Bulu Tangkis Indonesia: Riwayatmu Kini

September 27, 2009 by titiw  
Filed under Titiw Inside

Membaca kepulangan atlet2 bulutangkis kita tanpa membawa emas di ajang Indonesia Open 2009 kemarin, membuat saya ingat  akan kenangan menonton bulu tangkis Indonesia Open di Senayan pada tahun 2004 dengan riuh rendah suara suporter Indonesia. Ditemani dua teman nyampah saya, Widya dan Yanti, malam tersebut merupakan malam di mana kita bisa habis-habisan memuntahkan makian, ataupun teriakan2 menggila yang biasanya harus direm kencang-kencang ketika jam kuliah di kelas. Khususnya kelasnya Mbak Kusut, ketika tiba2 mati lampu dan kita bermain ABC 5 dasar.

Begitu sampai di Senayan setelah ngebut gila2an dan meneror pacar Widya untuk mengegas pedal gas lebih dalam lagi agar kita tidak telat untuk menonton pertandingan, kami langsung mencari kursi kosong. Wah, kami sempat musyawarah untuk menentukan tempat duduk. Biar bagaimanapun, tempat itu yang nantinya akan menjadi alas pantat untuk beberapa jam ke depan, harus nyaman dan tentu pula harus kondusif untuk menyalurkan hasrat teriak2 menggila tersebut. Hemm, menurut penerawangan, di sebelah sini nampaknya supporternya rada kalem. Tidak ada yang memakai aksesoris gokil seperti penonton yg agak di sebelah sana. Penonton gokil yang kami maksud adalah pria yang memakai bandana merah putih dan menyelipkan bendera kecil di sisi kiri dan kanan pipinya. Baiklah, ini adalah tempat duduk kita, kawan-kawan. Tempat duduk untuk 3 jam ke depan.

Badminton, di mana-mana..

Badminton, di mana-mana..

Impian tinggal impian. Ternyata pria bendera ini sama sekali tidak bereaksi meskipun ada kejadian2 seru. Tidak membuat yel2 khas supporter bulu tangkis. Paling-paling ia hanya teriak yang tidak bisa dibilang teriak juga sebenarnya. Ia hanya teriak lirih “AYo Luluk! Lu-lu gua-gua!” Damn. Dia ternyata tidak lucu! yang bahasa abg pada tahun 90 akhirnya dalah JAYUS. Tidak hanya itu, ia pun teriak “AYo Taufik! Kalo kalah gue aduin Deswita nih!” Yang dimana, kala itu Taufik Hidayat masih pacaran sama Deswita, dan tentuuu saja Deswita melihat dengan mata kepala sendiri apakah Taufik bermain bagus atau tidak, sambil tereak2 “Ayo beib!! bisa beib!”. Jangan senang dulu, dikit2 si pria bendera bergumam “lululuululuu… luluulululul” yang sumpah demi Tuhan kami tidak tahu apa artinya. Wah, ternyata kami gagal total dalam menentukan tempat duduk.

Saat itu, seingat saya, penonton kecewa karena kekalahan dari ganda putra pertama, yaitu Alven si ganteng dan Luluk. Teringat juga akan seorang bapak-bapak provokator yang meniup peluit dengan semangat 45. Jika ia meniup peluit dan teriak2 “IN-DO-NE-SIA!” kita seakan-akan harus membeo “IN-DO-NE-SIA” pula. Namun ketika kami sudah merasakan kenyamanan dalam meneriakkan kata yang merupakan negara yang kami tinggali selama bertahun-tahun, dengan ganasnya bapak tersebut meniup lagi peluitnya agar kita berhenti. Jika ada yang masih teriak “IN-DO-NE-SIA“, ia akan menunjuk orang itu dan mempriwiti dengan suara peluitnya yang nyaring agar ia diam. Waduh, semangat boleh 45 Pak, tapi sekarang kan sudah tahun 2004, sudah tidak relevan lagi untuk memaksakan kehendak Pak.

