke dalam. Ternyata, Tugu Khatulistiwa yang terlihat dari luar itu hanyalah simbol, alias bukan yang asli! Iya, yang asli itu adalah yang terletak di dalam museum eh museum bukan ya..? Pokoknya yang asli itu yang ada di dalam ruangan, dengan ukuran lebih mini. Di sini,seperti biasa foto2 menggila, dan melihat foto2 lama, serta sejarah Tugu Khatulistiwa. Sayang sekali kami sampai di Pontianak tanggal 24 September, sedangkan peristiwa titik nol (dimana ketika tengah hari kita tidak memiliki bayangan) terjadi pada tanggal 21-23 September.
Matahari yang tumpah ke daratan seakan-akan lupa kalau pada malam harinya, ia kalah telak dengan deretan awan yang menumpahkan air banyak2. Jadilah kami terlihat layu dan meneteskan keringat sebagai tanda kegerahan. Untung aja di depan Tugu ada warung es kelapa dan es lidah buaya! Wih, srapat sruput deh di sini, ples minum teh kotak andalan pula! X) FYI, Pontianak juga terkenal dengan budidaya lidah buayanya. Tak lupa saya beli oleh2 di sini, gak mahal-mahal amat kok, beli kaos bordiran sekitar 40.000an, dan baju batik Kalimantan untuk ke acara pesta gitu sekitar 70.000 rupiah.
Saking enaknya leyeh2, sampe lupa kalo pesawatnya jam 12! Buru2 ciao, tapi sempet2nya berenti di jalan untuk foto2 lagi di Vihara Kwan Im. Eits jangan seneng dulu, sebelum balik hotel untuk check out, kita juga beli oleh2 (lagi) di Warkop Suka Hati. Beli pisgor setengah mateng, kopi, dan serikaya. Naga2nya bawaan berat nih ciin! Setelah lala lili di hotel selesai, kita semua bergerak menuju airport Supadio ditemani awan2 The Simpsons yang berarak-arak. Ah.. Beautiful skies indeed. Untuk itu, saya ingin berterima kasih untuk semua pihak yang memberi saya kesempatan untuk menyebarkan ilmu saya yang masih sedikit, dan untuk mewujudkan Birthday Wishlist saya yang nomor 4. Sampai bertemu lagi, Borneo!
Trivia Pontianak:
- Mobil di sini berplat KB, dan bahasa yg jamak digunakan: melayu pontianak ala upin ipin
- Kata pak sopir, kalo golkar yg menang, rumah gubernur dicat kuning smua, kalo PDI yg mwnang dicat merah smua!
- Dan saudara saudara! Simpati & Tri saya lancar jaya dipake di Pontianak!
- Di Pontianak ini kalo cewek naik becak, itu #kode kalo dia bisa “ditawar”. We o we!
- Kata “Pontianak” berarti: “Kuntilanak”, berasal dari bahasa melayu.
- Jus jeruk di hotel2 Pontianak terbuat dari Jeruk Pontianak aseli yang manis dan segar!
- Makanan khas Pontianak: Mie Tiaw & Bubur Pedas
- Waktu di Pontianak tetap memakai WIB seperti Jakarta.
- Penyerapan air di Pontianak ternyata sdh berkurang, ktnya krn hutan yg sekarang homogen, itu dia kenapa terjadi banjir.
Tips Lala lili di Pontianak:
- Bawa topi, kacamata cengdem, dan sun block. Mataharinya nyolot!
- Bawa duit tunai, jangan ngandelin ATM yang penampakannya tempo-tempo.
- Beli pisang pontianak yang setengah mateng, banyak banyaaak! Kalo gak pasti nyesel.
- Minum yang banyak, jangan sampai dehidrasi.
- Kalo banyak waktu, sambangi pantai Jawai yang indah.
- Jangan lupa minta diceritain siapa panglima burung sama orang setempat! Seru!
Laskar Pemimpi yang Cukup Menghibur
Apa?
Sri Mulyani (Tika Panggabean) si lugu dari kampung Maguwo, Jawa Tengah yang sedang bersedih hati karena bapaknya diculik oleh militer Belanda datang ke wilayah Panjen dan bertemu dengan pasukan gerilya Indonesia yang dipimpin oleh Kapten Hadi Sugito (Gading Marten). Karena tekadnya yang besar untuk membela negeri dan untuk mencari bapaknya, jadilah ia bergabung dengan pasukan tersebut. Di sisi lain, ada pula Jono (Udjo Project Pop), putra priyayi yang dipaksa bergabung pasukan militer oleh Wiwid (Shanty), pembantunya, kalau tidak ia akan dituduh sebagai mata2 Belanda.
