Since I’m a Narcist Freako, I Serve You This..

April 30, 2009 by titiw  
Filed under Blab

This What-So-Called Personality Test Taken from here

Your view on yourself:
You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.
–> Ya, saya memang straight dan efisien. Next!

The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:
You like serious, smart and determined people. You don’t judge a book by its cover, so good-looking people aren’t necessarily your style. This makes you an attractive person in many people’s eyes.
–> Makanya dari dulu cowok saya gak ada yang kece, tapi menang olimpiade fisika semua.

Your readiness to commit to a relationship:
You prefer to get to know a person very well before deciding whether you will commit to the relationship.
–> Nah.. udah tau jadinya alasan saya belum mengarungi bahtera rumah tangga?!

The seriousness of your love:
Your have very sensible tactics when approaching the opposite sex. In many ways people find your straightforwardness attractive, so you will find yourself with plenty of dates.
–> Eish.. Plenty but nay quality

Your views on education
Education is very important in life. You want to study hard and learn as much as you can.
–> Ayah.. terima kasih udah jual mobil sama tanah di Sukabumi untuk biayain saya sekolah di kota.. *bersimpuh mode: on*

The right job for you:
You’re a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you’ll be set for life.
–> Udahlah, susah amat sih nulis “Jadi bos di perusahaan travel yang kerjanya jalan2 doang.”

How do you view success:
Success in your career is not the most important thing in life. You are content with what you have and think that being with someone you love is more than spending all of your precious time just working.
–> Betull.. Makanya kamu2 sekarang ngerti kenapa saya selalu gak punya duit kan..?!

What are you most afraid of:
You are concerned about your image and the way others see you. This means that you try very hard to be accepted by other people. It’s time for you to believe in who you are, not what you wear.
–> Yak, hal ini sangat hooh setelah ketakutan saya sama Allah dan Asu (Eish.. Gaya bener lu, tante!)

Who is your true self:
You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues. Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.
–> Waduh.. saya dibagus2in amat ya.. hahahhahahahahahah.. Huek..

Udah Babi, Kena Flu Pula! Iyeuh..

April 27, 2009 by titiw  
Filed under Titiw Inside

“Ada di antara kamu cewek2 yang koleksi pernak pernik babi? Iya, babi2 lutu warna pink, bulat menggemaskan dengan ekor mringkel2 imut..? Ada? Ada? Yak, yang di ujung sana??!” *seseorang mengangkat tangan malu2 ala mbak2 banyuwangi* “Aduh Joko.. KAMU GAK DENGER APA??! Saya nanyanya CEWEK!” *geplak Joko pake penggaris pink bergambar babi yang lari2 manja di pegunungan*. Oke, kalo liat miss piggy, liat kaos2 tergantung malu2 di Mangga 2, liat pernak pernik stationary, emang sih kesannya babi itu lucu. TAPIIIII.. Adakah di antara kamu yang pernah liat babi beneran? Cih. Babi itu gak ada lucu2nya kaleee.. Udah butek, bau, haram pula!! (Eh tapi dia Islam gak ya..?)

Aduh, saya kok out of topic banget ya.. hehe.. grook! Nah, denger2 nih, sekarang ini, si Babi yang gak ada lucu2nya itu terserang FLU!!! Ada yang tau namanya flu apa..? Ada yang tau? Ya namanya FLU BABI doong.. *jumawa*. Kalo flu burung ada nama alias (kayak jagoan2 kampung) yaitu Avian flu, the latest flu ini jg ada nama aliasnya doong.. yaitu swine flu. Gila ya nih babi.. Udah jelek, gak punya duit, diharamkan, sekarang pake kena flu!!

Disinyalir (asik.. bahasa wartawan propesonal bener nih..) virus yang merupakan kombinasi antara flu babi, flu burung, dan flu manusia ini berasal dari Meksiko setelah menewaskan 81 orang dan menginfeksi sekitar 1.300 orang di Meksiko. Virus ini juga telah merambah ke Amerika Serikat dan menginfeksi 11 orang di California, Texas, dan Kansas. Kanada dan Selandia Baru menjadi negara terbaru yang memastikan kasus virus ini terdapat dalam tubuh manusia. Pertama tamanya, penyakit ini hanyalah menular antara satu babi dengan babi yang lain. Tapi entah mengapa, penyakit ini rada belok sehingga menular pula ke manusia. Nah, kalo manusia satu udah kena, flu ini bisa nular lagi ke orang yang lain!! Betapa menyeramkannya! Mungkinkah tingkah polah manusia sudah segitu merusak keseimbangan alam sehingga hal2 seperti ini dapat terjadi?