Kalian kira itu sudah cukup? Belum.. Di depan kami bertiga, ada seorang anak laki-laki, mungkin umurnya 6-7 tahun. Karena ia memegang semacam balon keras berbentuk batang yang jika dipukul-pukulkan dapat membuat seisi senayan lebih gaduh, maka ia dengan kontinyu memukul2 batang itu. Malang diraih oleh teman saya yang bernama Yanti. Tiap anak itu memukul batang tersebut, Yanti yang tepat berada di belakangnya selalu terkena pukul, dan anak itu cueg bebeg seakan-akan batangnya itu hanya terkena angin. Kami bertiga gedeg segedeg2nya sama anak ini ketika kami teriak2 “AYO TAUFIK! PASTI MENANG!” Eh dengan dramatis, anak ini berbalik ke belakang (baca: menatap kami bertiga), dan berkata “Mana mungkin Indonesia menang??!” Anjrit. Anak dari Neraka! Trus lo pilih sapa? Malaysia? Lo orang Indonesa, tong! CUIH! Pas udah agak malem dikit, ni anak ketiduran. Saya sama Widya udah mau ngegulingin tu anak aja dari tempat duduknya. Biar dia tau rasa, biar benjol tu pala, trus besok gak bisa masuk sekolah TK. Eh tiap niat buruk itu mau diimplementasikan, bapaknya itu anak selalu ngelirik ke arah kita. SIAL.

Indonesia vs Malaysia

Indonesia vs Malaysia

Ketika pertandingan sudah mau berakhir, si bapak yang tadi memainkan peluit untuk nyuruh2 orang itu tiba2 bangkit. Rupa-rupanya si Bapak ini sempat tertidur. Ketika bangun itu, ia bertanya “Eh, Luluk-Alven menang?” Et dah pak, itu mah udah pertandingan ke berapa tau! Jangan2 abis ini dia nanya “Eh, Ricky-Rexi menang gak..?” Atau lebih parah lagi kalo dia ngomong “Eh, Rudy Hartono gimana? Menang apa kalah?” Yee.. Tidur apa mati suri, pak?!

Skor akhirnya sendiri saya lupa, yang teringat hanyalah kenangan yang bercampur2 di tengah2 lapangan yang penuh keriaan dan teriakan yang hanya berarti satu hal yang diinginkan: Kemenangan dari Kubu Indonesia. Moga-moga saja di tahun ke depannya, banyak kejuaran bulu tangkis yang dapat dimenangkan kembali oleh satria bergitar yang bermodalkan raket dan kok tersebut.

Kido/Hendra

Kido/Hendra

PS

watch despicable me the film right now

: Final Jepang terbuka baru aja selesai dengan emas bagi Kido/Hendra. Lumayan. Eh jangan seneng dulu, hilite di pertandingan ini ada di pundak Simon Santoso. Meski tidak sampai ke babak final, dia ngalahin si Lee Chong Wei asal Malaysia, juara 1 dunia yang mukenye bikin keki itu lho! Mantaps. Ayo yang lain ciayo juga di kejuaran2 berikutnya!!

88 minutes movie full movie

(c) Foto: klik pada gambar

Polygon Monarch Lady: Sepeda Baru, Alhamdulillah!

September 19, 2009 by titiw  
Filed under Techno

I super love my new bike!! Haru banget setelah akhirnya bisa beli sepeda dengan duit sendiri. Alhamdulillah di bulan puasa ini honor nulis saya udah keluar. Hehe.. Sehinggaaaaaa.. Terbelilah sebuah sepeda Merk Polygon dengan tipe Monarch Lady berwarna merah. Inget gak sih wishlist saya di postingan yang Tagged & Untagged ini? Yak, ada kata SEPEDA di dalamnya. Dulu waktu kecil pernah punya peda federal tapi ilang. CIH. Saya beli sepeda baru ini di Rodalink kalimalang tanggal 18 September 2009, setelah sebelumnya cari2 di Internet, sepeda apa yang gak terlalu mahal dengan kualitas lumayan.

My Nu Bike

My Nu Bike

Daaaan tertumbuklah mata dan hati saya kepada si merah yang seksi ini. Garansi untuk frame (batangan di sepeda) sampe 5 tahun, sedangkan garansi untuk servis2 lucu aja sih setahun 3 kali. Eh udah jam 4, ngabuburit puasa hari terakhir sambil nyepeda keliling komplek ah.. Eh jangan lupa kalo ada yg mau sepedaan kemane gitu ajak2 kita orang yaa!!

