Berkunjung ke Tempat Sakit Jiwa: Yayasan Galuh
Pernah liat orang menderita gangguan jiwa, atau orang gila..? Apa yang lo rasakan..? Apa yang kamu pikir..? Apa yang kamu lakukan..? Mungkin sebagian besar dari kamu akan menjawab “peduli amat”, atau ya malah menjauh agar tidak diapa-apakan. Apakah kamu tau apa penyebab orang menjadi gila..? Apa saja yang bisa dilakukan oleh orang gila..? Simak laporan pandangan mata saya dalam mendatangi Yayasan Galuh, sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial untuk membantu orang-orang yang cacat mental.
Datang dengan nyali yang ciut, akhirnya saya memberanikan diri untuk turun di Yayasan yang berlokasi di Bekasi ini. Sore itu saya bertemu dengan Bapak Suhartono selaku ketua Yayasan, sedangkan pendirinya sendiri adalah Bapak Gendu Mulatif yang usianya sudah sepuh. Bapak Gendu yang merupakan jawara Betawi ini merupakan pemenang Kick Andy Heroes 2009 untuk kategori di bidang sosial karena dedikasinya yang tinggi untuk mengurus yayasan dan segenap pasiennya.
Dengan luas tanah 3200 meter, total pasien di sana berjumlah lebih dari 250 orang, dengan 60 pengurus. Pengurus rata-rata merupakan pasien yang sudah sembuh, dan juga anak cucu dari Bapak Gendu. Diceritakan bahwa pasien di sini merupakan kiriman dari berbagai pihak, seperti keluarga sang pasien sendiri, kiriman dari Polisi, DLLAJ, serta dari beberapa rumah sakit umum di Bekasi. Sebagian lagi merupakan orang-orang yang ditemukan Bapak Suhartono di jalan-jalan, khususnya di Bekasi. Bapak Suhartono menjelaskan “Mbak Titi, kalo di jalan ada wanita cantik, belum tentu saya liat. Tapi kalo ada orang gila, udah pasti saya berenti, tanya2 dan ujung2nya membawa mereka ke sini.”

Pasien termuda, umur 9 th
Beliau berkata bahwa ada beberapa sebab yang membuat seseorang menderita sakit jiwa seperti ini. Karena faktor keturunan (watch out, guys!) karena ada sakit di bagian sarafnya (narkoba, kecelakaan), ataupun karena derita secara psikis (putus cinta, kurang kasih sayang keluarga). Bapak Suhartono menambahkan bahwa rata-rata pasien di sini cukup ganas, namun tetap ia urus dengan kekeluargaan. Biasanya orang-orang seperti itu menjadi sakit karena kurangnya kasih sayang, sehingga mereka harus diurus dengan kasih sayang pula.
Maka daripada itu, jika ada pawai yang diadakan oleh pemerintah kota Bekasi, para pasien ikut berpartisipasi dalam pawai. “Ahahaha.. Saya mah dibawa seneng aja mbak. Tiap acara pawai itu kan rame sekali orang2 di samping jalan, pas kita2 lewat mereka minggir. Saya kira mereka menghormati kita, eh ternyata karena takut, hehehe. Kurang lucu apa coba kalo barisan kita yang harusnya ke depan eh malah jalan mundur?” Sahut Bapak Suhartono dalam mengenang kebersamaannya dengan para pasien. Di sini juga pernah berlangsung pernikahan antara pengurus dan mantan pasien, yang dihadiri oleh Bapak Walikota Bekasi. “Pernikahan itu sungguh merupakan keajaiban Mbak. Kami yang tidak mempunyai dana untuk biaya pernikahan, tiba2 ada rejeki dari beberapa media untuk melaksanakan hal itu. Pak walikota datang juga dan sempat menangis karena terharu.”