We against pig!!

*Otong tunjuk tangan* “Kak, kak! Emang kenapa sih kalo nyebar? Ini kan emplu doang, besok juga udah sembuh kalo minum neojep!” Hem.. benar juga apa yang dikatakan Otong.. lalu apa yang harus kukatakan agar aku tidak terlihat memalukan, Isabel? Aha, ada gugel! “Aduh Otongg.. flu ini ya gak sama dong sama flu yang kamu idap sebulan dua kali gara2 kebanyakan renang di empang! Tapi emang gejala flu babi pada manusia mirip dengan flu biasa pada manusia. Yakni, demam yang muncul tiba-tiba, batuk, nyeri otot, sakit tenggorokan dan kelelahan yang lebay. Selain itu, virus flu babi bisa membuat penderita muntah-muntah dan diare!”

For the Moment movies Jadi, meskipun (Insya Allah) belum masuk Indonesia, namun Departemen Kesehatan telah menyebar surat edaran kewaspadaan dini kepada jajaran dinas kesehatan dan kantor kesehatan pelabuhan di seluruh provinsi di Indonesia untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya. (ya iyyalah.. namanya juga udah surat edaran kewaspadaan..). Ketua Komisi Teknis Kesehatan Dewan Riset Nasional Prof. Amin Soebandrio juga menjelaskan, flu babi adalah penyakit pernapasan babi yang disebabkan virus influenza tipe A yang sering menyebabkan wabah influenza di babi, dengan angka kematian rendah. Sebagian besar wabah terjadi pada akhir musim dingin dan bulan-bulan dimana juga terjadi wabah flu pada manusia.

Jadi, meskipun gak terlalu berbahaya, kita harus tetep jaga kesehatan. Meski kelihatannya mudah, cuci tangan adalah salah satu aktivitas yang sering alfa kita lakukan. Padahal dengan cuci tangan secara teratur dapat membantu mencegah terjangkitnya flu ini. Ya toch..? Lebih baik mencegah daripada mengobati.. Jalaran soko kulino. Makanya mendingan ikut asuransi jiwa dari tempat saya aja jeung.. klaimnya gampang.. *wasweswos*
Jadi intinya ini jualan asuransi..??!!
ARGGH!!! *lari2 pake celana dalem babi doang sambil makan daging ham*

dvd paranormal activity 2

PS: Apa sih ni menkokesra-yang-gak-peka-kerjanya-mancungin-dagu-doang bisanya cuma gelar rapat rapet doang.. Langsung udah prakteknya tong!! Buete. Oh iya, tidak ada babi yang dilukai dalam proses penulisan ini (Secara fisik sih nggak, tapi secara jiwa mah kurang tau ya..)

PS2: Mau tau lebih jauh tentang babi? Klik di sini.. NGUIK!

Sumber: Kompas.com & Detiknews.com

Cairan Pencuci Rambut

April 27, 2009 by titiw  
Filed under Blab

.!.

Kata pariwara di radio soak yang baru kunyalakan..

Survey membuktikan:

Heart and Souls move

9 dari 10 cowok pasti nengok kalau kita pake cairan pencuci rambut yang bisa diartikan sutra matahari.

Tapi..

For the Moment psp

Bagaimana kalau kamu adalah 1 dari 10 orang cowok itu..?

Dan kamu adalah satu-satunya cowok yang kuinginkan untuk menengok diriku..

Cairan pencuci rambut apa lagi yang harus aku pakai..?

buy easy a moivie high quality

(c) Gambar shampo

Hola Holland

April 24, 2009 by titiw  
Filed under Titiw Inside

Ngapain aja sih Belanda di negeri kita sampe ratusan tahun? Kenapa mereka sangat betah untuk menjajah kita dan beranak pinak di negeri yang suhunya bisa bikin muka mereka merah kayak kepiting rebus? Oh.. Negara kita kaya akan remah-rempah.. Oh, mereka senang karena orang Indonesia gampang dibodohi.. Setidaknya, itu gambaran yang saya tangkap ketika masih berada di dalam selubung baju seragam berwarna merah dan putih sembari makan es teh kenyot dengan aksesori ingus yang menghiasi hidung pesek saya.

