Thesaurus In My Hand
Remember when I told you that I wanna have Bahasa Indonesia Thesaurus so bad..? My wish is granted, guys!! Yep, my man gave it to me as our anniversary present! (anniversary present these days..? MEH.) FYI, he bought it at Jakarta Book Fair which held from June 27 – July 5, 2009. So, it was not as pricey as I thought. Thank you so much bibeh! For now, I could broaden my words in Bahasa. Hopefully as broad as your Guru, the one and only Goenawan Mohamad
. Hyehehehe.. *smooch*

Tesaurus Bahasa Indonesia
Seandainya Guru Bisa Membaca Pikiran
Menarik juga. Pada saat UAN, begitu menginjakkan kakinya di kelas ujian matematika yang akan diawasi suara-suara mulai bermunculan di kepala sang guru.
Aduh, kayaknya serem banget yang ngawas… (cowok, culun nilainya rata-rata, lulus syukur nggak lulus tinggal ikut paket C, nothing to lose).
Ih aneh banget nih guru, kakinya pendek tapi badannya tinggi… (cewek, cantik, tipikal yang suka bergerombol sama temen-temen cantiknya, biasanya anak OSIS tapi nggak pinter-pinter amat, cenderung lamban).
Gw harus lulus, gw bakalan malu banget kalo nggak lulus nanti… (cewek rambuut panjang, pinter, atau paling tidak teman-temannya satu sekolah mengganggapnya pinter, harus lulus, kalau tidak akan dianggap aib dan tingkat kemungkinan pingsan jika tidak lulus 90%).
Jadi nanti x kuadrat akar, terus dibagi ini jadi… berarti rumusnya… (cowok, rajin, pinter sedeng, tapi obsesi tinggi untuk lulus, masih menghapal rumus di saat-saat terakhir)
Ah ane pasrah aja deh, yang penting sekarang doanya, ane dah belajar, ane dah usaha… (cowok, anak ROHIS, of course religius, menyerahkan diri sepenuhnya pada Yang Kuasa)
Asik, sebelah gue kayaknya pinter nih, lirik dikit kayaknya bisa keliatan… (cowok, populer di sekolah, gaul, cenderung nggak pinter tapi keberuntungannya tinggi, teman-temannya yang kutu buku selalu mau ngasih contekan dan membantu mengerjakan tugas-tugasnya).
Aaahh gawat-gawat, perut gw sakiiiitt, gw buru-buru kagak berak tadi pagi, gw tahan nyampe nggak ya? (cowok, nggak terlalu pinter tapi somehow selalu manage to get out of trouble with his wits).
Habis ini selesai gw mo minta anterin Mas Doni ah beli baju (cewek, orang kaya, rambut pendek, anak bungsu, manja, ga terlalu mentingin akademis yang penting have fun di sekolah).
Dan banyak lagi suara-suara yang mengawang-awang memenuhi kepala sang guru…
KING: Review
Pemain: Mamik Srimulat, Rangga Raditya, Lucky Martin, Wulan Guritno, Ariyo Wahab, Surya Saputra
Sutradara: Ari Sihasale
WHAT:
Guntur ialah seorang anak kampung bercita-cita menjadi seorang pemain bulutangkis. Hal ini didorong oleh ayahnya, yaitu Pak Tejo (Mamik Srimulat), penggemar berat bulutangkis khususnya si Liem Swie King, yang sehari-harinya merupakan pengumpul bulu angsa untuk dibuat menjadi kok. Pak Tejo sunguh2 ingin anaknya menjadi pemain bulu tangkis, sehingga ia menjadi cukup keras kepada Guntur dengan selalu menyuruhnnya latihan fisik, serta berlatih terus menerus. Beberapa permasalahan menjadi bumbu film ini. Masalah raket yang berkepanjangan, masalah persahabatan Guntur dengan temannya Raden (Lucky Martin) dan masalah yang Guntur miliki sendiri di dalam dirinya. Apakah hubungan Guntur dengan ayahnya akan berakhir baik? dan yang terpenting, apakah Guntur bisa benar2 menjadi seorang pemain bulu tangkis nasional seperti Liem Swie King sang idola?
Tiw’s Opinion:
WOW. Film yang saya tonton ba’da kerja di hari Jumat sangat menohok sukma. Langsuuung film ini melejit ke daftar top 10 film Indonesia terelok sepanjang masa versi saya sendiri. Kejadian2 lucu di dalamnya mengalir tanpa dibuat2. Masalah akting? Hem.. Ariyo Wahab cukup oke, lalu adegan marah Guntur itu amat natural. Tidak sok jadi anak baik yang marahnya di belakang saja. Nah, yang perlu dihighlight, dibold dan distabilo dengan warna cerah adalah akting dari Mamik Srimulat sebagai ayah Guntur. Karakter orang kampung yang sayang kepada anaknya dengan cara yang tidak eksplisit dapat ia bangun dengan nyaris sempurna (karena kesempurnaan tetep milik Allah ya anak2..).