Bapak Suhartono dengan Kick Andy Award & acara pernikahan
Lebih jauh lagi, Bapak Suhartono yang hanya lulusan SMP itu bercerita bahwa cara untuk mengontrol pasien yang baru datang adalah dirantai selama 3-4 hari. Selama itu, kotoran dari pasien dibersihkan oleh pengurus yang rata-rata mendapatkan kurang lebih Rp 100.000 untuk uang lelah. Setelah itu, baru dilihat apa faktor penyebab sakit si pasien, baru sitentukan apakah pasien ini akan diberikan doa-doa, dipijit, dan semacamnya. “Mbak Titi, saya sudah di sini 16 tahun bertaruh nyawa. Gigi saya patah. kelingking saya putus, jidat saya sobek, dagu saya kena besi panas, karena ada2 saja ulah pasien. Namun Alhamdulillah saya masih ada di sini untuk membantu mereka sembuh.”

Mess Pengurus & barak Bagian Luar
Ketika kami masuk ke kantornya, terlihat atap kantor masih memakai asbes dan tripleks. Di ujung-ujungnya atap terbuka, dan sekeliling ruangan terlihat kusam dan tidak rapih. Dari situ, kami berjalan melihat rumah Bapak Suhartono yang terdapat di dalam kompleks panti juga. Lanjut melihat barak pasien yang terbagi tiga. Di bagian kanan, merupakan tempat pasien wanita, dan di tengah dan sebelah kiri merupakan tempat untuk pasien pria. “Maaf ya.. di sini agak bau, karena memang rantai mereka tidak dilepas selama beberapa hari. Jadi semua kotoran mereka keluarkan di sini saja. Nanti pengurus yang membersihkannya.” Dan yes indeed, broder. Saya yang biasanya super NGGAK jijikan ini tiba2 mau ngeludah mulu bawaannya. Bau sampah dicampur bau kotoran manusia ples penyakit kulit yang diderita pasien membuat saya agak miris dan kasihan. Tiba2 dari jauh ada cewek telanjang yang marah dan ngedorong bak air.. Waduh.

Barak Pasien & WC Pasien
Sisi yang paling sebelah kiri merupakan mess pengurus. Terlihat kebersihan yang kurang di sini, sampah berceceran di selokannya. Melewati barak, adalah kamar mandi yang terbagi 2. Kamar mandi tertutup untuk para pengurus, sedangkan kamar mandi terbuka untuk pasien. Kamar mandi dan barak yang baru saja dilewati baru saja dibangun, dan merupakan sumbangan seseorang secara pribadi untuk Yayasan Galuh. “Maaf lagi nih kalo agak vulgar ya..” Yak, apa boleh buaaat.. mata saya udah nangkep sekelebat bayangan bugil cowok di bagian tengah. Damn. Mana si mas Arif, orang kantor saya pake moto pula.. “Buset deh Ti, liat deh nih cowok bugil, jembutnya panjang2 bener!” Et dah mas.. gak usah disebut juga kaleee..
Pria Santri. Liat belakang baik2..
Di samping barak, ada sebuah mushalla, dan di sampingnya lagi, ada puing-puing yang nantinya akan dijadikan poliklinik jika dana dari kami memungkinkan. Selain poliklinik, bagian panti yang ingin direhabilitasi juga adalah mess pengurus yayasan. Sembari jalan2 gitu, adaaaa aja kelakuan dari para pasien. Ada nenek2 yang mondar mandir pake baju menyolok. “Nah, si Ibu ini nih emang doyannya yang berbau harta gitu (apa coba berbau harta..?), jadi kalo nemu gelang, kalung, atau apa gitu langsuung dipake semua.” Lagi asik cerita, ada cewek lewat, eh ini cowok apa cewek ya..? “AGUS!!!!!” si Agus ini diteriakin sama Pak Hartono karena.. MAKE BAJU CEWEK!!! Sontak si Agus ini langsung nangis! Ahahahah!!! “Dah elah elu dah, baru dipanggil udah mewek. Kebiasaan bener!” Saya hanya ternganga nganga melihat pemandangan absurd yang terjadi di depan mata kepala sendiri saya.