the soloist online film

Ketika es teh kenyot itu sudah mulai tidak fashionable lagi di dunia perjajanan saya, komplek saya kedatangan orang bule. Tepatnya orang Indo-Belanda. Namanya Dilla. Dilla adalah keponakan dari Tante Ardha, orang komplek saya yang memang Indo-Belanda. Dilla ini tinggal di Belanda, dan lahir pula di Belanda. Ketika saya pura-pura lewat depan rumah bernomor C-3 itu dengan pandangan mencuri-curi *maklum, jarang liat bule*, tante Ardha berteriak “Kenapa Ti? Kok di depan rumah tante aja? Sini masuk dong, main sama Dilla!” Nahlo, saya yang tidak siap mental untuk undangan tersebut seakan tertarik untuk berlari pulang ke rumah yang hanya berjarak 2 rumah dari situ, tapi badan ini juga terdorong ingin masuk rumah Tante Ardha.

Akhirnya saya memutuskan untuk masuk ke dalam rumah tante Ardha. Setelah dipikir-pikir, selama kurang lebih 10 tahun saya hidup, saya belum pernah sekalipun masuk rumah Tante Ardha yang punya anak cowok bernama mas Roy yang mirip sekali dengan Elvis Prestley muda. Perkenalan pun dimulai. Ternyata Dilla datang ke Indonesia untuk berlibur dan ingin lebih mengenal Indonesia. Langsung saja saya yang lebih muda dari Dilla bercerocos tentang komplek ini, tentang jajanan yang sedang digemari, tentang permainan yang sering kami mainkan di lapangan dekat rumah, sampai rasanya bibir ini penuh dan sesak dengan cerita yang membanggakan tentang Jakarta, Indonesia. Khususnya Pondok Bambu.

Seingat saya, kami tidak ada kesulitan dalam berkomunikasi. Bahasa Inggris sedikit-sedikit, sedikit bahasa Indonesia asal yang saya ajarkan ke Dilla, dan sedikit bahasa Belanda yang ia ajarkan kepada saya. Bahkan ia mengajarkan permainan anak kepada kami (anak-anak perempuan di komplek seperti Mutia, Anis, dll) dengan lagu Belanda yang sampai sekarang iramanya masih terngiang di pikiran saya. Sampai beberapa waktu setelahnya, Dilla pulang ke Belanda. Dua-tiga helai kartupos dilayangkan ke alamat saya. Kartupos ucapan selamat Idul Fitri yang bergambar anak kucing, kartu pos selamat ulang tahun yang bergambar kartun sapi, dan beberapa lembar surat yang ia tulis dengan bahasa Indonesia. Ada pula liontin berbentuk sepatu klompen yang ia kirimkan bagi kami.

Hola Hola Hola

Hola Hola Hola

Setelah itu.. Saya jadi berpikir apa rasanya jika sekolah di luar negeri, bagaimana jika saya bersekolah di Belanda? Di negeri yang mayoritas penduduknya menggunakan sepeda? Di negeri yang ternyata rata-rata manusianya paling tinggi di dunia? Di negeri dimana jumlah penduduk yang mengakses Internetnya tinggi?  Di negeri dimana nasi goreng ada di mana-mana? Di negeri yang hampir semua rumah teman saya yang pernah ke sini, selalu berfoto ala Belanda tradisional? Negeri di bawah permukaan laut yang pernah membangun bendungan-bendungan di Jakarta untuk menangkal banjir? Gejolak ingin tahu makin membuncah ketika Agil teman saya di kampus baru pulang dari sana dengan muka lebih sumringah dan tubuh lebih segar bercerita mengenai indahnya pemandangan dan hangatnya suasana pertemanan di sana.

Apakah jika saya mendapatkan kesempatan untuk studi di Belanda, saya akan lebih banyak mengenal orang-orang dari seluruh penjuru dunia? Mengerti lebih banyak bahasa Belanda di luar kata “rok” dan “verboden”? Apakah saya dapat belajar bahasa Perancis dari Jean, belajar bahasa Jerman dari Ernest, belajar bahasa Itali dari Gio, ataupun belajar bahasa Belanda dari Erik?

