Ebook Reader

January 30, 2009 by titiw  
Filed under Techno

Wow.. I’m so thrilled! Baru kali ini saya akan menulis (tepatnya hanya menginformasikan) hal2 mengenai teknologi dan semacamnya inih. Jiye.. gw gaya bener nih! *lirik2 mas Anggit*. Jadi begini ceritanya, kita2 pan sering nih pengen baca buku tapi mahal.. Nnahh.. solusinya? donlot aja di internet, yg biasa dikenal dengan e-book. Tapi, susyee banget kayaknya nemu site yg bener2 gratis atawa yg punya judul buku yg kita mau. Makanya, sekarang ini saya mau share situs yg ngasi ebook gratis. Yaitu The Burgomeister’s Books.

Jadi dia ini mempersilahkan kita2 mengunduh ebook2 miliknya, dengan syarat: Kita hanya punya kuota 5 buku per 2 minggu. Ah, tidak masalah bukan? Wong 1 buku aja bisa bacanya lama. Untuk orang2 berhati seputih salju selembut kapas di luar sana, terserah deh kalian mau bilang ini ngebajak apa nggak. Yang mau beli buku silahkan.. yang mau mengunduh ya monggo.. Maap jg buat kamu2 yg udah tau situs ini jg yeah.

Udah? udah dibukanya? Udah save2nya? Nah, solusi yang memang ramah lingkungan adalah membacanya dari layar PC atau laptop kamu. Tapi kalo emang pengen dibaca, ya tinggal print ajah. Kalo saya? males dua2nya. Loh, kalok gitu, gemana caranya situ baca e-book barusan Tiw? Oh.. Gampang.. Kalian semua punya cell phone a.k.a hape kan? Yaa.. Saya bacanya di HP lah! Oh rili? gemana caranya? Pasti di jaman sekarang ini semua hape kamu2 udah ada aplikasi Java. Dan sekarang, *tererereng tereng!* Saya akan ngasih tau lagi website yg bisa mengunduh e-book reader barusan.

gunless movie watch

Coba ya kakak, dibuka aja di sini. Step pertama, pilih tipe HP kamu. Setelah dipilih, banyak pilihannya kan tuh, kamu search aja “text reader”. Entar muncul banyak aplikasi, kamu pilih yang MTextReader. Kalo kamu pengguna Nokia 3500, bisa langsung klik di sinih. Klik yang jar file, yang belakangnya “.jar”. Kelar deh! udah diunduh, langsung ajah taro di HP. Oh ya, text reader ini hanya bisa membaca format notes atau “.txt”. Jadi kalo ebook reader kamu formatnya pdf atau word, diubah dulu ya kakak. Kenapa saya kasih yg ini? Karena ada sih PDF reader, tapi itu cuma apa ituh namanya? cuman demo ajah! gak seru toh..? Wiii.. jadi deh baca buku di bus, di jalan, dan di manapun kamu suka, tanpa berat, tanpa mahal.

Oh ya, di website ini jg kita bisa mengunduh games, kamus, alquran, dan segala rupa. Jangan2 mengunduh hostes juga bisa.. Okeh, kalok ada pertanyaan lebih lanjut, tolong langsung kasih komen aja, pasti langsung tante bales! *kedip2 dan membakar lilin, siap dioles ke badan*

PS: Thanks banget untuk sahabat saya Widya yg udah mengajari saya arti teknologi bagi kehidupan. Oh, dan kamu bisa juga mengunduh buku2 E di SINI. Enjoy!

(C) Gambar

Tuhan, Tolong Aku Kenapa Sih?!

January 30, 2009 by titiw  
Filed under Blab

Tuhan, tolong aku.
Kalau dihitung-hitung, dosaku cuman sedikit kok.
ML cuman sekali.

Primer ipod

Ngutil cuman dua kali.
Nggak puasa cuman dua kali Romadon.
Nggak Jumatan berturut-turut juga cuman dua kali.
Makanya..

Shine move

Tolong aku, Tuhan.
Supaya besok gajiku naik.
Duitnya untuk DP motor.
Aaaa.. miiii.. nnn.