Spesifikasi Polygon Monarch Lady:

Harga:

game of death film great quality
  • Sepedanya:  Rp 1,175,000
  • Polygon spiral borg with key (konci pake gembog): Rp 45,000
  • Fender Set Polygon (yg dipasang di roda, supaya air gak nyiprat): Rp 38,000

Frame & Fork

  • Frame: Hi Ten Biaxial Frame
  • Fork: Hi-ten big fork bent

Part

  • Handlebar: Rise Steel Black
  • Stem: Black
  • Headset: Threaded Oversized H. Part
  • Saddle: Selle Royale Energy
  • Seatpost: Alloy micro adjust SSABK

Drivetrain

  • Chainwheel: Suntour NEX110 48T
  • Chain: KMC Z50
  • Shifting Lever: Shimano RS31 Dual SIS 18sp
  • Brake Lever: Tektro Resin Alloy
  • Front Derailleur: Shimano TZ31
  • Rear Derailleur: Shimano TX18
  • Brake: Power Steel

Other part

  • Pedal: One pice PP
  • Tyre: Kenda TRAVELITE (K847) 26″ X1.95 Black AV
  • Rim: HJC P6N
  • Spoke: UCP
  • Front Hub: Formula Steel
  • Color: Silver/blue , silver/red

(c) Spesifikasi dan gambar

Double Date @ Passer Baroe

September 19, 2009 by titiw  
Filed under Traveling

“Gemana puasa di hari terakhir Ramadhannya anak-anak..? Tetep pada segeer..?”
“Masih seger kaak! Kita kan ngikutin kakak yang tiap siang minum Hore!!”
“BLEPOK!” *ngegampar si bocah yang bilang Hore*.
“Eh, elu ya kebiasaan panas2 bilang HORE! Lagipula emang sejak kapan gw minum HORE..? Gw itu biasanya tiap siang minum Marimas rasa mangga!” *tersadar*
“Eh nggak kok anak-anak.. masa sih kakak siang2 minum begituan.. Minum itu harusnya ya pas udah adzan magrib, okeh semua?” *jempol dan senyum 3 jari menatap kamera*

Aahaha.. Sekedar intermezzo aja nih, sebelum kita masuk ke jalan2 saya kali ini beberapa waktu lalu sebelum Ramadhan. Masih dengan jalan2 di dalam Jakarta juga, yang katanya indah dan megah. Setelah kapan itu saya sama Kangmas, V & W gegares Burger Blenger di daerah blok M, kita lanjut ke Gedung Kesenian Jakarta yang kata Whery ada acara festival video. Meluncurlah kami dengan hati riang dan perut kenyang. Nyampe sana.. Elho.. Kenapa banyak abegeh2 maih bau kencur gini yak..? Ternyataaaa.. Alih2 festival video, di GKJ yang lagi direnovasi itu sedang diadakan pertunjukan teater dari SMA 28.

Bermain2 di pelataran GKJ

Bermain2 di pelataran GKJ

Tapi daripada memble, yang untungnya tetep kece, kita nyebrang aja deh dari situ ke Passar Baroe yang dikenal juga dengan Pasar Baru. Eh kita jalan ke sana setelah sebelumnya foto2 dulu di GKJ dengan manipulasi cahaya yg cukup apik *cuih*. Jalan ke Pasar Baru, seniman2 jalanan yang biasa bikin gambar potret diri masih ada di sepanjang trotoar depan GKJ. Sesampainya di Pasar Baru, kita cuma jalan jalan lirak lirik kiri kanan ajah. Reuni perasaan nostalgi dengan diri sendiri. Ada Buccheri (bukan “Bule Ngecet Sendiri” *krik*), toko sepatu yang jaman kecil pasti saya selalu ke toko itu sama Papa untuk nemenin beliau nyari2 pantofel untuk kerja.

The legendary Passer Baroe

The legendary Passer Baroe


Toko Buccheri

Toko Buccheri

Sembari merasakan atmosfer Pasar Baru di malam itu, saya sempat bertanya pada diri sendiri.. Dulu waktu kecil kok kayaknya seneeeng banget kalo diajak orangtua ke Pasar Baru ini. Buat beli sepatu sekolah, buat makan di restoran Tropic, dan buat keperluan2 lain. Sekarang setelah semua bisa didapet di mol, mungkin terakhir saya bener2 belanja di Pasar Baru pas kelas 1 SMA, beli barang2 buat MOS. Eh tapi terakir bener-bener ke sini ya kira2 4 th lalu buat beli baju2 super murah di Pasar Atom. Macem di Senen gitu, cuma bedanya baju2 di sini lebih rapi dan bersih.