Si Ibu Harta & Agus si Pemakai baju cewek
Oh, kalian kira itu sudah cukup..?! Belum, kawan. Ada nih pasien yang ngaku2 kalo dia itu adalah santri dari Ciamis. Pertanyaan dari si “santri” ini ialah “Menurut Anda.. Nabi Muhammad itu punya KTP gak..?” hwaa… Gemana guah gak ikut gokiil!! Belum lagi saya lihat ada 2 pria yang dirantai bareng. Katanya, itu supaya seimbang. Si pasien yg satu maunya jalan2 terus, pasien satu maunya diem aja. Jadi mereka jalan beriringan, dan tanpa sadar saling mengontrol antara diri mereka asing2. “Makanya saya paling kesel sama orang egois. Liat aja, orang gila pun punya cara kok untuk berbagi. Kalo orang waras egois, itu mah lebih gila dari orang gila menurut saya.“, ujar Pak Hartono.

Yin & Yang
Dari situ, kami berjalan ke luar kompleks yayasan untuk melihat beberapa ekor kuda, karena penghasilan yayasan ini didapat dari usaha delman dan odong-odong, sebuah permainan anak. Di depan kandang kuda, terdapat pula beberapa rumah pengurus lainnya. Sehingga jika dirangkum, penghasilan yayasan berasal dari uang makan pasien yang didapat dari keluarga pasien, delman dan murni dari donatur-donatur. Ketika saya bertanya kapan para pasien dilepas emua untuk berkumpul. Pak Suhartono berkata “Oh, itu mah biasanya setengah 5 sore, kita semua absen. Paling bentar lagi.” Shit. Udah jam 4 lewat men!!! Akhirnya, daripada terjadi hal2 yang orang gokil itu inginkan, saya dan beberapa teman kantor pun pulang setelah dadah2 dengan para pasien.
Yak, itu dia pengalaman tak terlupakan saya dalam mengunjungi panti sakit jiwa. Kalo ada temen2 yang mau bantu dalam sumbangan baju bekas, bisa langsung datang ke alamat panti di: Jl. Cut Mutiah Kp. Sepatan Gg. Bambu Kuning IX RT 03/02 Sepanjang jaya Kec. Rawalumbu Bekasi 17114. Karena Pak Hartono berpesan, kalau ada baju bekas yang mungkin bisa disumbangkan, mereka menerima dengan senang hati. Akh.. jadi inget lagunya Mbah Surip tentang orang gila yang ngaku2 kalo dia udah sembuh..
“Orang-orang.. Belum tahu, kalau aku sudah semboooh..
RT RW, belum tahu kalo aku sudah sembooh..
Carik Lurah, Belum tahu, kalau aku sudah semboooh..”


jadi keinget jaman kuliah dulu. ada temen yang ngajakin ngeband di rumah sakit tempat bapaknya kerja. udah semangat dan latian siang malem, turned out, itu adalah ulang tahun rumah sakit jiwa porong, lawang, yang ke 100.
jadi ya bayangin aja, bawain lagu creed, di depan orang2 nggak waras *tepok jidat*
tapi ada pengalaan lucu. ada pasien yg deketin temen saya buat pinjem api rokoknya. karena temen saya nggak bawa korek, ya rokoknya yang disodorin. setelah disulut, eh rokoknya nggak dibalikin. mana rokok temen saya tinggal satu itu
)
Huahah.. lagu cree di depan orang2 gokil.. jatohnya gemana tuh mas..?! Ngeluarin kemampuan sekuat tenaga, tapi mereka malah gak mudeng..
jadi kamu ke situ sambil mengenang masa lalu gitu ya tiw?
Begitulah det.. *duduk2 di teras sambil isep cerutu*
ANJRIT!!!
aku ngiri.. sumpah aku ngeri ama orang gila! my biggest fear after bencong. tapi juga pengen tau sebab musabab gilanya mereka.
ah, andai ngkau mengajakku..