Dalam pasukan, bertemulah mereka dengan macam-macam orang dengan latar belakang yang berbeda-beda pula. Ada Ahok (Odie Project Pop), Tumino (Gugum Project Pop), Toar si rabun (Yosi Project Pop), Yayuk (Masayu Lembu), adik dari Wiwid yang juga merupakan tunangan Kopral Jono (Dwi Sasono) si prajurit yang pangkatnya sering sekali diturunkan. Baru sehari mereka mendaftarkan diri menjadi gerilyawan, KNIL sudah menyerang Panjen & menculik kakak beradik Wiwid dan Yayuk. Atas bantuan Once (Oon Project Pop), anggota KNIL dari Manado yang sempat mereka tahan, para pasukan gerilyawan bergerak sendiri tanpa perintah dari sang kapten. Apakah Sri dapat membebaskan Ayahnya? Apa rencana KNIL dengan menculik orang2 tak berdaya? Apakah mereka dapat melawan kekuatan KNIL yang berjumlah banyak itu?

Opini Titiw:
- Sebagai film pertama dimana semua anggota Project Pop bermain di dalamnya, film ini cukup menghibur.
- Dwi Sasono sebagai Kopral Jono yang biasanya saya demen banget, eh di sini bisa jadi mas2 yang super njijiki. Haha.. IMHO, akting paling ciamik berasal dari doi.
- Oh, tidak hanya Dwi Sasono saja yang aktingnya ok, Oon dari Project Pop juga dapet 2 jempol atas aktingnya yang mengharukan itu.
- Marcell si ganteng cocok jadi Pak Harto! Sipit2nya itu lho..
- Lagu2nya Project Pop sangat menyenangkan untuk menjadi soundtrack film musikal ini. Apalagi lagu yang didendangkan di depan api unggun ketika mereka merayakan malam terakhir sebelum mereka menjadi tentara Panjen.
- Inilah untungnya film komedi, tidak harus mengutamakan detail, karena biasanya orang akan maklum dengan kekurangan ini itu di sana sini.
- Sutradaranya Monty Tiwa nih.. Bolehlah..
- Masayu Lembu gak penting banget ektingnya di sini.. Meh..
Cocok Ditonton:
Kamu yang pengen tahu lagu2 baru Project Pop, kamu yang memang suka sama Project Pop, kamu yang mau nonton film ringan tanpa mikir yang susah-susah.
Pengantar Menjadi Selebritis di Indonesia
October 11, 2010 by titiw
Filed under Entertainment
Ah, Indonesia.. Banyak orang bermimpi untuk menjadi selebritis terkenal di sini. Tapi mungkin tidak semua orang tahu bahwa menjadi selebritis di Indonesia itu sebenarnya mudah.
1. Melalui pendidikan formal.
Salah satu kampus penghasil selebritis paling terkenal adalah IKJ (Ikut Kakak Jualan). Didi Petet dan grup band NAIF hanyalah beberapa jebolan seleb dari IKJ yang mungkin Anda semua mengenalnya. Atau ada juga London School yang mengaku bahwa kampusnya adalah kampus artis. Di sini, jebolannya ada Titi Kamal, Nina Killick, Ladya Cheryl, dll. Jadi, kuliahlah di kampus-kampus yang banyak artisnya. Setidaknya kalo ada infotainment, Anda bisa curi-curi nongol sedetik dua detik.

2. Melalui pendidikan non formal.
Selebritis di Indonesia ternyata paling banyak lahir dari cara ini. Mungkin karena jalannya lebih mudah dari yang nomor 1 tadi. Berikut ini adalah segelintir cara agar Anda bisa terkenal seperti selebritis di TV tanpa harus melalui pendidikan formal.
a. Jika Anda tergolong orang yang tidak cantik atau tampan, setidaknya harus bisa akting sedikit, sedikiiit aja. Tapi.. Kamu harus bisa melucu.. lucuuuu banget.
b. Jika Anda pria muda yang masih segar dan matang di pohon, Anda bisa mengencani selebritis yang sudah mapan dan agak tua, biasanya mereka suka brondong.
c. Jika Anda adalah rocker nanggung, buatlah video mesum. Syukur2 kalo partner Anda di video itu seleb tenar. Itu menambah banyak point untuk lebih cepat tenar.
d. Jika Anda perempuan yang tidak terlalu cantik dan tidak terlalu percaya diri, lihat aset yang ada di badan Anda. Hal itu bisa menambah kepercayaan diri lho. Misalnya saja Julia Pe.. Ah, sudahlah..
e. Jika Anda punya koneksi internet yang cukup mumpuni di rumah, buatlah video lucu-lucuan bareng temen2, dan unggahlah di YouTube. Manfaatkan bulu2 yang biasa dipake bencong2, ataupun kaca muka yang segede dosa.
f. Jika Anda punya suara bagus, tapi tampang di bawah garis kecantikan atau ketampanan, ikutlah bintang pop di radio. Atau boleh juga ikut yang di TV, namun bapak atau ibu kamu harus tukang becak atau buruh cuci piring di kampung.
g. Jika Anda putra atau putri selebritis, manfaatkan kesempatan itu! Ikut ke lokasi syuting dengan setelan muka paling manis kayak gula ilegal.
Silakan lho jika ada yang mau menambahi daftar ini. Tambah banyak selebritis, tambah banyak bahan tulisan untuk titiw.com!
Gambar diambil dari marih

