Riang melihat the famous gang kelinci

Riang melihat the famous gang kelinci

Jalan lagi, ada the famous Gang kelinci lho.. hehe.. inget lagunya gak..? Eits, jangan lupa ada pula Bakminya yang sohor. Wah, apa itu toko benderang dan kelap kelip bernama Go-Lo? Pas kita masuk, ternyata itu toko sagala aya dengan merk dan kegunaan yang kocak2 banget. Whery sama Vina beli kacamata item plastik harga goceng yang di bungkusnya ada kalimat “as seen on TV”, ada senter merk SANgKO, Kacamata merk Pclice, dll. Nyeheheh.. Eh ada pula kamera saya сайты эротического видео скачатьбесплатно yg dibandrol dengan harga Rp 150.000 lebih mahal daripada pas saya beli di JPC *sengak*.

Beda 1 urup beda arti beda harga

Beda 1 urup beda arti beda harga


Toko Sagala Aya

Toko Sagala Aya

Ngiter2 ngiter2, kita balik lagi ke GKJ dengan memutari belakangnya Pasar Baru. Ada bocah2 lagi jalan2 malem, yang terlihat gembira ria sampe gembira loka pas saya foto. Maklum saya kebiasaan bergaul sama anak2 SD< dengan segala suka dan dukanya

movie season of the witch

. Agak serem sih malem2 jalan nyusurin kali depan Pasar Baru yang lengket, item, dan bau.

Street Kiddo

Street Kiddo

Tunggu dulu, museum apa itu..? Waw, Museum Filateli! Kami mampir dan foto2 di depannya meski museumnya sendiri sudah tutup. Terlihat ada kios2 kecil yang jualan perangko. Eh kira2 mereka juga beli perangko gak ya..? saya punya koleksi perangko jaman kecil banyak bener tuh.. lumayan kalo dihargain mahal, hwehehe.. Gak lupa foto di halte Pasar Baru sebelum akhirnya pulang. Again, nice “little” trip with nice companion. Happy jalan2!!

Museum Filateli & Halter Pasar Baru

Museum Filateli & Halter Pasar Baru

the full megamind movie

My Birthday Presents. Woo Hoo!

September 19, 2009 by titiw  
Filed under Titiw Inside

Usia seperapat abad tanggal 5 September kemarin, kado yang dikasih dari orang2 terdekat saya:

Simpsons dari mas T

Simpsons dari mas T

1. Kado dari Mas Thalique –> Collectible figures The Simpsons yang dia nemu setelah ngubek2 Arion Plaza. Mas T ini temen ketemu online saya sejak beberapa th yang lalu, dan akhirnya kita temenan sampe kopdar. Hehe.. Thx mas T!

Mas T

Mas T

2. Kado dari pacar –> Kaos ijo yang bisa dibeli di SINI. Kocak banget, tulisannya: lahir di 6 derajat LU – 11 derajat LS. Mayan menambah pengetahuan akan geogafi saya yang gak bisa bedain Surabaya sama Semarang ini.
*Update: masku abis ngasi kado lagi, yaitu HardDick Hard Disk Seagate 160 giga. Thx beb!

Tau gak di mana persisnya..?

Tau gak di mana persisnya..?

3. Kado dari Jatu –> collectible figures The Simpsons juga kayak mas T, cuman lebih buanyak. Mwehehe.. Makasih ya sayaaang..

Simpsons from Jatu

Simpsons from Jatu

Si Jaja

Si Jaja

4. Kado dari Abim –> Sepaket komik The Simpsons yang versi Marge dan beberapa komik strip buatannya Matt Groening dan 3 box TEH!! SUPERB. Abim ini emang paling tau apa yang aku suka. Oh iya, kartu yg dia kasih pun cute banget.

Kado dari Abim

Kado dari Abim

The cutie card

The cutie card

Semua kesukaanku!!!

Semua kesukaanku!!!

Thx for the presents guys! Especially the best wishes you’ve sent to me! SMOOCH FOR Y’ALL!

buy the king’s speech moivie high quality

PS: Mau ngasi kado ke saya..? tetep ditunggu kok, gak ada kata expired buat kado. HA!

