Tertawa Bersama Selama 1 Menit Saja
Dalam bus sumpek, penuh dengan bau-bauan aneka warna yang meruap dari orang-orang yang beraneka ragam pula.. Terdengar satu bahasa yang sama. Yang sangat universal. Tawa. Ya, tawa itu digelontorkan bersama-sama oleh para penumpang bus 46 jurusan Grogol-Cililitan. Ketika dalam kemacetan yang menghadang dan membuat semua orang meradang, mobil kijang lama di sebelah bus yang kami tumpangi jendelanya tiba-tiba terbuka dengan heboh. Dari jendela itu, seorang bapak berumur 50an mengeluarkan kepalanya dan ia BERSIN! Bersin sebersin-bersinnya BERSIN! “HWACCCUUHH!!!!” Suaranya kencang sekencang-kencangnya kencang. Sontak semua orang, saya ulang, SEMUA ORANG dalam bus itu tertawa. Tertawa setawa-tawanya TAWA. Lalu bagaikan dalam gerakan lambat, satu persatu dari mereka saling menebar senyum karena baru saja berbagi pengalaman sama yang menggelikan.
Pedagang rokok tersenyum kepada sang sopir yang sebelumnya memaki kemacetan yang membuat pinggangnya kumat, Mbak-mbak kantoran yang memakai rok mini tersenyum kepada mas-mas kantoran yang menggenggam Blackberrynya yang masih nyicil, cowok kuliahan yang memakai kaos Benyamin tersenyum kepada anak kecil berkuncir kuda, seorang ibu berjilbab yang seluruh jarinya dihiasi cincin batu akik tersenyum kepada sang kenek yang bajunya tidak diganti selama 2 hari, ini tersenyum kepada itu, sana tersenyum kepada sini. Menyenangkan jika kita ikut tenggelam dalam euforia 1 menit yang dipenuhi gelak ini.
Sayang, hanya 1 menit. But still.. One is better than none, rite..? Have a nice week days, mate!
Popularity: 8% [?]
June 23 2009 12:11 pm | Blab









June 23rd, 2009 at 3:30 pm
wakakakakakaa…. tertawa di atas penderitaan orang lain!
June 23rd, 2009 at 5:24 pm
Eh.. dia gak menderita tau.. yg ada dia bikin pahala karena bikin kita ketawa..
June 23rd, 2009 at 11:27 pm
But still.. One is beter than none, rite..? Have a nice week days mate!
Sepakat,titiw!
June 24th, 2009 at 2:58 pm
Yay! Ada yg sepakat!! (lah kayak nama taxi nih gi.. Hahah..)
June 24th, 2009 at 5:56 pm
Hei senyum itu menular
nih gue senyum juga ma lu tiw
June 24th, 2009 at 6:36 pm
semoga senyum sedetik bisa mengusir muram durja setahun….
*hlho?! apaan sih kuy?
June 25th, 2009 at 9:17 am
June 25th, 2009 at 9:18 am
*tendang kuya dari atas bus 46 dibantu 43 orang lainnya*
June 28th, 2009 at 2:32 pm
Berarti si bapak itu dapat pahala karena sudah buat orang lain merasa senang walo hanya 1mnt saja.
June 28th, 2009 at 9:54 pm
*like*
June 29th, 2009 at 10:59 am
Tuh Pak, bersin aja dapet pahala, apalagi ngasih duit..
June 29th, 2009 at 11:01 am
*thanks*
June 29th, 2009 at 11:16 pm
aku pernah tuh, di busway. hacim sekencang2nya, sebesar2nya.. eh malah jadi becandaan ama ibu2 kantoran.
iqs: “HOACHIM!!! alhamdulillah”
ibu “kantoran: yarhamukallah”
iqs: “yahdikumullah”
ibu kantoran: “yah sudahlah”
iqs: “???”
June 30th, 2009 at 10:01 am
Gwahahhahaha!!! Beneran tuh be..? ah fiksi nih, fiksi!!! too funny to be truth!!
June 30th, 2009 at 2:53 pm
sebenrnya hanya sebuah pengalaman sederhana, tp klo dipikir2 emang betul…
senyum itu kan bahasa yang paling universal dan memiliki pengaruh
June 30th, 2009 at 4:58 pm
Rite.. Ternyata kamu nangkep apa yg mau aku sampaikan ke dunia.. *peluk2*
July 1st, 2009 at 12:42 pm
betcyuuuuullll!!! stujuuuuuhhhhh!!! *thumbs up*
July 1st, 2009 at 10:24 pm
Eh mbak tya.. sekali dateng semuaaa tulisan aku dikomentarin, hehehe.. thanks for the thumbs anyway..
July 3rd, 2009 at 10:07 am
cuma semenit, tapi memberi arti dan menyegarkan suasana..
ah sudut pandang yang keren !
salam !
July 3rd, 2009 at 11:03 am
Terima kasih.. untuk.. sudut pandangnya..
July 3rd, 2009 at 12:39 pm
1 menit yg sgt berarti untuk kota sumpek seprti jakarta…
July 3rd, 2009 at 4:17 pm
Iyes.. Lumayan jadi gak kepikiran macetnya.. meski hanya untuk 1 menit saja..
July 6th, 2009 at 2:17 am
Senyum memang membawa kita ke dunia yang lebih baik
July 6th, 2009 at 12:10 pm
July 10th, 2009 at 12:33 pm
Saya ikut tertawa Titi…tapi tentu jadi tertawa kecut, jika saya yang bersin…hehehe
July 10th, 2009 at 6:54 pm
Haha.. kalo kitanya yg bersin mah.. kite yang nginyem diketawain satu bus, bu..