Perasaan senang saya sewaktu kecil ketika bermain dengan Dilla dan teman-teman lain, ingin saya putar kembali. Tentu saja dengan kaset yang lebih baik, sehingga ingatan akan pengalaman berteman dengan orang-orang berbagai kalangan di Belanda dapat lebih segar di ingatan dan dapat menjadi kenangan yang tak terlupakan. Siapa tahu juga bisa curi ilmu bagaimana bikin bendungan yang baik supaya tidak lagi ada kejadian seperti di Situgintung. Siapa tahu juga opini miring saya ketika kecil tentang Belanda dapat dicounter oleh hal-hal baik yang saya lihat dengan mata kepala sendiri. Semoga saja hal itu dapat terwujud, ketika saya untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Schiphol.
Semoga.

(c) Gambar

Trip ke Pulau Peucang, Ujung Kulon: Part 2

April 22, 2009 by titiw  
Filed under Traveling

Yellow!! Setelah menempuh perjalanan 13 jam dari Jakarta ke Peucang, saya ulangi, 13 jam, saya ulangi sekali lagi, TIGA BELAS JAM!!!!, hari ke-dua pun muncul. Pagi2 jam 6 kurang saya udah bangun dengan segar dan menikmati sunrise yang lumayan indah di pantai. Dari kejauhan, ada lumba2 yang loncat.. Kata temen saya. But I missed the moment! FAK. Saya hanya sempat melihat ikan2 terbang. Iya, jadi school of fish gitu lompat ke permukaan air berkali2. Nice banget.

Flying school of fish, taken by my very hoki man

Flying school of fish, taken by my very hoki man

MONGKIMONGKI

Lanjut renang dengan menggila sama Hanum doang, soalnya Leily males. Beuh.. rugi amat Le!! Jadi si Leily yang ambilin sarapan kita, dan ditaroh di ocean lip (Baca: bibir pantai..). For your info, monyet2 tiba2 dateng dan mau ngerebut makanan kita!! Huwaaa!!! Abis mandi, kita trekking ke Taman Nasional Cibom, Tanjung Layar (Eh rada rancu.. ini Taman Nasional Ujung Kulon apa Cibom ya? Guys.. ada yang bisa bantu koreksi?) dengan naik boat kurang lebih setengah jam. Nyampe, kita gak turun ke dermaga, melainkan harus lanjut kapal kecil (feeder) dan diturunkan di bibir pantai. Hwaaa.. basah sampe pangkal paha.

Celana basah kayak pipis di clana

Celana basah kayak pipis di clana

TNUK

TNUK

Ayo.. Cewek2 suka perhatian silakan gaya depan papan perhatian..

Ayo.. Cewek2 suka perhatian silakan gaya depan papan perhatian..

Hutan hujan ini gak terlalu gelap, dan di sini kita liat mercusuar lama maupun yang baru. Mercusuar lama pindah ke mercusuar baru yang merupakan hibah dari Australia pada tahun 1976.  Mercusuar ini sendiri dinyalakan pada pukul 6 malam sampai 6 pagi dengan menggunakan tenaga solar cell. Mercusuar di sini bertugas untuk memandu para nakhkoda kapal ke Tanjung Lesung. Karena tempat ini adalah ujung paling barat dari Jawa., maka kapal2 dari Austalia, Cilacap, pada masuk lewat sini. Saya dikasi tau ini sama si Pak .. Ng.. Aduh lupa Pak siapa. Pokoknya dia cuma seorang diri menjaga hutan Cibom itu dan mengontrol mercusuar!! Emeizing..

Mercusuar baru, dengan aksesori kumpul bocah

Mercusuar baru, dengan aksesori kumpul bocah

Terus berjalan, ada reruntuhan bangunan yang katanya dulu merupakan masjid dan eek2 banteng yang berserak di mana2. Sampailah kita ke pantai yang ombaknya gede, dengan karang2 terjal dan tebing2 yg sangat elok difoto dengan gaya ala patung pancoran. Pantai ini namanya Pantai Ewog. Set dah, perjalanan jauh gini jadi bikin cinta sama sandal gunung Eiger eike ini. Sangat heavy duty dan melindungi kakiku dari segala marabahaya *lebay.com*. Oh iya, di sini, saya sempet foto2 imut sama keong2 berwarna warni.