Jadi..? Intinya kamu NGIRI apa NGERI sih bhe..? hem… Katanya kalo apa yg kita takutin tuh harus dihadapin biar sembuh bhe.. yuk kapan2 ke mahakam ketemu bencong sama aku temenin ke yayasan ini, hyehehehe.. btw ada tuh aku fotonya si jatu yg dia lagi mirip2nya ama bencong2 mahakam.. huahaha..
ngiri TAPI ngeri! iyah, harus begitu.. kayak bruce wayne sebelum bisa jadi batman.. hahaha..
ah bencong mahakam mah kaga ngeri! yang super serem tuh, bencong ciputat vs bencong kemang! bagaikan freddy vs jason! hhahaha…
eh, aku ada tuh baju bekas.. kirimnya kemana yah?
Nyaaaaaaahahahha.. eh ada baju bekas..? gut2.. kirim ke kantor aku doong.. sebelum hari jumat dooong.. *wink2*
Gue baru tau kalo sakit jiwa juga bisa dari faktor turunan
Wah, pengalaman menarik, Tiw!
Gue juga pengen banget kalo dikasih kesempatan bisa “maen2″ ke sana
Btw, lo ke sana dalam rangka apa, Tiw?
Kalo ke sana lagi ajak2 gue ya!
Beneeeer nih mau diajak ke sana..? ahahha.. udah.. minta pakean bekas aja deh niek.. buat mereka,, langsung salurin aja ke sana ataw ke diriku dulu.. Aku ke sana dalam rangka survey tempat yg mau dikasi bantuan dari Exxon.. Secara kantorku partneran sama Exxon..
spechless… gak tau mw komen apa tiw
lebih karena prihatin kali ya, salut juga buat para pengurus yayasan
tapi klo mw nyumbang pakaian gimana nihh jauuuhh beneuuurrr secara rumah aye di tangerang ga pernah maen2 ke bekasi, ada penampungan sementaranya dulu ga?
Eh tunggu.. bukannya kamu tinggal di BOGOORRR??!?!!! *nuduh* hehe.. ya kalo mau nyumbang ke kantor aku aja.. di sampingnya Planet Holiwut gatot subroto.. tapiii kalo emang niat mah langsung ke sana booo.. I.. DARE.. YOU.. Ahahhahaha!! *evil grin*
saya suka kasihan kalau melihat orang sakit jiwa tanpa busana yg ada di jln2. pingin bgt kasih mereka pakaian langsung, tp takut, krn ga tau cara berkomunikasi dg mereka. salut kpd pak suhartono, dkk. yg berdedikasi tinggi di dunia kejiwaan spt ini! iya, saya jg kepingin tau sebabmusabab knp akhirnya mereka jd sakit jiwa.. (pingin tauuuu aja, rempong deh eike!). thanks tiw, udah berbagi ceritanya!
Iya.. emang.. kalo di jalan tuh suka ada rasa geli, takut, kesihan, campur aduk.. tapi rasa takut itu mengalahkan segalanya.. Hem.. nah itu sebab musabab sakit gila sudah terdiskripsikan di atas darling.. biar ke depannya kamu gak belok dalam hidup yaa..
Pengalaman menarik dan menakutkan
Digodain gak, tiw ?
Digodain sih nggak.. tapi langsung dilamar.. ASeeeeekkk!!
semoga tidak, amiinnn..:) kayaknya istilahnya salah deh tiw, bukan belok tapi miring, hehehe.. kalo belok itu utk istilah yg lain lg..
EHEM. Iya.. hehe.. kalo belok mah nganuh yak.. gyahahah..
aduh tiw, lo ga serem ya?? di bogor banya ktuh orgil yg kadang lepas.krn ada RSJ di bogor. kadang2 ada aja yg tba2 lgi jalan2 santai di jalanan kota bogor. gw sih pribadi serem, krn kadang2 mrka suka ngejar. apa krn gw cakep y tiw?? wkakaakak
cuma ga prnah ngebayangin t4 rehab gt, trutama utk orgil, tp dah kebayang klo mrka sangat minim biaya.