(c) Ask God Elizabeth: The Golden Age download

Yumi Kimura – Always With Me

January 28, 2009 by apy  
Filed under Video

Ending song from critically acclaimed Anime:  Spirited away

It’s Just Not Your Day, Akmar!

January 27, 2009 by titiw  
Filed under Titiw Inside

.!.

Padahal libur, terpaksa bangun pagi.
The Tailor of Panama divx

Katanya mau dikasih kerjaan di hotel Borobudur, sehingga ngarep2 mules pengen dapet duit ke sono.
Ternyata no job for me. Hilang harapan grepe2 beberapa lembar duit berwarna biru itu.
Pulang, mampir di gramedia matraman.
Nyari2 e-book reader, mas2 dan mbak2 gramet bodoh2, gak ada yg ngerti, malah ditawarin aipot (duit dari mana tong??!! Bulu ketek?! which yg tdk saya miliki pula..)
Laper, yg deket cuman dankin donat. Harga paketnya 24.900. Ternyata gak dikembaliin 100. Sok2 asertif minta 100 nya, mbak2 dan mas2 di situ langsung bisik2 tetangga.
Iya, saya tau, saya pasti dicap pelit, lebih oke kalo dicap pelit kaki tiga. Padahal coba kalo 100 rupiah x 1000 orang, berapa untung dia tanpa ngapa2in? berapa??! (ok, you do the math).

Mau beli buku, kok mahal2 amat, 645 kali ngangkang sampe perih dan beset2 juga belon kebeli itu buku fashion yg harganya 400 rebu.
The Accused movies The Transporter film
Ada pembagian tanaman gratis di luar gramet, pengen minta, gak boleh kalo gak nempel stiker dia di mobil kita. Shit. Mana punya guah mobil? Kalo punya ngapain saban ari bersetubuh sama angkot dan bus2 kota yg seksi ituh?
Tiga jam kemudian pulang (yeah, 3 jam hanya untuk jalan2 di gramet).
Eh ternyata Jatu ajak ketemuan di blok M.
Nunggu bus lama banget, baru nyadar, dr depan gramet ga ada yg lewat blok M. Keluar duit lagi deh naik kopaja ke depan Megaria.
Pas mau naik kopaja, oren jus yg td beli di dankin jatoh, tumpah di kaki. Apakah ini karena ketidak iklasan mas2 dankin balikin 100 saya? Walhasil kaki lengket dan njijiki.
Hah.. It’s Just Not Your Day, Akmar!

The Unbearable Lightness of Being buy

(c) cermin retak

Apa Rasanya Nih Bakmi??!!!!

January 22, 2009 by titiw  
Filed under Blab

Sekedar share, temen saya abis naro foto ini di facebooknya. Saya cuma bisa mikir, emang ada yang mau beli? kalopun ada, apa rasanya yaa? Basah2 lembab sedikit kenyalkah? gyahahaha!! Jiji!!

Misinterpreted Songs

January 21, 2009 by titiw  
Filed under Musics

Ada forward email dari kolega saya, dan judulnya sangat provokatif untuk telinga saya yg kampung ini. Jadi ceritanya, si Vicki Santillano (bule2 gitu deh bo..), ambil kelas pas jaman kuliah yg dinamakan “The Author’s Intention,” yang mana kelas ini menganalis apakah pembaca bener2 ngerti dengan makna di belakang cerita itu. Karena, setiap orang kan punya field of experience masing2, sehingga memungkinkan juga timbul interpretasi yg berbeda2.

Nah, lirik lagu nggak beda kan sama puisi atau cerita, bisa diinterpretasi juga. Tapi terkadang memang kita menginterpretasikan lagu itu jauuh bener dari makna yang pengin disampein sama penulis liriknya ntuh. Karena mayoritas dari kita menggunakan musik sebagai ekspresi perasaan terdalam (caelah, gaya bener lo tante!), kadang kita shock ataupun kaget ketika penginterpretasian kita akan suatu lagu ternyata terbukti salah! Lagu cinta yg kita denger tiap inget sama pacar, eh ternyata lagu itu maksudnya lagu horor. Huhuhu.. ok, langsung aje eike kutip abis2an tulisan si piki (sok akrab) ini (meski kadang ada line2 atau lagu yg kita interpretasi beda dari bulek2 bau keju di sonoh) dari website aslinya.