My Self Portrait Drawn By Ekotoon

September 16, 2009 by titiw  
Filed under Titiw Inside

HWAA!!! Senank senank senank!! Seorang teman saya yang super berbakat dalam bidang seni bikinin saya potret diri. Iya, macem yang di Ancol2 gitu.. Atau macem yang di depan gedung kesenian jakarta itu, ma men!! hihi.. Sambutlah EKO, sang artist anak UNJ (emang IKJ doang yang bisa gambar?!) yang akan tenar tak lama lagi karena gambar2nya yang absurd, imajinatif, dan super “kental”. Oh ya, mengenai EKO lebih jauh dan karya komik sakunya yang berjudul KRL, bisa dilihat dari tulisannya Bang AIP di sini “KRL“.

Nih potret diri saya setelah ngasi 7 foto nyampah dan kurang jelas. Dua hari sahaja dia menyelesaikan! Hebring! Yang menurut saya mirip banget itu adalah tekstur rambut saya, terutama di bagian poni. Dibilang lurus enggak, keriting bukan banget, tapi disebut ikal juga emoh. Huihihi. Grazie ya Ko! :D

PS: Mau liat gambar2 Eko yang lain? Hurry open this LINK

Titiw Portrait

Jeram Lobang Cinta di Rafting @ Cianteun, Bogor

September 12, 2009 by titiw  
Filed under Traveling

100% saya yakin kalo kamu belum pernah denger ada tempat rafting di Bogor, tepatnya di Cianteun daerah Situ Udik (Situ udik? Saya kota). Jadi pada tanggal 24 Mei 2009 kemaren (kemaren..? halo.. it’s like.. 4 months ago, yo!) saya dan pacar serta dua orang temannya berarung jeram tanpa perencanaan matang di sini. Namun karena sepertinya temen kita ini sudah terbiasa rafting di situ, kita mah ngikut ajah kayak kebo yang moncong putihnya dicocok. Tanggal 24 Mei bertepatan dengan dirgahayu si Kang Mas lho.. Happy 30 something banget b’day beb!

Ambil gambar rafting dari gugel

Ambil gambar rafting dari gugel

Perjalanan dari Jakarta ke Bogor dan ke daerah Situ Udik memakan waktu sekitar 1,5 jam. Sebelum ke sana, kita jemput orang yang namanya Epiq yang ternyata menyewakan raft, dan seperangkat peralatan gono gini. Yep, kita nyewa peralatan dari kolega, karena di sana gak ada penyewaan. Maklum daerahnya belum komersil, padahal udah ada sejak tahun 90an. Dari Bogor kota ke Situ Udik lumayan lika liku perjalanannya. Kita naro mobil di deket museum Pasir Angin, nah dari situ carter angkot ke tempat rafting. Kenapa kudu carter angkot? Karena emang daerahnya kurang geboy buat dilewatin mobil. Kesian mobilnya ntar turun bero pulang2. Turun angkot, kita masih kudu jalan kira-kira 200 m ke arah sungai dengan membawa peralatan rafting masing2.

Nyampe sungai, masih harus turun tebing kecil dikit dengan derajat yang cukup membuat paha saya yang masih biru2 karena kepleset di depan resto padang jadi cukup kebat kebit. Karena ini adalah pengalaman saya ber-rafting ria, maka dapet brief sebentar dari Kang Ntis. Ntis ini adalah pemuda setempat yang katanya udah sering ikut perlombaan rafting nasional yang gradenya tinggi. Menurut Ntis, Grade di sungai ini adalah grade 4 (waduh, belom pernah repting langsung gret 4? Kan maen..)

Rafting @ Cianteun

Rafting @ Cianteun

Nyemplung.. Airnya super dingin!! Debit air sedang bagus karena baru saja hujan, jadi kalo lagi kemarau rada capek ngayuh si raft karena airnya dikit. Di sekitar tampak anak2 kecil melompat dari atas dengan dilengkapi tawa terbahak-bahak, tanpa selembar benang pun di tubuhnya (bahasa gw mulai eni erow nih). Titik kita berangkat dari Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA di sana, keren macem air terjun gitu mak. Sayang, kamera ditinggalkan di mobil, sehingga keindahan alam sekitar tidak dapat direkam dengan pol. Saya dan pacar di atas raft bersama Epiq & Ntis, sedangkan 2 teman kami naik kayak.