Foto ala Mbak2 Banyuwangi (lokal banget lucu2an guah)

Foto ala Mbak2 Banyuwangi (lokal banget lucu2an guah)

Keong2 yang kepikiran mau diternakkan di rumah.. *HEH?!*

Keong2 yang kepikiran mau diternakkan di rumah.. *HEH?!*

Pulang lagi naik boat ke Peucang, untuk makan siang. Ganti baju, langsung cingcay ke tengah2 laut untuk snorkling!! Sebelum ciao, rada iri liat orang2 yang naik Yacht (pronounciationnya gemana sih?! Yekh, apa Yakh?). Karena gak mampu, saya yang masih terbalut jas ujan kesayangan, foto di sampingnya doang sama si Betawi gemblung, Lila.

Charley Varrick psp

Tak ada yacht, foto di sampingnya pun jadi

Tak ada yacht, foto di sampingnya pun jadi

Naik boat, kita berenti di tengah laut yang ditandai dengan adanya balon merah. Sekedar info, kalo liat ada semacam  balon merah di laut, katanya itu berarti di bawahnya ada terumbu yang dilindungi. Di sini saya bener2 menggila. Dengan snorkel pinjaman sana sini, saya melihat keindahan ekosistem laut yang Subhanallah indahnya. Anemon2 warna warni, ikan2 yang cuma bisa dilihat di Finding Nemo.. si Nemo, si Dory.. ada semua di mari!  Sempet kelelep2 dikit, sampe bibir tebel kayak abis ngemil kuaci 3 kilo. Oh iya, saya juga loncat indah dari atas kapal ke laut, dan ditangkap dengan sangat baik oleh kamera mas Rian. Namun, dengan bodohnya foto itu lupa dia save!!! Sehingga adanya foto ini aja.

Talk to Me video

For the Moment buy
JUMP!!

JUMP!!

Under water photo session

Mas Rian with his under water photo session

Pulangnya, dengan barbarnya saya dan beberapa teman lanjut lagi renang di pantai Peucang. Daaaan.. kita melihat bintang laut!! Renang2 dikit, si Yoga-segala-tau-tentang-laut jelasin kalo di situ ada karang api. Karang berwarna kecoklatan, yg kalo kesentuh bikin kulit berasa terbakar. Ok, saya camkan dan bakal hati2. Namuuunn.. faktanyaaaa.. Pas saya renang2 lucu, ngeliat di samping ada kerang api, saya buru2 ke depan, eh di bawah kaki ada lagi, di kanan ada lagi!! HWAAA!! GW PARNO!! Langsung kelelep2 bego dan sontak meluk si Inal yang ada di sebelah. *cieh inal..* Setelah berenang sepuas2nya umat, sambil nyusurin pantai, saya dan Hanum ngoleksi kerang2 buat oleh2 untuk Mamah.

Norak banget liat bintang laut segede kelapa

Norak banget liat bintang laut segede kelapa

Abis mandi (yang rada lama karena nunggu air dinyalain), kita kumpul2 untuk mendengarkan cerita2 dari si Miss Drama, Hanum. Doi cerita kalo di rumahnya ada biawak segede2 buaya bo!! Trus di rumahnya juga ada ka-la-jeng-king! Dan dia menceritakan itu dengan santai kayak bilang “Eh di rumah gw ada cicek rus gw tutup aja pake gelas”. Abis makan malem, lanjut bikin api unggun plus acara perkenalan. Boo.. malem ke-2 baru perkenalan?  Selese, pas tidur, saya mimpi bibir kemasukan air mulu pas lagi snorkeling. Haks.

Hanum, center of our attention with her biawak story.

Hanum, center of our attention with her biawak story.

Hari terakhir di Pulau Peucang, pagi2nya kita udah stay lebih pagi dari kemaren untuk pantengin lumba2. Eh jangankan lumba2, karena rada mendung, sunrisenya jadi gak keluar. Huh. Jadilah kita foto2 gemblung ala pesut supaya lumba2nya keluar. Abis mandi, saya merasa ada yang aneh. Mana di mana.. Sendal gunung eike??!! Cari sana sini gak ada!! Huhu.. Katanya sih bisa jadi diembat monyet2. Gila, gak iklas banget gue baru 3 hari dipake udah ilang. KEMBALIKANN!!! MONGKI!!!

Gak ada lumba2.. Sekumpulan pesut cukup menghibur..

