Tertawa Bersama Selama 1 Menit Saja

June 23, 2009 by titiw  

.!.

Dalam bus sumpek, penuh dengan bau-bauan aneka warna yang meruap dari orang-orang yang beraneka ragam pula.. Terdengar satu bahasa yang sama. Yang sangat universal. Tawa. Ya, tawa itu digelontorkan bersama-sama oleh para penumpang bus 46 jurusan Grogol-Cililitan. Ketika dalam kemacetan yang menghadang dan membuat semua orang meradang, mobil kijang lama di sebelah bus yang kami tumpangi jendelanya tiba-tiba terbuka dengan heboh. Dari jendela itu, seorang bapak berumur 50an mengeluarkan kepalanya dan ia BERSIN! Bersin sebersin-bersinnya BERSIN! “HWACCCUUHH!!!!” Suaranya kencang sekencang-kencangnya kencang. Sontak semua orang, saya ulang, SEMUA ORANG dalam bus itu tertawa. Tertawa setawa-tawanya TAWA. Lalu bagaikan dalam gerakan lambat, satu persatu dari mereka saling menebar senyum karena baru saja berbagi pengalaman sama yang menggelikan.

Pedagang rokok tersenyum kepada sang sopir yang sebelumnya memaki kemacetan yang membuat pinggangnya kumat, Mbak-mbak kantoran yang memakai rok mini tersenyum kepada mas-mas kantoran yang menggenggam Blackberrynya yang masih nyicil, cowok kuliahan yang memakai kaos Benyamin tersenyum kepada anak kecil berkuncir kuda, seorang ibu berjilbab yang seluruh jarinya dihiasi cincin batu akik tersenyum kepada sang kenek yang bajunya tidak diganti selama 2 hari, ini tersenyum kepada itu, sana tersenyum kepada sini. Menyenangkan jika kita ikut tenggelam dalam euforia 1 menit yang dipenuhi gelak ini.

Sayang, hanya 1 menit. But still.. One is better than none, rite..? Have a nice week days, mate!

Comments

30 Responses to “Tertawa Bersama Selama 1 Menit Saja”
  1. deteksi says:

    wakakakakakaa…. tertawa di atas penderitaan orang lain!

  2. gilang says:

    But still.. One is beter than none, rite..? Have a nice week days mate!

    Sepakat,titiw!

  3. Hei senyum itu menular :)
    nih gue senyum juga ma lu tiw

  4. kuy says:

    semoga senyum sedetik bisa mengusir muram durja setahun….

    *hlho?! apaan sih kuy?

  5. zee says:

    Berarti si bapak itu dapat pahala karena sudah buat orang lain merasa senang walo hanya 1mnt saja.

  6. iqs says:

    aku pernah tuh, di busway. hacim sekencang2nya, sebesar2nya.. eh malah jadi becandaan ama ibu2 kantoran.

    iqs: “HOACHIM!!! alhamdulillah”

    ibu “kantoran: yarhamukallah”

    iqs: “yahdikumullah”

    ibu kantoran: “yah sudahlah”

    iqs: “???”

  7. sebenrnya hanya sebuah pengalaman sederhana, tp klo dipikir2 emang betul…
    senyum itu kan bahasa yang paling universal dan memiliki pengaruh :)

  8. tya says:

    betcyuuuuullll!!! stujuuuuuhhhhh!!! *thumbs up* :)

  9. warm says:

    cuma semenit, tapi memberi arti dan menyegarkan suasana..
    ah sudut pandang yang keren !
    salam !

  10. kunyuk says:

    1 menit yg sgt berarti untuk kota sumpek seprti jakarta…

  11. Andre says:

    Senyum memang membawa kita ke dunia yang lebih baik :)

  12. edratna says:

    Saya ikut tertawa Titi…tapi tentu jadi tertawa kecut, jika saya yang bersin…hehehe

  13. Serasa melihat diri sendiri yang selalu bersin di mana pun kapanpun. selalu ditertawakan banyak orang kalo bersinnya keras dan terdengar lucu. padahal kalo ditahankan bisa berbahaya… :’(

  14. seno says:

    bhuahaha bulu idung si bapak rontok semua tuh kayaknya.. :) )

Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>