3 Hari Untuk Selamanya
“Baks disins sans tak?” (”Bakar (ganja) disini, santai nggak?)
Siapa sangka bisa mendengar kata-kata seperti itu meluncur keluar dari mulut seorang Nicholas Saputra? Terlebih lagi di bioskop Indonesia.
Nicholas Saputra dan Adinia Wirasti kembali bermain di layar lebar berjudul: “3 Hari Untuk Selamanya”. Film besutan Miles dengan sutradara Riri Riza ini terbilang unik, pasalnya tema jenis ini baru kali ini diproduksi di antara deretan film-film cinta dan horror yang ramai membanjiri perfilman Indonesia. Film ini berkisah tentang perjalanan Yusuf (Nicholas Saputra) dan Ambar (Adinia Wirasti) dari Jakarta menuju Yogyakarta. Perjalanan yang seharusnya hanya sekitar 7 sampai 8 jam itu molor sampai 3 hari. Yusuf yang tidak tahu jalan plus Ambar yang ugal-ugalan menjadi combo menarik sepanjang kisah ini. Ditambah lagi di sepanjang perjalanan, mereka berdua ditemani setengah garis ganja pemberian teman Yusuf (Ringgo).
Film ini wajar, lucu, refreshing, dan tidak dibuat-buat. Saya sendiri cukup merasa nyaman saat menontonnya. Tidak ada akting dibuat-buat, slapstick yang aneh-aneh. Yang ada cuman setengah garis ganja dan 2 manusia tukang mabok tidak tahu jalan berusaha menuju Yogyakarta dari Jakarta.
Sayang, Badan Sensor kita terlalu kejam memotong karya apik ini sehingga banyak adegan terpotong secara kasar. Tapi jangan kuatir, potongan itu tetap tidak mengurangi jalan cerita dan bagian-bagian yang hillarious tetap ada…
Selamat menonton!












rekor saya ngga nginjek kaki bioskop dah hampir sepuluh tahun…??? saya menanti yang bisa memecahkannya !!