Kamu & E’ek
June 23, 2007 by apy
Terbuat dari apakah e’ek itu?
Kurang lebih 3/4 bagian dari rata-rata kotoran kamu terbuat dari air. Tentu saja volumenya bervariasi. Kandungan air dari penderita diare jelas lebih besar, dan kandungan air dari e’ek yang ditahan (baik sengaja atau tidak) lebih sedikit. Air diserap oleh material e’ek kamu ketika melewati pencernaan, jadi semakin lama kamu menahan e’ek, semakin kering e’ek kamu.
Selain air, sisanya sebesar 1/3 bagian yang terkandung di dalam e’ek adalah bakteri mati. Mayat-mayat mikroskopik ini datang dari kumpulan organisme yang memang menghuni percernaan kita sebagai bagian dari proses pencernaan. Bakteri ini membantu sekali proses pencernaan kita. Kemudian sisa 1/3 lainnya adalah bahan-bahan yang sulit dicerna seperti selulosa. Bahan-bahan yang sulit dicerna ini disebut “serat”, dan berguna sebagai pelumas kala kotoran kamu bergerak melalui bagian akhir pencernaan. Jadi makan sayur yang banyak yaa biar e’ek kamu licin dan klimis.
Kenapa e’ek itu bau?
Bau busuk yang menyertai e’ek kamu adalah produk dari aktivitas bakteri. Bakteri memproduksi sulfur atau komposisi nitrogen yang kaya akan organic material seperti indole, skatole, dan mercaptans, dan gas hidrogen sulfida inorganik. Komposisi yang disebutkan tadi sama dengan bau yang dihasilkan kentut kamu.
Mengapa e’ek warnanya coklat?
Warna tersebut terutama disebabkan oleh bilirubin, pigmen yang timbul akibat luluhnya sel darah merah di dalam hati (liver) dan sumsum tulang. Jalur metabolisme sebenarnya dari bilirubin dan produk sampingan yang dihasilkannya amat rumit, jadi kita boleh bilang bahwa sebagian besar bilirubin berakhir di pencernaan, untuk kemudian dimodifikasi oleh bakteri. Namun pada dasarnya warna tadi berasal dari besi. Besi di dalam hemoglobin di dalam sel darah merah memberikan darah warna merah, dan besi di dalam kotoran yang di dalamnya terdapat bilirubin memberikan warna kecoklatan.
Warna apa saja yang mungkin terdapat di e’ek?
E’ek umumnya berwarna kecoklatan atau kekuningan atau perpaduan keduanya. Namun warna lain dapat juga timbul karena hal-hal tertentu. Contohnya, seseorang yang memiliki infeksi pencernaan mungkin menghasilkan e’ek yang kehitaman yang berasal dari darah luka yang masuk ke dalam pencernaan. Misalnya pendarahan di dalam usus besar yang berasal dari luka atau sobek di bagian anus dapat menyebabkan e’ek berwarna merah. E’ek berdarah juga merupakan tanda kanker usus besar. Jadi langsung cek ke dokter jika e’ek kamu berdarah. Beberapa jenis penyakit pada bayi menyebabkan kotoran mereka menjadi hijau atau bahkan hijau kebiruan. Tapi warna kebiruan juga bisa disebabkan oleh hal biasa seperti mengkonsumsi es krim. Pewarna makanan yang sering dikonsumsi juga mengakibatkan warna e’ek menjadi merah terang. Kadang-kadang warna terang dari makanan ketika melewati pencernaan tidak berubah warnanya sehingga langsung mewarna e’ek kamu, seperti jika kamu makan jagung rebus atau jagung bakar.
To Be Continued…
Next… Apakah ada orang yang memakan e’ek? –> Nantikan artikel selanjutnya .























Ihihihi, bahasannya lo banget. Dasar orang yang kata2 favoritnya eek..
orang makan eek? setau gue ada!
kalo makan lele sama aja makan eek..
karena lele paling cepet gemuk kalo pakan utamanya eek.. ihhhh
siklus eek yang aneh..
dibuang, dimakan lele, dimakan orang, dibuang lagi, dimakan lele lagi, dimakan orang lagi….
Et.. jangan seneng dulu bung Hamdun.. ini adalah posting dari temen saya si mas anggit ituh.. kan kita bedua kontributor utama site ini. Liat kalo penulisnya bernama “apy’, itu berarti mas ang, kalo saya, yaaa.. semua sudah tau nama saya.. website ini pun ada karena saya.. aku ada karena aku.. (Belom sempet nerusin, ni warnet udah dilindes ama trek yang mo ngegusur.. dar..)
nice post keep posting..
eek.. jadi inget egor.. eek goreng
ngomong2 eek,kok gw mau eek bneran