Gak ada lumba2.. Sekumpulan pesut cukup menghibur..

movie dvd ‘tamara drewe’

Jam 10, kita naik boat untuk pulang. Kali ini kita lewat rute yang berbeda. Yaitu lewat Serang. Turun boat, kita harus naik perahu cilik lagi di bawah derasnya hujan. Mana diturunin rada tengah, jadi air sampe paha, dan asal lo tau.. Itu air kotor sekotor2nya! Saya jadi ngerasa di Jakarta yang lagi kebanjiran, dan hanya Tuhan yang tahu apa benyek2 yang gw injek di bawah itu. ShiT! Kaki saya kena karang! Langsung kebeset dan rada bedarah2 najis. Haiks..

Aih.. benyek2 di kakiku ini apa??!

Aih.. benyek2 di kakiku ini apa??!

Pasangan yang agak kerbau tapi tidak kumpul kerbau

Vina & Wherry.. Pasangan yang agak kerbau tapi tidak kumpul kerbau

Untung saya ngetek tempat paling depan di bus sehingga kaki ini bisa diselonjor dengan lapang. Bodi saya tambah greges, dan akhirnya kita memutuskan makan nasi padang di Serang. Udah pengen tidur di bus, eh dengan sialnya saya nengok ke arah sopir, dan dia ketiduran!! Waks!! Saya panik banget!! Langsung bilangin Kete supaya doi flirting2 aja sama si sopir supaya doi gak ngantuk dan menyebabkan kita menjadi headline berita di koran besok pagi. Si Kete dengan bodohnya langsung nyalain MP3nya kenceng2. Mana lagunya Hip Hop pula!! Daan.. dia naro Hp dia itu di kuping sebelah kanan si sopir dengan jarak 10 cm aja bo!! Bukan maen!! Alhamdulillah nyampe Circle K Pancoran lagi dengan selamat jam 10.30 malem. Dadah2 sama anak2, terus Mas Nug sama Leily nebeng si bus Debora, sementara saya nebeng Om Sonny, (baca: Bokapnya Hanum). Sampe rumah, setelah mandi, disempetin apdet status Feses Buk: “Just arrived from Peucang Island”. Fyuh.. Nice Holiday with nice people. Saya tambah cinta aja sama Indonesia.. simply because..

INDEED!

INDEED!

Nikka juga ACI

Nikka juga ACI

PS: Thx banget buat Panitia (hai te, rik, mas rian, nik) yang udah menjajakan tubuhnya dan menjual jiwanya untuk cape2 demi kita semua. Oh ya, perjalanan selama 3 hari ini bayar satu juta aja kalo sama saya Rp 370.000 saja. Udah semua2nya. Iya! Udah semua2nya! ALL IN!! Murah kan..? Kita sih udah kepikiran untuk trip selanjutnya ke Karimun Jawa di bulan Mei. Gabung..?

Jakarta Waktu Para Engkong Lo Belon Kepikiran Bikin Anak

April 16, 2009 by apy  
Filed under Traveling

Haloo preen. Ini ada sedikit foto nih dari Jaman dulu waktu zaman engkongnya engkong lo masih naik sepeda roda tiga keliling Salemba. Mengherankan lihat Jakarta kayak begini. Jatinegara deket Jenderal Urip masih model gitu, nggak kebayang banget deh.

Kalo mau komplitnya bisa diliat disini:

http://forum.detik.com/showthread.php?t=19743

what is the film black swan about

Time Quest

April 15, 2009 by apy  
Filed under Movies

.!.
Teko Ajaib

Teko Ajaib

Halo preeen semua (sok akrab). Masih pada inget nggak sama anime Gokil nan ngaco ini? Judulnya Time Quest, berkisah tentang perjalanan waktu Hayato dan pacarnya Yumi berkat Teko ajaib penemuan Profesor Leonardo yang kalo mau buka lubang waktu suaranya:

“Epek epek epek (apa bidip bidip ya?) terbang terbaaang terbaaang…. Teko Ajaib…”, terus dari ujung ceret(teko)nya keluar sinar yang membentuk gerbang waktu. Lewat gerbang itu para karakter bisa pindah-pindah waktu.