Adegan yang betul-betul saya suka dari film ini yakni lokasi pengambilan gambar. Subhanallah. Kamu akan merasa kalo Indonesia itu maha indah. Belum lagi angle2 pengambilan kamera. Cuco bo. Minus dari film ini apa ya..? Apa? kebanyakan naro iklan? Ah ya wajar, kalo nggak ya si Ari Sihasale rada keder juga lah bikin film ini. Oh ya, minusnya cuma satu, foundation yang dipake si Guntur agak keputihan nek.. Coba itu warnanya diturunin satu tone.. Nah gitu kan lebih pas.. Sama akting agak kaku dari Michelle, bocah cewek yang teteknya baru tumbuh, yg berperan sebagai anak dari Wulan Guritno. Nonton film ini gak nyesel dehhh.. Ada yang mau ajak saya nonton lagi..?? *ngelirik Vina Gondosaputro* Pokoknya, Bravo buat “Alenia Pictures” yang udah punya ide cerita seperti ini, sehingga membuat KING menjadi film bulutangkis pertama di dunia.
Cocok ditonton:
Seperti film Garuda di Dadaku, film ini pas ditonton kamu yang ingin rasa nasionalisme meningkat, kamu yang mau mengisi liburan panjang ini, atau kamu yang bercita2 untuk keringetan di Istora senayan sambil mengenakan kalung emas di balik kaos bertuliskan Yonex. Oh ya, Unee.. Ini film juga cocok kamu tonton.
Kudos:
4 kok mungil terbuat dari belerang yang bias mengobati mulut kamu yag gatal ingin terus2an menyela film Indonesia.
Dijual Telebit Netbook: Rp 3,4 juta
TELEBIT Teachers Edition
- CPU : Intel Atom N270 – 1,6 GHz
- Memory : 1 GB SO DIM DDR2
- Chipset : Intel
- Wireles : Wifi chipset 802.11bg
- Storage : SATA 2,5″ HD 160 GB
- OS: Linux
- LAN : 10/100 Mbps
- Cam : Webcam 0.3mpix
- Audio : Hidef audio, stereo speaker output, mic in
- Batery : 3 cell
- Screen : LCD screen 10,2″ at resolution1024 x 600
- Garansi : 1 tahun penuh
- Warna: HITAM saja
Buat kamu yang merasa GURU, ini khusus buat kalian!! Kalopun bukan guru, bisa juga pesen, dengan menyertakan surat keterangan. Minta aja sama guru yang kamu kenal, hehe..
Kelebihan dibandingkan dengan Asus EEE PC:
- Layar lebih besar dengan resolusi yang tinggi (ow.. Lebih maknyus untuk lala lili!!)
- Memory lebih besar, yaitu 1GB sehingga dapat menjalankan beragam program mulitmedia (Eits, gak ada lagi tuh yang namanya lemot bin lambre).
- Hard disk 160 GB (ASUS cuma 4 giga bo!) sehingga dapat memberikan keleluasaan untuk diisi beragam software dan data (Mau lagu, mau foto, mau foto, bahan ngajar.. Semuaaa deh ada di sini!).
Keterangan lebih lanjut dapat dilihat di http://www.nucleom.com/prod-netbook.html
-
Harga dalam web site tersebut: Rp. 3.750.000,-
-
Harga yg saya tawarkan : Rp 3.400.000,-
Default OSnya LINUX, tapi bisa kita ganti jadi WINDOWS, kalo mau tinggal tambah Rp 50.000 aja.. Oh ya, barang ready stock sehingga gak perlu indent2 apalagi nyinden. Pesen sekarang, langsung dikirim. Kalo mau pesen, langsung japri ke email: linger_nation@yahoo.com ya
. Wassalam.
Rest In Peace, Jacko..
June 26, 2009 by titiw
Filed under Titiw Inside
Michael Jackson, The King of Pop meninggal di umurnya yg ke-50 pada hari Kamis (waktu Amerika) atau hari Jumat dinihari WIB. Penyebab kematiannya sendiri masih dipertanyakan. Los Angeles Times menyatakan bahwa Michael dikabarkan meninggal di Rumah Sakit UCLA Medical Center. Tapi, ada juga sumber yang mengatakan bahwa Michael meninggal di rumahnya, dan dilarikan ke RS tersebut. Well.. Rest In Peace, Jacko.. Moga2 Tuhan kenal sama kamu ya.. Untuk kamu2 fans Jacko.. Nih saya kasih link “The Best of M.J on YouTube”
A Nightmare on Elm Street movie download . Cheers!
PS: Farah Fawcett, pemeran serial TV Charlie’s Angel juga meninggal di hari yang sama dengan Jacko meninggal, di umur 62 setelah berjuang melawan kanker yang dideritanya.
PS2
: Kayaknya baru aja kemaren saya nulis serba serba serbi Jacko
di blog Friendster saya. Sok atuh dikunjungi..
(c) Foto Jacko
Garuda di Dadaku: Review
Garuda di Dadaku
What:
Bayu (Emir Mahira) seorang anak laki-laki berumur 12 tahun punya hobi bermain bola. Tidak ada yang salah dengan hal itu, namun kakek si Bayu ini (Ikranegara) merasa bahwa bermain bola adalah hal yang sia-sia. Hanya akan berujung pada masalah, dan menurutnya pula seseorang sama sekali tidak bisa dibilang menjadi orang sukses dengan bermodalkan suka pada sepakbola. Ujung-ujungnya, kakek menghujani Bayu dengan les lukis, les musik, dan les-les lain yang dilakoni Bayu hanya untuk menyenangkan kakeknya.