Ga, plis deh. SEREM ABIS GUE!! cuma apa boleh bulat, ini kan kerjaan kantor!! CIH! kenapa sih gw gak ngantor ala2 pegawai bank aja yg hanya duduk di ruang berase, dan jelasin kerjaan kita ke ortu juga gampang..??! Coba kalo kayak gw gini kerja di LSM.. SUka bingung kalo orang nanya apa kerjaan gw!! Huahahha.. curhat gilaaaa.. Ng.. nggak ga, lo dikejar karena lo.. mirip ama mereka.. Wahahaha.. Jadi inget lagunya mbah surip “Aku di di dikejar kejar.. Di di dikejar-kejar.. Akuuu.. Dikejar-kejaaar…”
hkahakhkhaka….bagian “Buset deh Ti, liat deh nih cowok bugil, jembutnya panjang2 bener!” huahauhahahaha….
mereka mana kepikiran buat potot jembung!!!!! huahahahahaa….
AAAAA!!! Potot jembung!! Kiyahahha.. kocak nih kuy!! Tau tuh emang mas arif orang kantor aku. Mana pas pulang, ternyata ada sodaranya dia! Iya, sodaranya dia!! ASELI. Huahha.. buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya..
saya takut ketularan gila abis baca posting ini
Dear masgolek. Coba dibaca lagi di atas.. Penyakit jiwa seperti ini TIDAK menular. Tapi dari saraf, psikis, dan KETURUNAN. Coba dicek ya family treesnya, kakak..
[...] baru, saya langsung memakai tanpa dicharge terlebih dulu. Untuk seharian foto2 di Kota Tua & Yayasan Galuh: 332 jepret dihasilkan dari sini. (campur2, ada flash, ada [...]
weq…. kenang-kenangan mei-juli 2007. sama bang yono selaku pengurus saya waktu tinggal di yayasan galuh. yup…hidup itu memang…. ” hmmm…. banyak orang tidak memahami mereka, “semoga harapan demi harapan dalam doa dipanjatkan: bila kita mengenal mereka kita akan tahu siapa sebenarnya manusia itu:p
Oh mas Irvan sempet tinggal di sana mas..? Wah salam kenal ya.. di sana saya diterima dengan baik..
tiw.. minta no tlp panti nya punya gak .tlg ya…tks
Wah.. gak ada tuh say.. jadi program ini kan programnya kantor lain.. saya cuma dateng bantuin survey aja.. jadi yg berhubungan langsung bukan saya.. maaf ya..
salut aku sm kamu tiw, punya nomor telp. Yayasan Galih? kira-kira kalau kita mau kirim orang ’sakit’ kesana bayar nggak ya? ada tetangga yang’sakit’ & keluarganya nggak mampu & nggak mau ngurus, siapa tahu bisa sembuh lagi kalau kita bawa kesana.thanks
Wah.. sayang aku gak punya telponnya. Bayar sih sebenernya nggak dipaksain. Biasanya kalo ada keluarganya yang mau “nitipin”, bayar untuk uang makan sama kebersihannya aja kok tiap bulan. Kalo orang2 yang diangkut dr jalan mah siapa yang mau bayar…? Jadi kalo bisa “pasien” yg ada keluarganya diharapkan menyumbang agak lebih biar subsidi silang. Eh btw ini cuma usulku aja lho ya.. bukan dikasi tau dari yayasan galuhnya..
boleh minta almt lngkap yayasan nya????
Saya sudah taro alamatnya di artikel. Dilihat aja lagi. Tapi kalo males saya kasih lagi deh.. hehe.. di Jl. Cut Mutiah Kp. Sepatan Gg. Bambu Kuning IX RT 03/02 Sepanjang jaya Kec. Rawalumbu Bekasi 17114. Sama-sama.