1. “Born in the U.S.A.,” Bruce Springsteen
Almost everybody knows the chorus of this song, but fewer know the rest of the lyrics, which is why Springsteen loudly singing, “I was born in the U.S.A.” is often taken as a patriotic proclamation. However, it’s really about veterans returning from the Vietnam War and facing the harsh realities of how they’re treated post-war. The misinterpretation only grew after both Ronald Reagan and Bob Dole used the song on their campaign playlists.

2. “Losing My Religion,” R.E.M.
When Michael Stipe sang about being in a corner and losing his religion, he wasn’t referring to a relationship with a higher power, as many believe. To “lose one’s religion” is actually a Southern phrase that means to run out of patience or to be very frustrated by a person or situation. This song is actually about having a crush on somebody and constantly looking for assurances that the love is not unrequited.

3. “Every Breath You Take,” The Police
How many people foolishly chose this song for their first dance as newlyweds? I’m not sure why this song is misinterpreted so universally as a love song. Do people listen to lyrics? If someone says to you, “Every game you play, every night you stay, I’ll be watching you,” wouldn’t you be more than a little creeped out? I guess that’s the power of Sting—even his stalker anthems are considered romantic.

4. “Hollaback Girl,” Gwen Stefani
I’ve gotten into arguments with people over this song. Many believe it means that, by not being a “hollaback girl,” Stefani is saying that she won’t respond to guys who “holla” at her or treat her poorly. Actually, she’s using a cheerleading metaphor—a hollaback girl is one who repeats back the cheers that the head cheerleader yells. With this song, Stefani is stepping away from the pack and proclaiming herself independent. She’s the head cheerleader giving orders, not one of the cheerleaders who simply repeat them back.

5. “Lucy in the Sky with Diamonds,” The Beatles
Many assume that this song refers to drug use, especially since the capitalized words in the title start with the same letters used to denote a particular hallucinogenic drug. However, John Lennon stated that the origins of the title come from a drawing that his son did of his friend, Lucy. The title of the picture was “Lucy in the Sky with Diamonds,” so John used that for his song. Whether the actual meaning behind the song is about drug use is debatable, but the title itself is not meant to refer to an LSD trip.

6. “Crash into Me,” Dave Matthews Band
I’m pretty sure I put this song on a mix CD I made for a crush my sophomore year of high school. At the time, I thought it was a beautiful love song about longing for someone else. Well, it is … but the person singing is actually a perv! These lines give him away: “Oh I watch you there through the window and I stare at you. You wear nothing but you wear it so well.” How did I miss the peeping tom aspect? The part about him wanting to be “tied up and twisted” is a bit off-putting as well …

7. “The One I Love,” R.E.M.
It sounds like the perfect song for a radio dedication when Michael Stipe sings, “This one goes out to the one I love.” Oh, except until he gets to the line about the one he loves being “a simple prop to occupy my time.” Ouch! This song hardly inspires romantic feelings; actually, it makes Stipe seem like kind of a jerk. He’s basically saying the one he “loves” is nothing more than a waste of his time that he’s abandoned. Not exactly an uplifting declaration of true love, but people seem to focus on that first line before listening to the rest of the song, hence the constant misinterpretation.

8. “This Land Is Your Land,” Woody Guthrie
I remember singing this song in elementary school and thinking it sounded so pleasant and positive. It’s actually a critique of the idealistic version of the U.S. that Irving Berlin sang about in “God Bless America.” His displeasure is subtle, but made obvious upon careful examination of lines like “As I was walkin’, I saw a sign there and that sign said—No trespassin’. But on the other side, it didn’t say nothin’! Now that sign was made for you and me!” This song is often grouped with “God Bless America” as patriotic tunes, but Guthrie had the opposite intention.

He said:

What music essentially boils down to is not necessarily the meaning songs are meant to convey, but what meanings we actually derive from them. After all, more important than what messages artists intend to get across is their desire for people to connect with the music. However, considering how striking the differences are between what the aforementioned songs mean and how they’re interpreted, it might be wise to stick to the author’s version. I know I’ll think twice before putting “Crash into Me” on my next mix CD.