Foto rafting di titk finish

Foto rafting di titik finish

Perjalanan dimulai.. Jebyar.. Jebyuur!!! Seru!!! Di sungai itu, tiap2 jeram yang menggila dinamain lho! Ada jeram “Lobang Cinta”, jeram “Kuda Liar”, dan lain2 yang namanya nyeleneh. Hihi.. Di perjalanan, ngeliat ada lapangan bola di tengah sungai (as in LAPANGAN BOLA), sama kerbau2 yang lagi jalan santai. Total waktu rafting kita 1,5 jam udah sama istirahat. Iya, jadi di tengah2 perjalanan kita sempet istirahat bentar minum dan makan cemilan2. Sedangkan total jarak yang ditempuh sejauh 14 km kurang lebih. Nah, titik finish kita adalah tempat mobil kita berada. Jadi angkot yg kita pake tadi untuk menuju titik start.

Nyobain naik kayak

Nyobain naik kayak

Wih.. Pengalaman yang cukup seru. Tapi meskipun gak ada foto kita lagi di jeram2 itu, sempet foto2 pas di titik finish kok. Hehe.. Terlihat kurang seru jadinya ini foto. Btw, tadi kan saya bilang kalo kita naro mobil di deket museum bernama Museum Pasir Angin. Kata hati ingin berkunjung dong, namun sayang seribu sayang pas saya naik untuk silaturahim eh pintunya masih digembok tuh. Overall.. Perjalanan kali ini menyenangkan, maklum baru pertama kali, hehe. Total uang yang dikeluarkan untuk trip ini cukup murah. Rp 250.000. Yah Tiw.. Itu mah standard. Rafting di mana2 emang Rp 250.000-300.000! Oke, tapi kalo saya bilang harga segitu untuk berdua? ;) Happy rafting!!

Site Museum Pasir Angin

Site Museum Pasir Angin

(c) rafting picture

Basa Basi Bulan Ini

September 7, 2009 by titiw  
Filed under Blab

Cloudy day makes me wondering.. Thunder and lightning wont change what I’m feeling. You know.. Your name is written in the storm. I don’t give a damn with it, but still.. I’m staring those blinking things instead. Oh yeah, give me your lips for a moment young man, to help me forget all kisses from him. Well.. Okay, that’s enuff.

Since I’ve got a crush on you, in round midnight I always hunting for passion from here and there. Though you’re not gonna come in midnight. You said “Midnight”? Thanks, but no thanks dear. I have my own movies to watch. But not round midnight. That’s why you decided to sleepover at her house not mine.  Gosh! You’re so adorable i want to chomp your ears. May I? Thanks. Ups.. It’s melting!! Your ears are melting over me! D’oh! Easter bunny.. I think I’ve just eaten half of your ear, not his. Sorry.. But happy Easter Ramadan anyway! :)

(c) Choc0late bunny

Age 25 But 15 At Heart

September 5, 2009 by titiw  
Filed under Titiw Inside

  • - Lahir di Rumah Sakit Harapan Kita – 25 th yang lalu
  • - Masuk TK Bina Warga – 21 th yang lalu
  • - Masuk SD Peguruan Rakyat – 19 tahun yang lalu
  • - Masuk SMP 51 – 13 th yang lalu
  • - Masuk SMA 71 – 10 th yang lalu
  • - Masuk Univ. Indonesia, Humas – 7 th yang lalu
  • - Masuk Univ.Indonesia, Komunikasi Massa – 4 th yang lalu
  • - Kerja kantoran(NGO) – 1 th yang lalu
  • - Umur seperempat abad – HARI INI

Ya Allah.. meskipun fase2 kehidupan saya ini tipikal orang Indonesia banget.. Makasih udah ngasih saya hidup warna warni kayak iklan Benetton, yang terasa manis sampe bikin tenggorokan gatel kayak gulali di pasar malem di Tanjung Barat. Moga2 sisa umur saya nanti bisa berguna bagi orang lain, minimal bagi diri saya sendiri. AMEN.

PS: Thx for all the wishes, guys!! CUP CUP. Daan.. Special thx untuk Facebook, yang udah bikin orang2 tahu kalo quarter life crisis akan menghadang saya mulai dari.. Sekarang!!

*Judul diambil dari page FB sahabat lacur saya, JATU RATRI

-Mbak-mbak umur 25 pas gak bisa kurang lagi, kakak-

Foto th lalu, pas dikasi bday surprise sama teman2ku tersayang

Foto th lalu, pas dikasi b'day surprise sama teman2ku tersayang