Memiliki teman difabel bernama Heri (Aldo Tansani) yang menyupportnya habis2an, Bayu mulai berani mewujudkan cita-citanya untuk lolos dalam seleksi Tim Nasional U-13. Agar bisa menjadi pemain nasional yang memiliki emblem garuda di bagian dada. Apalagi ketika mereka bertemu dengan Pak Johan (Ari Sihasale), seorang pelatih klub bola ternama yang menawari Bayu untuk masuk klubnya. Makin terbukalah peluang tersebut. Bagaimana usaha Bayu untuk lolos seleksi? Mengapa kakek begitu melarang Bayu untuk bermain bola? Tonton filmnya yang masih beredar di bioskop2 kesayangan Anda.
Tiw’s opinion:
Lima huruf untuk film ini: WAJAR. Semua berjalan sangat wajar. Meskipun ada iklan produk rambut sedikit yang ditampilkan di sini. Tapi iklan itu masih sangat wajar dibandingkan film2 lain yang bertebaran iklan sana sini. Belum lagi acting semua orang yang sangat wajar pula. Porsi bang Duloh, sopir Heri yang diperankan oleh Ramzi juga wajar, perannya yang lucu dapat mengimbangi acting anak2 yang masih baru di dunia film. Tidak lucu-lucu berlebihan ala cong style yang diusung Olga dan kawan2nya itu yang mulai memuakkan. Oh ya, perhatikan adegan menangis Maudy Koesnaedy, ck ck ck. Ini baru namanya artis, jarang main film, tapi sekalinya naik, menampilkan acting yang ciamik dan wajah yang tetap segar. Oh yeah, lagu2 Netral sebagai mengisi soundtrack film ini juga yahud. Btw perhatiin gak kalo lagu Garuda di Dadaku ini satu nada sama “Apuse.. Kokondao.. Yarabe.. Sorendoreri..”
Cocok Ditonton:
Kamu-kamu yang mau rasa nasionalisnya bertambah at least 5 %, dan para orangtua yang MERASA selalu tahu apa yang terbaik untuk anaknya. Oh ya, serta kalian anak-anak Indonesia yang sedang libur, ayo minta mama papa keluarin uang untuk nonton film ini ya!
Kudos:
Untuk film yang (nampaknya) berbajet rendah, namun jauh lebih ok dibandingkan film2 ra mutu berbajet tinggi dengan efek2 yang DIRASA canggih.. Saya memberi film ini: 3 garuda kinclong bak baru saja dielap memakai Brasso.
(c) Poster Film
Tertawa Bersama Selama 1 Menit Saja
Dalam bus sumpek, penuh dengan bau-bauan aneka warna yang meruap dari orang-orang yang beraneka ragam pula.. Terdengar satu bahasa yang sama. Yang sangat universal. Tawa. Ya, tawa itu digelontorkan bersama-sama oleh para penumpang bus 46 jurusan Grogol-Cililitan. Ketika dalam kemacetan yang menghadang dan membuat semua orang meradang, mobil kijang lama di sebelah bus yang kami tumpangi jendelanya tiba-tiba terbuka dengan heboh. Dari jendela itu, seorang bapak berumur 50an mengeluarkan kepalanya dan ia BERSIN! Bersin sebersin-bersinnya BERSIN! “HWACCCUUHH!!!!” Suaranya kencang sekencang-kencangnya kencang. Sontak semua orang, saya ulang, SEMUA ORANG dalam bus itu tertawa. Tertawa setawa-tawanya TAWA. Lalu bagaikan dalam gerakan lambat, satu persatu dari mereka saling menebar senyum karena baru saja berbagi pengalaman sama yang menggelikan.
Pedagang rokok tersenyum kepada sang sopir yang sebelumnya memaki kemacetan yang membuat pinggangnya kumat, Mbak-mbak kantoran yang memakai rok mini tersenyum kepada mas-mas kantoran yang menggenggam Blackberrynya yang masih nyicil, cowok kuliahan yang memakai kaos Benyamin tersenyum kepada anak kecil berkuncir kuda, seorang ibu berjilbab yang seluruh jarinya dihiasi cincin batu akik tersenyum kepada sang kenek yang bajunya tidak diganti selama 2 hari, ini tersenyum kepada itu, sana tersenyum kepada sini. Menyenangkan jika kita ikut tenggelam dalam euforia 1 menit yang dipenuhi gelak ini.
Sayang, hanya 1 menit. But still.. One is better than none, rite..? Have a nice week days, mate!
ENVY
Scoop movies Yes, I envy you, and her and him and them. Who can fluently say what’s on your and her and his and their mind.
Yeah, I envy you, and her and him and them. Who can directly draw your and her and his and their life like a pro.
TAI LAH
-Suatu malam di kala penulis merasa mulai ada kerut di sekitar mata-
(c) Draw





