Rambo IV…
The fourth installment of Rambo franchise.
Setelah Vietnam, John Rambo menghabiskan waktunya dengan menjadi penangkap ular dan pemandu perahu di sebuah desa di pinggiran Thailand yang bersebelahan dengan Burma. Suatu hari sekumpulan misionaris meminta Rambo untuk mengantarnya ke sebuah Desa di Burma melalui sungai yang biasa dilewati Rambo. Burma yang saat ini menjadi medan perang akibat rezim militer yang berkuasa membuat Rambo menolak tawaran para misionaris itu.

“when you’re pushed, killing is as easy as breathing”
Akhirnya Rambo berhasil dibujuk oleh salah seorang misionaris bernama Sarah Miller. Di Burma, para misionaris berhasil mencapai desa yang mereka tuju dan melakukan tugasnya… hingga…. BOOOMM, sebuah mortar mengawali pembantaian masal desa itu. Para tentara yang tidak mengenal kasihan itu menembak dengan brutal, memotong lengan atau kaki, menghujaninya dengan granat, membakarnya dengan penyemprot api, dan puncaknya sebuah senjata berkaliber super besar menembaki semua penduduk yang berusaha kabur menyeberangi sawah-sawah.
Pendek kata, para misionaris berhasil ditangkap… Rambo kembali diutus mengantar prajurit bayaran ke desa tersebut untuk menyelamatkan para misionaris. Tapi pada akhirnya Rambo lah yang memimpin penyelamatan para misionaris itu… Tentu saja dengan aksinya yang memukau.
Untuk film yang keempat ini, Stallone menyutradarai sendiri. Dibandingkan dengan prequelnya, Rambo IV ini jauh lebih sadis, lebih intens, dan lebih fun tentunya. Kalau bisa digambarkan filmnya sebagai berikut:
Ratatatatatata (suara senapan mesin)… crot crot, tiba-tiba kepala putus. Ratatatatat lagi dilanjutkan dengan sorrrr (usus terburai)….. Boooom (suara bom) bersamaan dengan pecahnya tubuh manusia berkeping-keping. Sleb, sebuah pisau menusuk, sret, sebuah kepala terpenggal. Wuuussss (suara rocket launcher), duaarrr… anggota tubuh manusia berserakan.
Dengan kamera bergerak dan film berkecepatan tinggi, perang di Rambo ini sangat personal, intens, seru, dan well,…. menyenangkan in a gore kind of way. Kalau jalan cerita nya sih yaa git-gitu aja dari dulu. Tapi yang jelas jangan lewatkan film ini deh. Btw, kali ini karena Sly sudah menua, adegan Rambo bertelanjang dada tidak akan ada, malu kali soalnya ototnya dah gembyor.
Selamat menonton…..
Popularity: 5% [?]
February 03 2008 05:57 pm | Movies









February 3rd, 2008 at 7:22 pm
Waduh ini film saw V atau Rambo ya?
Kok adegan sadisnya galahin saw?
February 3rd, 2008 at 8:01 pm
dg umur segitu, salut deh dg kemampuan stallone buat beraksi secara enerjik!
mungkin ya mungkiiinnn… orang2 macem stallone gitu itu rajin erobik di celebrity fitness :p kan pantes, stallone udah celebrity, badannya tetep fit pula. jauh beda sama aku yg kerempeng sekaligus miskin papa hina dina. combo yg nggak ideal
btw stallone itu minum susu apa ya? l-men? ato enfagrow? heheh
February 3rd, 2008 at 11:00 pm
mbak titiw pegagum rambo juga rupanya. yup, film rambo memang multidimensional. nilai-nilai kekerasan dipadu dengan sentuhan yang manusiawi.
kok kayak pesan sponsor, mbak. halah!
February 4th, 2008 at 8:34 am
nonton ini mungkin lebih ke nostalgia yak
February 4th, 2008 at 11:12 am
Nams saya Ram…boo
( secara bencess )
February 4th, 2008 at 12:00 pm
@Fahmi :”stallone minum susu apa ya ?”
kok aku jadi ingat iklan “Kok Ada yach, Susu kayak gini !” Lah, itu susunya khan kayak sih stallone. Bener nggak titiw ?
February 4th, 2008 at 12:04 pm
Hahahhaha masa sih ototnya Rambo udah gembyor, oh well… hehe
February 4th, 2008 at 3:35 pm
Bagus ya filmnya?
Jadi pengen nonton
February 4th, 2008 at 7:05 pm
banyak adegan kekerasan gitu, ada adegan “itunya” nggak?
February 5th, 2008 at 2:11 pm
hkahaka..komentar pak de Imam B.
nyampah…
hakhakhakhakahkahk….
tapi ngocol!!!
rambo sudah menjadi sosok ikonik yang mampu menepis semua kritik miring para kritikus yang bilang film ini ga bagus…
*mudah2an sih begitu, kan kasihan si pembuat film kalau filmnya ga laku…
February 5th, 2008 at 2:12 pm
whoops…ImaN..maap pak De….
February 5th, 2008 at 2:46 pm
masih sly yang maen ya? denger2 kan mau si hrithik roshan bintang pelem india itu, hohohohoh…. ah dari dulu ndak demen rambo…terlalu berotot *tapi kenapa gw suka ama dwayne The Rock Johnson ya????
February 5th, 2008 at 4:11 pm
Gyahahha.. @ la mendol: Susunya iklan itu kayak stallone? iyah mirip, apalagi kalo dikasi efek2 getar..
Kyahahaha.. mas Iman ternyata ngocoooll!!
February 5th, 2008 at 4:27 pm
ah…gak seru.
jalan ceritanya masih kayak film jaman dulu..
[kabur..]
–
Trims.
February 5th, 2008 at 8:21 pm
Hidup Batman, saya lebih suka nonton Batman Begin mba..
February 5th, 2008 at 8:46 pm
jadi nggak sabar pengen nonton. harus buru2 nih, takut di sewa duluan dvdnya sama yg lain.
February 6th, 2008 at 9:39 am
pas hari minggu kemarin cempluk bingung mau nonton apa antara rambo 4 ma stardust..akhir nya pilihan jatuh ke stardust karena dinilai kata temen2 yg udah pernah ntn nih pilem sadis.:(
March 17th, 2008 at 7:04 pm
jujur aku beri kata OK banget buat nech film. karena sisi kemanusian muncul lebih baik dari pada film2 sblmnya. dalam film ini hak asasi manusia sangat di rampilkan. apa yang lain tidak memikirkan hal ini????