Akhirnya mereka pindah ke masa lalu, somewhere di Baghdad terus ketemu Pangeran Dandan yang tergila-gila mampus sama Putri Shalala yang setengah sedeng mata sayu pura-pura bego sambil ketawa ketiwi ngikik melulu kayak cewek bengek. Terus ada musuhnya namanya Abdullah (jah satpam kita Tiw si kumis kan namanya Abdullah) yang punya jin berkostum Superman yang (Ngaaahahaha— ketawa melulu) fettish abieeess sama patung Liberty. Jadi di satu episode pas lagi di New York, tiap lampu jin digosok, si Jin langsung nyelonong keluar tanpa ba bi bu gesek-gesekin badannya ke Patung Liberty.

Time Quest (Time Trouble Tondekeman!) DVD Cover

Time Quest (Time Trouble Tondekeman!) DVD Cover

Yang bikin gw guling-guling ketawa sampe sekarang tuh dubbingan ketawanya si Jin. Habis digosok, si Jin lampu keluar tapi langsung ketawa. “Huahahahaha… aku lah Jin lampu….” Terus langsung terbang tau kemana, sementara si penggosok (biasanya Abdullah) cuma bisa bengong.

Dulu anime ini tayang di Indosiar sampe tamat (pas jaman-jamannya Winspector sama Sailor Moon). Kalau mau cari-cari di Google judul aslinya adalah Time Trouble Tondekeman. Sekarang kalo mau nonton lagi cari dimana ya? Ada yang bisa bantu?

Trip ke Pulau Peucang, Ujung Kulon: Part 1

April 14, 2009 by titiw  
Filed under Traveling

Yay!! Kulit eike sekarang tambah tanned, bo! Mengapa eh mengapa bisa begitu? Ini dikarenakan selama 3 hari kemarin, dari tanggal 10-12 April 2009, saya dan beberapa kholega melakukan perjalanan ke UK. UK United Kingdom? Aww.. Ketemu Pangeran Willliam dong!! Spice Girls!! OASIS!! *teriak2 ala abg tahun 90an* Yak, tentu saja TIDAK. UK adalah Ujung Kulon, suatu daerah yang terletak di bagian paling Barat pulau Jawa, tempat di mana terdapat badak yang hanya tersisa sekitar 50 ekor saja. Tepatnya sih, di Pulau Peucang (Anyway, Peucang diambil dari nama sejenis siput yang sering dijumpai di pantai ini, tapi ada juga yang bilang dari nama sejenis menjangan yang tinggal di kawasan ini. Meski demikian, saya gak ketemu satu ekor siputpun, nor Menjangan.)

Letak Pulau Peucang

Kita pergi bersama 40 orang teman yang terkumpul lewat Facebook (ya.. ya..) atas wacana yang dilemparkan empat orang teman saya di D3 jurusan Pariwisata, yaitu Nikka, Kete, Rian, dan Ricka (Rika.. aku buta, Rika.. *Rhoma Irama mode: on*). Nah jadilah kita sealaium gambreng itu naik satu bis Debora non ac, ples satu elep eh ELF ber-ase. Meeting Point di Circle K Pancoran (Mas2nya ampe bosan ngelihat kita2 bulak balik numpang ke WC). Di situ, kita kenalan kecil2an sama peserta yang lain (kenalan gede2an kayak gemanaa??!) Saya sendiri mengajak 4 orang untuk melacur bersama, yaitu MasNug, Hanum, Leily dan Emo. Tapi di hari H, Emo batal pergi karena sakit. Oh iya, karena Ujung Kulon sempat jadi daerah di mana penyakit Malaria menjadi endemik, kita dianjurkan minum Kina 2 hari sebelum berangkat, sampe hari kita pulang. 1×1 aja cukup.

Menunggu kapal di dermaga

Di Debora tanpa ase itu, kita ajrut2an dan menekuk2 dengkul kurang lebih 10 jam untuk sampai Taman Jaya, Ujung Kulon! Itu sudah termasuk subuh di Masjid, dan kongkow dulu di sebuah kedai kopi. Jadi, dari Buletan K jam 00.30 malem, nyampe jam 10.30 pagi. Emang sih, perjalanan itu lebih lama dari biasanya karena kita lewat jalan yang lagi rusak gila2an dan bukan melewati jalan yang sudah disurvey oleh temen2 panitia *nyalahin mode: on*. Nyampe2 langsung regang2 pantat sambil nyarep nasi uduk yang endang bambang, ples nunggu boat di dermaga. Perjalanan ke Pulau Peucang memakan waktu ± 3 jam. Rada mual karena saya bagian paling belakang, deket asep boat ini keluar. Huek..