(c) Foto

Potongan Cerita di Kartu Pos

January 16, 2009 by titiw  
Filed under Books

Book Review

Book Title: Potongan Cerita di Kartu pos
Author: Agus Noor

What:

somewhere film hd download

Buku kumpulan cerpen yang diterbitkan oleh Kompas. Di dalamnya termuat 9 cerita, dilengkapi dengan biodata Agus Noor, sang penulis yang dinobatkan sebagai sastrawan angkatan 2000 oleh Korie Layun Rampan.

Background baca buku ini:

Simply because it’s cheap. 10.000 aja kakak, saya beli pas ada sale di FX, mol baru yang cukup hip di Jakarta Selatan.

The Good Thief download

Tiw’s Opinion:
Unik, karena di setiap ceritanya diawali dengan tulisan di atas kartu pos. Misalnya di cerpen pertama, ada “Kartu Pos Dari Teman”, yang isinya kurang lebih: “Aduh, aku baru ajah baca cerpenmu di Koran Tempo… Hmm, kenapa belakangan ini kamu seperti sangat fasih kalau menuliskan kisah-kisah penuh gairah ya?” Itu untuk cerpen pertama, untuk cerpen ke-2 dan selanjutnya, ada lagi kartu pos-kartu pos seorang teman untuk pacar gelapnya, kartu pos dari teman untuk calon pembaca, dsb. Ceritanya pun aneh yet menghibur. Hm.. Agus Noor, Anda sepertinya mulai masuk ke celah hati ini dalam dunia sastra Indonesia yang saya cinta..

Cocok untuk:
Kamu2 yang jarang baca buku sastra karena alasannya “Ah, berat baca buku sastra”. Oh, tenang, keabsurdan dan keanehan serta gairah yang terangkum dalam buku ini sudah cukup untuk membuat kamu menjadi pembaca pemula. Betul. Saya tidak bohong lho.

Happy Reading!!

(c) Cover Buku

Yes Man

January 14, 2009 by titiw  
Filed under Movies

What:
Yes Man merupakan film terbaru yang dibintangi oleh Jim Carrey yang berperan sebagai Carl. Nah, Carl ini adalah tipe orang yang kalau diajakin pergi males, diajakin main, bilangnya mikir2 dulu, endebra endbre. Pokoknya ia kinda membosankan dan tidak menjalani hidup dengan “hidup”. Sampai akhirnya ia medatangi seminar yang berkata “Yes is a new No”. Apakah Carl akan menjalani kehidupan dengan kata Yes di tiap langkahnya? Apakah kehidupan Carl akan lebih baik? Atukah hidupnya akan berakhir sebagai pria kesepian yang saban hari cuma nonton video dan mati di sofa tanpa ada orang yang tahu?

Background nonton film ini:
Pas saya pulang kantor, eh ujan deres, eh males langsung pulang dan liat bioskop di sebelah muter film ini. Yodah nonton sendiri, ditemani coklat panas nikmat dan roti coklat yang masih anget. Mantabh.

Opini Titiw:
Boo.. ternyata Jim Carrey udah tua yaaa.. Iya, saya merhatiin baik2, kerut2 di mukanya tambah banyak dibandingin jaman dia main di The Mask (ya iyyallahh..). Overall, ini merupakan film romedi komantis yang lumayan, cuma aja akting “kocak”nya Jim Carrey masih tipikal. You know tipikal lucu2an doi lah.. mulut dimenyong2in, bibir dilipet2, semuanya aktivitas senam mulut. Tapi dari segi cerita not bad, oh iya, pemain utama cewek, si Zooey Deschanel cute juga.. Haks!

Cocok ditonton:

Untuk kamu2 yang merasa gak bergairah dalam hidup, kamu2 yang tiap diajakin jalan sama temen selalu kepikiran “Aduh, makannya di mana ya? Pake duit apa ya? bensinnya gimana ya?” Film ini sangat2 ditujukan untuk kamu!! Iya! Kamu! yang selalu berpikir 356 kali dalam hidup. Oh, come on!! Let it flow seperti ingus, kawan! (dedicated special untuk Mira, temen saya yang stiker di motornya bertuliskan “Yang pinjam isi bensin”)