Mbak-mbak dideportasi

Boat merapat ke dermaga Pulau Peucang, dan O, Em, Ji. Pantainya bersih nian!!! Waw!! Airnya bening!! Ombaknya tenang!! Udah gitu gw cantik!! (em.. lo sepertinya mulai berlebihan Tiw..) Turun boat, disambut sama kijang2 dan babi hutan yang sliweran di sekitar penginapan. Langsung pota poto depan tulisan Pulau Peucang. Tak dinyana, saya ketemu Gemi, temen basket jaman SMA dulu. Ternyata dia udah di situ sehari sebelumnya sama rombongan temen2 PH nya. Ih Gemi.. berarti kamu gak nyontreng dong, hihi..

Manusia kepala rusa

School of fish

Ih ada babi! Haram! Eh tapi gpp juga sih selama dia Islam..

Sebenernya, saya mau tahu berapa harga penginapan endebra endebre di situ. Tapi karena Nikka, si panitia gak mau kasi tau, akhirnya saya menemukan bahwa untuk masuk kawasan ini, pengunjung cukup membayar Rp 2.500 per orang. Di sini juga tersedia penginapan, yang harganya cukup bervariasi, Flora A Rp 780.000,- (6 kamar, AC), Flora B Rp 680.000,- (6 kamar, AC), Fauna Rp 400.000,- (8 kamar). Ada juga hitungan berdasarkan perkamar, yaitu Rp Rp 150.000,- Rp 250.000,- perhari (tanpa AC). (dikutip dari http://harjo.wordpress.com/2008/05/28/keindahan-pulau-peucang/). Oh ya, bentuk penginapan kita adalah rumah panggung dengan 5 kamar, yang isinya cuma kasur 3 biji.

Penginapan kita

Langsung nyemplung ke pantai (yg ternyata setelah diliat2 gak bersih2 amat juga, tapi teteup 30 kali lebih bersih dari kalimalang), Seperti biasa, kalo saya ke pantai pasti gaya andalan yg itu2 lagi, hehe,, gaya gunting di udara. Di sini, saya perdana juga nyobain snorkling. Belom puas , eh udah lanjut liat Banteng di Padang Penggembalaan Cidaon, akhirnya ke sana tanpa ganti baju! Ke sana naik boat ± 10 menit dengan badan menggigil.

Gaya gunting andalan

Snorkling pinjaman dr Mas Rian si penyuka pantat

Happy snorkeling, Ricka & Yoga!

Sialnya, saat kita sampe, si Banteng itu kagak ada yang nampak seekor pun. Jangankan yang bermoncong putih, yang moncong item aja nihil. Kata Pak Komar, guide kita selama 3 hari itu, tadi masih ada banteng2nya, tapi karena rombongan sebelum kita dateng berisik, jadi banteng2nya bete terus masuk ke hutan. Masuk ke sini katanya Rp 10.000/orang. Huhuhu.. Untung masih sempet ngeliat elang dan kelelawar guede di sana. Ya udah naik boat pulang lagi setelah sebelumnya foto2 sunset di dermaganya.

Padang penggembalaan banteng Cidaon. Tak ada banteng, para satwa ini tetap gembira.

Sepotong senja untuk Sem Purba

Abis mandi dan bebersih, kita langsung makan malem seadanya. Hari itu, kita tidur cepeet banget setelah oles2 autan eh gak ding, soffel rasa jeruk ke badan (biarin deh nyebut merk, siapa tau dibayarin).  Jam 9 sharp udah teronggok di kasur.  Bagaimana hari ke-2 & hari terakhir di sini? Apakah saya berhasil bertemu dengan badak? Tunggu di bagian ke-2 cerita ini. Selamat bobo.. zzz.. zzzz.. grok.. grok.. *bobo bersama babi*

-(to be continued)-

PS: Karena saya belum memindahkan foto2 dari kamera, maka foto2 ini adalah hasil tag orang2 di FB. Yang fotonya ngerasa aku pajang silahkan hubungi kalo keberatan ya.. Buat Deku, banyak foto kamu yg aku taro.. izin ya.. *wink wink*

*update*: Beberapa foto ada yang saya ubah karena baru dapet saweran foto dari temen2 yang lain. Oh iya, Peucang part 2 udah ada loh!!! Cheers!